
*****
Hari Sabtu malam minggu telah tiba Gendhis dan yang lainya bersiap siap ke pesta grand opening Resort Asmara.
Sedangkan Gendhis sudah terlanjur janji sama Bang Sardan, untuk mencari rumah.
Bang maaf hari ini ada undangan mendadak dari Pak Arjuna,kalau aku menolak nggak enak Sama beliaunya ,dulu pernah ngasih tender di perusahaan Bos Galih, kebetulan team kami yang memenangkan,hari ini pembukaan Resort nya.
Hari Sabtu kita berangkat,mungkin Minggu malam baru pulang ,acaranya di luar kota.
"Ya sudah Ndis kamu hati hati,biar Almayra aku yang jagain".
Ngak apa apa Ndis,ada Gadhis kami sudah memilih beberapa perumahan tinggal kamu ngasih saran di mana yang paling nyaman dan aman,nanti kita ke sana sama sama menentukan.
"Beneran Bang,alhamdulillah kalau sudah dapat,aku ikut senang Bang??!!".
***
Handphone berdering Debby, Fitri mau menjemput ku, kami semua baru bisa nyetir mobil,Debby yang paling antusias di acara Pak Arjuna.
"Hallo Debb....!!".Gendis mengangkat telefon Debby.
"Siap siap kita mau sampai rumah kamu..".
Gendis segera memakai sepatu heels tinggi,mambalut kaki putih nan cantik,dipadukan dengan rok pesta panjang dengan belahan diatas lutut membuat tubuhnya terlihat sintal,rambut terurai wangi,berputar dari tadi di cermin kamarnya.
Gadhis nyelonong masuk kamar kakanya,tanpa disadari sudah 5 menit yang lalu memandang kakanya dan tertawa tanpa mengeluarkan suara.
"Aduh...aduh kakakku terlihat sangat cantik sekali malam ini,kira kira pangeran mana ya yang bakal singgah di hatinya...ehem...ehem".
Hem...mulai deh ngeledek,aku hanya bercermin pantas nggak dengan dandananku ini!!..Dhis.
Nggak perlu lagi kakak bercermin tanyakan padaku,sudah cocok pasti nanti semua mata tertuju pada kakakku yang cantik ini.
Pandai sekali kamu memuji,di sana sangat banyak tamu tamu undangan papan atas,aku hanya apalah,dan aku nggak perlu di pandang cuma kalau pantas tidak memalukan itu saja.
"Tin....tin...",suara mobil Debby sudah datang aku pergi dulu ya Dhis titip Almayra jagain,nanti tak bawakan pangeran satu untukmu.
Gendhis berlalu sembari membawa tas kecil yang serasi dengan warna baju yang ia genakan,berpamitan dengan Ayah Dan Mama,mencium Almayra tak lupa berpamitan Bang Sardan.
__ADS_1
Debby dan Fitri turun, turut berpamitan,dan mata Debby dan Fitri menggoda Bang Sardan,berharap Bang Sardan memperhatikan dandanan mereka,tetapi Bang Sardan tak bisa berkata apa apa melihat Gendhis yang sangat anggun dan benar benar cantik malam ini.
Mereka segera memasuki mobil Debby,segera berlalu dengan tersendat sendat,Debby pun baru bisa menyetir mobil.
Semua nampak khawatir dengan mereka bertiga ,apalagi Debby yang nyetir.
Sudah Yah,Ma,kita doakan saja biar selamat jangan khawatir kan mereka,tadi sudah aku pesan kalau ada apa apa di jalan cepat hubungi aku,begitupun kalau udah sampai kabari jangan lupa.
"Nanti setiap satu jam Gadhis telefon",Gadhis berusaha menenangkan Ayah dan Mama Artha.
Sementara yang di khawatirkan ketawa di sepanjang perjalanan,mereka sudah lama memang penat dengan pekerjaan kantor,baru kali ini tertawa lepas.
Dengan memutar musik jaman mereka SMA ,bernyanyi sekeras suara mereka ,ternyata mobil Bos Galih tepat di belakang mobil Debby.
Klakson segera dibunyikan oleh Firman,kali ini Bos tidak mengajak supir atas permintaan Adit dan Firman,mereka juga bertiga di mobil Bos.
Debby segera membuka kaca mobil,di pelankan mobil sehingga sejajar dengan mobil Firman dengan senyum lebar mereka bertiga ketawa gembira.
Hati hati jangan kencang kencang nyetirnya,suara musiknya di kecilin,kalian baru bisa nyetir mobil,jaga kestabilan mobil.
