Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 48 Surat Wasiat.


__ADS_3

******


Bang Sardan sudah kelihatan sehat,aku suapin makanan dari rumah sakit,aku sengaja ijin nggak masuk kerja,aku takut terjadi sesuatu karena perasaanku benar benar tak enak.


"Makasih ya Ndis,kamu adalah wanita tersebut yang pernah aku temui...".


Dret...dret....dret...


Handphone sengaja aku getarkan saja,sengaja biar tidak menimbulkan suara,takut mengganggu pasien sebelah.


Pasien sangat banyak maunya Bang Sardan di kamar Vip,tetapi karena full akhirnya dapat kelas no 1 berisi 2 pasien,sebelah pasien perempuan tidak tahu sakitnya apa .


Kamar berisi dua orang di skat pakai gorden tergolong luas juga sih menurutku,kamar mandi dalam,sebuah tv, dan sebuah sofa untuk tempat duduk pengunjung,adapun 1 kursi untuk penunggu pasien seperti yang aku duduk i sekarang ini.


Kulihat layar ponselku Bang Roy menelfon.


"Siapa Ndis..?",tanya Bang Sardan.


Bang Roy Bang pengacara yang akan berbincang dengan abang!


Ndis maaf ya,aku mau berbicara 4 mata


"Rahasia amat Bang! bercanda! aku akan ke kantin dulu nanti abang tak bawakan makanan kesukaan abang".


"Bang Roy lanjut"sembari berlalu dan memicingkan mata sebelah kiri.


"Ok Ndis...!!,makasih rejekinya ye....,ente nanti gua traktir".Dengan gaya khas b*nc*nya tanganya melambai satu jari .


"Oke bosku siap",tanganku di raihnya dan berbisik,ganteng juga teman loh.


Dasar b*nc* buaya darat masih ada abang yang macho yang sering datang ke kantor bersamanya,masih juga mau gaet cowok lain,gumamku dalam hati.


Tapi yang aku bayangin kok bisa ya pisang makan pisang.


Ach....!udah ah bukan urusanku,yang penting aku makan dulu lapar banget.aku mengerutu sendiri jadinya.


****


"Perkenalkan nama saya Sardan !".


"Saya Roy puja nastiti!".


Apa yang bisa saya bantu?,dan mengenai kasus apa?!.tanya pak Roy.


Bukan kasus pak,ini menjerumus ke masalah hak waris,meskipun tidak seberapa tapi saya ingin memberikan kepada wanita yang saya cintai,mengingat penyakit saya yang sudah menggerogoti saya!.

__ADS_1


Tapi saya yakin meskipun tidak seberapa tetapi nanti akan berguna bagi yang akan saya beri aset tersebut.


Tetapi selama saya belum meninggal tolong di jaga kerahasiaanya.


Tenang saja pak Sardan,saya adalah orang yang sangat menjaga kerahasiaan klien saya,apa yang di perintahkan klien saya,selama itu benar akan saya turuti dan saya tutup rapat rapat kerahasiaanya.


Terima kasih pak Roy,kita langsung pada pokoknya saja ya pak!.timpal Bang Sardan.


Saya ingin menyerahkan aset berupa rumah ke Gendhis,dan sedikit tabungan,biar dia gunakan untuk keperluan almayra.


Satu lagi ada sebuah tanah juga di desa ,itu untuk nenek Sartijah,yang telah membesarkan aku,dan juga uang.


Jadi uangnya di bagi 2, tetapi pastikan Gendhis lebih banyak,karena aku yakin keperluan nya lebih besar dari pada nenek Sartijah.


Tolong bikin surat untuk mereka ya,sebelum ajal menjemputku, aku harap bapak selesai membuat surat wasiat!.


"Baik akan segera aku buatkan untuk mereka".


Sungguh mulia hatimu bang...,bahagia calon istrimu ,nanti.Timpal Bang Sardan.


Aku tidak akan punya istri,menopang diriku saja tak mampu,apa lagi punya istri,kasian nanti pasti cepat aku tinggalkan.


"Rasa rasanya tidak lama lagi,ajal menjemputku"


"Jangan berkata seperti itu,optimis Bang jangan pesimis",Dengan gaya luwesnya Bang Roy,mengayunkan tangannya.


"Iya bang sama sama".


Secepatnya saya buatkan untuk balik nama,dan kepengurusapengesahan,secepatnya,begitu selesai segera saya kabari ya Bang!.Titah Bang Roy.


"Baik,terima kasih".Dengan tatapan dan senyum tipis Bang Sardan berterima kasih.


Ok saya pamit dulu ya,kalau sudah tidak ada yang perlu di tambahkan, salam sama Gendhis!.


