
Ivan berkata, "Aku sedih kehilangan Gasa putraku tapi, kebakaran yang merenggut nyawa Gasa, memiliki banyak kejanggalan bagiku"
"Kenapa begitu?" tanya Elmo.
"Pertama, Gasa itu takut sama api karena, ia pernah bermain lilin waktu masih kecil dan menyebabkan gorden di kamarnya terbakar. Kejadian itu terjadi saat Gasa masih kecil berumur empat tahun dan masih hidup di panti asuhan. Untung saja cepat ketahuan jadi lilin itu hanya membakar gorden dan tidak ada korban jiwa. Sejak saat itu, Gasa phobia sama api dan lilin padahal kebakaran di kamar Gasa yang berada di sayap timur rumah sakit jiwa itu, disebabkan oleh nyala lilin yang menyambar gorden " kata Ivan.
Elmo langsung terhenyak di kursinya dan berkata, "Lalu yang kedua?"
"Yang kedua, Gasa tidak pernah tidur siang seperti yang dikatakan oleh saksi mata di TKP" sahut Ivan.
"Dan yang ketiga........" Elmo mulai terlihat berpikir keras.
"Ketiga, kenapa kebakaran itu hanya terjadi di sayap timur rumah sakit jiwa itu. Di sayap timur itu hanya ada tiga pasien khusus termasuk Gasa dan hanya ada tiga perawat. Suatu kebetulan yang hebat kan? hanya ada sedikit perawat dan pasien di sana dan saat kebakaran terjadi, semua pasien ada di luar kamar mereka kecuali Gasa jadi,............."
"Gasa Aefar masih hidup dan berkeliaran di luar sana" Elmo Elruno langsung memotong ucapannya Ivan Goh.
__ADS_1
"Aku pikir juga begitu" ucap Ivan Goh. "Bukan karena, aku menolak fakta kalau anakku sudah meninggal di kebakaran itu tapi, kejanggalan-kejanggalan itu, membuatku yakin kalau Gasa anakku masih hidup dan berkeliaran di luar sana" sahut Ivan Goh.
"Kau pikir, siapa yang membuat kebakaran itu dan mengeluarkan Gasa dari rumah sakit jiwa?" tanya Elmo.
"Entahlah. Tapi, dia pasti orang pintar dan kaya karena, dia bisa mendapatkan mayat yang terbakar hangus dan tak bisa dikenali identitasnya. Untuk mendapatkan mayat selain harganya mahal, dia juga harus punya koneksi yang hebat. Jika dia bukan orang kaya, mustahil dia bisa melakukan semua itu" ucap Ivan.
"Iya kau benar. Kalau begitu, kita akan menyelidikinya bersama dan biarkan ini menjadi rahasia kita berdua sampai kita menemukan keberadaannya Gasa" sahut Elmo.
"Oke siap! aku setuju" Ivan mengacungkan ibu jarinya di depan Elmo.
Mada lalu membuka laci di bawah nakas dan mengambil buku novel kesukaannya Violet. Mada mengusap perutnya Violet yang sedikit membuncit dan berkata dengan kepolosannya, "Dedek bayi yang manis, emm, Papa Mada akan membaca sebuah cerita untuk delapan belas tahun ke atas. Dedek bayi, tutup telinga ya, jangan ikut mendengarkan! Papa Mada akan bacakan cerita ini untuk Mama"
Mada mulai membaca novel kesukaannya Violet halaman demi halaman dengan penuh penghayatan dan perasaan. Lalu Mada berhenti membaca di episode yang sedih dan kemudian berkata, "Episode ini aku skip ya? aku nggak ingin kamu sedih. Emm, aku berhenti baca sampai episode ini" Mada lalu menutup novel favoritnya Violet itu dan memasukkannya kembali ke dalam laci di bawah nakas.
