The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mulai Berkencan


__ADS_3

Mada terkekeh geli di dalam lift dan berkata, "Anda tahu kata bawel juga, ya?"


"Pertama kali aku belajar bahasa dari suatu negara, yang aku pelajari pasti kata umpatan dan kata gaul terlebih dulu karena, itu asyik bagiku. Itulah kenapa aku tahu kata bawel, hehehehe" Liu Yin merasa senang karena Mada mulai bisa bersikap santai dengannya.


Beberapa menit kemudian, Mada dan Liu Yin duduk berhadapan di dalam sebuah restoran mewah dengan menu makanan bercita rasa western dan terkenal sangat mahal. Satu porsi steak aja dibandrol dengan harga yang lumayan fantastis. Mada berakting di depan daftar menu makanan dengan membeliakkan kedua matanya dan berteriak terkejut, "Wow! harganya mengerikan"


"Biasa aja kenapa? kau ini mengenakan setelan bermerk dan mengendarai mobil sport mewah, kenapa ekspresi kamu seperti itu?" Liu Yin memajukan wajahnya sampai ke tengah meja.dan berkata lirih ke Mada.


Mada meringis, menyerahkan kembali menu makanan ke pramusaji yang masih berdiri di samling meja dia lalu ia berkata, "Maafkan saya, Bu. Toh dia juga nggak paham dengan apa yang saya katakan tadi, hehehehe"


"Saya paham, Tuan" sahut pramusaji tersebut.


Mada sontak menoleh dan meringis ke pramusaji tersebut, "Kau bisa berbahasa Indonesia juga ternyata"


"Saya orang Indonesia, Tuan"


"Ah! benarkah? di mana kau tinggal? di kota apa? dan........"


"Ehem!" Liu Yin segera berdeham dan melotot ke Mada saat Mada menoleh ke arahnya.


Mada kembali meringis dan berkata maaf.


"Saya dari Jakarta dan saya akan jaga rahasia Anda, Tuan" bisik pramusaji tersebut dan Mada langsung menyahut terima kasih dan melempar senyum tampannya ke pramusaji wanita yang melayani meja dia dan Liu Yin siang itu.


Liu Yin langsung merengut dan entah kenapa walaupun ia sadar Mada hanya pacar sewaan tapi, hatinya merasa tidak rela saat ia melihat Mada tersenyum ke wanita lain.dan secara spontan ia melempar protes, "Jangan asal senyum ke orang asing! Dia bisa salah paham dan naksir sama kamu"


"Oh! gitu ya? Saya terbiasa bersikap ramah pada siapa saja karena, saya dulu adalah seorang bartender" Sahut Mada.


"Siapa nama lengkap kamu? Johny siapa?" tanya Liu Yin.

__ADS_1


"Anda kan bisa cari tahu nama saya dari CV saya, kenapa tanya ke saya?"


"Aku lebih suka bertanya langsung pada si empunya nama biar bisa semakin akrab. Siapa nama lengkap kamu?"


"Johny Prastowo" sahut Mada.


"Nama yang unik tapi cocok dengan karakter wajah kamu" Liu Yin tersenyum ke Mada.


Mada menguap ketika makanannya telah habis karena, tanpa Violet, serangan mimpi buruk masih ia alami dan setiap malam selama beberapa bulan terakhir, ia hanya bisa tidur paling lama dua jam.


"Apa aku membosankan bagimu?" tanya Liu Yin.


"Ah! maafkan saya karena menguap di depan Anda barusan. Emm, bukan karena Anda membosankan tapi, saya memang bekerja serabutan sampai larut malam dan biasanya jam segini, saya tidur siang di pantry, hehehehe" sahut Mada.


"Maafkan aku ya!? gara-gara aku ajak ke sini, kamu tidak bisa tidur siang" ketulusan terdengar di nada bicaranya Liu Yin.


Liu Yin terkekeh geli melihat mimik wajah polosnya Mada dan sejak detik itu, Liu Yin mulai menyukai Mada.


