
********
Gendis mengundang Bos Galih ke rumah,kali ini Gendhis ingin Bang Sardan dan Bos Galih,mendengarkan penjelasan mengenai perasaanya ke mereka berdua.
Seperti biasanya Bos galih selalu datang tepat waktu,begitupun Gendhis,Si Bos selalu mengambil kesempatan untuk menarik simpatinya.
"Pagi Bos...??".
"Pagi sayangku,....".
Eh si Bos,katanya harus jaga rahasia ini kok manggil sayang sih....?!.
Kan sepi cuma kita berdua,boleh dong manggil sayang..??,timpal Bos Galih.
"Bos nanti bisa nggak...?? ,datang ke rumah".
"Pasti aku datang...!!".
Habis magrib ya,ada hal penting yang mau aku sampaikan.
"Alhamdulillah, akhirnya aku di terima!!".
Gendis menatap Bos Galih,dengan rasa kasihan,padahal bukan itu yang mau ia sampaikan,nanti!.
Sampailah mereka berdua di mejanya masing masing,Bos Galih masuk ke ruanganya,ge dis bergabung dengan Debby dan Fitri.
Hari ini ada yang berseri seri rupanya, ada yang mau selingkuh dari kita..!!,Debby duduk di kursi sembari mengamati kuku kuku panjangnya,yang sengaja di cat warna merah Maroon!!.
"hmmm.....",kalian salah paham..!!.
Justru nanti momen yang tepat,aku akan mengumpulkan, Bos Galih dan Bang Sardan untuk menjelaskan kepada dua orang ini,supaya tidak berlarut larut dan aku nggak mau ngasih harapan ke mereka.
Sesuai kesepakatan kita,sepuluh tahun kita menjanda nanti barulah umur 35 kita mulai memikirkan percintaan kita.
Usia kita sekarang 25 tahun,cukuplah 10 tahun untuk mencari kebebasan,dan ketenangan dulu,jangan khawatir aku akan menepati janji kita bertiga.
"ha...ha...ha...,bercanda kita Ndis...?!,apapun keputusanmu kita dukung kok,asalkan itu yang terbaik,iya nggak Fit...".
"Betul...betul...betul....",Fitri sembari menyerahkan berkas kepada Debby dan Gendhis, yang sedari tadi,bekerja sembari mendengarkan celoteh dua sahabatnya itu.
Firman ,Adit taksengajamenguping,keduanya tertawa lalu mencibir.
"Hem....apa iya ...??!,seperti itu...??hiks....hiks...",Adit memicingkan mata kepada Firman,menggoda Debby, Gendhis dan Fitri.
Bos Galih keluar dari ruanganya,mereka pun segera menunduk,dan tak berani mengangkat muka,langsung mengerjakan pekerjaan masing masing.
Beberapa menit berlalu,mereka melepas tawa pecah.
"Ayo...ayo..ayo..kerja!!",jangan ngakak aja kalian.
"Gendhis memberi peringatan!!".
__ADS_1
"Baik bu Bos....!!".jawab Adit....menggoda Gendis,yang tadi sempat mendengar Bos Galih menaruh hati pada Gendhis.
Bos menelfon,telefon kantor ,yang mengangkat Debby.
"Ya Bos...".Debby di sini.
"Bentar lagi kita meeting dadakan,kasih tau semua team untuk bersiap siap",perintah Bos Galih.
"Team dari PT Adigua,mengajukan penawaran tolong kalian kondisikan.bos Galih mengusulkan sepaya kita memenangkan tender untuk yang kesekian kalinya"
Ayo semua siap siap,kita di panggil Bos ada meeting dadakan,tempat di lantai tujuh.
"Selama ada tiga janda Srikandi Bos Galih insyaallah,kita tidak terkalahkan,bonus bakalan mengalir terus",itulah Debby terlalu percaya diri.
"Amin....",Firman dan Adit melirik tajam Pada Debby.
Debby tertawa lebar,"Tentu saja dengan arjunanya,Adit dan Firman.....ha...ha...ha..".
"Ya sudah ayo ayo semua...".Gendhis mengajak semua berdiri menuju tift lantai tujuh.
Setibanya di atas Bos Galih sudah duduk di kursinya,menatap sekilas pada Gendhis.
***********
Seharian berada di kantor, perdebatan yang sengit,ketika di ruang meeting,membuat semua tenaga terkuras.
Setelah selesai meeting,Gendhis langsung mendekati Bos Galih,semua tersenyum lebar lagi dan lagi,tender di menangkap oleh Pt Cakrawala Nusantara.
"Bos lapar....!!".
*******
Siang telah berganti malam,matahari telah terbenam di bawah garis Cakrawala,di sebelah ufuk barat,langit mulai terlihat merah,pertanda sebentar lagi hari akan gelap.
Begitu juga Bos galih hatinya telah berubah,berbunga bunga membayangkan cintanya diterima Gendhis,statusnya yang sendiri,bisa berubah menjadi berdua dengan pasangan tercinta.
