
"Bos Galih duduk di kursi Ceo,memandang kosong ke luar cendela,merasa kehilangan sosokGendhis,celotehnya,lucunya,kepolosanya".
"Bukan saja Bos Galih,teman-temanya juga sedih,setiap hari yang di bahas adalah sosok Gendhis,maunya sih,ikut mencari di mana keberadaan Gendhis berada ...tetapi ,pekerjaan di kantor juga mengejar deadline".
Semua orang suruhan si Bos,sudah dikerahkan,tidak ada yang berhasil menemukannya.
"Setelah pekerjaan kantor yang kemarin kita kebut selesai, dan tentu saja anggota-anggota bawahan kami juga kita suruh bekerja sama membantu kami, mempercepat berkas-berkas supaya cepat selesai".
"Selesai sudah, kita sepakat minta cuti empat hari , Debby dan Fitri, berada di depan pintu ruangan Bos Galih,maju mundur saling dorong mendorong".
"Adit merasa geram melihat tingkah ke dua sahabatnya itu, dengan berjalan cepat menendang tubuh mereka berdua ,masuk ke dalam ruangan Bos Galih".
Brukk...membuyarkan lamunan sang ceo
keduanya terjatuh"apa- apaan kalian...!!".
"Itu pak Adit ,menendang kita hingga jatuh ke ruangan Bos".
"Nggak sopan,ketuk atau salam dulu sebelum masuk"niatnya begitu pak...tapi Adit sudah menendang kita terlebih dulu.
"Sudah...sudah ada apa..??
"Kami mau minta cuti pak,mau ijin ikut mencari sahabat kita Gendhis,ya udah aku kasih khusus untuk team kalian satu minggu".
"Bener pak....??,makasih Bos..,Bapak memang pimpinan terbaik kita,Ya makasih...,aku ikut dengan kalian...yakin pak...?".
"Tidak percaya dengan yang Bos Galih katakan,Mata Debby dan Fitri terbelalak,berbinar-binar senang dan haru ".
"Kita kan satu team,susah senang bersama-sama...,nanti bawa mobilku dan sekalian sopirku".
"Baik pak...siap..!!Debby dan Fitri memberi hormat karena rasa bahagia tiada terkira,Bos tampanya ikut dalam misi pencarian Gendhis,Gadhis dan Almayra".
"Segera saya kabarkan sama Adit dan Firman".
Debby dan Fitri keluar dengan muka ditekuk,dan bibir cemberut,dia memang suka bercanda saling sikut- menyikut,satu kode yang sering mereka buat saat mereka kompak..... berbohong,"Bagaimana....diijinin sama Bos....?".
Adit bertanya?...,menggelengkan kepala secara kompak,sembari menahan tawa,hah...nggak diijinin,kita kan sudah kerja maksimal biar bisa cuti....iyakan Fir".
"Akhirnya tawa Debby dan Fitri pecah...secara... bersamaan,....xi...xi...xi...xi...,menggaduhkan seisi ruangan kantor ".
"Siapa dulu yang minta ijin Debby defaye".
__ADS_1
"sembari menepuk-nepuk dada sebelah kiri,
,hem....emangnya aku nggak ikut minta ijin...kata Fitri...,iya...iya...bestie, kita berdua Debby menimpali".
"Dan......pak Bos ikut dalam misi kita,bawa mobil beliau beserta pak supir,bener Fit...?...iya bener ...,kita di kasih cuti seminggu loh,syukurlah".
"Ya mudah-mudahan nggak sampai seminggu Gendhis,adiknya,dan anaknya segera ketemu,kita berdoa saja ".
"Kemarin Dewa suaminya Gendhis telefon aku"timpal Firman,udah bukan suaminya Gendis lagi ,Debby keceplosan,ups....!!.
"Apa maksudmu Deb....?", kata Firman,Fitri langsung membulatkan mata melotot,sembari melihat ke Debby,maaf Fit gak sengaja,namanya juga keceplosan,nanti aku yang tanggung jawab ngomong ke Gendhis.
"Akhirnya Debby menjelaskan duduk perkaranya, mulai dari awal kejadian sampai sekarang,kasian ya Gendhis....,ya mungkin sudah jodoh mereka sampai di sini".
"Sekarang kita susun strategi ke mana dulu arah perjalanan kita besok".
"Menurut keterangan Fitri,yang dapat info dari Bang Tono kakanya,mang Udin sempat menanyakan kabar Gendhis,waktu itu Fitri habis pulang dari kantor berpapasan dengan Mang Udin,akhirnya Fitri menceritakan bahwa Gendhis,Gadhis dan Almayra,menghilang".
