
"Aku jujur memang menyukai Violet tapi melihat besarnya cinta kalian, aku memutuskan untuk mundur" kata Deo.
Mada menoleh kaget ke Deo, "Kau......Sejak kapan kau tahu kalau kami............"
"Sejak kalian berciuman di bawah pohon. Aku melihat kalian waktu itu dan syok. Kemudian aku melangkah masuk ke dalam rumah dan memutuskan untuk melupakan perasaan sukaku ke Violet" Deo menoleh dan meringis ke Mada.
"Rasanya berat sekali ujian cinta ini bagi kami berdua. Kenapa di kala cinta yang begitu besar ada di antara kami, kami justru harus melupakannya?"
Deo menepuk pundaknya Mada, "Kalau jodoh nggak akan ke mana. Kita pulang sekarang? aku capek banget dan lapar"
Mada menoleh ke Deo, "Oke kita pulang. Terima kasih sudah memberikan support untukku"
Deo langsung melajukan mobil untuk pulang ke rumahnya Mada.
"Kau butuh apa Sayang?" tanya Gasa dengan suara lembut dan penuh perasaan cinta.
Violet tiduran di atas kasur dan menggelengkan kepalanya, "Aku hanya butuh banyak istirahat. Aku harus bed rest selama seminggu, kan?"
Gasa tersenyum dan hendak naik ke atas ranjang namun, Violet segera memekik tanpa sadar, "Jangan naik ke sini!"
Gasa terkejut dan langsung bertanya, "Kenapa?"
"Aku nggak ingin tidur denganmu mulai detik ini"
"Tapi kenapa? aku ingin memelukmu dan memeluk anak kita yang ada di kandunganmu, Sayang" Gasa nekat naik, merebahkan diri dan memeluk Violet. Ia letakkan telapak tangannya di atas perut ratanya Violet.
__ADS_1
Violet menunduk untuk melihat tangannya Gasa yang ada di atas perutnya. Ada perasaan hangat dan nyaman sebenarnya namun, perasaan Violet akan wujud aslinya Gasa membuat Violet tiba-tiba merasa mual dan ingin muntah. Gasa langsung bangkit dan membopong Violet menuju ke kamar mandi. Gasa menurunkan Violet pelan-pelan di depan wastafel lalu ia menepuk-nepuk pelan punggungnya Violet, "Kenapa kehamilanmu beda dengan kehamilannya Mia? Mia tidak seperti ini dulu"
Violet diam saja dan tidak menanggapi ucapannya Gasa. Setelah puas menumpahkan mualnya di wastafel, Gasa kembali membopong Violet dan merebahkannya di atas kasur.
"Jangan tidur di sampingku. Aku mual terus nanti"
Gasa menghela napas panjang dan bangkit lalu tidur di sofa.
"Kenapa kau tidak tidur di kamar pelakor itu?" Violet berucap dengan nada datar.
"Aku tidak pernah mencintai Mia. Aku menikahinya karena, dia mengandung anakku. Dan karena, sekarang kau sudah mengandung anakku maka kurasa aku tidak perlu lagi berada di sampingnya Mia. Kamu lebih membutuhkan aku, kan?"
Violet menatap Gasa dan bergumam di dalam hatinya, kenapa sikap dan ucapan kamu selalu berubah-ubah, Mas. Aku tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap padamu. Jiwa kamu sakit, Mas dan kamu butuh diobati aku paham itu tapi, kamu secara sengaja ingin mencelakai Papa, Mama dan Galvin, itu yang tidak bisa aku terima. Andai kamu tidak menyuruh orang untuk menyabotase pesawat pribadinya Papa, aku masih bisa memaafkan ketidakwarasanmu itu, Mas.
Violet tersentak kaget dari lamunannya dan secara spontan menggelengkan kepalanya.
Gasa kemudian tersenyum dan berkata dari tempat ia berbaring, "Tidurlah! kau dan bayiku butuh istirahat. Aku mencintai kalian berdua"
Violet tersenyum tipis lalu tidur miring membelakangi Gasa.