Bos Galih segera bergegas memilih baju,di lemari ,namun tidak ada satu pun yang pas,padahal apapun yang di kenakanya terlihat tampan dan keren.
Akhirnya sebuah kaos oblong dan celana casual yang akhirnya melekat sempurna dan sebuah jaket terbatu limited edition yang cocok di gunakan di musim dingin seperti ini.
Berangkatlah menaiki mobil sedan sport keluaran terbaru warna hitam,penampilan yang sungguh sempurna,dari mobil sampai penumpangnya,sungguh membuat semua wanita ingin memikatnya.
Tak begitu lama sampailah di rumah Gendhis,karena Bos galih mengemudi dengan kecepatan penuh,kebetulan jalanan juga kosong.
Tetapi begitu sampai rumah Gendhis di lajukan dengan perlahan sampai,mesinpun tidak kedengaran.
Segera bergegas turun,dan mengetuk pintu rumah Gendhis.
"Assalamualaikum ..".
Dag...dig...dug....menanti pintu di buka.
__ADS_1
"Waalaikumsalam",pintu di buka oleh bang Sardan,yang baru saja menunaikan sholat magrib,dan masih memakai baju koko.
Deg....
"Gendhis ada..!?".
Bang Sardan pun,menatap nanar,karena yang datang ternyata Bosnya Gendhis, nyalinya pun menciut,pantas saja Gendhis menolakku,gumamnya dalam hati.
"Masuk Pak,silahkan duduk,saya panggilkan Gendhis...!!.
Segera Bos Galih,masuk dan duduk ruang tamu,Almayra berlari kecil memanggil.... "Om....Galih...,apa kabar,kapan ajak Almayra jalan-jalan".
"Iya Sayang kapan Almayra mau..??.
"Tanya Bunda Gendhis??".
"Om Galih kapan saja siap ajak Almayra jalan-jalan,nanti biar Bunda atur waktunya..".
Gendhis keluar dari dapur membawa cemilan kue nastar dan minuman,untuk mereka bertiga.
Bang Sardan duduk di sofa panjang bersanding dengan Bos Galih.Sementara Gendhis duduk di sofa pendek .
"Ayo di minum,Bos..,Bang Itu di buka kuenya,kita ngobrol sembari mencicipi kue buatan Mama",perintah Gendhis,kepada kedua orang yang akan nerima jawaban Gendhis malam ini.
Mama keluar mengambil Almayra,karena sudah tau ini pertemuan penting.
Ayo Almayra jalan jalan sama Oma,kita pergi ke taman dekat komplek,ada bis tayo yang biasa keliling komplek.
"Ayo ayo di minum,dicicipi kue buatan Mama,enak lho...",Mama menyuruh Bos Galih Dan Bang Sardan menikmati hidangan ala kadarnya.
Menghela nafas panjang,sambil memakai mukena,Gendhis dengan cueknya menemui Bos yang sudah berpenampilan rapi dan wangi khas kesukaan Gendhis.
Bos Galih dan Bang Sardan,jangan marah dan jangan berubah sama Gendhis ya...??,mohon maaf beribu ribu maaf....Gendis harus ngasih jawaban!!.
"Gendis belum bisa menyembuhkan hati gendhis yang terluka,masa iddah pun baru selesai ...iya kan??".
Satu lagi Gendhis,Debby dan Fitri,kita bertiga saat ini memikirkan karir,dan bertekad memajukan perusahaan Bos Galih.
"Dan kami juga sudah buat kesepakatan untuk tidak melakukan hubungan paling sedikit Sepuluh tahun".
Jadi itulah kenapa malam ini saya sengaja menyuruh Bos Galih Dan Bang Sardan berkumpul..!!
Maaf ya,kita menjalin persaudaraan saja,nanti kalau kita ada jodoh entah siapa jodoh Gendhis,pasti akan ketemu juga.
Tetapi jangan berharap pada Gendhis atau menunggu Gendhis, saya tidak mau kalian ikut Saya menjomblo!!
kalau ada wanita yang sudah pas di hati kalian, segeralah menikah,satu lagi Gendhis juga sudah ada Almayra, kalian cari yang masih singgel,jangan ngikutin aku..!!.
"Aku tidak perduli Ndis kamu sudah punya anak ,aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun,sampai kamu menemukan pasangan baru..!!",Bos galih tak mau kalah menjelaskan juga isi hatinya.
Bang Sardan hanya terdiam menunduk,tak mampu berkata apa apa,dia merasa minder.
__ADS_1
Dia berharap Gendhis suatu saat bersanding dengan Bos Galih,tak mampu menandinginya,asalkan Gendhis bahagia,apapun dia rela lakukan.gumam Bang Sardan.
Cinta tak harus memiliki,namun tak tau siapa yang dipilih Gendhis kelak,semua kita serahkan pada yang kuasa,sudah pasti yang terbaik buat Gendhis..!!.