The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mia Tertangkap Basah


__ADS_3

Galvin senyum-senyum di dalam kamarnya karena, Ratna tidur di sebelah kamarnya. Galvin Bahagia bukan kepalang bisa berbaring di atas kasurnya dengan kenyaataan bahwa Ratna berbaring di dalam kamar yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya. Galvin mengirim pesan text ke Ratna, "Kau sudah tidur?"


Sedetik, dua detik, sampai lima menit tidak ada balasan pesan text dari Ratna.


Galvin menatap layar ponselnya lalu tersenyum, dan bergumam lirih, "Dia pasti sudah jatuh ke alam mimpi. Dasar gadis lugu dan menggemaskan" Lalu Galvin kembali mengirimkan pesan text ke ponselnya Ratna, met bobok. Mimpi indah dan mimpikan aku"


Semua di kediamannya Elmo Elruno bisa terlelap dengan mudahnya kecuali, Elmo Elruno, Mada Goh dan Violet. Ketiga makhluk Tuhan yang memiliki akan budi itu, menjadi seperti hewan noktunal yang masih aktif semua indranya walaupun malam telah tiba dan semakin larut.


Keesokan harinya, Lili langsung membawakan sarapan ke kamarnya Violet sebelum Violet turun ke bawah dan memergoki rencana Elmo Elruno untuk segera pergi ke kediamannya Gasa Aefar bersama dengan Deo, Galvin dan Mada beserta semua barang bukti dan seorang saksi yang berhasil mereka dapatkan selama mereka mengawasi gerak-geriknya Gasa Aefar.


Violet masih meringkuk di dalam selimut tebalnya ketika Lili membuka pintu kamar mewahnya Violet. Lili masuk lalu meninggalkan nampan di atas nakas sembari duduk di tepi ranjang untuk mengecek kondisi fisiknya Violet. Lili menyentuh dahinya Violet dan bernapas lega karena, demam yang sempat mendera Violet telah lenyap.


Lili kemudian bangkit dan berjalan pelan menuju ke jendela besar yang mengarah ke teras belakang rumahnya. Lili membuka gorden berwana krem yang panjang terburai sampai menyentuh lantai itu dengan pelan. Sinar matahari yang masih malu-malu menyombongkan sinarnya, membuat Violet yang sensitif akan adanya sinar, walaupun sangat redup sinar itu, membuatnya terbangun dan bersuara lemah, "Mama?"


Lili menoleh lalu bergegas berbalik badan, melangkah ke ranjangnya Violet dan duduk di tepi ranjang itu, "Kau sudah bangun? Apa yang kau rasakan? mual atau pusing?"

__ADS_1


Violet tersenyum lemah lalu berkata dengan nada suara yang hampir tidak terdengar, "Aku hanya merasa sangat mengantuk, Ma"


"Tidurlah lagi kalau gitu! Mama akan terus di sampingmu, Sayang" Lili mencium keningnya Violet lalu mengusap pelan kening itu sampai putri tunggalnya kembali menjadi putri tidur yang sangat cantik. Lili lalu bangkit dan duduk di sofa sambil terus menatap Violet. Perasaan Lili begitu tersakiti dan merasa sangat sedih karena, putri tunggal tercintanya harus mengalami peristiwa yang mampu membuat seseorang berubah menjadi gila.


"Mama doakan setelah semuanya selesai. Setelah Gasa masuk penjara, kau akan bahagia selamanya Sayang. Mama dan Papa akan menjaga kamu dan anak kamu selama-lamanya" Gumam Lili sambil mengusap air mata yang mulai berderai di atas pipinya.


Elmo pun merenung di dalam mobil yang membawa dia bersama dengan Deo, Mada Goh dan Galvin menuju ke kediaman mewahnya Gasa Aefar. Elmo merenungkan semua hal telah terjadi dan menyayangkan kenyataan putri tunggalnya yang harus terpuruk dan menderita. Jika Elmo bukanlah seorang Elruno, ia sudah jatuh tumbang, menyerah pada keadaan dan bisa jadi kehilangan akal sehatnya. Memorinya terbuka kembali ke semua nasehat-nasehat kehidupan yang pernah ia dapatkan dari Papa, Mama, Om, Tante dan Papa mertuanya menjadikannya kuat menghadapi semua badai masalah, kesedihan, kekecewaan dan kepahitan yang mendekap erat hati dan jiwanya.


