Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 15 Mencari jejak Gendhis dan Gadhis


__ADS_3

"Ayah rangga kebingungan,aku dan Gadhis di telefon nggak bisa,Bagaiman ini Ma...?apa kota lapor polisi,ke tiga keluarga kita hilang,coba kita cari,tapi ke mana".


"Sudah telofon Raka,nggak ke sana ,mau telefon ke teman-teman Gendhis kita nggak punya no handphone nya"


"Aku baru ingat Yah,persediaan Almayra menipis,


jangan-jangan ke Supermarket,tapi kalau ke situ masa sih sampai sekarang belom pulang,tapi kita coba aja Yah".


"kita sudah mondar mandir nggak ada coba tanya pegawai Supermarket,barangkali mereka tau".


"Mbak mau tanya,apa tadi ada orang yang seperti di foto ini belanja,coba lihat pak...,oh iya ada pak tadi ber tiga kan,sama anak kecil,belanja agak banyak pak,oh gitu makasih ya infonya".


"Kemana lagi Yah kita ...mencari,biasanya kalau bawa motor lewat jalan kampung sana,coba kita lewat,kita memasuki gang kampung,Yah berhenti.....,itu sandal Almayra,berarti daerah sini-sini aja,coba kita tanya-tanya warga sekitar".


"Setengah jam kita mengitari kampung ini,sudah tanya kesana kemari,nggak ada satu orang pun yang tau,apa jangan-jangan ulah Dewa,yah...".


"kita telefon Dewa,...hallo,...hallo....tumben, segera di angkat,iya Yah,ada apa...?,apa kamu bersama Gendhis,Gadhis,Almayra,hah.....kan mereka di rumah Ayah...,jangan bercanda kamu Dewa,sekarang katakan di mana mereka,ini sudah hampir jam sepuluh malam,sebentar lagi tengah malam".


"Enak saja mereka menuduh aku ,emangnya kalian menuduh aku,menculik mereka...,aku juga tidak segila itu",awas saja kalau ada apa-apa sama Almayra,aku bawa ke pengadilan,aku perkarakan,akan aku ambil hak asuh Almayra,ke tanganku,kenapa kalian teledor menjaga anakku".


"Sudah-sudah ini namanya musibah,bentak Ayah Rangga,mana mungkin kita teledor menjaga Almayra, kalau tau begini aku juga melarang mereka keluar,sekarang bukan waktunya saling menyalahkan,kita cari kemana keberadaan mereka saat ini".


"Kalau kamu mau bantu terserah,kalau nggak ya biar aku cari sendiri,karna mereka sudah ku anggap separuh jiwa kita ada bersamanya,terakhir dia ke Supermarket, kita sudah cek ke sana,sepulang dari sana,kita menemukan sebelah sandal Almayra".


"Telefon di matikan Ayah Rangga secara sepihak".

__ADS_1


"Bang Dewa melamun,memikirkan ke mana kira-kira mereka pergi,kenapa di telefon tidak bisa di hubungi".


"Sementara,Ayah Rangga dan Mama Artha pulang sembari mata Mama sembab,tak tau harus berbuat apa dan mencari kemana, pencarian terpaksa di hentikan, rencana besok tanya teman kantornya".


"Mama Artha menangis sepanjang malam,membayangkan di mana mereka,malam semakin larut,dingin pun semakin ke tulang,bagaimana nasib anak dan cucuku".


"Ayah melamun duduk di kursi sepanjang malam,memikirkan langkah apa yang harus di ambil,sembari telefon om Raka,mereka berunding,mondar mandir keluar masuk rumah dan duduk di teras,merokok tanpa henti,menjadi teman memikirkan kami".


"Sepertiga malam Ayah mengajak Mama sholat malam dan doa bersama,dengan hikmahnya sampai Ayah mengeluarkan air mata,demikian juga Mama Artha,memohon petunjuk kepada sang pencipta,dilanjutkan ibadah selanjutnya sampai pagi tiba".


"Ayah dan Mama bergegas mandi,setelahnya,tak lupa sarapan roti karena,mereka minum obat,bagaimana bisa makan ,sementara anak anak mereka di luar sana tidak tau sudah makan apa belom".


