The Thing About Violet

The Thing About Violet
Violet Mengunjungi Gasa


__ADS_3

Elmo menangkup kedua pipi putri tunggalnya yang sangat ia cintai lalu berkata, *Vio sayangku, Gasa memang harus disembuhkan karena, suami kamu itu sakit jiwanya. Kalau Gasa tidak ditangkap dan diamankan, maka kau akan selalu terancam bahaya. Papa nggak mau kamu berakhir menyedihkan seperti istri keduanya Gasa"


Violet menyentuh kedua tangan papanya yang masih menempel di pipinya lalu berkata, "Apa yang terjadi pada Mia, Pa?"


Lili mulai terisak menangis lalu memeluk pinggangnya Violet. Lili merinding membayangkan jika putrinya berakhir seperti istri keduanya Gasa.


Elmo menghela napas panjang lalu berucap, "Istri keduanya Gasa yang bernama Mia itu, berakhir koma di rumah sakit dan belum sadarkan diri sampai detik ini dan Mia juga kehilangan anak di dalam kandungannya"


"A....apa yang terjadi?" Violet menatap lekat kedua manik hitam nan jernih milik papa tampannya penuh selidik.


"Gasa menghajarnya tanpa belas kasihan dan tidak berperikemanusiaan sama sekali. Papa saja merinding ngeri pas menangkap basah Gasa menghajar istri keduanya itu. Dan Papa sangat bersyukur yang dihajar Gasa bukan dirimu" Elmo mengelus pipinya Violet.


Violet melemas dan tangannya langsung terkulai di samping tubuhnya. Violet terdiam selama lima menit.


Elmo langsung memeluk tubuh anak dan istrinya dengan penuh cinta kasih dan rasa syukur yang begitu besar karena, ia dimampukan oleh Tuhan melindungi anak dan istrinya, bisa selamat dari segala marabahaya yang mengancam mereka.


Galvin mulai berkencan dengan Ratna. Kencan pertamanya Galvin dan Ratna, terasa canggung namun, berakhir indah. Galvin hendak pulang dari rumahnya Ratna dengan mengelus tengkuknya. Sepupu tampannya Violet itu ingin mengakhiri kencan pertamanya dengan mendaratkan sebuah ciuman yang dalam dan berkesan tapi, ia bingung bagaimana harus memulainya karena, Ratna terus mengajaknya mengobrol.


Galvin tidak memperhatikan obrolannya Ratna. Galvin terus memikirkan ciuman yang bagaimana yang tepat ia lakukan untuk menutup kencan pertamanya itu. Putra tunggalnya Grey dan Chery itu, memikirkan ciumannya di kencan pertama yang terasa lebih menegangkan daripada memikirkan kencan itu sendiri.

__ADS_1


Beberapa teori berciuman di kencan pertama yang pernah ia baca, terlintas di pikirannya Galvin seperti, mempertimbangkan bagaimana perasaannya Ratna, bagaimana seharusnya mencium Ratna dengan tepat dan benar agar supaya Ratna tidak menggangapnya mesum dan memikirkan ciumannya haruskah lembut atau sensual.


"Kok bengong? aku tanya dari tadi kok nggak dijawab sih?.kau melihatku terus dari tadi tapi di mana pikiranmu saat ini?" Ratna melipat tangannya di depan Galvin dengan bibir monyongnya.


Galvin tergagap mendapatkan semburan protes dari pujaan hatinya lalu ia membuka suara, "Ah! itu, emm, aku sedang memikirkan ciuman yang bagaimana untuk mengakhiri kencan lertama kita ini" Galvin meringis ke Ratna dengan mimik wajah polos seolah tanpa dosa.


Ratna langung merona wajahnya, ia menepuk dadanya Galvin lalu berjinjit mencium pipinya Galvin dan dengan kecepatan kilat, ia berbalik badan, berlari masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya dengan cepat.


