The Thing About Violet

The Thing About Violet
Pengagum VS Mantan


__ADS_3

Galvin terus melihat gerak-geriknya Gasa dan Galvin tersenyum tipis saat dia sudah yakin bahwa Gasa adalah dalang dibalik sabotase pesawat pribadi milik Elmo Elruno.


Tinggal menunggu bukti, maka kau tidak akan bisa berkutik. Batin Galvin sambil terus melekatkan kedua netranya ke kedua manik hitamnya Gasa.


Gasa secara spontan melangkah mundur selangkah sambil berkata, "Kau.....kau masih hidup..........syu........syukurlah!" Gasa memegang dadanya.


"Apa kau tulus bersyukurnya?" tanya Galvin sambil duduk di kursi yang semula dipakai duduk oleh Gasa. Gasa tersenyum lebar lalu melangkah maju dan menyentuh pundaknya Galvin sambil berkata, "Tentu saja aku tulus" Kemudian Gasa duduk di sebelahnya Galvin setelah sang pengacara bangkit dan berpindah tempat duduk sambil mengedarkan pandangannya ia bertanya, "Mana Mama dan Papa kok tidak muncul bersama denganmu?"


"Komandan Deo yang akan menjelaskannya. Silakan Komandan!" Galvin menoleh ke komandan Deo.


Komandan Deo menganggukkan kepala kemudian ia segera menjelaskan semuanya dengan berdiri dan didampingi Violet. Penjelasan panjang lebar dari komandan Deo diakhiri dengan kata, "Tuan dan Nyonya Elmo Elruno, masih belum ditemukan. Saya dan tim akan bekerja keras untuk menemukan Tuan dan Nyonya Elmo Elruno. Terima kasih" Komandan Deo kembali ke tempat duduknya.


Violet duduk di tengah-tengahnya Galvin dan Gasa, di kursi paling besar dan mewah dan berada persis di ujung meja persegi panjang yang sangat panjang lalu ia menatap ke semua pemegang saham kemudian ia berkata, "Sebagai Putri tunggal dari Papa saya dan sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan ini, saya berhak mengambil keputusan kan?"


"Iya" semua yang hadir menjawab secara serempak.


"Jika begitu tanpa banyak bicara lagi, saya menunjuk Galvin untuk memimpin perusahaan Papa saya sampai Papa dan Mama saya ditemukan. Saya tidak bisa memimpin perusahaan ini karena, saya tidak mengerti seluk beluk perusahaan ini dan saya telah bekerja di rumah sakit. Apakah ada yang keberatan dengan keputusan saya?" tanya Violet dengan wajah serius dan tegas.


"Tidak ada" sahut semua yang hadir secara kompak.


Gasa mengepalkan kedua tangannya yang ia taruh di bawah meja. Rencananya untuk menyingkirkan Elmo lalu menguasai Violet dan perusahaannya Elmo secara mutlak, telah gagal total.


"Terima kasih" Sahut Violet. Lalu Violet menoleh ke pengacara yang sudah bekerja dengan papanya selama bertahun-tahun dan sangat dipercaya oleh papanya itu dan kemudian berkata, "Pak Leo, maaf saya terpaksa memutuskan kerja sama perusahaan ini dengan firma hukumnya Bapak. Saya kecewa dengan Bapak karena, Bapak berani bertindak tanpa persetujuan saya"


"An......Anda memecat saya?" tanya Leo dengan mata membeliak tajam.


"Iya. Silakan Anda keluar dari ruangan ini sekarang juga!" Violet berkata tegas dan menatap tajam ke Leo.


"Anda akan menyesalinya" Leo kemudian bangkit dan pergi meninggalkan ruangan rapat itu dengan wajah merah padam penuh amarah dan malu.


Gasa terus menatap ke arah depan dan tidak berani bersitatap dengan Leo yang sudah ia ajak bekerjasama secara sembunyi-sembunyi selama ini. Leo mengumpat kesal di dalam hatinya saat ia berjalan melintasi kursinya Gasa, melirik Gasa namun, Gasa tidak membalas tatapannya Leo.


Galvin tersenyum lebar melihat ketegasannya Violet.


"Saya bubarkan rapat ini. Mulai sekarang jika ada yang ingin kalian tanyakan, kalian bisa tanya ke Galvin Permata Elruno. Saya permisi, saya harus segera bekerja" Violet bangkit tanpa menoleh ke Gasa dan pergi begitu saja meninggalkan ruang rapat tanpa pamit pada Gasa. Teriakan Gasa yang memanggil namanya pun tidak ia gubris.

__ADS_1


Komandan Deo bangkit dan menyusul Violet, "Saya akan mengantar Anda ke rumah sakit Non, Anda kan tidak membawa mobil tadi"


Violet menganggukkan kepalanya lalu sambil terus berjalan ia tersenyum dan berkata, "Baiklah Pak Deo. Terima kasih"


Di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Deo memberanikan diri untuk bertanya, "Umur Anda berapa?"


"Saya masih berumur dua puluh satu tahun dan Anda?" sahut Violet.


"Saya seumuran dengan Barnes, sepupu Anda, putranya Pak Raja dan Bu Chery. Saya dulu kuliah intelejen di Amerika dan satu asrama dengan Barnes" sahut Deo.


"Ah! benarkah? aku sudah lama nggak bertemu dengan Kak Barnes.......ah! maaf saking senangnya saya lupa tidak memakai bahasa formal"


"Hahahahaha, nggak papa. Sepertinya kita nggak perlu pakai bahasa formal. Aku sudah dengar banyak sekali soal kamu dari Barnes, aku merasa sudah kenal akrab dengan Violet Cinta Elruno sejak lama, hehehehe. Dan kenyataannya memang benar dengan apa yang dikatakan oleh Barnes, Violet Cinta Elruno memang cantik dan cerdas" Deo menoleh sekilas ke Violet.