Segera mengangkat tangan dan dengan hormat Debby mengangkat tangan bercanda,setelah mobil berjajar di samping Debby ,Firman segera mengambil arah di belakang mobil Debby.
Sesampainya di Resort,mobil berjajar rapi,Firman telah selesai memarkirak mobil Bos galih,sementara Debby mobilnya masih belom rapi.
Segera Debby berteriak memanggil Firman,"Firman tolong rapikan mobilku,aku belom selesai les memarkir rapi,bagian ini aku serahkan kepadamu".Dasar Debby ada ada saja candaanya.
Begitu Mereka bertiga turun,tanpa berkedip Bos Galih menatap tajam Pada Gendhis, segera mereka berjalan beriringan,mengisi buku tamu dan bergabung di acara Pak Juna.
Benar saja kata Gadhis,Gendis Debby dan Fitri ,menjadi pusat perhatian,semua Bos membicarakan kepandain dan kecantikan tiga sri kandi Bos galih.
Berjalan beriringan tiga srikandi memakai gaun warna gold,rambut ketiganya hitam terurai,sepatu heels mambalut kaki jenjang mereka,Bos Juna langsung menyambut kami dengan hangat .
Perempuan di sebelah Bos Juna melengos,melihat kedatangan kami,
Bos juna mengenalkan wanitanya kepada kami semua.
Kenalkan ini sahabatku yang baru balik dari luar negri,Mona namanya, cantik namun sikapnya yang sombong membuat kita semua muak.
Debby geram dengan sikapnya,dia hanya mau berjabat tangan dengan Bos Galih.
__ADS_1
"Kurang ajar kita dianggap lalat sama perempuan sombong ini..!!",Debby berbisik kepada aku dan Fitri.
Sudahlah Debb,kita jangan buat masalah,kita makan makan saja,di dalam.
Bos galih di goda oleh Mona,dia mulai di jerat rupanya,sementara Bos Juna mendekati kami bertiga dan tak mau lepas pandangan matanya ke arah Gendhis.
Bos Galih mulai risih dengan sikap Mona,matanya pun selalu menatap tajam ke arah Gendhis.
Acara demi acara telah berlalu,kini saatnya bernyanyi kita bertiga di persilahkan naik ke panggung,sorak gembira mengiringi langkah kami bertiga.
Dasar Debby,dia menyeretku dan Fitri,memanasi Mona,kamipun bertiga membawakan lagu kenangan.
Mona mempunyai akal licik rupanya tanpa kita semua ketahui dia telah menaruh obat tidur kedalam minuman si Bos Galih.
Berpura-pura berdansa denganya,tentu saja Bos tak enak menolak,karena Bos Juna mempersilahkan mereka memulai pesta dansa,tiba tiba minta diantar ke kamar berpura-pura Mona sakit kepala.
kamipun tidak menghiraukan,karena tamu undangan yang berjubel,dan semua ikut berdansa dengan alunan lagu yang kita nyanyikan
Tiga lagu selesai kita nyanyikan,tenggorokan terasa kering,kami meminta minum.
Sebuah minuman fanta yang kami minta,kami tak mau minuman lainya takut mabuk.
Semua orang sudah teler,tinggal kami bertiga dan beberapa orang,penginapan telah di sediakan oleh pihak pak Juna.
Pak juna pun menerima tamu yang semakin malam semakin berjubel,sehingga tak menghiraukan kami lagi,tetapi dia berpesan ada apa apa kita langsung suruh hubungi Bos Juna,itu pesanya.
kami di persilahkan memilih kamar VIP di Resort dan hotel Asmara ini.
Tiba Tiba kepala kami bertiga juga pusing sekali segera kami beranjak meminta kunci kepada panitia pak Juna ,menuju kamar.
Tanpa di sadari kami masuk sebuah kamar dan di sana telah ada 3 orang laki laki yang sudah menanti kami,samar samar kita sempoyongan setelah sampai kamar.
"Mau apa kalian..".Debby dan Fitri sudah tersungkur di ranjang hotel,sedangkan aku masih sempat ngeliat apa yang mau mereka perbuat.
Lama lama penglihatanku gelap,kepalaku juga berat sekali,aku sudah berusaha tidak tidur namun tiba tiba terlelap.
Rupanya orang suruhan Mona mengerjai kami..!!.
*******
__ADS_1
...Apa yang terjadi selanjutnya ikuti Part 44 Ya ....kepoin terus karyaku meskipun tak sebagus karya AUTHOR senior,aku akan berusaha memperbaiki kesalahan kesalahan....