Sementara itu di kediamannya Gasa, Mia yang masih duduk di ruang makan setelah menghabiskan waktu sarapan bersama dengan suaminya di suasana yang ia buat romantis dan mesra, mendapatkan panggilan telepon dari temannya yang menanyakan perihal penyingkiran istri pertamanya Gasa Aefar dan Mia langsung tertawa girang dan berkata, "Aku sudah berhasil menyingkirkan wanita bodoh yang bernama Violet itu"


"Wah! kau hebat! Kau berhasil mengalahkan keturunannya Elruno" sahut temannya Mia dari seberang sana.


"Apa dia tidak pernah melawanmu selama ini? selama kalian hidup di bawah atap yang sama?" tanya temannya Mia.


"Dia memang wanita yang terlalu polos dan baik hati. Setiap kali aku menyakitinya baik secara fisik atau non fisik, dia tidak pernah membalasku karena, aku sedang hamil, cih! dia memang bodoh" Mia menertawakan Violet bersama dengan temannya di sambungan telepon mereka berdua.

__ADS_1


"Suami kamu juga bodoh berarti. Dian gampang sekali terprovokasi" sahut temannya Mia.


"Iya. Suamiku memang bodoh. Dia percaya kalau anak yang dikandung istri pertamanya bukan anaknya padahal, aku sendiri yakin kalau anak itu anaknya Mas Gasa karena, sebenci-bencinya aku dan sejahat-jahatnya aku selama ini ke Violet, aku mengagumi karakter baiknya itu dan........aduuuuhhhh!" Ponsel terlepas dari genggaman tangannya Mia dan jatuh berkeping-keping di atas lantai di saat Gasa tiba-tiba menjambak rambutnya Mia dari belakang. Mia mendapatkan balasan dijambak orang karena, ia pernah menjambak Violet.


"Mas sakit! Lepaskan Mas! ingatlah Mas, aku sedang mengandung anakmu"


Gasa yang sudah gelap mata karena emosi mendengar semua perkataannya Mia di sambungan ponsel beberapa menit yang lalu, menjadi lupa akan kondisinya Mia yang tengah mengandung lima bulan. Gasa terus menjambak rambutnya Mia dan berteriak penuh amarah, "Berani benar kau menipuku, hah!? berani benar kau membuatku berpikir bahwa Violet tidak sedang mengandung anakku? dasar wanita brengsek! kau membuatku kehilangan wanita yang sangat aku cintai, dasar sial!" Gasa langsung menarik rambutnya Mia yang masih ia jambak dan Mia secara otomatis terjatuh di atas lantai dengan posisi duduk, pantatnya terhempas keras di atas lantai dan menyebabkan perutnya mengalami kram.


Guncangan tiba-tiba yang dialami Mia akibat terjatuh dengan posisi duduk, menyebabkan momentum janin di dalam air ketuban meregangkan tali pusar terhadap ari-ari (plasenta), sehingga ari-ari terlepas. Ari-ari merupakan sumber makanan janin di dalam rahim; terlepasnya ari-ari mengandung bahaya bagi janin yang dikandung Mia dan bagi diri Mia sendiri. Mia langsung melihat ada darah merembes dan mengalir sampai di mata kakinya. Mia menjerit panik dan berteriak, "Mas hentikan! anak kita dalam bahaya, Mas!"


Namun, jeritannya Mia tidak mampu menghentikan Gasa yang sudah mengeluarkan The Devil yang ada di dalam dirinya untuk terus menganiaya Mia.


Rombongannya Elmo datang di saat Gasa terus menampar pipi seorang wanita yang sudah berada di dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Mada segera berlari untuk mencekal kedua lengannya Gasa dan menarik mundur Gasa menjauhi wanita yang sudah tampak lebam wajahnya dan ada darah yang cukup banyak di sekitar wanita itu.


Deo langsung menyuruh salah satu anak buahnya untuk segera membawa wanita yang sudah dianiaya Gasa dengan sangat kejam itu ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Gasa meronta mencoba melepaskan diri dari Mada yang masih mencekal kedua lengannya ke arah belakang, sambil berteriak, "Biarkan saja wanita itu mati! dia sudah membuatku kehilangan wanita yang sangat aku cintai!" Gasa berteriak dan sesekali menyeringai mengerikan mirip seperti serigala.


Elmo menatap Gasa dengan bergidik ngeri.........


__ADS_2