The Thing About Violet

The Thing About Violet
Reward Untuk Mada


__ADS_3

Violet dan Mada keluar dari gedung bioskop tepat jam setengah sembilan malam dan Violet langsung mengajak Mada mengukir nama dan tanggal pernikahan mereka di cincin pernikahan mereka.


Mada menuruti permintaannya Violet. Mada memilih nama Cinta Mada untuk diukir di cincin pernikahan dia dan istrinya. Pilihan nama itu, membuat Violet merona malu dan bertanya saat mereka telah berada kembali di dalam mobil yang tengah melaju, "Kenapa Cinta Mada"


Mada menggenggam tangannya Violet dan berkata, "Nama kamu ada Cintanya kan? dan kamu itu Cintanya Mada"


Violet menoleh ke suaminya dan kembali merona Malu. Mereka kemudian menyempatkan diri untuk makan malam di sebuah warung makan sederhana karena, Violet ingin makan nasi goreng di sana yang terkenal enak.


"Aku masih ada uang untuk mengajakmu makan di restoran tapi, kenapa di warung sederhana ini?" tanya Mada saat mereka sudah duduk di bangku kayu memanjang yang berhadapan dengan meja kayu yang memanjang pula tanpa adanya taplak meja. Violet berkata, "Aku ingin mencoba makan di tempat seperti ini" sambil terus menatap si Abang penjual yang tengah memasak nasi goreng pesanannya Mada dan Violet dengan memakai arang.


"Masaknya aja masih pakai arang, pasti lama. Kamu dan Bunny ridak keburu lapar?" tanya Mada sambil menggenggam tangan Violet dan ia mainkan jari jemarinya di tangan itu.


Violet menoleh ke Mada dengan senyum cantiknya, "Asal itu nasi goreng, aku akan sabar menunggu sampai matang"


Mada terkekeh geli lalu ia mencium pelipisnya Violet dengan penuh cinta.


Sementara itu di sebuah rumah yang dikelilingi gerbang besi yang besar dan kokoh, Gasa Aefar mulai gusar. Dia ingin keluar dari rumah itu untuk mencari wanita yang memiliki wangi manis dan bola mata yang indah namun, Fang Yin berhasil mencegah Gasa dengan mengatakan, "Mama yang akan mencarikan wanita itu dan membawanya ke sini karena, di luar sana sangat berbahaya bagimu" dan Gasa pun menyetujui sarannya Fang Yin.


Di saat Fang Yin hendak melajukan mobilnya, diq menerima telepon dari Liu Yin yang memohon agar Mamanya bersedia menemui dia dan pacarnya. Dengan sangat terpaksa Fang Yin akhirnya menyetujui permintaan putrinya itu, putri yang tidak pernah ia cintai sebesar cintanya kepada Gasa Aefar, putranya.


Fang Yin pergi ke.restoran tempat di mana Liu Yin dan pacarnya tengah menunggunya. Deo menatap Fang Yin dengan penuh antusias karena, akhirnya mangsanya keluar dari persembunyian.


Deo sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengepung restoran itu dengan penyamaran dan tanpa Liu Yin dan Fang Yin sadari, hampir separuh lebih restoran itu dipenuhi oleh anak buahnya Deo. Deo memang mencintai Liu Yin namun, cintanya kepada Liu Yin tidak sebesar cintanya pada pekerjaannya. Deo selalu menempatkan tugas dan kewajibannya di atas segalanya.

__ADS_1


Fang Yin duduk di depannya Liu Yin dan Deo. Mereka mengobrol beberapa menit dan di waktu yang dirasa tepat.oleh Deo, Deo memberikan kode ke anak buahnya untuk menangkap Fang Yin. Liu Yin terkejut melihat polisi dengan sebuah surat perintah, menangkap, memborgol dan membawa mamanya ke kantor polisi untuk kemudian diproses dan di bawa ke Indonesia dan diadili di Indonesia atas kasus pembuangan Diana Prastowo.


Liu Yin terhenyak kaget dan semakin syok saat ia mengetahui siapa Deo sebenarnya. Deo menatap Liu Yin lalu mengajak Liu Yin masuk ke dalam ruang kerjanya, "Maafkan aku, demi tugas dan tanggung jawabku pada hukum dan keadilan, aku memanfaatkanmu tapi, aku juga akan jujur sama kamu kalau aku mencintaimu"


Liu Yin terus menatap Deo sambil terus melangkah pelan mendekati Deo. Kemudian ia memeluk pinggangnya Deo, menyusupkan wajahnya di dadanya Deo dan menangis histeris di sana. Deo memeluk Liu Yin dengan erat sambil terus bergumam, "Maafkan aku"


Asisten pribadinya Fang Yin segera menemui Gasa dan memberitahukan ke Gasa kalau Mamanya Gasa telah dipenjara atas tuduhan pembunuhan dan menyarankan Gasa untuk tetap bersembunyi di sana sampai keadaan benar-benar aman. Gasa menuruti saran itu.


Tanpa Gasa sadari, ia semakin bertambah kaya karena, sebelum Fang Yin membebaskan dia daei penjara rumah sakit jiwa, Fang Yin telah mewariskan enam puluh lima persen dari semua harta kekayaannya yang sangat fantastis nilainya untuk Gasa dan sisanya untuk Liu Yin. Gasa Aefar yang sudah terbiasa berhadapan dengan situasi yang rumit dan hal yang mengejutkan menerima semua hal yang disampaikan oleh asisten pribadi mamanya dengan wajah datar dan sikap tenang namun, di dalam hatinya tetap bertekad keluar dari rumah itu untuk mencari wanita yang memiliki wangi manis dan bola mata yang indah.


