The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mada dan Violet


__ADS_3

Di dalam perjalanan ke rumah sakit, Mada menyempatkan diri menelepon Chery Elruno dengan headset nirkabelnya untuk mengabarkan perihal kecelakaan yang menimpa Elmo Elruno. Chery hanya berkata, "Tolong jaga keponakanku, namanya Violet Cinta Elruno, aku akan kirim fotonya Violet ke ponsel kamu nanti"


Mada sampai di rumah sakit dan bertanya ke bagian informasi, "Apa Dokter Violet Cinta Elruno masih bertugas di UGD? apa saya bisa bertemu dengan Dokter Violet?"


"Dokter Violet sudah pindah tugas ke klinik penyakit dalam tapi, beliau sudah pulang. Dokter Violet tadi pingsan dan dirawat di ruang One Day Care lalu suaminya menjemputnya pulang" sahut salah satu dari karyawan rumah sakit yang bertugas di bagian informasi.


Mada mengucapkan kata terima kasih dengan wajah kecewa. Lalu ia melangkah keluar, kembali ke area parkir dan masuk ke dalam mobilnya. Mada menyandarkan kepalanya di jok mobil dan tertawa tipis menertawakan dirinya sendiri. Kemudian ia bergumam, "Bodohnya aku. Tentu saja suaminya yang akan datang pertama kali dan membawa Violet pulang. Memangnya aku ini siapa? apa pantas kalau aku merasa kecewa karena, tidak bisa bertemu, menenangkan, dan menghibur Violet?"


Galvin pun kecewa karena, Gasa lebih cepat menjemput Violet daripada dirinya. Lalu ia menelepon pakdenya, "Pakde, Violet pingsan tadi. Gasa udah membawanya pulang. Emm, lalu gimana selanjutnya? kalau Violet mengadakan upacara pemakaman, apa seluruh keluarga akan pulang ke sini? padahal Pakde dan Bude kan masih hidup?"


"Besok, temannya Pakde yang dari kepolisian akan menemui Violet dan Gasa. Temannya Pakde akan mengatakan kalau di dalam pesawat Pakde yang meledak, tidak ditemukan DNA manusia"


"Oh gitu. Baiklah, aku ikutin alur ceritanya Pakde aja. Pusing aku. Sekarang aku gimana? aku langsung muncul di depannya Violet sekarang atau besok aja bareng sama temannya Pakde?"


"Lebih baik kau muncul besok aja, bareng sama temennya Pakde. Untung kamu belum sempat ketemu sama Violet dan Gasa" sahut Elmo.


"Okelah. Safe flight ke Amerika ya Pakde, salam buat semua keluarga di sana" sahut Galvin.


"Oke siap" sahut Elmo.


Galvin akhirnya memutuskan menginap di hotel The Rain miliknya Gideon siang itu.


Mada memulai aktivitasnya sebagai pengacara dan debut perdananya, lumayan keren. Di dalam waktu sehari saja, ia berhasil mendapatkan tiga kasus dari klien kelas kakap.


Ratna sejak ditolak oleh Mada, tidak mau memanggil Mada dengan sebutan Kakak lagi karena, dia merasa kesal selalu saja hanya dianggap sebagai seorang adik oleh Mada, masuk ke ruangannya Mada dan tersenyum bangga, "Mada! kita hebat ya, kita berhasil menggaet tiga klien kelas kakap hanya dalam waktu sehari. Besok kita pasti bisa lebih baik lagi"


Mada mengalihkan pandangannya dari tumpukan map ke wajah manisnya Ratna, "Lumayan ya, hehehe. Tapi, kurasa kita butuh staf lagi kalau besok kita dapat tambahan kasus. Kalau hanya ada aku dan kamu, kita akan kewalahan"


"Baiklah, aku akan mulai membuka lowongan pekerjaan" sahut Ratna, "Kita pulang sekarang?"


"Pulanglah dulu, aku masih banyak kerjaan" sahut Mada.

__ADS_1


"Aku akan menemanimu kalau begitu" sahut Ratna.


"Nggak usah. Kamu cewek, nggak baik seorang cewek pulang larut malam"


"Kalau gitu, aku akan belikan makan malam dulu buat kamu"


"Nggak usah" Mada menghela napas panjang saat ia melihat Ratna nekat bangkit dan tersenyum sambil berucap, "Aku akan tetap membelikan makan malam untukmu, itu salah satu tugas dari seorang sekretaris bukan, memastikan Bos-nya tidak mati kelaparan" lalu Ratna menghilang dari pandangannya Mada.


Mada hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kekonyolannya Ratna.


Violet melihat Gasa memakai jaket dan celana jins. Hal itu menggelitik bibirnya Violet untuk meloloskan kata, "Mau ke mana Mas?"


Gasa menoleh kesal ke Violet, "Aku sudah bilang kan, aku tidak suka istri yang ceriwis. Banyak tanya dan berisik"


"Tapi seorang istri berhak tahu ke mana suaminya akan pergi. Apalagi ini sudah malam"


Gasa mendengus kesal, "Papaku meneleponku, aku akan bertemu dengan Papaku dan aku juga akan mengurus upacara pemakaman untuk Mama dan Papa, juga Galvin kamu"


Gasa mendekat dan duduk di tepi ranjang. Ia mengecup dahinya Violet, "Kau masih lemas. Tidur saja di rumah!" Gasa lalu bangkit dan pergi begitu saja meninggalkan Violet.


Mada duduk di dalam mobilnya yang ia parkir tidak jauh dari rumah besarnya Gasa Dia melihat Gasa keluar dari rumahnya dan sendirian. Mada menurunkan topi dan tubuhnya saat mobilnya Gasa melintasi mobilnya.


