Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 67 Pov Acong.


__ADS_3

****


aku malas sebenarnya mengikuti perintah nenek Sartijah. Tetapi sejak keluar dari penjara memang dialah yang memberi makan aku dan pedro.


Disaat keluar dari penjara, dalam hati aku akan menjadi orang baik .Setelah bertahan tahun menjadi orang jahat capek juga ternyata.


Inginya hati mencari pekerjaan yang halal dan mencari istri yang mau menerima aku apa adanya .


Tetapi karena ajakan nenek Sartijah hati yang jahat kembali bergejolak pikirku ini yang terakhir Tetapi malah gagal kenyataannya.


Aku menjadi bingggung apa yang harus aku lakukan saat ini,polisi sebenarnya juga sudah mencium gelagat kami berdua.


Nenek Sartijah,Pedro dan Acong tetap berada di pengginapan.Nenek sudah merasa diincar polisi tak berani menampakkan batang hidungnya. meskipun memakai masker tetap tidak berani.


Acong bilang masih saja dapat dikenali dari fisiknya.


"Kami pergi ya nek cari informasi..nenek istirahat dulu biarkan yang muda yang bergerak..!".Pedro berpamitan ada beberapa keperluan yang harus di beli, sekalian mencari inspirasi buat mereka kabur.


Dengan muka cemberut muka di tekuk duduk mematung. nenek menyandarkan punggungnya di kursi penginapan .ditinggal pergi kedua anak buahnya.


"Cong kok aku jadi takut kita ketauan ya...!?".Pedro merasa langkahnya sudah tidak aman lagi.


"Dro apakah nenek pe*t itu kita tinggal saja biar dia di penginapan saja.Ribet setelah tau kegagalan kita membunuh Gendhis bagian terakhir kita tentunya tidak di bayarkan...!?".Usul acong.


"Kamu gila apa ..? biaya operasional kita siapa yang tanggung..? kalau nenek Sartijah kita tinggal..!?".kata Pedro mengingatkan.


"Benar juga kamu ....?selama ini kita hidup dari bayaran nenek p*ot....!?".Timpal Acong.


"Ini juga gara gara ambisimu yang tidak ada habisnya Dro rencana awal kita tobat sekarang malah kumat...!?".Acong menggungkit Pedro terus karena kekesalanya.


Apa aku harus meninggalkan Pedro secara diam diam aku sudah capek kalau harus mendekam beberapa tahun lagi di penjara.Sepertinya Pedro sangat sulit diajak tobat selalu saja mencari cari alasan. Acong berfikir sendiri dalam hati.


Sesampainya mereka melewati rumah sakit dimana Gendhis dan teman temanya dirawat akhirnya ada salah seorang polisi yang curiga terhadap mobil van jelek yang di bawa Acong dan Pedro.


Cong cepat ayo sepertinya kita diikuti dari belakang. Loh sih ngapain mondar mandir kayak orang mau nyerah diri aja.

__ADS_1


Jujur aku sudah capek jadi orang jahat. aku mau kabur sejauh jauhnya ke pulau terpencil .Aku mau memulai hidup yang baru terserah kamu mau ikut atau kembali ke nenek Sartijah.


Ceklek....


Ceklek....


Kita sehidup semati jangan kau tinggal aku sendirian. Enak saja kamu Cong ...!. Kita selesaikan dulu misi kita tunggu kita pergi sama sama.


Kamu tau apa yang aku pegang ini pistol glock yang sudah lama tidak aku gunakan . Sekali tembak tau sendiri kamu dia sangat mematikan bukan..?


Pedro benar benar licik tunggu ada kesempatan aku langsung kabur sialan..! punya teman yang sangat ambisi sial...sial...sial...kapan aku insyafnya.


Terdengar sirine persis di belakang mobil mereka .Keduanya panik terjadilah kejar kejaran antara mobil yang di kemudian Acong dan 2 polisi.


Tak diragukan Acong membawa mobil memang jago banget sudah tiga puluh menit mereka saling kejar kejaran. Lampu merahpun di terobos untung tidak ada korban.


Karena Acong masuk terlebih dahulu di depan mobil tronton besar polisi kuwalahan mengejar. Terpaksa mobil polisi berhenti dikarenakan ada kereta api melintas .Acong telah melewati rel tersebut. Mereka pun lari terbirit birit menuju desa terpencil.


Yaah...akhirnya kita lolos....!