"Tetapi,dua hari yang lalu ,Mang Udin supir carteran pembawa ketring, yang biasa di sewa Gendhis ,ketemu ....Gadhis,ke minimarket dengan cewek kelihatanya dengan perawat,soalnya pakai blazer putih".
"Kesimpulanya,apa Gendhis,atau almayra,kecelakaan,kenapa Gadhis dengan perawat,di daerah mana ketemunya Fir,kata bang Tono,di pinggir kota membawa mobil van,warna hitam".
"Untung Fitri punya petunjuk,selain itu kita bilang sama Bos Galih,perintah anak buahnya, mengecek setiap rumah sakit,supaya segera terungkap hilangnya Gendhis,Ghadis dan Almayra".
"Sekarang giliran kamu Dit,menghadap si Bos,baiklah,aku ke ruangan Bos dulu laporan,perkembangan Gendhis".
"Mudah -mudahan nggak terjadi apa-apa dengan mereka,aku jadi merinding kalau berhubungan dengan rumah sakit",timpal Debby.
"Semua terdiam,memikirkan kenyataan Mang Udin Yang bertemu Gadhis dengan seorang perawat,kita perlu kasih tau keluarga Gendhis".
"Tapi kenapa Gadhis,tidak menghubungi kelurganya,dan handphone, mereka nggak ada yang aktif dua-duanya".
"Fir kamu hubungi Dewa dan Ayah Rangga,kasih tau juga,bagaimanapun Dewa Papanya Almayra".
"Firman segera menghubungi Dewa,memberi kabar, tak lupa juga dia memencet panggilan ke Ayah Rangga".
Bos Galih berjalan beriringan dengan Adit,keluar ruangannya,merapat ke meja kami,kami segera berdiskusi kapan berangkat dan harus mulai dari mana...?"kita mulai dari desa Lembah Sirah".
"Kabarnya di sana ada sebuah hutan,di tengah-tengah hutan,ad sebuah rumah kuno yang sudah tua,mang Udin supir carteran tentu saja dia tau lika liku jalan".
"Bos Galih mengusulkan,bagaimana kalau kita ajak saja mang Udin,nanti kita sewa dia saja,supaya kita nggak kesasar,dia juga tau di mana titik bertemu dengan Gadhis waktu ".
__ADS_1
"Fitri,kamu punya no telefon Mang Udin,nggak punya Pak...?Kak Tono yang punya,ya udah kamu hubungi,kakak kamu sekarang".
"Baik Bos segera saya telefon kakak saya".
"Semua menyimak dengan seksama,ketika Fitri mulai mengambil handphone nya di laci meja kerjanya,dia mulai memencet no kakaknya".
"Tring...,tring...,tring...".
"Hallo "iya Fit,ada apa...?tumben siang-siang telefon kakak.
"kak...kakak punya no telefon Mang Udin..?ada, mau apa kamu...minta no mang Udin,mau minta antar cari Gadhis,yang kemarin mang Udin cerita,kita satu team nyewa jasa Mang Udin,kalau mang Udin jadwalnya,kosong".
"Ok nanti aku kirim lewat whatshap ya".
"Segera bunyi notifikasi, whatshap, berbunyi,aku langsung membuka gambar whatshap warna hijau,segera ku simpan no Mang Udin,di kontak ku".
"Ini Bos,no sudah ada,aku share ke kalian semua,biar nanti kalau salah satu dari kita butuh Mang Udin, gampang menghubunginya".
"Semua sibuk menyimpan no telefon Mang Udin,termasuk Bos Galih".
"Biar aku saja yang telefon,kata Bos Galih,langsung saja panggilan di tekan,seketika suara Mang Udin terdengar,karena di loukspeker".
"Assalamualaikum Mang".
"Waalaikumsalam...,ini siapa ya".Saya pimpinan perusahaan Cakrawala,bosnya Gendhis dan Fitri.
"Tentu saja Si Bos menyebutkan dua nama,karena pemikiran Bos,dua orang ini saja yang di kenal Mang Udin".
"Oh....Pak Galih".iya mang saya,Mang Udin ada jadwal nggak kalau minggu ini.
"Kebetulan sepi carteran pak,Semua pegawai ketring juga sedang tour ke pulau Dewata Bali,
saya diajak nggak mau".
"Syukurlah Mang,besok kami akan pakai jasa Mang Udin".
"Mang Udin kemarin benerin mobil ke kakaknya Fitri ya,iya pak...,Fitri yang cerita ya?..iya Mang,makanya kami pihak kantor mulai besok akan ikut mencari mereka ke titik dimana Mang Udin ketemu Gadhis".
"Siap Pak...!!".
"Pokoknya besok Mang Udin ke kantor ya,kita ngumpul di kantor,untuk lebih jelasnya rencana saya kasih tau kalau kita ketemu saja..".
__ADS_1