Mada lalu mengelus mesra pipi istrinya sambil berkata, "Kamu suka film romantis komedi kan? gimana kalau kita nonton film aja? Maafkan aku Cinta, bukannya aku nggak mau membacakan novel kesukaanmu tapi, cerita di novel itu ternyata menyedihkan. Aku rasa kisah menyedihkan di novel itu, nggak akan bagus untuk kesehatanmu dan aku nggak mau kamu bersedih. Jadi, kita nonton film romantis komedi aja ya?" Mada lalu naik ke atas kasur, berbaring di sebelah istirnya dan meraih remote TV yang tergeletak di atas nakas sebelah kanan ranjangnya Violet lalu ia mulai menyalakan layar besar smart TV yang tergantung di tembok tidak jauh di depan ranjangnya Violet, dengan remote yang sudah ia genggam.
__ADS_1
Mada masuk ke channel TV kabel dan memilih channel yang menawarkan bermacam-macam film romantis komedi tapi, ia kebingungan sendiri dan menoleh ke Violet, "Cinta, aku tahu kau suka film komedi romantis tapi, aku tak tahu kau suka yang mana? emm, film dari Jepang, film Barat, film India, Film Tiongkok, Film Thailand, atau Drama Korea?"
Mada lalu meraih ponselnya yang ia letakkan. di atas kasur secara asal saat ia memandikan Violet tadi. Kemudian Mada menghubungi Galvin, "Vin, jangan panik dulu! Vio baik-baik saja. Aku cuma mau tahu, kau di mana saat ini?"
"Tentu saja aku di rumah. Kau gila ya? kita tinggal satu atap, ngapain kamu nelpon aku? kenapa nggak ke kamarku kalau kau perlu sama aku?" keheranan terdengar di nada bicaranya Galvin.
"Itu karena, aku nggak mau meninggalkan istriku barang sedetik pun" sahut Mada dengan santainya.
Dan ucapannya Mada membuat Galvin mulai menghela napas panjang dan langsung menyemburkan tanya, "Oke, apa yang ingin kau tanyakan?"
"Vio suka nonton film romantis komedi, kan?"
"Iya dan Vio suka drama Korea kalau kau mau tahu" sahut Galvin dengan cepat dan Mada langsung memekik senang, "Terima kasih Bro! Aku menyayangimu" Dan klik, Mada langsung mematikan ponselnya dan memencet remote TV dan memilih drama Korea bergenre romantis komedi.
Galvin menatap layar ponselnya dan menggeleng-nggelengkan kepalanya lalu ia masukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana kain yang ia kenakan sore hari itu untuk pergi menemui Ratna, kekasih hatinya.
__ADS_1
"Aku tepat memilih drama Korea untuk kita tonton saar ini Cinta. Ceritanya benar-benar lucu dan romantis. Kau tahu, tokoh utama prianya tampan seperti aku tapi sayangnya, tokoh utama.wanitanya tidak secantik kamu karena, di mataku, kamu wanita paling cantik sedunia" Mada lalu mencium pipinya Violet dengan penuh cinta. Lalu Mada membungkuk untuk mencium perut buncitnya Violet dan berkata di atas perut itu, "Kamu juga menyukai film pilihan Papa Mada kan, Dedek bayi?" Mada.lalu menegakkan kembali tubuhnya untuk kembali bersandar ke ranjang dan mulai bergumam, "Aku mau kasih panggilan ke kamu Dedek bayi, biar Papa Mada tidak memanggilmu Dedek bayi terus. Tapi apa ya? Emm, Bunny aja deh. Bunny karena, di dalam bayangannya Papa Mada, kamu tuh lincah dan imut kayak kelinci, hehehehe. Dan Papa Mada sudah sangat menyayangimu, Bunny" Mada berucap sambil mengelus-elus perut buncitnya Violet dengan wajah ceria.
Violet di alam bawah sadarnya yang super gelap, kembali bergumam, "Iya, aku bisa dengarkan kalau drama Koreanya lucu dan romantis tapi, kenapa aku tidak bisa melihat drama Korea-nya? Siapa kamu wahai pria baik yang selalu menemani dan menghiburku? Dan kenapa aku tidak bisa keluar dari ruang gelap gulita ini? Aku begitu ingin keluar dari ruang gelap gulita ini untuk menemuimu dan berterima kasih kepadamu tapi, kenapa tidak bisa?" Violet pun mulai berteriak, "Aku mau keluar dari sini! Tolong aku!"