Violet menyantap nasi goreng yang dimasak dengan arang sambil sesekali menoleh ke Mada dan berkata, "Hmm! enak banget ya"


Mada menoleh ke istrinya dengan senyum penuh cinta dan sesekali mengusap rambutnya Violet dengan lembut. Beberapa jam kemudian, setelah sampai kembali di dalam kamar mereka, Mada duduk di tepi ranjang dan Violet langsung melompat pelan untuk duduk di atas pangkuannya Mada dan mengalungkan kedua lengannya di lehernya Mada.


"Memberikan reward untuk kekasihku ini" Violet mengecup bibirnya Mada lalu ia kembali berucap, "Karena kekasihku ini sudah memberikan semua cintanya hanya untukku"


Mada tersenyum senang dan tampak semringah, "Wah! aku jadi penasaran nih, rewardnya apa ya?"


Violet mulai menggerakkan tangan kanannya turun dari lehernya Mada, menuju ke dada hingga sampai ke titik sensitifnya Mada. Mada tersentak kaget dan langsung menyemburkan tanya, "Tunggu dulu!"


"Kenapa? apa kau tidak menginginkannya?"


"Bukan karena aku tidak menginginkannya tapi, apa sudah aman bagi kamu dan bagi Bunny jika kita menyatu malam ini? Kita tidak konsul ke dokter kamu, dulu?"

__ADS_1


"Kamu yakin mau menanyakan soal ini ke Kak Bayu, eh Dokter Bayu maksudku?"


"Sial! kau benar. Lalu gimana nih?" Mada menyugar rambutnya dengan jari jemari tangan kanannya.


Violet terkekeh geli, "Aku juga seorang dokter, aku paham akan semua ini dan aku paham dengan baik kondisiku dan kondisi kehamilanku. Aku yakin penyatuan kita akan aman-aman saja asalkan aku yang berada di posisi atas seperti ini. Violet mulai menggerakkan tangannya di titik sensitifnya Mada sambil mulai mengajak Mada berciuman.


Mada mengerang dan berbisik di sela tautan bibirnya dengan bibir manis istrinya, "Kau ternyata liar juga ya, sayangku tapi, aku suka. Aku sangat menyukainya, Aaarrrggghhh!"


Violet lalu mencium telinganya Mada, menyusupkan lidahnya di sana lalu ia menurunkan ciumannya ke lehernya Mada dan memberikan tanda kepemilikannya di sana sambil berbisik, "Kau pengacara yang sangat tampan, aku daratkan tanda kepemilikanku di sini agar semua klien wanitamu tahu kalau kau sudah ada yang punya"


Mada terkekeh geli lalu ia menarik tengkuknya Violet dan mengajak Violet untuk kembali berciuman. Mada melepas kaosnya dengan tidak sabar lalu membantu Violet melepas blus. Mada mengelus pipinya Violet, "Aku belum pernah melakukan gerakan woman on top seperti ini. Jika nanti kau merasa lelah, jangan diteruskan, oke?!"


Violet menganggukkan kepalanya lalu mencium bibirnya Mada. Mereka berciuman sangat sangat, panas, liar dengan berkali-kali saling menautkan lidah dan bertukar ludah. Membuat Mada berkunang-kunang dan terserang ras pening yang indah merasakan sensasi-sensasi baru yang Violet lakukan padanya. Hingga tanpa mereka sadari, mereka berdua telah sama-sama polos.


Violet mulai menyatukan dirinya ke Mada dan terus melesak masuk membuat Mada mengerang dan seketika itu juga Mada merasa seolah ingin meledak. Violet terus bergerak di atas pangkuannya Mada dan terus bergerak seolah tidak memiliki rasa lelah sedikit pun sambil sesekali memberikan kecupan di bibir Mada, ia terengah-engah menatap suaminya dengan pandangan menggelap dipenuhi oleh gairah.


Gerakan sensual Violet seperti seorang Lady yang tengah menunggangi seekor kuda liar, membuat Mada menengadahkan wajahnya ke atas lalu memejamkan kedua matanya sambil terus meloloskan erangan indah. Mada pun akhirnya menjadi tidak berdaya dan menyerah kalah di dalam permainan cinta yang Violet tawarkan. Penyatuan cinta ala Violet itu dirasakan Mada begitu indah, penuh sensasi baru yang benar-benar terasa hebat dan sangat berkesan sehingga membuat Mada mencapai puncak teratas dari suatu kenikmatan secara bersamaan dengan istrinya. Pasangan suami istri itu kemudian terjatuh di atas kasur dengan posisi miring dan Mada langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua lalu ia peluk tubuh polos istrinya itu dengan tatapan penuh kepuasan dan wajah bahagia penuh cinta.


Mada mengecup keningnya Violet yang sudah memejamkan kedua bola mata indahnya karena kelelahan. Mada berbisik, "Terima kasih banyak untuk rewardnya. Kamu dan Bunny baik-baik saja, kan?"


Violet menganggukkan kepala sambil berkata, "Aku dan Bunny baik-baik saja dan jangan ceriwis lagi! Aku sangat lelah Mas, aku butuh tidur sekarang ini"


Mada terkekh geli dan sambil mempererat pelukannya ia berkata, "Tidurlah! aku mencintaimu"

__ADS_1


"Hmm! Aku juga" sahut Violet sebelum akhirnya ia jatuh ke alam mimpi.


__ADS_2