
"Sementara Almayra bermain-main di taman, rumah orang tua Gendhis,Gadhis mengawasi dari teras,Mama dan Ayahnya sedang sibuk di pekarangan belakan rumah"
"Almayra minta Gadhis ambilkan susu,ketika kembali ke teras,tiba tiba ada Bang Dewa,Gadhis kaget bukan main".
"Hay dhis...?,iya Bang,aku mau ajak Almayra jalan-jalan,Bundanya kerja ya....?,iya bang, kakak
ke luar kota, ada proyek tadi pagi di jemput mobil kantor dengan teamnya".
Mama dan ayah menuju teras"ada Dewa yah..
masuk dulu ,Dew...nggak usah Ma,Yah...aku mau ajak jalan Almayra".
"Nanti pulangin jangan malam- malam ya Dew...,
iya Ma".
"Kedua anak manusia beranjak pergi,ada rasa sedih yang tak terhingga di hati Mama Artha,sesak memenuhi ruang hati sang Mama,
tak terasa air mata mengalir begitu saja".
"Almayra sangat senang jalan jalan bersama Papanya,hari yang dinanti-nanti bagi sang anak "
"Dewa,sangat menyesal,mengabaikan permintaan Almayra Selama ini,tapi dia juga sangat mencintai Mawar,rasa yang terlanjur bersemayam".
"Ku ajak mampir ke rumah Mawar,aku ingin melihat bagaimana perlakuan Mawar sama anakku,sekalian aku kenalkan dengan calon Bunda barunya,dan gendis harus menyetujui aku menikah lagi dengan Mawar".
"Dengan senangnya Mawar menerima Almayra,segera di gendong,tetapi Almayra menolak ajakanya,memang dia kalau kenal orang baru belom mau di ajak".
__ADS_1
Gendis telefon ke ponsel Mama Artha,"Assalamualaikum Ma....gimana almayra baik baik saja",iya baik baik saja Ndis tapi sekarang di ajak papanya jalan-jalan,aku bilang pulanginya jangan malam-malam ,mau bagaimana lagi..? Aku mau melarang juga nggak mungkin,Dewa kan juga Papanya,punya hak juga .
"Ya udah Ma...,mudah-mudahan nanti benar benar di kembalikan perasaanku nggak enak kalau Almayra ikut Bang Dewa".berfikir positif aja Ndis,kamu yang tenang di sana fokus kerja,Mama doain menang tendernya nanti,iya ma...amin.
"Waktunya ke meja meeting,kami ber tiga para wanita sudah siap dengan membawa berkas masing-masing ke meja meeting,ketika melangkah teman pria kita juga sudah siap,kita melangkah beriringan,dan segera duduk di tempat yang telah di sediakan di hotel syariah Khadijah.hotel mewah yang di pilih oleh Bos dan rekan-rekanya".
"Tinggal dua kursi,calon pemilik resort dan si Bos,tak lama mereka berdua datang beriringan,Debby dan Fitri saling cubit-cubitan, menatap kedua Ceo yang sangat tampan ,dan mempesona malam ini,kata mereka berbisik-bisik sambil menggigit bibir,mata kedua sahabatku membulat, mereka tak kuasa melihat kedua wajah nan tampan,bagiku biasa-biasa saja tak ada yang istimewa".
"Hust....jangan berisik"aku berisik di telinga mereka berdua,fokus meeting akansegera di mulai.
"kamu memang nggak bisa di ajak memanjakan mata sebentar Ndis" sembari mencubit lenganku
"Auw....sakit...ups..,maaf-maaf kalau aku, kenceng suaranya",mata si Bos langsung melotot kepada kami ber tiga.
Calon pemilik resort langsung membuka acara dan memperkenalkan diri,"Perkenalkan nama saya Arjuna Bramantya calon pemilik resort Asmara",setelah sesi perkenalan pemilik resort selesai,beliau mempersilahkan setiap perusahaan memperkenalkan profil dan kinerja masing-masing di mulai dari perusahaan kita.