"Kamu masih mau kembali menemui nenek Sartijah...?..Dro...!".Tanya Acong .


"Cemen loh ..Dro...!".timpal Acong.


Mobil dilajukan dengan kecepatan sedang Acong berjalan menyusuri jalanan berkelok kelok tampak dari jauh petani sedang menanam padi. Kelihatan adem banget jadi orang desa.


Mudah mudahan kelak aku seperti mereka hidup damai, tenang.Aku akan memulai dari nol mudah mudahan doaku terkabul.


Aku sangat bersyukur akhirnya Pedro mau menuruti kemauanku . Inilah yang dinamakan mukjizat tuhan.


Tak henti hentinya aku berucap syukur pada tuhan . Semoga dosa dosaku segera diampuni aku benar benar ingin bertaubat.


Perut tiba tiba keroncongan,namun belum kelihatan ada warung dari tadi.Adzan di handphone berkumandang. Aku segera menepi rasa haus tak bisa diajak kompromi .


Mata di suguhkan dengan mata air yang jernih aku ambil air wudhu sekalian aku minum.Pedro aku bangunkan tetapi tetap ia tak mau bangun.

__ADS_1


Seorang bapak bapak juga mau berwudhu .Aku menoleh kanan dan kiri ada setumpuk jerami.Aku meminta izin kepada petani yang tadi berwudhu untuk menunaikan ibadah .


"Pak mohon maaf bisa saya menumpang beribadah di sini....!?".Acong tersenyum sembari meminta izin.


"Ayo nak kita beribadah bareng sama aku di pondok sana..! sudah pasti bersih..!" .Ajak petani tersebut.


"Alhamdulillah pak mari..! dengan senang hati kalau saya enggak mengganggu ..!?".Timpal Acong.


Pak petani dan Acong berjalan beriringan menuju pondok milik pak tani tersebut. Mereka segera menunaikan ibadah yang di imam'i oleh pak tani.


Tanpa terasa mata Acong sembab. Sembari beribadah air mata mengalir benar benar bertaubat .


Setelah melaksanakan ibadah pak petani sempat menanyai Acong dari mana asal usulnya hingga sampai ke desa Sidomakmur ini.


"Saya dari kota pak mau merubah nasib...!hijrahlah..! siapa tau ada pekerjaan halal untuk saya dan teman saya ..!?".Jawab Acong sembari duduk bersila di sebelah pak tani.


"Loh kok aneh hijrah malah ke desa yang hasilnya kecil. Dimana mana hijrah ke kota gajinya sudah tentu besar..!?".Timpal pak tani .


"Oh iya nama kamu siapa...!?".Tanya pak tani .


"Nama saya Acong pak..! teman saya yang di mobil itu namanya Pedro..!".Jawaban Acong sembari membungkukkan badan.


Kalau saya namanya Sholeh kebetulan saya RT di lingkungan saya.Kalau mau kalian boleh bermalam di rumah saya. kebetulan ada satu kosan yang orangnya baru pindah karena sudah bisa bangun rumah sendiri.


Oh bapak punya kos kosan juga, kebetulan sekali pak boleh saya ngekos di tempat bapak ya ...sembari mencari kerja.


"Boleh boleh saja ..! memang untuk keluarga dan remaja tetapi harus jelas dan terutama orang baik ...!?".Ucap pak RT.


"Iya pak paham intinya syariah ya kan pak..!?".Timpal Acong.


Untuk malam ini gratis,nanti kalau benar benar mau sewa besok baru kita buat kesepakatan dan perjanjian yang sudah ada peraturannya di tempat saya.


Acong akhirnya merasa bersyukur menemukan orang yang tepat.Segera Acong mengajak pulang bersama menaiki mobil van yang berstatus milik orang yang sengaja di sewa.


Acong membangunkan Pedro dan menyuruh untuk berkenalan dengan pak tani.Sepanjang perjalanan Acong menjelaskan apa yang sudah di bicarakan dengan pak RT yang bernama Sholeh.

__ADS_1


Tiga puluh menit sudah perjalanan yang di tempuh akhirnya sampailah di sebuah rumah berderet yang kelihatan sangat asri dengan halaman yang sangat luas.


Dan disuguhkan dengan 4 orang Gadis yang cantik yang ternyata anak pak Sholeh.Tentu membuat Pedro yang langsung terbelalak melihatnya dan rasa kantukpun hilang.


__ADS_2