
"Sudah jam 21.00,Almayra kok belum di pulangkan ya,...Ayah Rangga dan Mama Artha khawatir, Dewa di telefon nggak diangkat".
Handphone Mama berdering,ternyata Gendhis yang telefon,"Assalamualaikum...Ma....Almayra udah pulang Ma..?",itulah Ndis dari tadi Mama nunggu belom di pulangin,tak telefon nggak di angkat sama Dewa,coba aku telefon.
"tring....tring....tring...,Hem....akhirnya kamu telefon juga Ndis,"Assalamualaikum, hallo Bang Dewa kenapa abang belom pulangin Almayra,ayo bang pulangin sekarang,jangan egois,tolong...Mama sama Ayah Rangga menanti di rumah ".
"Ndis....!,kamu yang jangan egois,aku kan juga punya hak ,ingat aku Papanya Almayra darah dagingku,tapi Bang anak kecil hak asuh penuh ikut ibunya,Bang Dewa urusin Mawar,kan itu sudah menjadi pilihan Abang kan?".
"Terserah aku mau aku balikin kapan,kalau bisa selamanya Almayra ikut denganku".
"Abang ya...,kamu kan keluar kota,biarlah sementara aku yang bawa ,kalau kamu pulang nanti tak balikin,dengan satu syarat kamu harus setuju aku nikah sama Mawar".
"Apa...?abang ngancam aku supaya menyetujui abang nikah lagi sama mawar,Almayra jangan jadikan korban Bang".
"Debby dan Fitri terlanjur mendengar omonganku,seketika mata mereka membulat dan bibir mengerucut ke depan",ups aku keceplosan,niatan menyembunyikan semuanya namun sudah terlanjur,seketika mereka ke ranjangku jadi satu di tempat tidurku,tak kuasa aku menitihkan air mata lagi sembari memandangi kedua sahabatku".
"Sebenarnya Debby dan Fitri juga janda anak satu, mereka sama sama di tinggal selingkuh pasangannya,segera mereka meraih jemari tanganku ,mereka ikut menangis mendapati nasib yang sama,setelah itu tertawa bersama,mengapa kita jadi janda semua,tangis campur tawa jadi satu mengalami nasib yang sama".
Segera aku berpesan"jangan sampai kasih tau teman teman yang lain ya...apalagi teman cowok kita,aku mau merahasiakan,supaya mereka tidak kurang ajar padaku,please".
"kalau Debby sama Fitri sudah lama menjanda sudah satu tahun",wajarlah semua orang tau,dan mereka kerap di goda terutama team kita 2 orang laki-laki,Adit dan Firman".
"Debby bertanya, Kamu mau cerai emangnya Ndis..?iya bahkan kemarin aku sudah ke pengadilan,mengajukan gugatan cerai,tapi Bang Dewa nggak mau cerai,maunya poligami,aku nggak mau ...,bagus Ndis Jangan mau,Fitri menimpali perbincangan ini".
"Aku menceritakan dari Awal sampai akhir sampai terkuaknya perselingkuhan Bang Dewa dan Mawar".
Dan lagi- lagi kami tertawa bersama, kok bisa ngantor bareng,janda semua,kata Debby ini akan jadi sejarah Ndis.
__ADS_1
"Janda tiga serangkai".
"Mudah-mudahan kalian cepat dapat pasangan yang sesuai harapan kalian, kalau aku rasanya nggak mau nikah lagi kapok kayaknya".
"Enggaklah Ndis kami juga sering curhat ,masih trauma dengan masa lalu kami,Tapi kenapa kalian menggebu-gebu kalau bertatapan dengan pria tampan?....hanya simpati saja,kita masih enjoy dengan kesendirian ini ".
"Bagaimana kalau Almayra di ambil Bang Dewa,seakan dunia ini runtuh, Fitri membuyarkan lamunanku,tenang Ndis apa yang kamu alami kita juga pernah dalam posisi lu,yang aku takutkan hanya Almayra,diambil Fit".
