
Sedang asyik-asyiknya menonton, pintu kamar terketuk dan Mada langsung menyahut, "Masuk!"
Perawat membuka pintu dan melangkah masuk sambil berkata, "Maaf, saya akan mengecek kondisinya Nyonya Violet"
"Silakan!" Mada berucap sembari bergegas bangun dan bangkit. Mada kemudian melangkah dan duduk di sofa. Ia menghitung pendapatannya selama sebulan lalu memperincinya sembari menunggu perawat selesai memeriksa kondisinya Violet.
Perawat yang memeriksa Violet sore itu menoleh ke layar televisi dan berkata ke Violet, "Nyonya, Anda suka drama Korea yang ini ya? saya juga suka Nyonya. Ah! ini episode terbarunya ya?"
Mada mengangkat wajahnya dan tersenyum ke perawat itu, "Iya benar Sus. ini episode terbarunya. Anda boleh menontonnya dulu kalau mau"
"Ah! Nggak usah Tuan. Saya nanti mengganggu waktu Anda berduaan dengan istri tercinta Anda. Saya permisi dulu" Perawat itu hendak melangkah pergi dan Mada segera bertanya, "Apa ada perubahan pada kondisi istri saya, Sus?"
Perawat itu menghentikan langkahnya dan berdiri di depannya Mada. Ia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Belum ada perubahan, Tuan. Masih tetap sama"
"Baiklah. Terima kasih, Sus" sahut Mada dengan senyum ramah di wajah tampannya.
__ADS_1
"Sama-sama, Tuan. Saya permisi" perawat itu bergegas keluar dari dalam kamarnya Violet karena, ia merasa tidak enak telah mengganggu kebersamaannya Mada dan Violet.
Mada kembali menatap buku catatan pendapatan dan pengeluaran bulanannya lalu ia bergumam, "Jika aku lebih giat bekerja lagi, aku akan segera bisa melunasi cicilan rumah dan bisa membelikan Violet sebuah berlian. Semangat, Mada!" Lalu Mada menutup buku itu, meletakkannya begitu saja di atas meja sofa dan ia kembali melangkah ke ranjang dan naik ke atas kasur untuk berbaring di samping istrinya lagi.
Mada menonton drama Korea itu sambil mengelus-elus perut buncitnya Violet dan bergumam, "Bunny, Papa ingin cepat melihatmu nongol di dunia ini, hehehehe. Kamu cewek apa cowok, ya? Papa inginnya sih kamu cowok biar bisa menemani Papa latihan taekwondo tapi, kalau kamu cewek juga nggak papa karena, kamu pasti akan cantik secantik Mama kamu"
Mada lalu menatap Violet, ia mencium pipinya Violet dan berkata, "Aku nggak bisa bertahan lama kalau nonton drama romantis komedi sayang karena, aku sukanya film action atau film perang. Maaf kalau aku mulai bosan nih, hehehehe. Tapi, kamu boleh terus menonton drama itu dan aku lebih memilih menonton wajah ayu kamu saja, hehehehe" Mada terus memandangi wajah wanita yang sangat ia cintai itu dan sesekali ia mencium pipi wanita itu dengan penuh rasa cinta.
Mada lalu menempelkan keningnya ke kening Violet dan bergumam, "Aku merindukan senyum kamu, tawa kamu bahkan Omelan kamu, Cinta. Kalau kamu sudah bangun nanti, tiap kali kamu jengkel sama aku dan kamu mengomel, aku tidak akan membalas omelan kamu, aku janji. Maka cepatlah bangun dan mengomel lah!"
Mada tersentak kaget saat ia mendengar bunyi dering ponselnya. Dengan enggan Mada mengangkat keningnya dari atas keningnya Violet dan berniat membiarkan begitu saja panggilan masuk di ponsel pribadinya karena, ia pikir yang meneleponnya kalau tidak Galvin, Deo, pasti Ratna karena, memang hanya mereka bertiga yang tahu nomer ponsel pribadinya Mada selain Violet.
