The Thing About Violet

The Thing About Violet
Ngidam


__ADS_3

Sementara itu, Mada dan Deo terus berupaya mencari pembunuh mamanya Mada. Berbagai ancaman, bahaya dan keadaan hampir mati selalu membayangi upaya Mada dan Deo di dalam mencari pembunuh mamanya Mada yang masih berkeliaran di luar sana dengan santainya. Mada sangat merindukan Violet setiap kali ia berada di dalam bahaya namun, kerinduan itu ia tahan dengan sekuat tenaga karena, ia tidak ingin menyeret Violet masuk ke dalam bahaya dan menambah beban di hidupnya Violet.


Minggu berganti bulan dan tanpa terasa, kandungannya Violet mulai memasuki bulan keempat.Violet merasa iri setiap kali ia pergi ke klinik dokter kandungan pribadinya karena, di sana ia selalu melihat pasangan suami istri yang penuh kasih mesra menunggu antrian masuk ke ruang periksa. Sedangkan ia hanya sendirian menunggu gilirannya dipanggil untuk diperiksa.


Ada rasa getir menyusup masuk ke relung hatinya dan membuatnya tanpa ia sadari menyunggingkan senyum tipis ia menertawakan nasibnya yang juga merupakan refleksi dari kesedihan hatinya.


Violet menoleh ke kanan saat ia merasakan bahunya disentuh oleh seseorang, "Kandungannya udah berapa bulan" seorang wanita muda dengan perut buncit menoleh ke Violet. Violet melirik tautan tangan wanita itu dengan tangan laki-laki yang duduk di sebelah kanan wanita itu.


Violet merasa iri melihat tautan tangan itu yang tampak begitu indah di penglihatannya.


"Mbak, kenapa malah melamun?" tanya wanita yang duduk di sebelah kanannya Violet.


Violet tergagap dan bertanya, "Maaf, Anda tadi menanyakan apa?"


"Berapa usia kandungannya Mbak?" tanya wanita asing itu.


"Empat bulan" Jawab Violet singkat. Violet malas memperpanjang kata dan obrolan itu karena, ia takut ujungnya nanti, wanita asing itu akan menanyakan di mana suaminya, kenapa tidak diantar suami pas periksa kandungan dan bla,bla,bla, lainnya.


Violet menatap ke depan, memilih untuk memejamkan kedua kelopak matanya yang berbulu lentik. Dia menghindari obrolan panjang penuh dengan basa-basi yang tidak penting baginya.


Violet memejamkan kedua mata untuk melindungi hatinya dari luka baru namun, pendengarannya masih bisa menangkap obrolan suami dan istri yang duduk di sebelahnya. Sang suami bertanya, "Habis ini kau mau makan apa? ngidam apa kali ini?"


"Aku ingin makan mangga masam tapi harus dipetik langsung dari pohonnya" sahut sang istri.


Deg! hati Violet berdegup terkena luka iri hati. Dia bahkan lupa soal ngidam Karena, tidak ada suami yang mendampinginya selama ini. Violet tetap memejamkan kedua matanya dan membayangkan buah mangga masam yang langsung dipetik dari pohonnya dan seketika itu juga air liurnya keluar. Violet menginginkan mangga yang seperti itu juga. Namun, di mana dia bisa memperolehnya.

__ADS_1


Violet bersyukur ketika namanya akhirnya dipanggil oleh salah satu suster yang membantu dokter spesialis kandungan yang membuka praktek di klinik pribadinya dokter tampan itu.


Dokter Bayu Darsono adalah putra dari koleganya Alfa Elruno. Papa dari Bayu Darsono adalah sahabatnya Alfa Elruno sewaktu Alfa Elruno masih menempuh pendidikan di luar negeri.


Oleh karena itu, Bayu Darsono mengetahui masalah yang menimpa keluarga Elmo Elruno. Bayu merasa prihatin dan lambat laun karena sering memeriksa kehamilannya Violet, Bayu mulai simpati dan lambat laun mulai menyukai Violet.


"Apa kabar Ibu muda yang cantik?" sapa Bayu dengan mengulas senyum ramah di wajah tampannya.


Bayu yang berumur tiga tahun lebih muda dari Violet membuat Violet memanggil Bayu dengan penggilan Kak Bayu. Violet tersenyum tipis dan menjawab dengan jujur, "Tidak baik-baik saja" sembari duduk di depannya dokter Bayu Darsono.


