
Sesampainya di gedung bioskop, Mada menyuruh Violet duduk sementara ia membeli tiket nonton. Namun, Violet memilih untuk berbelok ke samping kanannya untuk membeli popcorn jumbo dan dua cup es susu cokelat jumbo, kemudian duduk di sofa single, meletakkan popcorn dan dua cup susu cokelat di atas meja kaca, lalu tersenyum ke Mada yang tengah mengantre dan menoleh ke arahnya.
Mada mengantre dan hampir di setiap detik ia menoleh ke belakang untuk melihat istri cantiknya. Violet terkekeh geli melihat tingkah polosnya Mada yang hampir di setiap detik menoleh ke belakang, tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya Violet sampai merinding saking bahagianya. Dadanya berdebar karena bersyukur memperoleh cinta yang begitu besar dan sangat tulus dari seorang Mada Goh.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah mempertemukan Vio dengan Mada. Terima kasih Tuhan, akhirnya Vio bisa merasakan cinta yang tulus dan Vio akhirnya bisa mencintai seorang pria hebat dengan nyaman. Violet berkata di dalam hatinya sambil terus mengulas senyum di wajah ayu alaminya.
Setelah memperoleh dua tiket, Mada melangkah menuju ke tempat Violet duduk lalu menautkan alisnya, "Lho, kok udah beli popcorn dan minum, sih? itu kan seharusnya tugasku juga"
Violet tertawa ringan sambil bangkit dan mendekap popcorn jumbo yang ia beli lalu ia mengelus dadanya Mada Goh, "Istri itu bukan tuan putri yabg harua dilayani semuanya. Aku terbiasa kalau nonton dengan Mira, aku yang beli camilan dan minum sedangkan Mira beli tiketnya"
Mada lalu mengambil dua cup minuman dan sambil merangkul bahunya Violet ia berucap, "Cukup adil ya, tapi bagiku kok kesannya aku ini suami yang pelit" Mada lalu memamerkan deretan gigi putih nan rapinya di depan Violet.
Violet kembali tertawa ringan lalu berkata, "Aku yang paling tahu kalau suamiku ini nggak pelit sama sekali. Kita masuk sekarang?"
"Hmm" Mada lalu mengajak Violet melangkah menuju ke studio tempat di mana film pilihannya Mada akan diputar.
Mada memilih bangku paling belakang dan paling pojok. Tepat di saat Mada meletakkan minuman dia dan istrinya di tempat yang sudah disediakan, Violet melepas tanya, "Omong-omong film apa yang kau pilih? aku lupa menyarankan film ke kamu tadi"
Mada merangkul bahunya Violet lalu ia berkata, "Film kartun" dengan nada ringan tanpa rasa bersalah.
Violet mengangkat kedua bahunya karena kaget mendengar jawabannya Mada, lalu ia menoleh ke Mada dengan menautkan kedua alisnya ia langsung menyemburkan protes, "Kenapa kartun? Kita kan sedang berkencan nih, kenapa kamu nggak pilih film romantis tadi, emang nggak ada ya film romantis?"
__ADS_1
Mada lalu menarik kepalanya Violet untuk ia letakkan di atas dadanya sambil berucap, "Ada sih film romantis" lalu tangan kirinya terangkat untuk mengelus perut buncitnya Vuolet, "Tapi kan ada Bunny jadi, aku pilih film kartun"
Violet mengangkat kepalanya untuk menatap wajah tampan suaminya, "Bunny kan masih ada di perutku. Bunny belum bisa nonton film"
Mada menarik kepalanya Violet lagi untuk ia letakkan di atas dada bidangnya, lalu berkata, "Tapi, Bunny bisa mendengarkan Sayang jadi, aku pikir film kartun lebih bagus untuk kita tonton bertiga sama Bunny"
Violet hanya bisa mendesau lalu terkekeh geli dan mengelus dadanya Mada, "Iya baiklah dan sssttt! filmnya mau dimulai tuh"
Lampu di dalam gedung mulai menggelap dan layar besar yang letaknya cukup jauh dari bangku mereka, mulai memutarkan film kartun yang bercerita tentang seorang detektif cilik yang lucu dan sangat cerdas.