Mada kembali ke kost-nya bersama dengan Deo. Deo segera mandi dan makan. Sedangkan Mada, setelah mandi, ia menatap layar laptopnya untuk membahas pekerjaannya sebagai seorang pengacara dengan Ratna. Dan Bulan depan, Mada harus balik ke Indonesia selama satu bulan penuh untuk mendampingi seorang klien di persidangan selama satu Minggu penuh. Mada segera memberitahukan hal itu ke Deo.


Deo menoleh ke Mada, "Oke, pulanglah dulu! urusan di sini biar aku yang handle. Kalau Bos kita menanyakan kamu, aku akan bilang kalau kau terpaksa balik ke Indonesia karena, kerabat kamu sakit"


"Thank you, Bro!" sahut Mada.


Deo melanjutkan kembali menikmati mie ramen rebus instannya.


Beberapa menit kemudian Deo kembali menoleh ke Mada dan bertanya saat ia melihat ada banyak kerutan di wajahnya Mada, "Ada berita apalagi?"


Mada melirik ke Deo lalu berucap, "Emailku tidak dijawab sama Violet. Apa Violet udah melupakan aku?"

__ADS_1


"Dasar kamu tuh yang ngeyel. Violet masih berstatus istri sahnya Gasa walaupun Gasa sekarang ada rumah sakit jiwa dan Violet tengah mengandung anaknya Gasa jadi,........"


"Sssttt! berisik, diam! Aku tidak butuh nasehat kamu soal percintaan" sahut Mada dengan mendengus kesal dan Deo langsung terkekeh geli.


Mada kembali menulis email baru untuk sang pujaan hati, Violet Cinta Elruno. Walaupun seluruh dunia mencemooh dia karena dia mencintai istri orang, Mada tidak peduli. Mada tetap bertekad setia pada Violet, dan menjaga cinta di hatinya hanya untuk Violet, sampai ajal selanjutnya nanti.


Email mada di malam itu, Mada menceritakan soal Liu Yin ke Violet. Selain dia ingin selalu jujur dan terbuka ke Violet, Mada mencoba untuk memancing kecemburuannya Violet. Deo berkata ke Mada, "Aku mau tidur dulu. Jangan lupa makan malam!"


"Hmm" sahut Mada sambil terus mengetik email untuk Violet.


Violet sampai di kediaman papanya tepat jam enam sore. Dia segera mandi dan bergegas menghampiri mama tercintanya yang tengah memasak nasi goreng untuk Violet.


Violet menyodorkan kotak makan yang berisi waffle hasil kreasinya Mira ke mamanya, "Nih buat Mama aja! tadi aku cicipi secuil aja, aku langsung muntah-muntah di kamar mandi"


"Apa ini?" tanya mamanya Violet.


"Waffle bikinannya Mita. Masih enak kok belum basi karena, tadi Vio masukkan ke lemari es" sahut Violet.


"Oke! taruh saja di meja makan, siapa tahu Papa kamu mau mencicipinya" sahut Lili.


Violet langsung menaruh kotak tempat makan yang berisi waffle di atas meja makan.


Chef yang direkrut Elmo untuk meringankan tugas Lili di rumah mereka, memasak beraneka ragam masakan dan Lili khusus memasak nasi goreng untuk Violet.


Di jam berikutnya, Violet menikmati makan malam dengan papa dan mamanya penuh dengan keceriaan dan Elmo merasa bahagia bukan main ketika ia kembali melihat keceriaan di wajah ayu alaminya, putri tunggal kesayangannya.


Setelah makan malam berakhir, Violet kembali masuk ke dalam kamarnya dan membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk. Dan di menit berikutnya, Violet mulai asyik membalas semua email yang masuk kecuali email dari Mada Goh.


Violet hanya membaca email dari Mada Goh dan cerita Mada mengenai Bos wanitanya Mada yang meminta Mada menjadi pacar sewaannya, membuat hatinya Violet disergap rasa cemburu. Namun, Violet hanya bisa menghela napas panjang lalu berucap, "Aku tidak pantas untuk cemburu. Mada berhak bahagia dan aku harap, dia menemukan wanita yang bisa ia cintai melebihi cintanya padaku"

__ADS_1


__ADS_2