The Thing About Violet

The Thing About Violet
Keputusan Violet


__ADS_3

Malam telah menduduki singgasananya. Elmo dan Lili kembali ke kamar mereka karena, Violet menginginkan kesendiriannya. Violet masih syok dengan semua hal yang terjadi di depan matanya. Violet tidak menginginkan adanya perceraian karena, ia ingin anaknya memiliki keluarga yang utuh dan ia tidak ingin memberikan setitik noda berupa perceraian di nama baik keluarga Elruno.


Walaupun ia sungguh-sungguh menyadari bahwa suaminya, papa dari janin yang ia kandung adalah seorang psikopat yang egois dan tidak memiliki cinta kasih. Gasa Aefar hanya mencintai dan mengasihi dirinya sendiri.


Violet memukul-mukul dadanya berkali-kali dengan pelan karena, tiba-tiba ia merasakan sesak di dadanya. Dan di menit berikutnya, ia melangkah lebar menuju ke wastafel, berdiri di depan wastafel dan muntah-muntah di sana.


Violet terkejut dan secara otomatis menoleh ke belakang ketika ia merasakan tangan hangat dari seseorang, menepuk-nepuk pelan punggungnya. Violet melihat badan kekar seorang pria. Lalu ia mendorong tubuh pria itu saat ia mengetahui bahwa pria itu adalah Mada Goh, "Pergilah! tinggalkan aku! Aku ingin sendirian saja malam ini"


Mada membopong Violet dan ia rebahkan Violet di atas kasur empuk nan mewah. Lalu Mada berkata sambil menyentuh sudut bibirnya Violet, "Apa yabg sebenarnya terjadi? kenapa bibir kamu sampai terluka seperti ini dan pipi kamu memar?"


Violet menghela napas panjang, "Mia si pelakor itu sepertinya telah memprovokasi Mas Gasa untuk mencelakai aku dan kandunganku"


Mada mengelus pipinya Violet, "Apa yang Mia katakan? dan apa yang Gasa lakukan padamu?"


"Mia tahu kalau di malam aku minggat dari rumahnya Mas Gasa, aku pergi denganmu dan tinggal serumah denganmu selama kepergianku itu dan Mia membuat Mas Gasa berpikir kalau anak yang aku kandung ini bukan anaknya Mas Gasa"

__ADS_1


Mada langsung menarik tangannya dari pipinya Violet dan mengepalkan tangannya dan bergumam di dalam hatinya, andai saja besok tidak ada rencana untuk menjebloskan Gasa ke penjara, aku sudah pergi ke rumahnya Gasa dari tadi untuk bikin perhitungan dengan Gasa karena, ia telah berani meragukan Violet dan menyakiti Violet secara fisik dan mental.


Mada hanya berani berkata seperti itu di dalam pikirannya karena, atas kesepakatan bersama, Violet tidak boleh mengetahui rencana penangkapan Gasa Aefar besok.


Kesepakatan itu mereka buat atas informasi yang mereka dapatkan dari Lili yang mengatakan kalau Violet akan memaafkan Gasa, menerima semua kekurangan Gasa karena bagaimana pun, Gasa adalah suaminya dan Violet tidak akan pernah menuntut Gasa apalagi menjebloskan Gasa ke penjara karena, Gasa adalah Papa dari anak yang ia kandung.


"Lalu apa keputusanmu ke depan?" tanya Mada kemudian.


"Aku akan memberikan penjelasan ke Masa Gasa dan aku akan meminta Mama dan Papa mendampingi aku. Aku akan melanjutkan pernikahanku dengan Mas Gasa sampai maut memisahkan kami" sahut Violet.


Violet tersenyum getir dan kedua bola mata jernihnya yang nampak lelah, berkaca-kaca terkena genangan air mata. Kemudian ia berkata dengan suara bergetar menahan tangis, "Maafkan aku Mas! Aku mencintaimu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu tapi, aku lebih mencintai anak yang aku kandung ini. Aku ingin anak ini memiliki keluarga yang utuh dan......"


Mada tanpa sadar menitikkan air mata dan ia kemudian berucap setelah ia mengusap kasar air mata yang menetes di pipinya, "Tapi Cinta.........."


"Tolong jangan pengaruhi aku lagi dengan kata-kata cintamu, Mas! Karena itu hanya akan menyiksaku" Violet mulai terisak menangis.

