Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 71 Kedatangan Bang Dewa.


__ADS_3

****


Pagi itu mereka semua sudah di perbolehkan pulang. Badan juga kelihatan segar bugar wajar saja semingguan hanya rebahan sembari pemulihan. Badan makin berisi karena terkena infus.


Semua berkumpul di ruang penjemputan setelah melalui lift rumah sakit. Dengan setianya Bos Arjuna menunggui Debby. Tak hentinya mereka bercanda seperti biasanya.


Nampak 3 mobil sudah berjejer di halaman rumah sakit .Debby tentu saja dengan Bos Arjuna, Gendhis dengan Ayah Rangga dan Fitri dengan kakaknya.


Bos Galih sedang diruang administrasi menyelesaikan pembayaran anak buahnya.Sementara Gendhis, Debby dan Fitri berbincang bincang .


"Alhamdulillah kita semua masih diberi kesempatan hidup !?". Kata Gendhis.


"Bersyukur sekali terutama aku. Dengan kejadian ini cinta kami berdua mulai tumbuh iya nggak sayang..!?". Timpal Debby dengan senyum mengembang meraih jemari Bos Arjuna.


"Hem....yang lagi kasmaran ...!?". Fitri mencibir sembari tersenyum manis.


Mengenai Nenek Sartijah bagaimana ..? pak Yono menunggu keputusan kalian..! Tanya Gadhis mengingatkan.


Hampir kami lupa saking girangnya keluar dari rumah sakit . Debby ikut menimpali.


"Kalau aku terserah Debby dan Fitri..?!". Jawab Gendhis.


Mereka bertiga saling berpandangan dan Gendhis yang pertama mengambil keputusan.


"Aku sih nggak tega nenek Sartijah dipenjara meskipun dia sudah membuat nyawa kita terancam, lebih baik kita serahkan saja ke pusat rehabilitasi dengan catatan nggak boleh tinggal sama Nawang lagi !?". Saran Gendhis.


"Iya aku setuju dengan kamu itu juga sudah suatu hukuman karena kita tau dia sudah tua..!?".Debby mengiyakan saran Gendhis.


"kalau kamu Fit.!".Tanya Debby


Aku terserah kalian, cuma aku takut kalau nenek sampai kabur dan melakukan ke Gendhis lagi .Soalnya kalau aku sama Debby bukan sasaran utamanya. Ya semoga saja dia segera tobat tetapi sudah 2 kali kejahatan ke Gendhis dilakukan. Saran Fitri dengan bijaksana.


Benar juga pemikiran loh Fit tetapi kita kasih kesempatan sekali lagi. Kalau memang masih jahat nggak mau tobat kita penjarakan seumur hidup. Debby juga ngasih saran yang bijaksana.


"Ya sudah kita sarankan pak Yono untuk menghubungi dinas sosial. Supaya cepat di bimbing ke jalan yang benar untuk dia berbuat kebaikan di akhir usianya.


Dari jauh Bos Galih nampak sudah selesai mengurus administrasi. Kami semua berjabat tangan mengucapkan terima kasih kepada Bos Galih.

__ADS_1


Nampak sorot mata bahagia dan penuh harap terpancar dari wajah Bos Galih ketika berjabat tangan dengan Gendhis.Debby dan Fitri bermain mata mengerti sinyal yang di berikan Bos Galih .


Ehem....


"Apaan sih kalian berdua..!?".Gendhis mengernyitkan kedua alisnya dan segera melenggang mengambil handphone yang dari tadi di cas di meja tak jauh dari tempatnya berkumpul.


Sekarang kalian istirahat 3 hari cukupkan ya ...?. Kita akan menghadiri proyek besar besaran yang akan diselenggarakan di Bali. Lawan kita kali ini tidak tanggung tanggung Semua perusahaan besar akan bersaing memenangkan tender tersebut.


"Insyaallah Siap Bos ...!?".Timpal Debby dengan kinerjanya selama ini Debby yakin teamnya yang terbaik.


"Kamu balik dulu ya Bos ..!?".Gendhis mulai beranjak melihat mobil dan keluarganya sudah menunggu di susul Debby dan Fitri memasuki mobil masing masing.


Mobil kamipun saling mengklakson menandakan mobil sudah siap jalan. Kami berjalan beriringan meninggalkan rumah sakit sampai di lampu merah kamipun berpencar menuju tulah masing masing yang berbeda arah.


Aku tak sabar ingin segera bertemu dengan Almayra sengaja memang Almayra menunggu dirumah dengan tante siska. Aku tak mengizinkan anakku ke rumah sakit, aku takut di rumah sakit banyak orang sakit tidak ingin anakku tertular.


Sampai di halaman aku dikejutkan dengan keadaan bang Dewa yang sangat memprihatinkan.Aku Gadhis dan Ayah Rangga juga heran kenapa bang Dewa begitu kurus dan tak merawat diri.


"Kak lihat Bang Dewa kenapa jadi seperti itu..?!".


Gendhis hanya mengannguk dan segera turun dari mobilnya.