Beberapa detik kemudian, Mada duduk tegak kembali dan melepas topinya. "Apa aku masuk saja ke dalam? aku begitu mengkhawatirkan Violet dan........" Mada mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumahnya Gasa saat ia melihat Violet keluar dari dalam rumah besar itu ke arah yang berlawanan dengan Gasa. Mada langsung memakai sabuk pengamannya dan mengikuti mobilnya Violet, "Mau ke mana dia?" gumam Mada.


Beberapa jam kemudian, Mada melihat Violet menghentikan mobilnya di dermaga. Mada menautkan alisnya, "Kenapa dia ke sini?"


Mada menunggu di dalam mobil saat Violet turun dari dalam mobil dan melangkah menuju ke ujung jalan yang menjorok ke laut. Lalu Violet melepas sepatunya dan duduk di sana dengan kaki berjuntai di atas air laut.


Mada lalu mengikuti Violet secara diam-diam dan duduk di bangku yang terbuat dari bambu yang berada tidak jauh dari tempatnya Violet merenung. Mada ingin duduk di sampingnya Violet, merangkul bahunya Violet dan memberikan kata-kata yang menghibur dan menguatkan Violet tapi, ia takut diusir.


Mada melihat Violet beberapa kali menghela napas panjang lalu ia mendengar Violet berkata, "Pa, Ma, Galvin, kenapa kalian meninggalkan aku sendirian di dunia ini? Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Mas Gasa jahat Pa, Ma. Mas Gasa tidak seperti yang Violet duga. Masa Gasa selingkuh. Dia menghamili sekretarisnya"

__ADS_1


Mada secara tidak sadar bangkit dan memekik keras, "Apa?!"


Violet bangkit, menoleh ke belakang dan dia terkesiap saat ia melihat ada Mada berdiri tidak jauh darinya. Violet secara refleks terus melangkah mundur dan terjatuh ke laut.


Karena kesedihan dan keterkejutannya, Violet kakinya menjadi kram dan ia langsung berteriak"Tolong!" saat tubuhnya lama kelamaan tertarik ke dalam air dan hampir tenggelam. Mada segera berlari dan terjun ke dalam air dan menolong Violet. Mereka berhasil sampai ke daratan dengan selamat dan Mada langsung membopong Violet dan berlari menuju ke mobilnya karena, kapal dia sudah tidak berada di sana lagi.


Violet mendorong tubuhnya Mada dengan lemas, "Aku nggak mau bersama denganmu di sini. Aku membencimu" Violet berkata dengan suara lirih.


"Kau basah. Gantilah baju! aku akan keluar, di jok belakang ada tasku, berisi kaos dan celanaku. Pakailah dulu!"


"Tidak perlu. Aku akan pulang" Violet nekat keluar dari dalam mobil dan Brug, pingsanlah Violet di dalam pelukannya Mada.


Mada mengumpat, "Sial! aku harus mengganti bajunya karena basah tapi, masak aku?" Mada melihat ke sekeliling dermaga dan ia tidak menemukan satu orang pun di sana. Akhirnya dengan sangat terpaksa dan dengan mata terpejam rapat, ia mengganti bajunya Violet. Lalu ia tinggalkan Violet sendirian di dalam mobilnya. Mada membuka kemejanya dan celana kainnya yang basah dan ia taruh di atas kap mobil kemudian ia menyalakan mobilnya. Mada bertelanjang dada dan hanya memakai celana kolor. Ia duduk di atas akar pohon sambil menunggu baju dan celananya Kering juga menunggu Violet tersadar dari pingsannya.


"Kurang ajar sekali Kak Gasa, dia tega selingkuh. Dasar brengsek!" kedua tangannya Mada mengepal.


Edo datang tergopoh-gopoh dan bertanya, "Ada tugas apa Bos?"


"Kau nanti tolong bawa mobilnya Violet ke rumahnya Gasa Aefar!"


"Baik Bos! tapi, di mana mobilnya?" tanya Edo.


"Di sana tuh. mobil sedan warna merah" sahut Mada.


Edo dan Mada melangkah ke mobilnya Biolet dan tepat di saat mereka membuka pintu mobil itu, ponselnya Violet berbunyi kencang sekali. Mada melihat layarnya dan tertera nama, suamiku. Mada mengangkat panggilan telepon itu tanpa bersuara.


Suara Gasa langsung menggema di telinganya Mada, "Aku tidak pulang malam ini, jangan tunggu aku!" dan Klik. Gasa mematikan begitu saja sambungan telepon itu.


Mada hampir saja melempar ponsel itu ke tanah namun, ia urungkan saat ia segera menyadari bahwa ponsel itu bukanlah ponselnya. Mada menggeram marah, "Dasar brengsek! Gasa brengsek!Jangan salahkan aku kali ini kalau aku akan merebut Violet! aku tidak akan menyerah kali ini"


Edo hanya bisa menghela napas panjang lalu ia segera meluncurkan mobilnya Violet ke rumahnya Gasa.

__ADS_1


Mada memakai kembali kemeja dan celana kainnya saat celana dan kemejanya telah kering lalu ia menatap violet dari depan kap mobilnya, Violet masih pingsan. Mada akhirnya menyugar kasar rambutnya dan berkata, "Bodo amat dengan norma-norma yang ada! aku akan bawa Violet pulang ke rumahku karena, jika ia pulang ke rumah suaminya, ia hanya akan bertambah merana. Toh suaminya juga tidak akan pulang malam ini"


__ADS_2