__ADS_1


Mada memeluk Violet dan mereka menangis beraama untuk melepaskan segala rasa yang berkecamuk di dada mereka berdua.


Beberapa menit kemudian, Mada mencium belahan rambutnya Violet lalu ia melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahunya Violet, "Baiklah! aku hargai keputusanmu. Aku akan menjauh darimu tapi, jangan melarangku untuk tetap mencintaimu selamanya sampai maut memisahkan kita! Aku doakan kamu selalu hidup di dalam kebahagiaan" Mada mencium keningnya Violet sebelum ia bangkit lalu pergi. meninggalkan Violet.


Di malam itu, Mia bisa tersenyum puas dan bahagia karena ia bisa kembali tidur di dalam pelukan suaminya. Mia kembali merekahkan harapannya untuk memiliki cinta Gasa Aefar sepenuhnya. Mia berpikir dengan tidak adanya Violet di antara mereka lagi maka di saat anak yang ia kandung lahir, Gasa Aefar hanya akan melihatnya dan mencintainya.


Gasa terbangun di tengah malam dan ia memakai kembali celana kolor dan kaosnya setelah ia menyatu dengan istri keduanya beberapa jam sebelumnya. Gasa melangkah ke balkon lalu menyalakan rokoknya. Sudah lama Gasa ridak merokok dan entah kenapa di malam itu, dia mengambil kembali rokok yang ia beli di dalam perjalanan pulangnya setelah ia gagal mengejar Violet, istri pertamanya.


Gasa menghisap dalam-dalam rokoknya lalu menghembuskannya pelan ke udara malam. Gasa merokok untuk mencari keringanan luka batin yang ia derita sejak ia masih kecil. Luka batin yang tidak pernah direspons dengan baik itu membuat Gasa tumbuh dewasa tanpa memiliki rasa cinta dan kasih di hatinya dan tumbuh dewasa menjadi seorang psikopat. Gasa pernah membunuh seekor anjing dengan kejam di umur enam tahun karena, anjing itu adalah anjing kesayangan Mama angkatnya. Lalu ia membunuh ikan di akuarium dengan sabun pencuci toilet karena, ikan itu adalah ikan kesayangan papa angkatnya.


Dan Gasa pernah hampir saja membunuh teman sekelasnya saat ia sekolah di Sekolah Menengah Pertama. Dari kejadian itu, Gasa mendapat pembinaan di kamp remaja selama setahun dan setelah keluar dari kamp tersebut Gasa pindah sekolahan. Sejak keluar dari kamp, Gasa menjadi semakin dingin kepada siapa pun dan menjadi anak yang sangat pendiam sampai ia lulus kuliah dan bertemu dengan papa kandungnya yaitu Ivan Goh.


Dari Ivan Goh, Gasa mendapatkan semua materi selama Gasa bersedia menuruti semua permintaan dari papa kandungnya itu dan dari Ivan Goh lah, Gasa mendapatkan jabatan CEO dari sebuah perusahaan yang cukup menjanjikan dan berhasil lepas dari keluarga Aefar, hidup mandiri dan mulai bisa menikmati kemewahan duniawi. Ia bisa membeli rumah mewah, beberapa villa, beberapa mobil mewah keluaran terbaru dan memiliki perusahaan yang cukup mentereng di kalangan para pebisnis muda dan dengan berbekal semuanya itu, ia mulai memiliki kepercayaan diri yang tinggi namun, kekuasaan dan kekayaan yang ia miliki justru semakin memperkuat jiwa predatornya. Dia tidak segan memukul dan menyiksa karyawannya jika karyawan atau anak buahnya membuatnya kecewa dan marah.


Jiwa gelapnya Gasa Aefar terbentuk dan tumbuh dari bening kepahitan dan luka batin yang Gasa terima sejak kecil. Dan telah berkali-kali melukai orang-orang di sekitarnya di kala jiwa gelapnya itu meronta keluar.

__ADS_1


Violet menyadari kepahitan yang Gasa alami. Walaupun terlambat, Violet yakin lambat laun ia akan bisa menyembuhkan Gasa. Namun, Violet tidak menyadari bahwa jiwa gelap seorang psikopat itu sangat sulit untuk bisa disembuhkan jika sudah terlanjur mengakar kuat.


__ADS_2