The Thing About Violet

The Thing About Violet
Violet Mulai Berlatih Taekwondo


__ADS_3

Violet berbalik badan saat ia merasakan ada seseorang yang mengikuti langkahnya dan ia tersenyum lega karena yang ia lihat Deo bukannya Mada. Violet tersenyum dan bertanya, "Kamu beneran mau periksa ya? ke dokter siapa?"


Deo menggelengkan kepala, "Aku hanya ingin menjadi seorang gentleman, memastikan wanita yang aku antarkan sampai di tujuan dengan selamat"


"Kamu lucu juga ya" Violet terkekeh geli.


Deo ikutan terkekeh geli kemudian berucap, "Mau kasih ini sebenarnya"


Violet menerima sebuah kartu nama dari Deo, "Pusat latihan taekwondo?"


"Temanku yang punya. Aku dengar dari Barnes kalau kamu nggak suka latihan bela diri tapi, aku sarankan, kamu harus mulai latihan ilmu bela diri dari sekarang"


Violet tersenyum lebar dan berkata, "Oke. Terima kasih sudah diantar dan dipastikan selamat sampai tujuan, terima kasih untuk saran dan terima kasih juga untuk kartu namanya. Maaf aku masuk ke ruangan praktekku dulu. Permisi"


"Silakan! selamat bertugas, Dokter Violet" Deo tersenyum lebar ke Violet.


Dalam perjalanan kembali ke mobilnya Deo terus mengulas senyum cerah dan bergumam, "Aku rasa aku tertarik pada istri orang nih, dasar gila! tapi kegilaan ini justru aku rasakan sangat seru dan menantang, hehehehe, aku emang sudah hilang akal karena Violet"


"Kita mau ke mana?" tanya Ratna.


"Ke perusahaannya Elmo Elruno. Aku ditunjuk oleh Pak Raja dan Ibu Chery untuk jadi pengacara dan penasehat hukum di sana"


"Elmo Elruno?"


"Iya, Elmo Elruno adalah adiknya Ibu Chery Elruno dan Papanya Cinta, Violet Cinta Elruno" sahut Mada memarkirkan mobilnya.


"Hah?! jadi......."


"Jangan banyak tanya! Ayok kita turun! Galvin sudah menunggu kita dari" ucap Mada sambil membuka sabuk pengamannya lalu ia membuka pintu dan bergegas turun dari dalam mobilnya.


Mada dan Ratna segera masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai teratas dari gedung megah itu menuju ke lantai khusus untuk CEO perusahaan besar itu.


Ratna berdecak kagum dan tanpa sadar ia berucap, "Hartanya Elruno tidak akan habis dimakan jaman ya? mereka benar-benar hebat"


"Hmm" Mada hanya menjawab singkat dan tersenyum ke Ratna.


Mada dan Ratna akhirnya sampai di depan pintu ruangan CEO. Seorang wanita cantik nan seksi menghampiri mereka dan langsung mengantarkan mereka masuk ke dalam ruangan CEO setelah tahu bahwa Mada Goh adalah tamu spesial di siang hari itu.


Mada berhadapan dengan Galvin dan Galvin segera memeluk Mada dengan senang, "Entah kenapa aku sangat senang bertemu lagi denganmu Bro"


"Aku juga senang bertemu lagi denganmu dan aku bersyukur kamu selamat dan tidak kenapa-kenapa" Mada menepuk singkat punggungnya Galvin lalu ia melepaskan diri dari pelukannya Galvin.

__ADS_1


Ratna terdiam mematung. Dia terpesona akan ketampanannya Galvin. Dia terpesona akan outfit yang dipakai oleh Galvin dan............


Galvin menjentikkan jarinya di depan Ratna lalu ia memasang wajah datar, dingin, tanpa ekspresi, "Hei Nona! kenapa menatapku terus? aku tahu aku sangat tampan tapi aku sibuk hari ini jadi jangan menyita waktu yang aku punya untuk mengurusmu! mengerti?" Galvin sedikit meninggikan nada suaranya sambil melirik Mada dan Mada langsung tersenyum dan menggeleng-nggelengkan kepalanya.