Galvin tersentak kaget menerima reaksinya Ratna sambil terus mengusap pipi yang masih bisa merasakan kehangatan bibirnya Ratna di sana. Galvin terus mengelus pipinya, mengulas senyum lebar penuh cinta, lalu berbalik badan dan dengan langkah gontai karena, entah kenapa mendadak kakinya melemas, ia berusaha mencapai pintu mobilnya dan berhasil masuk ke dalam mobilnya dengan selamat tanpa terjatuh. Galvin memasang sabuk pengamannya tanpa melepas elusan di pipinya. Galvin merasa kegirangan, Ratna berinisiatif mencium pipinya di akhir kencan pertama.mereka. Kemudian Galvin bergumam sebelum ia mulai melajukan mobilnya, "Ah! kenapa dia sangat menggemaskan sih"


Sementara itu, Ratna menangkup kedua pipinya yang terasa panas dan senyum-senyum sendiri mengingat keberaniannya berinisiatif mencium pipinya Galvin.


Elmo langsung menelepon asistennya dan membatalkan semua meetingnya di hari itu. Elmo memutuskan untuk menemani Violet mengunjungi Gasa Aefar. Lili pun ikut, dia ingin terus mendampingi Violet.


Sesampainya di rumah sakit jiwa, Violet berhadapan dengan Gasa dengan kaya tebal di tengah mereka. Gasa berada di sebuah ruangan yang dikelilingi kaca transparan yang tebal, anti pecah dan anti peluru yang khusus diperuntukkan bagi para pasien khusus di rumah sakit jiwa itu.


Violet memaksa diri memandang suaminya. Memandang sungguh-sungguh menembus permukaan ketampanan suaminya yang masih mampu menyilaukan mata setiap gadis. Lalu Violet memandang melampaui bahu kuat di balik seragam setelan khusus yang harus dipakai oleh semua pasien rumah sakit jiwa itu yang dikenakan Gasa. Seragam pasien rumah sakit jiwa itu tampak longgar di badannya Gasa, rambut Gasa agak kusut, tampak habis diacak-acak dengan tangan.


Sekeliling mulutnya Gasa tampak kering dan bergaris cukup dalam. Lalu Violet mengamati kedua bola mata hitamnya Gasa sekali lagi, apa yang terlihat di sana membuat jantung Violet berdegup kencang. Ada kehampaan di sana dan tiba-tiba kedua bola matanya Gasa menggelap tampak mengerikan.

__ADS_1


Violet menekan tombol pengeras suara untuk menyapa suaminya dengan tangan dan suara bergetar, "Apa kabar, Mas?"


Gasa memencet tombol pengeras suara dan menjawab, "Yeeaahhh, beginilah keadaanku. Kau bisa melihatnya, kan?"


Violet terdiam selama sepuluh menit, mencoba menyelami emosi-emosi yang tersembunyi di kedua bola matanya Gasa Aefar yang terlihat buas. Namun, kedua bila mata penuh misterinya Gasa masih menyorotkan kharisma yang tinggi yang memancar jauh melebihi jiwa gelap yang ada di dalam dirinya Gasa.


Mata Gasa menyipit dan ia memencet lagi tombol pengeras suara, "Maafkan aku!"


Violet mendengar kata maaf dari Gasa dan dadanya langsung bergemuruh diterpa perasaan haru, penyesalan dan sisa cinta untuk Gasa Aefar, suaminya. Violet hanya mampu menganggukkan kepala untuk menanggapi permintaan maaf dari Gasa.


Gasa tersenyum tipis lalu ia memencet kembali tombol pengeras suara untuk mengeluarkan kata, "Jaga anak kita!"


Violet langsung bergetar bibirnya dan ia tidak mampu menahan lagi derai air.matanya. Gasa menyentuh kaca di depannya dengan tangan kanan lalu tangan kirinya memencet tombol pengeras suara lalu berkata, "Jangan menangis! aku paling nggak bisa melihatmu menangis! jangan menangis!!" Gasa mulai kehilangan kendali dan memukul-mukul kaca berkualitas superior yang mengurungnya sambil terus berteriak namun, Violet tidak bisa mendengarkan teriakan dan ucapannya Gasa karena Gasa tidak memencet tombol pengeras suara. Kedua tangan Gasa ia pakai untuk menggedor kaca di depannya.


Violet bangkit dan melangkah mundur. Ia menatap suaminya dengan mata nanar.


Gasa lalu ditarik paksa untuk masuk dan kembali ke.dalam ruangan kamarnya.


Violet yang hampir ambruk tejatuh di. atas lantai, langsung dipeluk oleh kedua orang tuanya..........

__ADS_1


__ADS_2