"Ah terima kasih banyak atas pujiannya. Aku tidak sehebat itu. Aku ini introvert, ceroboh, dan cengeng, hehehehe. Berarti kalau Kamu seumuran dengan Kak Barnes, Kamu sudah berumur tiga puluh enam tahun ya? sudah menikah dong, sama seperti Kak Barnes yang sudah menikah dan punya satu putra yang masih bayi"


"Aku nggak laku karena Aku ini nggak tampan seperti Barnes dan nggak bisa mendekati cewek. Aku ini dingin dan kaku" Deo memamerkan deretan gigi putihnya sekilas ke Violet.


"Aku lihat nggak seperti itu. Kamu ramah, baik, dan cukup tampan kok" Violet berkata sambil menoleh ke Deo.


Sesampainya di parkiran rumah sakit, Violet melepaskan sabuk pengamannya dan turun dari dalam mobil setelah mengucapkan kata terima kasih. Namun, tanpa Violet duga, Deo ikutan turun dan mengekor langkahnya Violet. Violet menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya, "Apa kamu mau periksa ke rumah sakit ini? Aku bisa membantu kamu mendaftar biar bisa langsung dipanggil sama dokternya. Mau periksa ke bagian apa?"


Deo menghentikan langkahnya di samping Violet dan di saat ia hendak membuka suara, ada seorang cowok yang merangkul bahunya Violet dan menatap tajam ke Deo, "Kau siapa?"


"Lalu Kau siapa?" Deo balik bertanya ke cowok yang merangkul Violet secara tiba-tiba.


Violet mengangkat wajahnya ke arah kanan dan ia melihat Mada masih menatap ke depan, ke arahnya Deo. Violet langsung menggeser letak berdirinya dan tangan Mada langsung terkulai di udara, lepas dari bahunya Violet.


Violet kemudian berdiri di sebelahnya Deo dan menatap kesal ke Mada, "Mau apa kau ke sini?"


"Aku......itu....emm...mau periksa, eh kontrol, iya kontrol. Emm, kemarin tanganku nyeri dan hari ini disuruh balik lagi untuk kontrol" Mada terpaksa mengarang cerita karena ia tidak mau ketahuan oleh Violet kalau sedari tadi dia menunggu kedatangannya Violet di area parkir persis di depan pintu masuk rumah sakit. Dan dia langsung turun dari dalam mobilnya dengan meradang penuh kecemburuan saat ia melihat ada laki-laki gagah dan tampan berjalan mengikuti Violet dan Violet turun dari dalam mobil laki-laki itu.


Deo menoleh ke Violet, "Dia siapa?"


"Dia seorang playboy dan pembohong kelas kakap" Violet lalu melangkah lebar berlalu dari hadapannya Mada begitu saja tanpa menyapa Mada dan masuk ke rumah sakit

__ADS_1


Deo hendak menyusul Violet namun pundaknya segera dicekal dan ditahan oleh Mada.


Deo memegang tangannya Mada lalu menarik tangannya Mada sambil bergerak memutar menghadap ke Mada. Mada berhasil menendang kakinya Deo dan menarik tangannya lepas dari cengkeramannya Deo.


Deo tersenyum tipis, "Hebat juga kau"


"Kau siapa?" Mada menggeram kesal ke Deo.


"Aku komandan kepolisian di badan Intelejen. Temannya Tuan Elmo Elruno dan........"


"Bukan itu yang aku tanyakan, maksudku kamu siapanya Cinta eh Vio?"


"Aku pengagumnya" Sahut Deo dengan senyum ringan dan sikap santai, "Dan kau?"


"Aku mantan pacarnya" Mada tersenyum bangga.


"Hahahaha, mantan pacar aja bangga. Aku lihat Violet tidak menyukaimu" sahut Deo.


"Cih! pengagum aja bangga, dasar gila! dia punya suami. Jangan dekati dia lagi!" Mada mulai mengepalkan kedua tangannya.


"Kau juga gila berarti. Sudah tahu Violet punya suami tapi masih nekat mendekatinya" Deo tersenyum mengejek ke Mada.


"Kau!" Mada mencekal kerah baju dinasnya Deo.


"Apa? kau mau baku hantam di sini? oke aku ladeni mumpung kita di rumah sakit, jika kau remuk redam kau bisa langsung Kutendang masuk ke UGD" Deo meringis tanpa rasa takut ke Mada.


Mada mulai melayangkan tinjunya ke udara dan langsung ditahan oleh Ratna, "Hentikan! jika kau baku hantam di sini, karir kamu akan hancur. Kalau kau hancur, apa yang bisa kau pakai untuk mendekati Violet?" Ratna berbisik kesal di telinganya Mada. Seketika itu pula Mada melepaskan Deo dengan napas yang masih menderu kesal.


Deo tersenyum lalu berputar badan dan masuk ke rumah sakit.


Mada menggeram kesal dan terpaksa menahan diri untuk tidak mengejar Deo dan mencincang Deo karena Deo nekat menyusul Violet ke dalam rumah sakit.


Mada lalu berputar badan dan masuk ke dalam mobil lalu ia menatap Ratna dengan kesal, "Kenapa kau bisa sampai sini?"


"Aku mengikutimu, kenapa kau tidak belok ke kantor, ternyata kau ke sini. Sampai kapan kau akan mengejar Violet?" ucap Ratna sambil memakai sabuk pengamannya.

__ADS_1


Mada terdiam lalu memakai sabuk pengamannya dan melajukan mobilnya ke kantornya.


__ADS_2