"Ah! Maafkan saya Pak Galvin" sahut Ratna dengan wajah merona malu yang berangsur memucat dan Mada langsung mengulum bibir menahan senyum melihat perubahan mendadak yang ada di wajahnya Ratna.


"Oh! hahaha, aku cuma bercanda. Aku tadi kelihatan berwibawa nggak? Maaf kalau aku sudah membuatmu ketakutan, hahahaha" Galvin akhirnya tidak bisa menahan rasa gelinya.


Ratna kebingungan dengan maksud perkataan dan sikapnya Galvin yang mendadak berubah menjadi aneh bagi Ratna.


"Aku kan menggantikan Pakde-ku untuk sementara nah, Pakde-ku itu orangnya tegas dan berwibawa, aku tadi perdana bersikap berwibawa di depan orang, keren nggak aku tadi?"


"Dia seumuran dengan Violet, lebih muda darimu sekitar dua tahun kayaknya. Dia seorang dokter sebenarnya dan dia tidak suka dunia bisnis. Orangnya santai dan kocak, hehehehe" sahut Mada


"Hahahaha, benar kata Mada. Aku nggak suka sama sekali dengan dunia bisnis. Dan aku bercanda kok tadi. Aku nggak sibuk, hahahaha, aku dari tadi cuma main game. Ayok duduklah kalian!"


Dan......swing.......brug! kekaguman Ratna akan Galvin langsung melayang bebas dan jatuh terpuruk di dasar hatinya yang seakan tak berujung saat ia melihat sikap kekanak-kanakannya Galvin dan saat ia tahu Galvin ternyata lebih muda darinya.


Galvin mengamati Ratna dan karena ia terbiasa mengatakan secara langsung apa yang ada di benaknya tanpa basa-basi, dia pun berucap, "Kamu manis juga tapi sayangnya outfit kamu kurang pas. Kamu tidak begitu bisa memadu padankan baju ya?"


Ratna langsung menarik rahang bawahnya dan melipat tangan hendak membuka suara protes tapi Mada segera menengahi, "Aku tidak punya banyak waktu. Aku tinggal menandatangani surat kontrak kerja samanya kan? mana suratnya?"


"Oh iya benar. Sebentar aku ambilkan dulu" Galvin bangkit dan berjalan menuju ke meja kerja raksasa yang merajai ruangan itu.


Mada terkekeh geli lalu memasang jari telunjuknya di atas bibirnya sambil berkata, "Sssttt!" ke Ratna.


Ratna masih melipat tangan dan mendengus kesal.


Galvin kembali duduk di depannya Mada lalu ia menyodorkan sebuah map mewah berwarna merah ke Mada. Mada menerima map itu, membukanya, membaca isi map itu selama setengah jam lalu ia tandatangani surat yang berada di dalam map itu.


Mada mengembalikan map itu ke Galvin sambil berkata, "Simpan baik-baik map-nya!"


"Siap!" sahut Galvin sambil mengikuti Mada dan Ratna yang mulai bangkit ia mengempit map itu. Menyalami Mada lalu saat ia menyalami Ratna ia berkata, "Kamu menarik Nona dan saya senang berkenalan denganmu, hehehehe"


"Cih! kau saja belum tanya siapa namaku bagaimana bisa kau katakan kalau kau senang berkenalan denganku" Ratna menarik kasar tangannya dari genggaman tangannya Galvin.


"Ah! Benar, kamu benar. Bodohnya aku ini ya lupa nanya siapa nama kamu, hmm, maafkan ketidaksopananku. Siapa namamu?"


"Ratna" lalu Ratna melangkah lebar meninggalkan Galvin dan Mada begitu saja dengan wajah kesal.


Galvin menatap Mada dan dengan wajah polos ia bertanya, "Dia kesal ya padaku?"

__ADS_1


Mada menepuk pundaknya Galvin, "Dia memang selalu kesal pada siapa aja, hehehehe" kemudian Mada pamit dan pergi meninggalkan Galvin yang masih termangu menatap arah perginya Ratna dan Mada.


