
Ivan Goh menatap putra sulungnya yang tengah melangkah mantap mendekatinya.Ivqn berusaha untuk tegar dan tidak goyah melihat Gasa, demi kebaikan Gasa sendiri dan demi semuanya. Jika Gasa ditangkap dan dikembalikan ke rumah sakit jiwa untuk dirawat kembali, maka Gasa akan sembuh dan tidak akan membahayakan semuanya lagi.
Semua bersyukur, kegilaannya Gasa tidak sampai merenggut nyawa lagi. Cukup istri kedua dan anaknya Gasa yang dikandung oleh istri keduanya Gasa kala itu, yang menjadi korban dari The Devil yang menguasai jiwa dan benaknya Gasa. Pihak berwajib mengabaikan kesalahan Gasa itu karena Gasa melakukannya di luar kesadarannya Gasa dan menyetujui keputusan dari para ahli untuk tidak menjatuhi Gasa hukuman penjara seumur hidup di penjara umum, melainkan di rumah sakit jiwa.
Aku harus tegar demi Gasa, putraku, demi cucuku, dan demi semua orang. Batin Ivan Goh saat Gasa menghentikan langkah di depannya, kemudian memeluknya.
Ivan membalas pelukannya Gasa lalu mendorong kedua bahunya Gasa dengan kata, "Ikuti Papa!"
Gasa menganggukkan kepala dan mengikuti Papanya. Mereka kemudian berhenti di depan sebuah kaca. Ivan menoleh ke Gasa, "Itu anak kamu. Dia belum boleh dibawa keluar karena terlahir prematur. Tapi anak kamus sangat kuat dan hebat, seperti kamu. Anak kamu sempurna dan sangat sehat" Ivan menahan kuat-kuat keharuannya saat ia menepuk-nepuk bahunya Gasa.
Gasa terpana, ia menyentuh kaca dan menatap bayi mungil nan tampan yang ada di dalam sebuah inkubator. "Aku akan membawanya saat ia sudah diijinkan keluar dari kotak itu. Aku akan merawatnya agar ia bisa meneruskan DNA-ku, Pa. Aku butuh penerus yang mirip denganku" Gasa berucap dengan eajah dingin dan nada datar. Tanpa emosi dan tanpa rasa sama sekali.
Deg! baru kali itu, Ivan merasa merinding mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya Gasa. Dan Ivan ridak menginginkan cucunya tumbuh mirip dengan Gasa. Ivan hanya bisa melempar senyum.dan menghela napas saat Gasa tiba-tiba menoleh dan menatapnya.
Gasa kemudian bertanya, "Di mana istriku?"
Ivan mulai merasakan butiran keringat di alisnya dan ia berharap butiran keringat itu tidak turun dan Gasa melihatnya. Maka Ivan segera berkata sambil mengusap alisnya, "Dengarkan Papa baik-baik! Jangan emosi, oke?!"
Gasa mematung dan menatap tajam kedua bola mata Ivan Goh.
Ivan lalu memegang kedua bahunya Gasa, "Kalian sudah bukan suami istri lagi. Kamu dan Vio sudah bercerai saat kamu dikabarkan telah meninggal.di insiden kebakaran rumah sakit jiwa beberapa bulan yang lalu"
Gasa menepis tangan papanya lalu berjalan mundur selangkah dengan kata, "Aku tidak pernah menceraikan Vio"
__ADS_1
"Iya! Kamu memang tidak pernah menceraikan Vio tapi, keadaan yang membuat kalian secara otomatis terpisah, bercerai. Dan Vio sudah menikah lagi. Lupakan Vio! benahi diri kamu dulu dan........"
"Dengan siapa Vio menikah?" Gasa mulai menggertakkan gerahamnya dan napasnya menderu seiring dengan mengepalkan kedua tangan di samping badannya.
Ivan merinding kembali, dia akhirnya dipertemukan dengan sosok Gasa yang mengerikan di hari itu.
"Pa! Jawab! Dengan siapa, Vio menikah lagi?" Mata Gasa mulai menghitam mengerikan karena amarah.
Ivan langsung memeluk Gasa. Ivan Goh menepuk punggung Gasa dan sambil terisak, Ivan Goh berulangkali berucap, "Maafkan Papa. Papa ikut andil menciptakan seorang monster di dalam dirimu, Nak. Maafkan Papa!"