"Nanti saya sampaikan salamnya ke Gendhis",Bang Sardan dan Bang Roy berjabat tangan,segera Bang Roy melangkahkan kakinya dan berlalu pergi.


Tak beberapa lama setelah kepergian Bang Roy,Gendhis menenteng Gado gado kesukaan Bang Sardan.


Makanan favorit,yang Gendhis tau ketika dalam pelarian adalah gado gado.


"Udah selesai Bang..,diskusinya!".tanya Gendhis?


Udah ndis,kamu dapat salam dari Pak Roy,tadi mau pamitan kamu belum balik,ada klien lagi katanya?.


"Oh gitu..",Bang Roy memang laris Bang kerjanya bagus,cepat membuat klien merasa puas!.

__ADS_1


Aku tak mau tau apa sebenarnya keperluan Bang Sardan memanggil Bang Roy,itu privasi nya Bang sardan.


Ayo Bang dimakan,bener kan ini kesukaan abang?


"Tau aja kamu Ndis apa yang aku mau,tak salah pilih aku mencintaimu"uhuk....uhuk....segelas minuman yang di teguk Gendhis membuatnya terbatuk batuk,dan wajahnya berubah jadi merah merona.


Dokter sebentar lagi datang bagaimana kalau aku minta rawat jalan saja,kasian kamu harus menjaga,aku sepanjang waktu,belom mondar mandir,takut kamu kecapekkan!.Pinta Bang Sardan.


Bang nggak usah pikirin aku,yang penting bang Sardan sembuh,kalau perlu rumah di jual untuk pengobatan abang ke luar negri.Usul Gendhis.


"Tak ada harapan lagi Ndis?....",mendengkus kasar,mata menatap tajam ke kejauhan yang sulit bagi Bang sardan berpura-pura,penyakitnya akan bisa di sembuhkan.


"Abang nggak boleh nyerah,kita hadapi sama sama,siapa tau nanti kita berjodoh Bang",berusaha menguatkan,biar semangat tumbuh di hati dan jiwa Bang Sardan.


Tersenyum tipis dengan senyuman khas gantengnya seperti ari wibowo,artis yang aku kagumi karena ketampananya,muka Bang Sardan boleh di bilang mirip memang,gaya bahasanya,tutur katanya,ketika sedang memerankan peran nya di televisi. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.


Semakin hari semakin mengagumi kesabaran Bang Sardan, apakah cintaku mulai tumbuh bersemi!


Jam menunjukkan pukul 15.00 waktunya aku beribadah ashar!


Ayo Bang kita beribadah dulu,abang sholat di tempat tidur saja,biar aku ke mushola.


kita berdoa semoga kesehatan abang cepat pulih,kita bisa bermain main lagi dengan almayra.


kini aku telah lega,ketika ajalku tiba,aku sudah siap meninggalkan dunia ini ,sudah kuserahkan sedikit harta untuk Gendhis wanita yang sangat aku cintai,dan Almayra yang sudah kuanggap seperti anakku sendiri.


Dalam doaku semoga kelak Gendhis menemukan lelaki yang benar benar mencintainya,Almayra bisa bertumbuh menjadi anak yang sholehah,menemani bundanya.


Lelaki yang sangat bodoh,menyia nyiakan Gendhis,yang begitu baik,cantik luar dalam.


Kepala ku rasanya kambuh lagi,segera kupencet,bel di tembok sebelahku semoga suster segera ke kamarku,sebelum Gendhis menuju ke sini lagi!


"Suster tolong kepala saya mau pecah rasanya!".


Saya berikan suntikan penenang pak ya supaya bisa istirahat!,Suster memberi suntikan penenang.


Gendhis sudah ada di depan pintu kamar sardan.


Nona Tuan Sardan perlu istirahat,saya berikan obat penenang biar beliaunya bisa istirahat.


Iya Suster lakukan yang terbaik mana yang menurut Suster benar.


Sabar Bang ya aku akan menjaga abang,sampai abang tertidur.


Bang Sardan mulai memejamkan mata,aku duduk di sebelah nya ,benar benar takut kehilangan,meskipun aku baru mengenalnya beberapa bulan,ku genggam tanganya serasa dingin,kulepaskan perlahan lahan.aku melangkah pelan meninggalkan ingin menghirup udara segar diluar gedung rumah sakit ini,kebetulan di sediakan taman untuk berjemur bagi pasien,di jam jam sekarang sudah sepi.

__ADS_1


ku raih ponselku di dalam kantong,Aku akan mengabari nenek Sartijah, bagaimanapun dia yang membesarkan Bang Sardan.


__ADS_2