"Waalaikumsalam..".Jawab Bang Dewa sembari menyalami Ayah Rangga dan Mama Artha. Gadhis membuka kunci rumah. mereka masuk ke dalam rumah kecuali Gendhis dan Bang Dewa yang tengah berbincang bincang di kursi teras.


"Kok nggak masuk bang..!.Sendirian mana istri dan anak abang kok nggak di ajak. Tanya Gendhis


Aku sudah lama berpisah dan sekarang aku hidup sendiri. Niatan kesini mau bertemu dengan Almayra kangen sudah lama tidak bertemu.Dan ingin sekedar memberikan hadiah mungkin tak sebagus yang kamu belikan Ndis.


"Ya tuhan Bang maksudnya abang bercerai..!?".Tak percaya kalau Bang Dewa sudah bercerai dengan Mawar yang sangat ia cintai dan dia pilih sebagai penggantiku.


Iya Ndis Mawar tidak terima dengan penghasilanku yang pas-pasan. Dia memilih berpisah, aku bisa apa kupasrahkan semua kepada tuhan. Mungkin ini sudah menjadi garis hidupku. Ini juga bentuk teguran karena dulu aku sempat menghianati kamu. Terlihat gurat penyesalan di wajah Bang Dewa.


"Ah...sudahlah bang ...! yang lalu biarlah berlalu aku sudah memaafkan abang dari dulu. Yang terpenting aku bisa membimbing Almayra menjadi pribadi yang lebih baik..!?". Timpal Gendhis


Loh kok nggak ada orang di rumah tante siska pasti mengajak Almayra kerumahnya.Sebentar ya Bang aku telefonkan Almayra.


Tring....

__ADS_1


Tring.....


Tring......


"Assalamualaikum..tante dimana...?. Aku sudah sampai rumah dan kebetulan ada Bang Dewa mengunjungi Almayra. Tante bisa segera kerumahkan...!?".Tanya Gendhis


"Waalaikumsalam...ok tante akan segera kesana bersama Almayra ...!". Jawab tante Siska dan terdengar suara celoteh Almayra tetapi Tante memutuskan telefon secara sepihak.


Aku juga sempat mendengar musibah yang menimpa kamu dan teman temanmu...?.Bang Dewa sangat khawatir dan baru menyesal ternyata Gendhis adalah wanita yang setia sampai sekarang Gendhis belum juga menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.


Iya bang musibah datang silih berganti untung saja banyak orang orang yang menguatkan aku.Aku juga bersyukur masih dikelilingi sahabat, keluarga yang baik. Sehingga aku cepat bangkit dan melupakan hal hal buruk.


Beda denganku maaf ya Ndis aku sampai saat ini belum bisa mengembalikan uang pinjaman tempo hari. Saat ini aku benar benar dalam keadaan terpuruk .


Iya Bang nggak apa apa pakai saja dulu sampai abang bangkit lagi.Semoga abang bisa melalui semua ini dengan lapang dada dan ikhlas. Asalkan abang bisa berubah lebih baik lagi Insyaallah aku yakin pasti semua cepat berlalu.


"Amin makasih ya ndis doanya semoga diijabahi oleh tuhan ..!?".Bang Dewa mengamini doa wanita yang pernah dicintainya


Dari jauh nampak Almayra dengan tante siska.


berboncengan. Nampak mata Bang Dewa berembun menahan tangis melihat anaknya Almayra.


"Papa..papa..!?".Almayra langsung berlari memeluk ayahnya. Bang Dewa langsung menggendong anaknya dan menyerahkan mainan sederhana masak masakan yang ia beli di toko pinggir jalan.


Almayra senang sekali dengan mainan pemberian papanya. Segera dibukanya dan dimainkan.


"Almayra bilang apa sama papanya...!?".Gendhis selalu mengingatkan Almayra bahwa papanya orang baik. Sehingga sampai detik ini pun ikatan mereka terlihat baik sekali.


"Terimakasih Papa..!?". Sembari mencium pipi papanya Almayra memeluknya dengan erat.


"Abang sekarang bekerja dimana...?". Tanya Gendhis


Aku jadi kuli bangunan tiap satu minggu sekali gajian aku kasihkan Mawar untuk anakku. Aku juga kerja lembur supaya jatah untuk anakku tidak berkurang maklumlah Ndis Mawar tidak bekerja. Uang lembur untuk kebutuhanku tiap hari.


Oh iya Ndis ini ada sedikit uang untuk Almayra alhamdulillah ada lebih uang lembur yang aku sisihkan.


"Nggak usah abang Almayra udah cukuplah...! lebih baik uang abang pakai untuk kebutuhan abang saja..!?".Gendhis menolak lantaran sungguh tidak tega.

__ADS_1


Terima saja Ndis aku ingin sekali memberi uang ini untuk Almayra yang tak pernah aku nafkahi. Aku sadar aku sangat berdosa kepada kalian.


Baiklah Bang kalau memang abang ingin sekali ngasih Almayra aku akan simpan di tabunganya.


__ADS_2