Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Draft 62 Persipan Doa bersama dan kejutan.


__ADS_3

***


"Ndis aku mau nagih janji..!!".Debby ingat akan janji Gendhis yang mau mengcrembathnya.


"Janji apa ya?!,.." sepertinya aku nggak punya Janji apa-apa Dengan senyum mengembang Gendhis pura-pura lupa.


"Aih....tuh kan ....Fit.....! baru tadi pagi aku di suruh tlf Bos Galih sekarang udah lupa"Debby merajuk manja,Gendhis mengedipkan mata ke a rah Fitri mereka menahan tawa.


"Ha...ha...hua...." Akhirnya tertawa lepas tak kuasa melihat tingkah Debby.


"Iya...iya...aku pijitin bentar habis sholat langsung aku crembath..!" Gendhis menepati janjinya.


Tanpa sengaja Debby mengetik sebuah pesan ke Bos Arjuna,ternyata Debby jatuh hati kepada si Bos.


Dan dia juga menggundangnya hadir di acara Gendhis dan nenek besok hari minggu.


"Assalamualaikum ..".


Hai Bos datang ya ke acara Gendhis.ia mau bikin acara kecil kecilan menempati rumah pemberian Almarhum bang Sardan.Sekaligus memberi kejutan ke nenek Sartijah.


Maaf Bos ya acaranya dadakan..! Kami kangen ngumpul sama Bos Juna,terutama aku.Bercanda sih..,kalau beneran juga nggak apa-apa sih ๐Ÿคญ๐Ÿคญ.


tangan putih Debby masih lanjut mengetik pesan Whatshap.


Aku berharap Bos Juna peka terhadap perasaanku, yang nggak bisa di bohongi ini..!.


"Ndis sorry ya gue undang Bos Juna biar seru!?".


Debby tersenyum lebar sembari memperlihatkan gigi gingsulnya.


"Terserah kamulah..!!,diam diam ada yang jatuh hati nih sama si Bos ono..!?".Sembari merapikan wadah tempat krim crembath setelah mengcrembathnya.


"Makasih beb..!engkau memang sahabat yang pengertian..!!.kata Debby setelah merasakan pijatan Gendhis.


Fitri menimpali "Jadi perjanjian kita yang 10 tahun batal ya..,baru berjalan 1 tahun!?" senyum tipis keluar dari bibir Fitri.


Aku bahagia melihat 2 sahabatku yang lucu dan selalu kompak.Terimakasih tuhan engkau telah memberikan kebahagian di tengah orang orang yang baik ini.


"Aku juga mau cari gebetan ah.....!!, kamu Ndis nyari juga nggak..!!".Tanya Fitri sembari tertawa renyah.


"Ah.....kalian tau sendiri aku masih belum bisa move on dari almarhum bang Sardan..!".


"Mudah mudahanlah kalian yang cepat dapat pasangan aku ikut seneng ..!!".Gendhis mendoakan.


Amin secara bersamaan. Debby dan Fitri mengamini doa Gendhis.

__ADS_1


Dret....dret...dret....


"Waalaikumsalam.."


Ok sayang ..! aku akan datang untukmu.Aku juga kangen.Sampai jumpa besok,aku akan segera berangkat sore ini..!,Jawaban Bos Galih menerima pesan dari Debby.


"Yes...yes...yes...!!".Debby berteriak kegirangan.


Ekspresinya yang membuat Fitri dan Gendhis saling berpandangan dan mereka berdua membulatkan mata secara bersamaan.


"Kerasukan apa anak ini Ndis.."?Fitri bertanya pada Gendhis.


"Bos Juna membalas pesanku, Ndis,Fit..!!sungguh tak kusangka pucuk di cinta ulam pun tiba..!!".Debby memberi tau Gendhis dan Fitri kalau cintanya di sambut oleh Bos Arjuna.


"Yang bener...!!",Fitri ngak percaya.


Plak...plak...๐Ÿคœ๐Ÿค›....,Debby mengepalkan tangan ke kedua sahabatnya,Fitri dan Debby.


Aku tak menyangka Bos Arjuna menerima pesan Whatshapku,apakah dia juga menerima cintaku,entah mengapa aku sangat mencintai pria yang sebenarnya mencintai Gendhis sahabatku.


Tetapi Gendis berkali-kali mengatakan dia tidak cinta dengan Bos Arjuna.Gendhis malah mendukung cintaku ke Bos Arjuna.


Perjanjian kami yang tidak mengenal laki-laki selama sepuluh tahun juga sudah di bubarkan gara-gara aku kasmaran sama Bos Juna.


Beruntung sekali aku mempunyai teman seperti Gendhis dan Fitri,mereka bukan hanya teman,mereka sahabat terbaik sudah seperti adik atau kakak satu sama lain.


Sementara rencana jahat Nenek Sartijah sudah tersusun rapi!!.