"Kenapa adik cantikku bisa tidak baik-baik saja hari ini?" Dokter Bayu meletakkan stetoskopnya


dan berniat untuk mengajak Violet mengobrol terlebih dahulu.


Dokter Bayu Darsono tersenyum penuh simpati kau bertanya, "Apa kau sudah merasakan ngidam?"


"Baru beberapa detik yang lalu karena, ibu muda yang duduk di sebelahku bilang ngidam dan air liurku pun menetes saat ibu itu bilang ingin mangga masam yang dipetik langsung dari pohonnya. Apa itu termasuk ngidam?"


Dokter Bayu Darsono terkekeh geli lalu berkata, "Iya benar, itu berarti kamu mulai ngidam. Emm, kebetulan di halaman belakang ruang praktekku ini, ada pohon mangga. Cukup rendah pohonnya karena, aku belinya waktu itu yang berbentuk bonsai. Kau boleh ke halaman belakang rumahku dulu dan memetik mangga sebanyak yang kau mau"


Violet langsung semringah dan memekik riang, "Benarkah? aku ke sana sekarang, boleh?" Violet berucap sembari bangkit.


"Boleh. Kau boleh makan mangga itu di dalam rumahku. Ayok aku antarkan dulu!" Bayu ikutan bangkit.


Violet mengerutkan dahinya, "Lalu pasien Kakak?"

__ADS_1


"Aku akan memeriksa mereka setelah mengupaskan mangga untukmu. Ayok!" sahut dokter Bayu sembari mengajak Violet untuk mengikuti langkahnya.


Violet memandang pohon mangga yang ada di depannya yang rendah pohonnya dan berbuah sangat lebat. Violet memilih satu buah mangga lalu dokter Bayu langsung menengadahkan telapak tangannya di depan Violet, "Sini, aku kupaskan!"


Violet menaruh mangga yang dia petik di atas tangannya dokter Bayu. Dokter Bayu segera melangkah masuk ke dalam rumah untuk mengupas mangga. Violet mengikutinya dan menunggu di sofa ruang tamu.


Beberapa menit kemudian, dokter Bayu muncul dan meletakkan sepiring penuh buah mangga yang masih tampak pucat karena belum matang itu di atas meja sofa, di depannya Violet persis, "Makanlah sampai puas! aku akan memeriksa pasienku dulu. Setelah pasienku habis, barulah aku memeriksa kamu nanti"


Violet mengangkat wajahnya dan berucap, "Terima kasih, Kak"


Dokter Bayu tersenyum lalu ia melangkah kembali melintasi halaman belakang ruang prakteknya yang memisahkan rumah utamanya dengan klinik tempat prakteknya.


Violet tersenyum senang, ngidamnya kesampaian dan ia menikmati mangga berjenis madu itu yang walaupun masam masih terasa ada sedikit manisnya itu dengan lahap dan merasakan bahwa mangga yang dia makan waktu itu adalah mangga terenak di dunia.


Seorang wanita datang menghampiri Violet dan menaruh nampan berisi teko kecil,.cangkir kecil dan toples mini yang berisi gula. Violet langsung bangkit dan menganggukkan- kepalanya sambil berkata, "Maaf kalau saya mengganggu waktu istirahat Anda, Kak"


"Kak? oh! Anda salah Nyonya. Saya bukan istrinya Dokter Bayu Darsono. Saya adalah asisten rumah tangganya Dokter Bayu Darsono. Silakan duduk kembali!" sahut wanita yang masih berdiri tegak di depannya Violet.


Violet meringis berkata, "Maaf" lalu sambil kembali duduk dan memangku piring yang masih berisi mangga, ia bertanya, "Dokter Bayu masih single?"


"Iya. Beliau baru saja patah hati. Tunangannya pergi meninggalkan Dokter Bayu tanpa alasan dan tanpa kabar berita dua tahun yang lalu. Maaf saya permisi balik lagi ke dapur"


"Ah iya, terima kasih untuk tehnya" sahut Violet.


Violet menatap teh di atas meja sofa dan bergumam, "Oh, Kak Bayu ternyata masih single"

__ADS_1


__ADS_2