Violet beberapa kali tertawa geli melihat film kartun pilihannya Mada dan Mada menunduk, mencium kening istrinya dengan senyum penuh cinta. Mada terus mengulas senyum di wajah tampannya dan beberapa kali mendaratkan ciuman di belahan tengah rambutnya Violet setiap kali ia mendengar Violet tertawa, ia bersyukur, Violet menyukai film pilihannya.
Mada berbisik lirih, "Maaf kalau aku tidak seperti CEO-CEO di luar sana yang bisa membeli semua kursi di studio VVIP agar istri mereka bisa nyaman nonton filmnya. Mada melihat tadi, sebelum lampu dipadamkan, studio tempat mereka nonton film kartun penuh sesak dan banyak anak balita yang diajak orang tuanya menonton film itu dan di tengah-tengah pemutaran film, anak-anak balita itu mulai berisik dan bahkan ada yang mulai bosan dan berjalan-jalan.
Violet mengangkat kepalanya dari dada bidangnya Mada lalu berkata, "Aku kan udah bilang kalau seorang istri itu bukanlah tuan putri yang harus dimanja. Justru kalau kamu CEO dan membeli semua bangku di studio VVIP, aku akan memilih nonton filmnya di rumah aja kan jauh penuh nyaman kalau nontonnya di rumah"
Mada mengecup keningnya Violet dan tersenyum penuh cinta. Violet kemudian kembali merebahkan kepalanya di atas dada bidangnya Mada dan kembali menyuapkan sejumput popcorn ke Mada.
Mada lalu mengulum sedotan yang terpasang di cup minumannya dan menyedotnya. Mada langsung mengernyit dan bertanya lirih, "Kau beli es susu cokelat ya?"
"Iya. Emangnya kenapa?" Violet kembali mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Mada kembali menyedot sedotan yang terpasang di cup minumannya lalu berucap, "Nggak papa cuma kaget aja, aku kira kau beli kopi untukku"
"Maaf, aku nggak tanya dulu tadi pas beli"
Mada menarik kepalanya Violet untuk kembali rebah di atas dadanya sambil berucap lirih, "Nggak papa, es susu cokelat oke juga untukku cuma kalau nanti perutku buncit dan aku jadi seperti paman tua di luar sana, gimana?"
Violet langaung terkekeh geli dan berkata dengan nada rendah, "Aku akan tetap mencintaimu walaupun perut kamu nanti membuncit dan kamu nampak seperti paman tua"
Mada terkekeh pelan lalu mengelus bahunya Violet dengqn penuh cinta kemudian berucap, "Terima kasih sudah mau mencintai Mada Goh yang kere ini"
"Terima kasih juga karena kamu udah bersedia memberikan cintamu untuk wanita bodoh dan ceroboh ini" Violet berucap sembari terus menyuapkan sejumput popcorn ke Mada.
Mada mempererat pelukannya sembari berucap, "Kalau bodoh dan ceroboh, mana mungkin kau bisa menjadi seorang dokter spesialis di umur semuda ini"
"Tapi aku bodoh karena, salah memilih jalan dan telat menyadari cinta tulus kamu"
"Yang penting kita sudah bersama saat ini dan aku janji, dengan sekuat tenaga akan bekerja lebih keras lagi untuk bisa membahagiakan kamu dan Bunny" ucap Mada lalu mencium dalam-dalam belahan rambutnya Violet.
Violet membalas ucapannya Mada dengan kata, "Aku juga janji akan berusaha sekuat tenaga menjadi seorang istri yang bisa kau banggakan"
Mada dan Violet lalu menautkan kedua jari jemari mereka di atas perut buncitnya Violet.
__ADS_1