The Thing About Violet

The Thing About Violet
Deo Menggantikan Mada


__ADS_3

Ratna turun dari mobil dan memilih mengekor Mada untuk menatap punggung orang yang pernah membuatnya jatuh cinta setengah mati. Ratna lalu tersenyum dan berkata di dalam benaknya, Kau memang tampak bahagia dan tidak terbebani menikahi wanita yang tengah mengandung anak pria lain dan saat ini tengah tertidur panjang. Jadi, aku pun juga tidak akan mengasihanimu lagi. Aku akan doakan kau segera mendapatkan kebahagiaan karena, kau orang yang berhati polos dan baik.


Mada menoleh ke samping kiri dan kanannya lalu ia menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang, "Kok jalan di belakangku? Apa ada yang salah di punggungku?" tanya Mada ke Ratna.


Ratna tersentak kaget dari lamunannya. Kemudian ia tersenyum lebar ke Mada, menggelengkan kepala, lalu berlari kecil mendahului Mada. Mada terkekeh geli dan langsung berbalik badan, melangkah lebar untuk menyusul Ratna.


Sementara itu, di Negeri Gajah Putih-Thailand, Deo mendapatkan pertanyaan yang sama dari CEO wanita pemilik perusahaan tempat di mana Deo menyamar sebagai OB, ketika ia mengantarkan kopi ke ruangan CEO wanita tersebut, "Kenapa bukan Johny Prastowo yang antarkan kopi? kenapa kamu lagi yang mengantarkannya?"


Deo tersenyum dan setelah ia meletakkan nampan berisi kopi dan gula di meja CEO wanita yang memiliki nama Liu Yin itu, ia meletakkan amplop yang berisi cek bertuliskan seribu dua ratus Baht-Thailand yang setara nilainya dengan lima ratus juta lebih sekian rupiah.


Liu Yin menatap cek itu lalu menatap Deo dan bertanya, "Apa ini?"


"Itu titipan dari Ma eh Johny Prastowo. Johny Prastowo tidak bisa lagi meneruskan kontrak kerja sama dengan Anda karena, ia sudah menikah kemarin" sahut Deo dengan sikap ngapurancang (Sikap ini merupakan budaya Jawa yang mana tangan bersikap hikmat dengan jari-jari tangan kanan memegang jari-jari tangan kiri yang diletakkan di bawah pusar, kaki direnggangkan, sikap santai disertai rasa hormat. Rasa hormat ini ditujukan kepada para siapa saja yang ada di hadapannya, khususnya terhadap pemimpin atau orang yang lebih tua).


Tanpa sadar, Liu Yin bangkit dan berkata, "Hah?!" dan langsung menarik rahang bawahnya lebar-lebar.


Deo tersentak kaget dan memundurkan wajahnya.


Liu Yin segera menutup mulutnya lalu berkata, "Maafkan aku! aku kaget mendengar Johny Prastowo sudah menikah padahal aku......." Liu Yin menggantung kalimatnya karena, ia segera tersadar bahwa ia tidak mungkin mengatakan ke OB di depannya kalau ia menaruh hati pada Johny Prastowo.


"Padahal Anda.......kenapa Nona?" tanya Deo sembari menegakkan kembali wajahnya.


Liu Yin tergagap lalu terhenyak di kursi kerjanya dan berkata, "Nggak papa" tanpa menatap Deo. Liu Yin justru menatap cek yang ada di dalam genggaman tangannya.

__ADS_1


"Saya permisi kalau begitu, Deo bersikap tegak dan ketika ia hendak berbalik badan, Liu Yu. segera memekikkan kata, "Tunggu!"


Deo menghentikan niatnya untuk berbalik badan lalu menatap Bosnya dan bertanya, "Ada apa Nona?"


"Terima cek ini dan gantikan tugasnya Johny Prastowo!" Liu Yin mengibarkan selembar cek itu ke udara.


Deo tertegun dan melangkah ragu menuju ke meja kerja bosnya. Dan setelah ia menempel di meja kerja bosnya dan berdiri di depan bosnya, ia bertanya, "Tugas apa Nona?"


"Menjadi pacar sewaanku dan terimalah cek ini, cepat dan jangan banyak mikir!" pekik Liu Yin.


