The Thing About Violet

The Thing About Violet
Suami dan Istri


__ADS_3

Setelah menyelesaikan prosesi pernikahannya Mada Goh dengan Violet Cinta Elruno, asisten pribadinya Elmo, para.saksi dengan pejabat pemerintahan terkait, undur diri dari hadapannya Elmo Elruno, Lili, Mada Goh dan Violet Cinta Elruno yang masih berbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang dengan berbagai alat medis di samping ranjangnya.


Elmo langsung memeluk Mada dan Mada membalas.memeluk Elmo. Elmo dan Mada bisa menangis sambil berpelukkan. Elmo merasa lega, dia akhirnya bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintai putri tunggal kesayangannya. Sedangkan Mada, merasa bersyukur akhirnya impiannya untuk berada di samping Violet di dalam suka dan duka akhirnya terwujud.


Lili ikutan menangis sesenggukkan sambil mengelus dahi putri tunggal tercintanya. Lili kemudian berkata lirih ke Violet di sisa tangisnya, "Sayang, Cintanya Mama, cepatlah bangun ya?! Ada dua orang lelaki tampan yang menunggumu yaitu, Papa kamu dan suami kamu"


Elmo dan Mada saling melepas pelukan mereka satu sama lain lalu mengusap air mata mereka dan secara bersamaan menatap Violet. Kedua lelaki tampan yang sangat mencintai itu berkata secara kompak, "Cepat bangun, Cintaku" Lalu Elmo mengajak Lili keluar dari dalam kamarnya Violet setelah mereka mencium kening putri mereka secara bergantian dan menitipkan Violet ke Mada.


Sepeninggalnya Elmo dan Lili, Mada kemudian naik ke atas ranjang, mencium kening istrinya, lalu ia bersandar sambil selonjor untuk mulai bekerja dengan laptopnya karena, besok pagi dia masib harus mendampingi kliennya untuk menghadiri persidangan.Malam.terasa begitu cepat menyapa Mada di hari itu. Mada tersentak dari layar laptopnya ketika, salah satu perawat yang ditugaskan Dokter Indah untuk memantau kondisinya Violet, memeriksa alat medis, botol.infus dan kondisinya Violet kemudian berkata ke Mada, "Tuan, Anda bisa turun untuk makan malam dulu. Biar saya yang menjaga Nyonya Violet"


Mada menutup layar laptopnya dan berkata, "Oh, maafkan saya! Saya terlalu asyik bekerja jadi tidak memperhatikan Anda masuk. Bagaimana kondisi istri saya"


"Semua normal, Tuan. Saya akan menjaga Istri Anda jika Anda ingin turun sebentar untuk makan malam. Tuan dan Nyonya Elruno menunggu Anda di meja makan"


"Anda bisa keluar, Sus. Saya tidak akan turun untuk makan malam, saya tidak merasakan lapar sama sekali"


Perawat itu kemudian tersenyum ke Mada dan berkata, "Baiklah. Kalau ada apa-apa atau botol infusnya habis dan perlu diganti, Anda bisa memencet bel untuk memanggil kami" Mada tersenyum, menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


Sister tersebut kemudian melangkah keluar dari dalam kamarnya Violet menuju ke.kamar tamu yang sudah disediakan oleh Lili. Letak kamar tamu yang dipakai istirahat kedua perawat yang menjaga Violet, bersebelahan dengan kamarnya Violet. Sesampainya di kamar, suster tersebut berkata kepada temannya, "Aku itu pada Nyonya Violet"


"Kenapa?" tanya temannya.


"Suaminya sangat tampan, setia dan sangat mencintainya"


"Tentu saja harus begitu. Mereka kan suami istri jadi, harus saling setia dan harus saling mencintai"


"Iya kamu benar. Semoga aku nanti juga bisa berjodoh dengan laki-laki yang seperti Tuan Mada Goh"


Beberapa menit kemudian, Asisten rumah tangganya Lili mengetuk pintu di saat Mada dengan penuh kasih sayang membetulkan letak selimutnya Violet.Mada menyahut, "Masuk"


Asisten rumah tangganya Lili masuk lalu meletakan nampan yang berisi nasi, sayur, teh hangat dan kopi di atas meja sofa sambil berkata, "Saya diutus Nyonya Lili mengantarkan makanan untuk Anda karena, Anda tidak turun ke bawah untuk makan malam"


Mada menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ia mengucapkan terima kasih.