Suara merdu dari klien wanita yang mengajaknya makan malam sewaktu mereka masih di gedung pengadilan negeri tadi siang, sang jutawan baru yang cukup cantik menggoda bagi pria normal itu, langsung menyusup masuk di telinganya Mada, "Saya Kesya, Mister Mada. Saya masih menawarkan makan malam untuk Anda karena saya sudah menyiapkan bonus besar untuk Anda dan..........."
"Bagaimana Anda bisa mendapatkan nomer pribadi saya ini? Saya tidak pernah memberikan nomer ponsel saya ini kepada klien saya" Mada langsung memotong kalimat si jutawan baru itu karena, kesal.
__ADS_1
"Saya sekarang ini kaya raya jadi, saya bisa dapatkan apapun yang saya mau dan........."
"Jangan ganggu saya lagi, saya sedang bersama dengan istri saya saat ini dan jangan menghubungi nomer saya yang ini lagi!" klik Mada memutuskan sambungan teleponnya begitu saja lalu ia mematikan ponselnya dan meletakkan ponselnya di atas nakas sambil berkata, "Sial! aku harus ganti nomer baru nih gara-gara wanita tidak tahu malu itu"
Mada kemudian kembali menatap layar televisi dan terkejut saat drama Korea romantis komedi yang ia tonton telah berganti dengan drama Korea lainnya yang menayangkan adegan di sebuah rumah sakit. Seorang wanita terbaring koma selama bertahun-tahun dan kekasihnya tiba-tiba mencium bibir wanita yang terbaring koma itu lalu wanita itu kemudian terlihat mulai menggerakkan jari jemarinya akibat dari ciuman yang didaratkan oleh sang tokoh pria lalu wanita itu membuka kedua kelopak matanya dan terbangun dari koma, di drama Korea itu.
Mada terpaku melihat adegan tersebut lalu ia menoleh ke Violet dan bergumam, "Kenapa selama ini aku tidak kepikiran cara itu? Apakah akan berhasil? Apakah dengan mencium bibirnya Vio, doa-doaku selama ini akan terkabul dan Vio akan bangun?"
Mada lalu bergumam, "Tuhan tolong berkati cara ini sehingga bisa membuat Vio bangun kembali dari tidur panjangnya. Saya mohon, Tuhan! Amin" lalu Mada bergegas menempelkan bibirnya di atas bibir istrinya dengan pelan dan penuh dengan kelembutan.
Tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya Violet dan merangkulnya. Violet tersentak kaget lalu menoleh secara perlahan dan langsung memasukkan wajahnya ke dalam dada neneknya ketika ia tahu bahwa neneknya yang telah merangkul bahunya.
Melati memeluk Violet, mengelus punggungnya Violet dan berkata, "Nenek datang untuk membantumu keluar dari tempat gelap ini Sayang"
Violet menangis sesenggukkan di dalam pelukan neneknya lalu ia menarik wajahnya dari dekapan neneknya untuk menatap wajah ayu bersinarnya sang nenek yang sangat ia rindukan. "Terima kasih Nenek bersedia datang untuk menemui Vio"
__ADS_1
Melati tersenyum lalu ia mengusap kedua pipinya Violet dan berkata, "Nenek datang ke sini diutus oleh Tuhan. Tuhan mendengar doa dari kedua orang tua kamu dan doa dari suami kamu yang tiada henti dipanjatkan dan Tuhan merasa tidak tega melihat kesabaran, ketulusan dan cinta yang sangat besar dari suami kamu. Untuk itulah, Tuhan mengutus nenek ke sini untuk menolongmu keluar dari ruang gelap ini, sayang. Ayok bangkit dan ikuti Nenek!" Melati menggandeng tangannya Violet
"Terima kasih, Nek" ucap Violet sembari bangkit dan mengikuti langkah nenek tercintanya l.