
Melati membawa Violet masuk ke dalam ruangan yang sangat terang benderang. Sangat berbeda dengan ruangan yang sebelumnya. Sorot sinar terang di ruangan itu menyebabkan kedua kelopak matanya Violet mengerjap beberapa.kali untuk melindungi kedua bola mata yang telah lama berada di ruangan gelap karena, kedua bola.mata itu perlu beradaptaai terlebih dahulu untuk menerima cahaya kembali.
Violet lalu menoleh ke neneknya, "Kenapa kita berhenti di depan pintu ini dan di ruangan terang ini, Nek?"
"Nenek hanya bisa mengantarmu sampai ke pintu ini. Kau melangkahlah terus sampai ke pintu kedua setelah pintu ini dan bukalah lalu masuklah segera ke dalamnya!" Melati berucap dengan senyum lembutnya yang penuh dengan cinta kasih lalu Violet memeluk erat.tubuh neneknya, "Vio akan sangat merindukan Nenek"
Melati mengelus punggungnya Violet sambil berucap, "Nenek akan terus ada di sampingmu, sayang" Melati lalu melepaskan Vio dan berkata, "Segeralah pergi ke pintu kedua!"
Vio mencium punggung tangan neneknya lalu ia berlari meninggalkan neneknya menuju ke pintu kedua yang tampak dekat namun, ternyata sangat jauh dirasakan oleh Violet.
Mada menempelkan bibirnya di bibirnya Violet dan tangannya yang menggenggam tangannya Violet, bisa.merasakan gerakan jari jemari tangan kanannya Violet. Mada lalu mengangkat wajahnya untuk menatap tangannya Violet dan memang benar, jari jemari tangan kanannya Violet yang ia genggam, bergerak pelan secara intens. Mada langsung memencet bel berkali-kali. Perawat mengetuk pintu kamar dan Mada segera menyahut, "Masuk!"
Kedua perawat masuk dan Mada segera melompat dari atas ranjang sambil memekik girang, "Periksa istri saya! jari jemari tangan kanannya bergerak-gerak. Kalian melihatnya, kan?"
Kedua perawat itu segera memberikan perhatian mereka ke jari jemari tangan kanannya Violet, mereka berdua bersitatap dan salah satu perawat segera menghubungi Dokter.Indah dan perawat yang satunya lagi bergegas memeriksa kondisi fisiknya Violet. Sedangkan Mada langsung memencet nomer ponsel Papa mertuanya untuk mengatakan hal yang sama persis dengan yang ia katakan kepada kedua perawat yang merawat Violet.
Lima menit kemudian, Elmo dan Lili datang ke kamarnya Violet dengqn Napa terengah-engah karena, mereka berlari kencang saking terkejut bercampur gembira, mendengar ada perkembangan bagus pada putri tunggal mereka.
"Bagaimana Sus?" tanya Mada.
""Iya bagaimana putriku?" sahut Elmo dengan tidak sabar.
Kedua perawat hanya terdiam dan berkata, "Kita masih belum bisa berkata apa-apa. Kita tunggu Dokter Indah dulu saja"
Vio akhirnya sampai ke pintu kedua dia membuka pintu dan langsung melompat masuk ke dalam pintu itu tanpa tahu apa yang ada di dalam pintu itu. Vio berteriak kencang karena, ia berasa melayang-layang di udara seperti terbang setelah ia masuk ke dalam pintu kedua itu.
__ADS_1
Lili yang adalah seorang dokter umum segera memeriksa keadaan putrinya dan segera berkata, "Sepertinya Vio akan segera sadar. Ada gejala menuju ke sana. Vio akan..........."
Byar! Semua tersentak kaget saat Violet Cinta Elruno, membuka kedua bola matanya seketika itu dengan sangat lebar. Mada lalu berlari mendekat dan menatap Vio begitu juga dengan Elmo. Lili, Mada, Elmo, ketiganya menatap Vio yang masih mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya.
Lili segera memeriksa nadinya Vio dan segera memasang kembali stetoskopnya dan memeriksa denyut jantungnya Biolet dan ia tersenyum senang karena, semuanya normal lalu ia memeriksa kedua bola matanya Violet Semakin bisa membuka mata secara spontan, maka nilai pasien semakin baik.