"Aku maju di bagian awal,kali ini aku agak grogi,selain memikirkan Almayra,kali ini lawan lawan si bos dari kalangan perusahaan ternama,tender ini tender besar, karena luas yang akan kita kerjakan kalau deal berhektar-hektar".
"Di tambah tatapan pak Bos,dan pemilik resort tajam mengarah padaku,semuanya memang tertuju pada penjelasan orang di depan layar ,tapi kali ini aku merasakan tatapan pak Bos membuat hatiku takut salah,takut kalah ...ah sudahlah aku harus berani,gumamku dalam hati".
"Aku ambil nafas panjang.... segera ku kasih penjelasan sejelas jelasnya,tentang profil perusahaan,misi dan misi,....sembari aku kasih candaan biar suasana sedikit mencair, ketika bagianku sudah selesai, segera aku kasih kesempatan satu persatu kepada team pak Bos".
"Apa ada yang salah dengan penjelasanku tadi,atau ada yang salah dalam perkataanku tadi,kenapa pak Bos tak lepas memandangiku,selalu curi-curi pandang,ketika aku menoleh dia langsung mengalihkan pandangan".
"Gendhis...kamu begitu mempesona,selain pintar,kamu juga tidak membosankan di pandang mata,beruntung sekali suamimu,kenapa bukan aku yang menikahimu....".
"Aku ingin meeting ini segera berakhir, pikiranku hanya tertuju kepada Almayra".
__ADS_1
"Tiga perusahaan telah selesai meeting, saatnya pengumuman pemenang tender,semua telah menjelaskan keuntungan perusahaan nya kalau bekerja sama dengan pemilik resort,tak menyangka pemilik resort memilih perusahaan kita".
"Bos Galih langsung memeluk kami ber tiga para wanita dari kantornya, sampai aku nggak bisa bernafas,tentu saja Debby,dan Fitri menikmatinya ,apalagi parfum maskulin dari sang ceo sangat membuat suasana tenang wangi yang kalem aku sangat menyukai wanginya".
"Terima kasih ...,perusahaan kita menang..!!
"Dengan senyum mengembang terpancar dari semua wajah team perusahaan Cakrawala Nusantara".
"Seketika kami sujud syukur,kami para wanita langsung meneteskan air mata,beginilah Titik lemah wanita senang,susah, selalu menitihkan air mata"
"Segera kami bersalam-salaman dengan perusahaan lainya,mereka mengucapkan selamat,begitulah tender ,menang dan kalah sudah biasa bagi pemilik perusahaan lain,mungkin mereka orang berpendidikan,jadi pemikirannya luas,sembari berkata kepada kami ,belum rejeki kami".
Semua beranjak pergi,"aku ijin ke toilet dulu ya Deb....nggak betah dari tadi nahan kencing",nggak sekalian di kamar Ndis,titip berkas-berkas bawain ke kamar,aku Segera berlari,untung toilet hotel dekat dengan tempat meeting.
"kagetnya bukan main calon pemilik resort mengamatiku keluar dari toilet ,dan menyapaku,dia rupanya juga dari toilet pria,tempatnya bersebelahan sih,pria dan wanita, dia menyodorkan tangan lagi,memberi ucapan selamat,dan yang membuat aku kaget meminta no handphone ku,sembari senyum lebar dan memejamkan mata sebelah".
Terpaksa aku berikan no handphone ku,karena tidak enak kalau tidak di kasih.
"kalau ada waktu kita jalan jalan ya Ndis,tiba-tiba pak Bos melihat dari jauh baru berpisah dengan teman perusahaan lain menuju toilet ".
"I...,i...,iya Bos...".jangan panggil aku Bos,panggil.saja Juna.
Usianya masih muda juga sih
"Pak Bos Galih melirik sinis kepadaku...".
"Segera aku berpamitan dan beranjak pergi meninggalkan calon pemilik resort".
__ADS_1