Sementara itu Mia yang seharian tidak dilihat oleh Gasa dan seharian Gasa tidak menanyakan keadaan kandungannya mulai uring-uringan di dalam kamar dan membuang semua bantal dan gulingnya ke lantai sambil berteriak histeris. Mia mulai menangis pilu meratapi nasibnya. Ada sedikit penyesalan di dalam hatinya kenapa ia sampai bisa jatuh cinta pada Gasa. Padahal sejak awal ia mengenal Gasa, Mia tahu ada yang salah di jiwanya Gasa.
Mia tidur miring dengan perut besarnya dan menangis sesenggukkan sambil terus berucap lirih, "Apapun yang terjadi, aku akan merebut Gasa darimu Vio. Gasa akan kujadikan milikku seorang dan hanya boleh menjadi suamiku seutuhnya"
Keesokan harinya, Mia memulai dramanya. Dia menemui Gasa di ruang kerjanya Gasa dan menunjukkan pesan text dari temannya Mia yang memberitahukan bahwa di tanggal dan hari Violet pergi dari rumahnya Gasa, Violet pergi dengan Mada Goh.
__ADS_1
Gasa menatap Mia sembari menyerahkan kembali ponselnya Mia ke pemiliknya dan berkata, "Apa maksud kamu memberitahukan ini kepadaku?"
"Kau bodoh atau buta? kau tidak bisa paham setelah membaca pesan text ini?" Mia melangkah lalu duduk di atas pangkuannya Gasa sambil mengelus-elus tengkuknya Gasa.
Gasa menatap wajahnya Mia dan ia membiarkan Mia menciumi wajah tampannya lalu mengajaknya berciuman. Gasa menikmati permainan ciuman yang ditawarkan oleh Mia, istri keduanya itu. Lalu dia mendorong Mia pelan dan bertanya, "Katakan dulu apa maksud dari pesan text tadi?"
"Vio pergi dari rumah dengan Gasa. Dari situ seharusnya kau tahu kalau kemungkinan besar anak yang dikandung Vio bukan anak kamu"
Gasa langsung memerah wajahnya terpercik amarah karena, provokasinya Mia. Mia lalu bangkit dari atas pangkuannya Gasa dengan senyum licik dan berkata, "Tanya ke istri kamu yang katanya sangat kau cintai itu. Istri cantik yang tidak setia pada suaminya itu dan......."
Mada segera melesat ke kamarnya dengan langkah gusar dan raut wajah penuh dengan kemarahan.
Violet tengah merenungkan semua kejadian yang sudah ia alami dan semua kata yang sudah ia curahkan ke Mada. Ada sedikit penyesalan di hati Violet karena sejujurnya ia lebih mengharapkan ayah bayi yang ia kandung
adalah Mada. Violet lalu teringat akan Gasa, dia membulatkan tekad untuk mempertahankan pernikahannya yang jauh dari kata bahagia itu demi anak yang ia kandung.
Violet seolah merasa ada gunung masalah yang menjulang tinggi di depannya yang membuat ia tidak bisa melihat dengan bebas jalan masa depannya namun, ia yakin jika anak yang ia kandung akan membuatnya menjadi kuat dan ia percaya kendati ia sengsara jika ia dekat dengan Tuhan, penolong paling setianya selama ini.
Elmo dan Lili tiba di rumahnya dan langsing disambut gembira oleh Galvin. Elmo kemudian menyuruh Galvin menghubungi Mada selaku penasehat hukum yang baru di kantornya dan memanggil Deo selaku penyelidik di kasus sabotase pesawat pribadinya. Setelah Mada dan Deo datang, mereka segara melakukan diskusi terkait penangkapannya Gasa. Mada tercekat kaget mendengar rencananya Elmo Elruno karena, ia mengkhawatirkan kondisinya Violet. Apa yang akan terjadi pada Violet jika suaminya tiba-tiba dibekuk pihak kepolisian dan dijebloskan ke dalam penjara.
"Lalu bagaimana dengan Violet?" tanya Mada dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
"Mamanya ada di sini. Mamanya akan menghibur Violet karena bagaimana pun, Gasa harus segera dijebloskan ke penjara" Sahut Elmo.
Mada kembali melepaskan napas panjang untuk melepaskan segala beban di hatinya ..............
__ADS_1