Gasa mendorong kasar tubuh Ivan sampai Ivan membentur tembok rumah sakit dengan keras lalu terjatuh di atas lantai.
Gasa lalu berteriak, "Aku akan bawa anakku. Jika aku bawa anakku maka, Violet akan ikut denganku. Iya ! Aku akan bawa anakku dan akan aku didik dia menjadi penggantiku!"
Dan di saat itulah, Polisi yang menyamar sebagai petugas medis, langsung melumpuhkan Gasa Aefar yang telah berganti nama menjadi Gasa Goh.
Mada nekat turun untuk memantau keadaan karena ia mengkhawatirkan Adam. Dan sampai di depan ruang PICU, Mada mengerem langkahnya. Dia dan Gasa saling pandang. Gasa langsung berteriak, "Aku ingat sama kamu! Kamu pasti yang telah mencuri istriku, dasar brengsek!" saat ia ditarik keluar sama petugas kepolisian.
Mada mematung menatap kakak tirinya dengan rasa haru. Gasa yang terus ditarik oleh petugas polisi dan terus berteriak sambil menoleh ke belakang, terus meneriakkan kata, "Aku akan mengingatmu terus!"
Mada lalu menoleh ke samping kanannya. Dia menemukan papanya terduduk di lantai, menutup wajahnya dan menangis tergugu. Mada lalu menghampiri papanya, membantu papanya berdiri lalu memeluk papanya. Pengacara muda yang karirnya mulai bersinar itu, mengelus punggung papanya sambil berkata, "Papa harus kuat dan sabar! Demi cucu Papa"
Ivan tersadar mendengar kata cucu. Ivan membalas pelukan putra keduanya dan di sela isak tangisnya ia berkata, "Demi kamu juga. Maafkan Papa selama ini, sudah memanfaatkanmu untuk membalas dendam"
__ADS_1
Mada mempererat pelukannya dan berkata, "Aku sudah memaafkan Papa dari dulu"
Ivan semakin terisak di dalam pelukan putra tampannya itu.
Lima Bulan kemudian, Gasa ditetapkan sebagai tahanan berbahaya, dikucilkan di rumah sakit jiwa terpencil dan tidak boleh dikunjungi oleh siapapun sebelum normal kembali secara mental dan jiwa.
Sementara itu, Mada dan Violet hidup damai dan bahagia bersama dengan Adam, putra tampan mereka yang kian hari kian menggemaskan. Violet mengambil cuti tidak dinas selama satu tahun karena, ia ingin memberikan ASI eksklusif dan mengasuh putra pertamanya itu sendiri tanpa bantuan siapapun.
Mada semakin giat bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya dan sepertinya Adam memberikan rejeki bagi Mada, setelah Adam lahir, satu Bulan berikutnya, Mada ditawari menjadi pegawai negeri menjadi seorang jaksa. Maka keluarga kecil itu pun pindah ke rumah dinas kejaksaan negeri.
Secara diam-diam, Mada mengumpulkan penghasilannya untuk membeli sebuah kapal karena, Violet sangat menyukai kapal.
Galvin dan Ratna sudah menikah dan menempati rumah yang dibeli oleh Galvin.
Elmo, Lili dan Ivan Goh bisa hidup berdamai dan menjadi sahabat karib setelah peristiwa penangkapan Gasa.
The thing about Violet akhirnya membawa Violet ke kehidupan indah yang selama ini, ia impikan.
...❤️❤️❤️The End❤️❤️❤️...
Maaf, kisah ini saya akhiri sampai di sini karena saya ingin mencoba membuat cerita tentang anak remaja setelah ini.
Terima kasih banyak atas dukungan para sahabat-sahabat Author yang baik-baik semuanya😍 I Love all and GBU all😘
__ADS_1
Terima kasih juga untuk para pembaca yang sudah setia memberikan dukungan selama ini, I Love You All and GBU all🙏😍😘🤗❤️
Maaf, jika di kisah ini, saya tidak bisa menjawab semua komentar yang masuk karena kesibukan di Real Life suka menyita waktu🙏 Saya sangat berterima kasih atas semua komentar yang masuk dan memberikan saya semangat untuk terus melanjutkan kisah ini sampai selesai🙏