
"Dengarkan aku! Aku yang salah. Aku yang lebih dulu menciumnya. Vio, wanita yang suci dan jangan berpikiran macam-macam soal Vio saat kau dengar dariku kalau aku dan VIo telah berciuman tadi dan ......."
Tok,tok, tok, pintu kamarnya Violet diketuk seseorang dan Dokter Bayu bangkit untuk membuka pintu. Asisten rumah tangganya Violet menganggukkan kepalanya lalu ia menyerahkan satu bungkus plastik berisi obat-obatan dan berkata, "Ini dari asisten Anda, Dok dan asisten Anda masih menunggu di bawah. Saya permisi"
"Baik, terima kasih" Dokter Bayu lalu melangkah ke meja, meletakkan bungkus plastik berisi obat-obatan untuk Violet di atas meja lalu ia menoleh ke Mada sambil menjinjing tas kerjanya, "Berikan obat ini saat Violet bangun tadi dan jaga dia baik-baik" Dokter Bayu tersenyum ke Mada.
"Kau tidak........."
"Tenang saja. Aku kenal Violet sejak kecil dengan sangat baik dan aku tahu seperti apa Violet. Oleh sebab itu aku mundur sebelum sempat menyatakan perasaanku padanya. Jaga dia baik-baik karena jika tidak, aku akan melangkah dengan penuh keberanian untuk merebutnya darimu"
Mada langsung membungkukkan badannya dan berucap, "Terima kasih"
Dokter Bayu berkata, "Sama-sama. Senang berkenalan dengan Anda. Saya permisi" Dokter Bayu melangkah pergi dari kamarnya Violet dengan diiringi senyum lebar di wajah tampannya Mada Goh.
Mada lalu mendekati meja dan mengambil obat-obatannya Violet. Dia membaca aturan pakai dan ia menemukan salah satu obat yang berupa sirup harus diminumkan segera.
Mada lalu duduk kembali di tepi ranjang lalu menepuk pelan pipinya Violet dan berbisik lirih, "Cinta, bangun dulu sebentar yuk! Ada obat yang harus kamu minum segera nih"
__ADS_1
Violet masih bergeming dan masih memejamkan kedua kelopak matanya dengan rapat.
Mada mencoba kembali menepuk pipinya Violet sedikit lebih keras dari yang sebelumnya dan berbisik di telinganya Violet, "Cinta, jika kau tidak bangun, maka aku akan mencium kamu" Mada lalu menegakkan tubuhnya untuk melihat reaksinya Violet dan Violet masih menjadi putri tidur yang sangat cantik.
Mada terus menatap wajah ayu kekasih hatinya itu lalu ia menghela napas panjang dan mulai menggaruk-garuk pucuk kepalanya sambil bergumam, "Bagaimana lagi aku bisa membuatnya bangun dan meminum obat ini?"
Lalu Mada membuka tutup botol sirup yang harus segera diminumkan ke Violet lalu ia cium baunya. Mada mengernyit karena, bau dari obat itu sangatlah tidak enak, ada aroma rasa pahit seperti puyer di obat sirup itu dan isinya cair yang sedikit kental berbeda dengan sirup obat batuk. Mada segera menjauhkan botol obat sirup itu dari hidungnya sambil menjulurkan lidahnya, ia berkata, "Baunya aja aneh dan tidak enak, apalagi rasanya"
Mada lalu menoleh ke samping kanannya untuk memandangi putri tidurnya. Dan Mada yang seumur hidupnya tidak pernah meminum obat itu, rela mengambil sendok takar yang sudah disediakan oleh si apoteker yang meracik obat untuk Violet lalu ia tuangkan sirup obat dengan bau aneh itu ke sendok takar, ia minum, ia tahan di dalam mulutnya lalu ia tempelkan bibirnya ke bibir Violet dan ia masukkan sirup obat yang ia tahan di dalam mulutnya ke dalam mulutnya Violet, sedikit demi sedikit sambil terus menahan rasa pahit yang sangat kental dari obat sirup itu seolah mematikan semua indra pengecap yang ada di dalam mulutnya.
