The Thing About Violet

The Thing About Violet
Aku Merindukanmu


__ADS_3

Dokter Indah, Kak Bayu,Ma, Pa, dan semuanya, bisa tinggalkan kami berdua sebentar?" ucap Violet dengan masih mencekal lengannya Mada. Mada terus menatap lekat dua bulu lentik di kelopak matanya Violet.


"Baiklah, Sayang" sahut Lili yang langsung mengajak semuanya keluar dari dalam kamarnya Violet


Violet lalu mengangkat tangannya dan mengusap pipinya Mada dengan senyum lebar, "Aku cuma bercanda, Mas. Tentu saja aku ingat sama kamu. Tapi kenapa kamu bisa ada di sini dan setiap hari bisa menemaniku. Aku bisa mendengar doa-doa yang kamu panjatkan dan aku bisa dengar semuanya"


Mada langsung memeluk Violet dia menyusupkan wajahnya di lehernya Violet dan menangis di sana. Mada berucap, "Kau tahu tidak, betapa aku sangat takut kehilangan kamu. Aku takut tidak bisa melihat senyum dan mata jernih kamu lagi, aku takut tidak bisa nekat untuk mengatakan betapa aku sangat mencintaimu, lagi dan lagi" Mada sesenggukkan di sana.


Violet lalu mendorong dada Mada agar ia visa memandangi wajah Mada dan mengusap air matanya Mada, "Mulai hari ini, aku akan mengganti air mata kamu dengan kebahagiaan, Mas"


Mada tertawa kecil dan berucap, "Kebalik sayang, harusnya aku yang mengatakan kata itu"


Violet melihat ada cincin yang berbeda di jari manis tangan kanannya saat ia mengangkat tangan itu untuk mengusap air mata di kedua pipinya Mada. Violet kemudian menarik tangannya untuk memandang lebih dekat cincin itu dan bertanya ke Mada, "Apa ini?"


Mada menggenggam tangannya Violet, menciumi tangan itu lalu berkata, "Ini cincin nikah kita. Tapi belum ada ukiran nama kita berdua di dalamnya. Nanti kalau kamu sudah benar-benar fit, kita bisa ukir nama kita berdua dan tanggal pernikahan kita" Mada memberikan senyuman terbaik kepada Violet dan Violet langsung merentangkan kedua tangannya, "Peluklah aku, Mas! Karena aku merasa sangat bahagia akhirnya kita menikah" Mada langsung memeluk Violet dan memberikan kecupan-kecupan kecil di lehernya Violet yan membuat Violet berkata, "Jangan cium aku di situ"


Mada mengangkat wajahnya untuk menatap wajah ayu alaminya Violet lalu ia berkata dengan kepanikkan di wajahnya, "Ada apa? apa terasa sakit di leher kamu? apa kecupanku tadi........"


Violet langsung menarik tengkuknya Mada untuk menempelkan bibir mereka berdua dan berkata, "Cium aku di sini!"


Mada terkekeh geli lalu ia memberikan kecupan-kecupan kecil di bibirnya Violet dan memberikan tekanan yang tepat. Lembut dan nyaman ciuman itu dirasakan oleh Violet sehingga mampu membuat Violet melayang walaupun tanpa permainan lidah. Mada lalu menarik bibirnya, mencium dahinya Violet cukup lama, mencium kedua pipinya Violet lalu berkata, "Terima kasih sudah kembali, sayang. Aku sangat merindukanmu. Bunny juga sangat merindukanmu" Mada berucap sambil mengelus perutnya Violet

__ADS_1


"Terima kasih sudah menemani hari-hariku yang gelap dan sepi saat aku tertidur, Mas. Aku juga sangat merindukanmu. Tapi, siapa Bunny?"" Violet tersenyum ke Mada dan ia masih belum ingin membahas soal Gasa Aefar.


"Bunny, anak kita, emm.....maksudku anak yang ada di dalam kandunganmu ini, aku kasih nama Bunny, hehehehe, boleh, kan?" tanya Mada sambil masih mengelus mesra perutnya Violet.


"Bunny, cute sekali Mas. Aku suka itu. Bunny" Violet berucap sambil menyentuh tangannya Mada yang masih mengelus-elus perutnya


Mada tersenyum, "Syukurlah kalau kamu suka dan Bunny, kamu suka juga, kan? kamu suka, Mama akhirnya bangun?" Mada mencium perut buncitnya Violet lalu ia mengangkat wajahnya dan berkata, "Boleh aku pencet belnya? supaya perawat masuk dan melepas semua alat medis yang menempel di tubuh kamu? karena, aku ingin tidur dengan memeluk kamu secqra bebas malam ini tanpa gangguan selang infus dan selang-selang yang lainnya"


Violet terkekeh geli lalu ia menepuk dada bidangnya Mada dan menganggukkan kepalanya.