Setelah makan sore dengan Ratna dan mengantarkan Ratna pulang, Mada memutuskan untuk mengunjungi temannya yang membuka les taekwondo. Mada ingin berlatih di sana untuk terus mengasah kemampuan bela diri yang dia dapatkan dari Raja.


Sesampainya di sana, Mada berbincang sejenak dengan teman lamanya itu kemudian ia mulai berlatih sendirian karena temannya itu masih memiliki seorang murid untuk dilatih. Mada berdiri di depan Sasak tinju setelah ia memakai t-shirt putih polos dan celana kolornya. Mada mulai menendang dan meninju Sasak itu dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba telinganya menangkap suara seorang wanita yang tidak asing baginya. Mada lalu menghentikan tendangannya dan bergumam, "Apa itu suara Violet?"


Mada kemudian melangkah keluar dengan masih memakai perban berwarna hitam yang ia pakai sebagai pengaman pergelangan tangannya yang biasa disebut badana. Mada tersentak kaget saat ia menemukan tebakannya benar dan ia bersitatap dengan Violet.


"Kenapa kau ada di sini?" Mada.dan Violet melempar tanya ke satu dengan yang lainnya secara bersamaan.


"Kau mengikutiku?" Violet dan Mada masih bertanya secara bersamaan.


Violet lalu mendengus kesal sambil melipat tangannya dia kemudian menatap Mada, matanya mengisyaratkan Mada untuk berkata dan memberikan penjelasan yang masuk akal bagi Violet. Mada menghela napas panjang, "Kau belum berubah ternyata. Kau masih sama. Sorot mata kamu itu selalu saja melemahkan seluruh dayaku"


Violet membeliakkan kedua bola mata indahnya, "Jangan bercanda! aku ijinkan kau bicara terlebih dahulu tuh bukan untuk bercanda! katakan kenapa kau di sini? kau menguntitku?"


"Aku ingin menguntitku setiap hari kalau aku nggak ada kerjaan, hehehehe"


"Mas Mada!" Violet memekik kesal.


"Aku senang kau masih memanggil aku, Mas" Mada tersenyum lebar ke Violet.


"Mas! jangan bercanda! jawab pertanyaanku tadi!"


"Lalu kau? kenapa kau ada di sini?"


"Kau juga belum berubah. Setiap kali ditanya seringkali nggak njawab tapi malah melempar.balik pertanyaannya, dasar menyebalkan. Oke! aku jawab dulu, aku ke sini karena aku ingin latihan bela diri mulai dari sekarang" Violet berkata dengan napas menderu menahan kesal.


"Aku latihan di sini. Aku datang lebih dulu jadi aneh kan kalau kau katakan aku menguntitmu" Mada berucap santai sambil terus menatap mata lentiknya Violet.


Violet melotot ke Mada lalu ia berbalik badan dan melangkah meninggalkan Mada begitu saja tanpa sepatah kata pun.


Mada segera berteriak, "Mau ke mana kamu?" Namun, Violet tidak menghiraukannya. Mada segera melangkah lebar mencari temannya di ruang ganti cowok dan ia langsung menepuk pundak temannya, "Ijinkan aku melatih cewek yang barusan datang!"


"Cewek cantik yang barusan datang?"


"Hmm!" Mada menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Mana bisa begitu? aku tutor sekaligus pemilik tempat ini jadi aku harus......."


"Dia mantanku. Aku perlu menjelaskan kesalahpahaman diantara kami selama ini tapi setiap kali aku ingin berbicara dengannya, dia selalu menghindar. Jika aku melatihnya mulai hari ini, aku bisa sambil menyelam minum air kan, hehehehe, please!?"

__ADS_1


"Oke lah!" sahut temannya Mada yang bernama Joshua dan sering dipanggil Jojo itu.


Mada langsung memekik sambil meremas pelan pundaknya Jojo, "Yes! thank you Bro!" lalu ia berbalik badan dengan senyum lebar ia menuju ke ruang latihan bagi pemula dan di sana ia melihat Violet tengah melakukan pemanasan dan peregangan otot. Mada melangkah pelan mendekati Violet dengan jantung berdebar yang diselimuti oleh senyum tampannya.


__ADS_2