Mada terus menempelkan bibirnya di bibir Violet sampai semua obat sirup yang ia tahan di dalam mulutnya, mengalir masuk semuanya ke dalam mulutnya Violet. Lalu Mada menegakkan kembali kepalanya setelah semua obat sirup yang luar biasa pahit dengan rasa mint yang aneh, berhasil masuk ke dalam mulutnya Violet dan bisa ditelan Violet dengan baik pula.
Mada menegang saat ia bangkit dan berbalik badan dengan pelan untuk berhadapan dengan seorang keturunan Elruno. Mada takut kalau terjadi kesalahpahaman dan ia segera berucap, "Saya tidak mencium Vio, saya........"
"Aku tahu. Aku berdiri sejak kau meminum sirup itu lalu menempelkan bibir kamu ke bibir putriku dan sampai selesai kau meminumkan semua obat yang harus segera Vio minum dengan cara spesial kamu tadi"
"Anda boleh menghukum saya, Pak. Hukum saya atas ketidaksopanan cara saya tadi" Mada berucap dengan raut wajah penuh dengan keseriusan.
__ADS_1
"Alih-alih menghukum kamu, aku justru berterima kasih. Aku lihat kau begitu mencintai Vio. Tapi, bagaimana dengan anaknya Vio yang masih berada di dalam kandungannya?" Elmo berucap sembari duduk di atas bangku yang menghadap ke Vio lalu melipat kaki dan tangannya.
Mada menatap Elmo Elruno dengan sorot mata yang memancarkan cinta dan ketulusan hatinya. Mada lalu berkata, "Saya mencintai Vio jadi, secara otomatis, saya juga mencintai anaknya walaupun anak yang Vio kandung, bukan darah daging saya"
Elmo Elruno melempar senyum tampannya ke Mada lalu berucap, "Baguslah!! Aku menyukaimu walaupun kamu putranya Ivan Goh. Kamu tidak mirip dengan Ivan Goh dan aku lega, kamu lebih mirip dengan Diana Prastowo. Lalu bagaimana dengan penyelidikanmu akan kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Mama kamu?"
"Setelah melihat Vio seperti ini, saya lebih memilih untuk menjaga Vio dan menyerahkan penyelidikan kasus pembunuhan Mama saya ke pihak yang berwajib saja. Saya tidak akan kembali lagi ke Thailand. Saya lebih memilih menemani Vio di masa-masa sulitnya daripada mengejar dendam saya" sahut Mada.
"Aku sungguh puas mendengar jawabanmu. Aku akan mengerahkan detektif terbaik koleganya The Elruno untuk menyebar dan mencari keberadaan pembunuh Mama kamu" Sahut Elmo Elruno sambil melempar senyum tampannya ke Mada.
"Terima kasih banyak Pak Elmo" sahut Mada tulus.
"Sama-sama. Tapi, aku menuntut keseriusan kamu untuk mendampingi Violet di masa sulitnya ke depan dan untuk itulah, setelah Vio sadar nanti, aku akan segera menikahkan kalian"
"Hah?! Lalu bagaimana dengan Gasa Aefar? apa jasad yang terbakar dengan kondisi parah tadi, sudah keluar hasil tes DNA-nya? apa sudah pasti kalau jasad itu adalah Gasa Aefar?" tanya Mada.
"Aku sudah bayar lebih sehingga hasil tes DNA bisa keluar hanya dalam waktu lima jam saja. Dan jasad itu tidak bisa dipastikan identitasnya karena rusak parah jadi, pihak kepolisian menetapkan bahwa itu Gasa Aefar karena jasad itu ditemukan di kamar karantina-nya Gasa Aefar jadi, putriku seorang janda sekarang ini.
__ADS_1
"Tapi, apa pantas kalau baru saja ditinggal mati oleh suaminya, Violet menikah lagi dalam waktu singkat? Apakah nanti, tidak akan jadi bahan gunjingan orang dan........."
"Siapa yang berani menggunjingkan keluarga Elruno, kau turuti saja apa kataku dan bahagiakan putriku" sahut Elmo serius.