"Sudah turunkan aku di sini kalian berjaga jaga kalau hari ini bisa kita lancarkan aksi hari ini, tetapi kalau hari ini nggak bisa besok kita kerjakan,tunggu telefon dari aku jangan gegabah..!!".Perintah nenek.


"Baiklah nenek Sayangku aku akan istirahat sembari nunggu Perintah!!".Tangan Pedro dengan nakal mencubit pipi yang mulai mengendur.


Sementara acong hanya bergidik sembari bahunya bergerak turun naik membatin Pedro kok doyan sama nenek sartijah yang berwajah mak lampir,memang benar kata pepatah orang yang jatuh cinta t*i pun rasa coklat.


Nenek segera berlalu dan berjalan ke arah rumah Gendhis peninggalan dari Bang Sardan.


"hiwi....,hwi....,hwi.....!!".Acong seperti orang kedinginan.


"Kenapa kamu hiwi...hwi...hwi....!?".Tanya Pedro ...


"Kamu mau tau kenapa..? aku heran saja sama kamu kok bisa-bisanya kamu jatuh cinta,dan menjalin hubungan dengan nenek Sartijah,aku saja gratisan ogah..!!".Acong memasang wajah datar dan penasaran.


"Haduh...haduh....!!,kamu memang bodoh,mana mungkin aku mencintainya?asal kamu tau ya!!aku hanya memanfaatkan dia supaya uang tetap mengalir,dan lumayan lah sembari menyalurkan hasrat yang tak tersampaikan ke Maimunah!!".Ternyata pedro orang yang licik sekaligus maniak s*x.


"Terserah kamulah itu urusan kamu yang penting bukan aku ..!".Titah Acong sembari menancap gas dengan kecepatan penuh menuju persembunyian yang tak begitu jauh dari perumahan Gendhis.

__ADS_1


***


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum ".Nenek memberi salam san berpura-pura bertaubat jadi orang baik.


"Waalaikumsalam ".Jawab Gendhis,Debby,Fitri secara bersamaan.


Nenek ....??


Dengan senyum mengembang dari kedua sudut bibir Gendhis kemudian melangkah menyambut nenek Sartijah.


"Loh kalian bertiga ...!!".Tanya nenek Sartijah,dengan wajah kesal berpura-pura tersenyum padahal di hati geram.


"Iya nek biar ramai kita ngumpul bareng-baren..!!".Gendis merangkul nenek dan menggandeng tanganya.


"Aku boleh nggak langsung istirahat saja,kepalaku pusing..!!".Tentu saja nenek pusing karena habis berhubungan badan dengan Pedro,kalau bukan karena ilmu jahatnya kemungkinan sudah drop.


Apa aku harus membunuh mereka semua dengan kobaran api,aku yakin mereka semua tak akan berkutik .


Aku harus memulihkan tenaga dulu setelah melayani Pedro cukup membuat tenaga habis.


"Itu kamar nenek udah ready ..!".Debby membukakan pintu kamar utama di lantai satu. Sengaja sprei sampai horden diganti semua.


Nuansa Coklat menambah elegan kamar tidur nenek Sartijah.


"Makasih ya kalian sudah menyiapkan kamar yang nyaman dan indah untukku..!!".Dengan nada yang parau nenek segera masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk pilihan Gendis.


Mataku sangat lelah dan rasanya kantuk ini tak bisa di elakkan lagi..!, soal rencanaku tadi biarlah nanti saja selepas pening di kepalaku dan kantuk ini hilang.Sembari membatin dan memejamkan mata akhirnya nenek Sartijah terlelap.


"Ndis sudah aman Nenek terlelap seperti kecapekkan habis lari marathon ..,maklumlah usia sudah tua kali ya..!"...Debby berjalan meninggalkan nenek menuju Gendhis dan Fitri.


"Syukurlah nenek senang..!!".Gendis merasa lega mendengar pernyataan Debby.


Untuk mengalihkan perhatian nenek supaya tidak ada kecurigaan."Fit tugas kamu besok ajak nenek beli pakaian..ya..!!,".Sementara aku dan Debby,Gadhis,Mama yang nyiapin acaranya.


Syukurlah nenek sudah menjadi orang baik,mudah mudahan selamanya baik,mungkin setelah Bang Sardan almarhum Nenek banyak-banyak berdoa untuknya.


Semoga almarhum senang dengan kita mengadakan doa bersama besok untuk beliau, dan nenek juga berkumpul bersamaku sesuai keinginanya,menjadi seperti nenekku sendiri.


Semua telah matang kami persiapkan, kamipun memutuskan untuk tidur karena hari sudah larut.


Kita istirahat di depan televisi saja,kebetulan ada kasur busa yang sengaja aku beli untuk di pakai cukuplah bertiga.


Sementara Gadhis,Mama,Almayra dan ayah Rangga memutuskan besok saja datangnya,sembari mama mempersiapkan kue kue tambahan untuk hidangan para tamu.

__ADS_1


Dering telefon terdengar dari kamar nenek,namun kami tak berani membangunkan nenek kasihan kecapekkan.


__ADS_2