The Thing About Violet

The Thing About Violet
Rumah Baru


__ADS_3

Burung gereja mengumandangkan suara merdunya untuk membangunkan semesta yang disambut kokok ceria dari si ayam jantan, berhasil membuka kedua kelopak matanya Mada. Mada melihat jam dinding dan segera melompat lalu berlari masuk ke kamar mandi. Mada harus menghadiri sidang jam tujuh pagi dan dia bangun jam setengah enam pagi.


Violet ikutan membuka kedua kelopak mata lentiknya saat dia merasakan kasurnya bergetar. Violet lalu bangun untuk menyiapkan kemeja, jas, celana panjang kain dan dasi. Violet. Lima menit kemudian Mada berlari keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya.


Violet langsung membantu Mada mengeringkan rambut dan badannya Mada dengan handuk kering lalu membantu Mada memakai setelan jas pilihannya dan sentuhan akhir, Violet memasangkan dasi di lehernya Mada. Violet mengelus dasi itu, berkata, "Kamu sangat tampan pakai setelan hijau pupus ini" Kemudian Violet memonyongkan bibirnya.


Mada tidak memperhatikan bibir istrinya. Dia bergegas berjalan untuk mengambil tas kerja dan memeriksa berkas-berkasnya.


Violet masih memonyongkan bibir dan kepalanya bergerak mengikuti arah langkahnya Mada. Violet menghela napas panjang laku melangkah mendekati Mada dan kembali memonyongkan bibirnya di depan Mada. Mada memberikan pipi kirinya menempel ke bibir monyongnya Violet sambil terus menatap berkas-berkasnya.


Violet berkata, "Bukan pipi itu" lalu memonyongkan bibirnya lagi.


Mada melirik Violet sekilas lalu memberikan pipi kirinya menempel di bibir monyongnya Violet.


Violet menghela napas panjang dan kembali berkata, "Bukan pipi yang itu juga" lalu istrinya Mada Goh itu kembali memonyongkan bibirnya.


Mada tersenyum geli lalu memberikan keningnya menempel di bibir monyongnya Violet.


Violet mulai melipat tangan dengan wajah kesal, "Kok malah dikasih kening dasar ngga peka dan.......hhhmmmppttt"


Mada langsung mengaitkan lengannya di pinggangnya Violet, menariknya lalu ia meraup bibir istrinya dengan gemas. Hampir saja Mada lupa waktu dan malas.untuk pergi bekerja jika ponselnya tidak berbunyi nyaring pagi itu. Mada melepaskan Violet dengan wajah tidak ikhlas lalu mengangkat panggilan ponselnya, "Oke, aku berangkat sekarang" Mada mencium keningnya Violet dan perut buncitnya Violet dan berkata, "Aku harus pergi ke sidang sekarang, takut telat" lalu berlari kecil meninggalkan Violet.

__ADS_1


Violet melangkah lebar dan menyusul Mada dengan teriakan, "Tapi, Mas belum sarapan!"


Mada menoleh sambil terus berlari kecil, "Aku akan sarapan di kantin pengadilan setelah sidang kelar nanti. I love you" teriak Mada sambil terus berlari kecil.


"I love you too" jerit Violet sambil mengerem langkah kakinya lalu menghela napas panjang melihat tingkahnya Mada.


Mada dan Violet sibuk di hari itu. Apalagi Violet yang baru saja bisa berdinas kembali di rumah sakit. Pasien yang harus diperiksa oleh Violet membludak di hari itu. Begitu pula dengan Mada. Sebagai pengacara muda yang berbakat, nama dan karir Mada semakin menanjak namun, sesibuk apapun, Mada selalu menyempatkan diri melakukan Video Call dengan istri tercinta di jam makan siang.


"Aku bahagia banget hari ini, Sayang" ucap Mada sambil menatap memakan makan siangnya di depan layar ponselnya yang ia letakkan di dudukkan ponsel.


"Ada apa? Kamu memenangkan kasus lagi?" tanya Violet sambil meminum es susu cokelatnya.


"Sidangnya belum berakhir. Aku bahagia karena akhirnya pengajuan kreditku untuk membeli rumah, disetujui pihak Bank"


"Iya. Aku ingin hidup bersama dengan istri dan anakku di rumah yang aku beli dengan hasil keringatku sendiri" sahut Mada.


"Lalu rumahnya Budhe? Kamu dan Ratna kan diijinkan tinggal di sana semau kalian dan gratis, kan?"