Om Raka telefon"kak Rangga,aku sama Siska ikut nyari anak -anak....,"Ya udah kamu siap-siap tak jemput ,aku sudah mau berangkat,iya kak biar siska tutup warungnya ,sembari nunggu kakak,aku juga libur nggak ke kantor,sengaja Om Raka ngambil cuti,karena dia paling,cepat bertindak kalau ada apa-apa dengan keluarga.


"Ayah segera memencet klakson,cukup berhenti di luar pagar, karena segera menuju kantor Gendhis,segera Om Raka menawarkan biar dia saja yang membawa mobil,Mama duduk di belakang bersanding di bangku belakang dengan tante Siska,istrinya Om Raka".


"sampailah di depan kantor kami parkir di tempat parkir tamu,nampak beberapa meter dari kami parkir,teman -teman Gendhis berjalan beriringan setelah mereka bersalam salaman,segera Mama turun memanggil Debby,sontak mereka menoleh ke belakang".


Iya bu,mana Gendhis,kok belom kelihatan biasanya kita selalu pas nyampainya,"justru kami sengaja datang ke sini mencari Gendhis,mau telefon kalian semua ,nggak punya no telefon kalian".


"Mama menceritakan awal kronologisnya,bahkan sudah tanya ke Dewa suaminya,nggak tau".


"Mereka langsung melonggo,semua mata membulat,mendengar penjelasan Mama,Si Bos Galih datang mendatangi kami,heran mengapa ada ramai-ramai,setelah mendengar penjelasan dari Fitri,Bos pun terkejut".


"Spontan Bos menenangkan Keluargaku,dia langsung mengerahkan,anak buah di luar kantor untuk mencari kami".

__ADS_1


"Catat no telefon kami satu-satu bu kalau ada apa -apa hubungi kami....,sepulang kantor kami akan ikut mencari juga".


"Mama menangis lagi mengetahui teman -teman kantor nya juga nggak ada yang tau,tante Siska dan om Raka berusaha menenangkan Mama".


"kita coba cari ke teman teman Gadhis,siapa tau ada titik terang,kita harus ke Bandung,kita langsung ke tempat kuliah Gadhis".


"Langsung saja kita berangkat,tanpa persiapan apa-apa yang penting kita bawa uang ,masalah lain-lain kita pikirkan nanti".


"Kita ke pihak kepolisian dulu Kak,minta bantuan pencarian kita buat laporan,aku khawatir sekali sama mereka"


"Ya sudahlah,setelah dari kantor polisi kita langsung ke Bandung".


"Ayah dan Om Raka segera menuju ke kantor polisi ,menjelaskan dari awal, sampai pencarian saat ini,memohon bantuan kepada pihak yang berwajib".


"Pihak yang berwajib menanyakan kira-kira,ada orang yang di curiga'i dari Gendis atau Gadhis,tentu saja kami curiga sama,Dewa...terpaksa kita menceritakan kisah Dewa,Gendhis,Mawar,sampai perihal Gendhis mengajukan gugatan cerai,dan Dewa pernah bilang ke temanya, akan mengambil anaknya


Almayra".


"Selesai sudah surat kehilangan di buat,Om Raka dan Ayah segera pamit dan bersalaman melanjutkan perjalanan menuju Bandung,tempat Gadhis menimba ilmu,menyelesaikan studi jurusan kedokteran".


"kami berbincang-bincang setelah ke tempat kuliah dan ketemu teman-teman Gadhis,kita ke kos nya,mata Mama sembab sekali,menatap kosong ke depan untung ada tante Siska yang terus memberi semangat, meyakinkan keponakanya baik -baik saja ,tante yakin mereka anak -anak yang kuat".


"Mata Ayah tak bisa lepas dari jalanan,setiap ada motor ninja warna merah ,di pandangi dengan lekat berharap Gendhis dan Gadhis,apa lagi kalau ada anak kecil menangis ,membuat semua


hati di dalam mobil bergetar hebat".

__ADS_1


__ADS_2