Deo mengambil cek tersebut dan tersenyum.senang dalam hati karena, ia memang selalu mengukur semua hal dengan uang dan di saat ia menerima cek yang sangat besar nilainya, dia seakan terbang ke angkasa dan merasa mendapatkan keuntungan lainnya yaitu, menjadi pacar sewaan wanita kaya raya, wangi dan cantik. Namun, di depan bosnya, Deo memasang wajah polos dan berpura-pura terintimidasi.


"Jangan pasang raut wajah tertekan sepeti itu! Kau harusnya bangga bisa menjadi pacarku walaupun hanya sewaan. Aturannya ada di Johny temanmu itu, kau bisa minta ke Johny dan membacanya. Emm, siapa nama kamu?"


"Oke, kau boleh pergi. Tapi, siang nanti kau harus balik ke sini untuk menemaniku makan siang! Mulai hari ini dan seterusnya, kau harus menemaniku makan siang dan makan malam"


"Baik Bos" ucap Deo dengan wajah datar namun, di dalam hatinya ia memekik kegirangan, bisa makan siang dan makan malam secara gratis.


Sementara itu, Elmo mulai membuka suara, "Apa kabar Ivan Goh?"


"Baik. Tapi, bagaimana kau bisa tahu tempat persembunyianku? Dan kenapa kau bersusah payah jauh-jauh kemari untuk menemuiku? Aku sudah hidup tenang menjadi dosen di kota ini" sahut Ivan.


Elmo tersenyum lebar dan sambil mengedarkan pandangannya ia berkata, "Gaji dosen sekarang banyak sekali ya? Sampai kau bisa membeli rumah semegah dan semewah ini dengan fasilitas keamanan di atas rata-rata"

__ADS_1


Ivan mengeraskan wajahnya dan berkata, "Katakan saja apa maksud kedatanganmu kemari!"


"Aku ke sini mau memberitahukan ke kamu kalau kita sekarang ini besanan. Anakmu, Mada Goh sudah menikah dengan putriku" Elmo tersenyum ke Ivan.


Ivan menatap Elmo tanpa senyum dan tanpa suara. Ivan merasakan amarahnya mendidih mendengar bahwa Mada Goh Putra yang dia andalkan selama ini, telah mengkhianatinya.


"Kenapa kau diam saja? Apa karena kau masih berduka setelah kehilangan Putra kamu lainnya?" Elmo melempar senyum tipis ke Ivan Goh.


Dan Ivan masih terus menatap Elmo tanpa mengeluarkan suara namun, kedua tangannya mencengkeram kuat kedua pegangan kursi kerjanya.


"Gasa Aefar atau haruskah kupanggil Gasa Goh?" Elmo masih mengulas senyum tipis di wajah tampannya.


"Bagaimana kau bisa tahu soal Gasa?" Ivan akhirnya membuka suara.


"Itu tidak penting. Yang ingin aku tanyakan adalah, apa kau yang menyuruh Gasa untuk mendekati Putriku dan menghancurkan Putriku?" Elmo mulai menghapus senyum di wajah putih bersihnya.


"Hahahahaha! Aku lupa kalau semua Elruno itu sangat cerdas dan kritis. Iya benar sekali. Aku yang menyuruh Gasa untuk mendekati Putri tunggal yang sangat kau cintai tiu dan aku menyuruhnya untuk menghancurkan Putri kamu itu" Ivan terus menggelegarkan tawanya.


"Lalu sekarang, kita berdua yang hancur kan? Kau hanya memikirkan balas dendam tapi, tidak pernah memikirkan keselamatan anakmu sendiri. Dasar egois!" Elmo mulai mengepalkan kedua tinjunya.


Ivan terdiam membisu dan menatap Elmo dengan sorot mata yang mulai meredup.


"Kau memang tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan karena, kemurahan hati Mamaku saat itu, kau akan dituntut seumur hidup hukuman penjara. Namun, kau hanya dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan karena berkelakuan baik, kau bebas lebih awal dari hukuman yang harus kau jalani" Ucap Elmo.

__ADS_1


"A.......apa maksudmu?" sahut Ivan dengan wajah terkejut.


__ADS_2