Lili kemudian memeriksa respon Verbal Violet terhadap perintah. Pada tahap ini, kesadaran pasien akan dinilai. Semakin pasien mengikuti yang dikatakan tim medis, artinya pasien masih dalam tahap sadar dan mampu berkomunikasi. Lili memberikan perintah ke Violet, "Sayang, kau tahu ini siapa?" Lili memegang dada bidang suaminya dan Violet langsung menyahut, "Papa"
Mada, Lili, Elmo dan kedua perawat yang berada di dalam kamarnya Violet langsung melepas tawa lega dan bahagia. Kemudian Lili mencoba respons Lili terhadap gerakan.Tahap ini kondisi pasien terhadap gerakan akan dinilai. Semakin pasien merespons tim medis, maka nilainya akan semakin baik. Lili berkata, "Sayang, coba ikuti arah gerak telunjuknya Mama, ya?" Lili menunjukkan jari telunjuknya di depan kedua bola matanya Violet lalu ia menggerakkan jari telunjuknya itu secara perlahan ke kanan lalu ke kiri dan kedua bola matanya Violet bisa mengikuti gerakan jari telunjuk mamanya itu dengan baik.
"Semuanya baik namun, kita tetap harus menunggu Dokter Indah dan Dokter Bayu untuk memeriksa Vio dan janinnya Vio lebih dalam dan rinci lagi karena pasien koma itu kesadarannya masih bertahap dan semoga saja tidak ada komplikasi"
"Amin" sahut Mada dan Elmo secara bersamaan.
Mada terus menatap istri tercintanya namun, ia masih belum berani mendekat dan menyentuh Violet.
Di menit berikutnya Dokter Indah berlari masuk ke dalam kamarnya Biolet dan langsung memeriksa Violet dan tidak lama kemudian, Dokter Bayu pun berlari masuk ke dalam kamarnya Violet.
Pemeriksaan atas fisiknya Violet membutuhkan waktu selama lima belas menit dan peryataan Dokter Indah membuat semua yang hadir di dalam kamarnya Violet langsung memekik girang, lega, bersyukur dan mengulas senyum lebar saat mereka mendengar bahwa Violet baik-baik saja dan tidak terdapat komplikasi.
Dokter Bayu segera maju mendekati Violet untuk memeriksa kondisi janin di dalam perutnya Violet. Mada langsung memekik, "Gimana Bunny?"
Semua langsung menatap Mada dan bertanya, "Siapa Bunny?"
"Hehehehe" Mada mengelus tengkuknya, meringis dan berkata, "Maaf, Ma, Pa, saya memberikan nama ke dedek bayi yang ada di dalam perutnya Vio dengan nama Bunny"
__ADS_1
Elmo menoleh ke Lili lalu berkata, "Cute sekali, Papa suka nama itu"
"Mama juga suka" sahut Lili.
Dokter Bayu menegakkan badannya lalu berputar badan dan bersikap ngapurancang di depan semuanya dan berkata sambil tersenyum lebar, "Bunny pun baik-baik saja"
"A.....apa saya boleh mendekati istri saya?" tanya Mada ke Dokter Indah.
Dokter Indah berkata, "Silakan! sekalian kita lihat respons pasien pada Anda"
Mada hampir saja melompat kegirangan saat ia diijinkan untuk mendekati Violet. Mada duduk di tepi ranjang dan Violet menoleh pelan ke Mada dengan tatapan asing.
Mada memegang pipinya Violet dan bertanya dengan hati-hati, "Sayang, apa kau masih mengenali, siapa yang duduk di sampingmu ini?"
Violet masih menatap Mada dalam diam dengan tatapan asing.
Mada lalu menoleh ke belakang untuk melihat Dokter Indah dan segera bertanya, "Kenapa dia tidak mengenali saya, Dok?"
Doker Indah mengerutkan alisnya dan berkata, "Kom bisa begitu? harusnya pasien bisa mengenai semua orang karena, ..........." sembari melangkah mendekat namun, dokter Indah segera menghentikan langkahnya saat ia melihat tangan Violet memegang lengannya Mada.
Mada terkejut lalu secara spontan menoleh ke Violet dan langsung bersitatap dengan kedua bola mata istrinya yang sudah sangat ia rindukan.
Mada bertanya pelan, "Sayang, kau ingat sama aku, kan?"
Violet menganggukkan kepalanya dengan senyum di wajah cantiknya.
__ADS_1