Pasrahkan sama sang pencipta Ndis,aku juga seperti itu sudah segala macam aku usahakan tetap saja aku kalah, karna anakku sudah di pengaruh i perkataan jelek tentang aku,nyatanya kelakuan yang buruk malah suamiku tetapi apalah dayaku,anakku memilih tinggal dengan ayahnya,dan membenci aku,karen pengaruh buruknya,
"kita sebagai wanita selalu tertindas,inilah titik lelah seorang wanita hanya pasrah,memilih kebahagiaan sang anak,Debby menangis mengingat masa lalunya yang kelam ,bisa saja kita mengambil paksa anak kita,tapi bagaimana dengan mentalnya di kemudian hari,kalau kita tidak berfikir jernih".
"Tapi aku yakin Ndis,Almayra akan ikut dengan kamu,dia kan masih kecil,nggak mungkin kena pengaruh Papanya".
"Amin...,aku mengaminkan doa-doa kalian makasih ya support nya..".
"Mataku sulit terpejam, beberapa menit sudah Debby dan Fitri sudah mendenkur,kecapean setelah seharian banyak bercandanya dari pada kerja,team kita memang selalu bercanda".
"Waktunya bangun,menunaikan ibadah,segera ku bangunkan Debby dan Fitri,kami beribadah bertiga".
"Selesai mandi siap-siap sarapan,si Bos sudah rapi dengan balutan jas dan celana senada, membuat dada sang ceo kelihatan maskulin,dan bau minyak wangi kesukaanku,tetapi aku pura -pura cuek,cuma suka dengan aroma minyak wanginya saja tidak dengan orangnya".
Si Bos memanggil"Gendhis tolong ambilkan buah dan puding,sebagai makanan penutup sekaligus pencuci mulut".
"Kenapa sih harus aku terus,gantian dong ada Debby dan Fitri gumamku dalam hati".
Sang Ceo calon pemilik resort langsung melirik tajam padaku,"aku juga mau,Gendhis ya kalau nggak salah nama kamu",em...iya pak sialan lagi lagi aku,sengaja mereka ngerjain aku.
__ADS_1
"Pak Bos dan pak Juna beradu pandang,akhirnya pak Bos jelasin, aku sudah bersuami dan punya anak satu".
"Aku juga mau kalau janda"....deg...batinku seperti di tampar seribu tangan ..!bercanda jangan diambil hati.
"Pak Bos menghela nafas panjang,.....enak saja aki yang duluan mendapatkan gadis kalau dia janda,gumamnya dalam hati".
"Eh pak....juna,itu ada dua janda,cantik -cantik lagi..".sembari terkekeh aku tunjuk dua sahabatku ...he...he....
"Sementara semua sudah selesai makan,tinggal aku yang tertanggal,santai Ndis kita tunggu, kamu sarapan yang tenang,gara -gara dua Ceo itu,aku sengaja di kerjain,berbisik pelan di dekat Adit dan Firman".
Aku makan dengan lahap,karena takut mereka beranjak,namun semua setia menunguku makan sampai selesai.
"Ayo sudah kenyang semua kita persiapan survey tempat,siap bos Firman dan Adit menjawab,pak juna menawarkan tumpangan,siapa yang mau ikut denganku kebetulan aku dengan supirku saja".
Segera aku jawab"Firman sama Adit pak Juna biar nemenin Bapak ",jawabku singkat.
"Debby dan Fitri mengerucutkan bibir mereka,ya....Gadhis kenapa bukan kita aja ,kamu malah nawarin Adit sama Firman,katanya enjoy dengan kesendirian,tapi kan hiburan Ndis...".
"Ya sudah nanti kalau di ajak kalian ikut ya biar seneng hari kalian..".
"Pak Bos menyimak pembicaraan kami,dan terlihat cemberut,cemburu kali ,sama kamu Deb atau Fitri busikku di telinga kedua sahabatku".
"Ayo pak Anton jalan,ikuti mobil pak Juna",perintah pak Bos!!
"kami terdiam melihat Bos memasang muka datar,saling sikut-sikutan,menahan tawa".
"Pak Bos sesekali curi pandang di spion kecil tengah,aku buang muka ke kaca mobil samping, sembari terus memikirkan Almayra,Debby dan Fitri senyum-senyum sendiri ketika beradu pandang ".
__ADS_1