"Iya. Tapi, itu tetap terasa beda. Aku ingin beli rumah untuk tempat tinggal kita dari hasil keringatku sendiri"


"Jadi, kita akan keluar dari rumah Papa dan Mama?" tanya Violet.

__ADS_1


"Iya. Apa kau keberatan?" tanya Mada.


"Nggak Mas. Aku adalah istrimu jadi, aku akan menuruti keinginan suami" sahut Violet.


"Aku senang kalau kamu setuju denganku. Pulang kerja aku jemput ya? kita cari rumah bareng-bareng" Mada melempar senyum penuh cinta ke istri cantiknya.


Violet membalas senyuman itu dan berkata, "Oke. Aku akan menunggumu"


Sore hari pun tiba dan di saat Violet masuk ke dalam mobilnya Mada dan Mada memasangkan sabuk pengamannya, Violet bertanya, "Kita mau cari rumah di mana Mas?"


"Yang dekat dengan tempat kerja kamu aja. Perumahan yang biasa dan nggak terlalu mahal karena, pinjaman dari Bank hanya cukup untuk membeli rumah di perumahan yang sederhana bukan perumahan di kawasan elite. Apa kau keberatan kalau rumah kita nanti cuma type 70 dengan lahan seluas seratus lima puluh meter persegi saja? hanya seperempat dari luas rumah Papa kamu dan rumah mantan suami kamu dulu, apa tidak apa-apa bagimu yang sudah terbiasa tinggal di dalam rumah megah, besar, luas dan mewah?" Mada menatap Violet dengan wajah was-was.


Violet memutar badan, menghadap ke Mada lalu ia menangkup kedua pipinya Mada, "Asal hidup bersama dengan kamu dan Bunny, tinggal di rumah sebesar rumah keong pun aku tidak keberatan. Justru aku merasa bangga dan tersanjung karena suamiku adalah suami pekerja keras, bertanggung jawab dan sangat menyayangi istrinya" Violet lalu mencium bibirnya Mada. Mada tersenyum lega lalu setelah mengucapkan kata terima kasih dan I love you, ia melajukan mobilnya menuju ke perumahan untuk kalangan menengah yang berada tidak jauh dari tempat dinasnya Violet.


Dan satu Minggu setelah urusan pembelian rumah dan renovasi rumah perdana yang dibeli oleh Mada dengan hasil keringatnya sendiri itu telah beres, rumah itu pun bisa ditempati. Mada dan Violet pindah ke rumah itu dengan diantarkan oleh Lili dan Elmo. Setelah mendoakan rumah dan seisi rumah itu, Lili mengajak para kolega yang mereka undang di siang hari itu, untuk makan siang bersama di rumah barunya Mada Goh dengan hidangan cukup mewah yang disediakan oleh Lili.


Dan setelah acara selesai dan tamu undangan pulang, Elmo dan Lili pun pulang dengan pesan dari Elmo Elruno, "Selamat ribut rukun di rumah baru kalian ini"


Dan hari itu adalah titik awal kebahagiaan rumah tangga yang dibina oleh Mada Goh bersama dengan Violet Cinta Elruno. Walaupun rumah itu jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kediaman megah milik papanya namun, Violet justru merasa nyaman dan bahagia tinggal di rumah minimalis yang dibelikan suaminya untuknya. Kesederhanaan yang ditawarkan oleh Mada Goh justru membuat Violet semakin mengagumi, terhipnotis dan semakin mencintai Mada Goh.


Sementara itu, Liu Yin bersyukur pada takdir yang telah mempertemukannya dengan Deo. Deo banyak mengajarkan hal baik sehingga di saat Mamanya dipenjara, Liu Yun bisa menerimanya dengan legowo dan tidak mendendam. Deo akhirnya berkata, "Aku ingin menjadi kekasihmu yang sesungguhnya dan aku berjanji akan menjagamu selama-lamanya" Dan Liu Yin menganggukkan kepalanya dan berkata sembari memeluk Deo, "Aku bersedia"

__ADS_1


Gasa Aefar yang telah berubah nama menjadi Gasa Goh mulai menjalani kehidupannya dengan wajah baru. Gasa mengoperasi plastik wajahnya untuk bisa muncul di publik dengan bebas tanpa rasa takut ditangkap oleh pihak kepolisan. Dan debut Gasa Goh muncul di publik dengan wajah dan nama baru, itu karena dia ingin menemukan wanita dengan wangi manis yang memiliki sepasang bola mata indah.


__ADS_2