Asisten rumah tangga di kediamannya Elruno.itu kemudian segera melangkah keluar dari dalam kamarnya Violet dan menutup.kenbali pintu kamar itu dengan rapat.

__ADS_1


Mada lalu bangkit, sambil menenteng laptop ya. Dia memasukkan laptop ke dalam meja kerjanya lalu dia menatap makanan dan minuman yang ada di atas meja. Dia ingin mengabaikan makanan itu tapi, ia teringat kembali dengan kata-kata yang pernah Violet ucapkan, "Sesibuk apapun kamu, tolong jangan lupa makan ya, Mas!? Karena, kalau Mas sampai sakit, aku akan sangat sedih"


Mada menghela napas.panjang dan dengan sangat terpaksa dia duduk di atas sofa dan walaupun tidak begitu berselera untuk makan, dia memaksa diri untuk makan biar dia tidak jatuh sakit dan membuat Violet Sedih. Mada mengunyah makanannya sambil berucap, "Sayang, lihatlah! aku makan, nih. Cepatlah bangun dan temani aku makan, ya?!"


Satu detik sampai tiga.detik Mada menunggu ada reaksi dari Violet tapi, Violet tetap saja memejamkan mata dan bergeming.


Mada makan dengan meneteskan air mata. Makanan yang ia kunyah terasa sulit untuk ia telan karena, ia merasa.nggak sanggup makan seorang diri dengan melihat wanita yang ia cintai masih terbaring tidak sadarkan diri. Mada kemudian menepuk-nepuk dadanya dengan masih menggenggam sendok yang ia pakai untuk makan agar makanan yang ia kunyah berhasil ia telan. Mada lalu meletakkan sendok di atas piring dan meletakkan piring di atas meja sofa setelah makan sebanyak empat suap. Lalu Mada menenggak habis segelas teh hangat dan mengusap air mata yang terus menetes di kedua pipinya.


Mada kemudian melangkah ke ranjang, naik ke kasur dan berbaring di sebelah istrinya. Mada meletakkan telapak tangannya di atas perutnya Violet yang sedikit membuncit dengan hati-hati agar tidak menindih Sepang infus yang terpasang di kedua tangannya Violet. Mada menatap perutnya Violet dan berkata, "Hai, dedek bayi yang imut, yang ada di dalam peyutnya Mama Violet, salam kenal ya, ini Papa Mada Goh. Papa Mada Goh sangat menyayangimu, Nak. Jadi, Papa Mada Goh berharap, kamu nanti juga bisa menyayangi Papa"


Mada lalu menatap pipinya Violet, ia cium pipi itu kemudian berucap, "Kita Suami dan Istri sekarang ini, Sayang. Mimpi indah istri cantikku, Cintaku. Aku mencintaimu kini, besok dan selama-lamanya" Mada kemudian ketiduran tanpa.ia sadari karena, kelelahan namun, tepat di tengah malam Mada terbangun dan langsung memeriksa kedua botol infus yang terpasang di kedua tangannya Violet, Mada langsung memencet bel yang terhubung dengan kamar para perawat ketika ia melihat kedua botol infus itu hampir habis isinya.


Perawat mengeruk pintu kamarnya Violet dan Mada segera menyahut, "Masuk!" perawat untuk masuk dan segera mengganti kedua botol infus tersebut dengan yang baru dan berkata, "Terima kasih, sudah membantu tugas kami, Tuan"


"Sama-sama" sahut Mada.


Setelah perawat tersebut keluar dan menutup kembali pintu kamarnya Violet dengan rapat, Mada kembali memeluk perut buncitnya Violet dan tidak berapa lama ia pun tertidur pulas tanpa ia sadari karena lelah fisik lebih menguasai dirinya.

__ADS_1


__ADS_2