Perawat masuk diikuti oleh semuanya termasuk Galvin dan Ratna yang bergegas pulang dari kencan kedua mereka setelah mendengar kabar bahwa Violet telah bangun. Galvin dan Ratna langsung berlari mendekati ranjangnya Violet sementara para perawat melepas semua alat medis yang menempel di badannya Violet.


Violet menoleh ke kanan untuk melihat Galvin dan Ratna dengan senyumannya. Galvin dan Ratna langsung berucap, "Syukurlah akhirnya kau bangun" secara bersamaan.


Galvin dan Ratna langsung melepas tautan tangan mereka dengan rona merah di wajah mereka karena, malu dan semua yang ada di dalam kamarnya Violet terkekeh geli.


"Pakde akan dukung kamu seribu persen lebih Galvin asal kamu serius dengan Ratna" sahut Elmo.


"Budhe juga. Budhe akan membujuk Mama kamu untuk menerima Ratna kalau misalnya Mama kamu sudah memiliki calon lain untuk kamu, hehehehehe" Lili langsung melempar senyum jahil ke Galvin dan Ratna.


Ratna secara spontan mengeluarkan kata, "Calon lain?" dengan wajah panik. Lalu ia menoleh ke Galvin dengan penuh tanda tanya di wajahnya dan Lili langsung berkata, "Budhenya Galvin cuma bercanda kok, Ratna"

__ADS_1


Galvin langsung memeluk pinggangnya Ratna dan berkata, "Tuh, bercanda kan. Makanya jangan dibiasakan dikit-dikit ngambek dan......."


Ratna langsung menepuk dada bidangnya Galvin dengan menunduk malu dan semua yang ada di kamar itu langsung melepas tawa mereka.


Dan akhirnya, Mada dan Violet kembali ditinggalkan berdua saja di dalam kamar mereka. Mada menyuapi Violet air teh hangat dengan pelan karena, Violet berkata kalau ia kehausan.


Violet meminum pelan sendok demi sendok yang berisi air teh hangat itu sambil bercerita, "Aku bermimpi panjang dan menakutkan. Aku bermimpi dijodohkan dengan seorang Putra Mahkota dan kamu seorang jendral besar yang adalah kekasihku, harus dihukum mati pada saat aku menikah dengan Putra Mahkota itu"


"Berani sekali Putra Mahkota itu merebut kekasih seorang jendral dasar tidak bermoral. Terus apa yang terjadi kemudian?" tanya Mada.


"Terus, aku terjatuh ke dalam ruangan yang entah besar atau kecil aku tidak tahu karena, ruangan itu gelap gulita tidak ada sinar sama sekali" Sahut Violet yang tiba-tiba nyeletuk, "Mas, aku pengen makan mie Instant rasa baso"


"Nggak boleh. Kata dokter, makanan Instant belum boleh untuk kamu konsumsi. Makan ini aja ya? Mama udah masak nasi goreng kesukaan kamu" Mada meletakkan gelas teh yang telah kosong di atas nakas lalu mengangkat piring berisi nasi goreng. Kemudian ia mengangkat sendok dan berkata, "Aaaaaa, enak nih nasi gorengnya. Aku udah cicipi"


Violet menutup mulutnya rapat-rapat.


Mada terkekeh geli lalu berucap, "Sayang, kau harus makan kasihan Bunny. Ayok, buka mulut, Aaaaaa!" Mada melayangkan sendok menuju ke mulutnya Violet.


Violet akhinya mau membuka mulut namun, ia mengunyah nasi goreng itu dengan wajah cemberut. Mada lalu mencicipi kembali nasi gorengnya, "Enak kok. Tapi kenapa kau cemberut?"


"Aku pengen makan mie instant rasa baso. Rasanya pasti segar dan enak sekali. Please!? katanya cinta sama aku, kok nggak mau menuruti keinginanku sih Mas?"

__ADS_1


Mada akhirnya menghela bapas panjang lalu berkata, "Oke! aku bikinkan ya tapi, makannya dikit aja. Nanti kalau Mama nanya untuk siapa mie instantnya, terpaksa deh aku bohong kalau mie instantnya untuk aku" Mada lalu bangkit keluar dari kamar dengan diiringi senyum lebarnya Violet.


__ADS_2