
***********
Sebenarnya Bang Ken sudah mengetahui dengan jelas,apa yang sudah Bang Sardan alami,anak buah kepercayaanya sudah membuntuti keluarga Gendhis.
Tinggal menunggu perintah kakek Danu saja,untuk meringkus Bang Sardan dan membawanya pulang.
"Nawang sebenarnya aku sudah lama mengetahui semua tentang Sardan!!".
"Lalu bagaimana sekarang...?!!".
Keadaannya menjadi berbeda,setelah kamu menyatakan isi hatimu,dan keinginanmu menjadi orang baik.
"Aku tidak menyangka Nenek Sartijah berbuat sekejam itu!!".kata Bang Ken keheranan,karena baru kali ini ia melihat kekuatan ilmu hitam.
Ajaran kakek Danu tidak ada ilmu dalam untuk mecelakai orang orang yang tidak bersalah.
Baiklah kita tunggu kakek Danu ke lantai atas,Bang Ken naik duluan aku akan segera mengajak kakek Danu,berdiskusi masalah ini,semoga ada jalan keluar terbaik Bang,biar tidak menyakiti hari siapa pun.
Nawang menuju kamar kakak Danu,sekalian mengecek Nenek Sartijah,apakah beliau sudah tidur.
Sembari berjalan riang,Nawang semangat sekali,berhenti sejenak di depan kamar Nenek Sartijah,untuk memastikan keberadaan Nenek.
"Cekrek...".
Syukurlah ada suara dengkur an,tandanya ia sudah tidur,aku harus segera mengajak kakek.
Berjalan lagi dengan hati da,dig,dug ingin segera menceritakan hal yang membuat hati Nawang berbunga bunga,sampailah kini di depan pintu kamar kakek.
Kok tidak ada,...?!
kemana kakek,aku tau dia pasti di ruang para murid,sedang berbincang bincang,gumam Nawang dalam hati.
Dari kejauhan terlihat kakek di kerumunan murid murid kesayanganya,benar saja dugaanku,aku harus segera mengajaknya ngobrol bertiga keburu malam,mungkin kakek lupa,maklum usianya juga sudah tidak muda lagi.
Nawang mengetuk pintu,ruangan kakek Danu.
"Tok...tok...tok,maaf kek ganggu"!.
Semuanya bubar melihat cucu kesayangan datang.
__ADS_1
"Ayo kek kita ke lantai tiga,Bang Ken sudah ada di sana!!".
Iya iya,maaf aku benar benar lupa,ngobrol dengan murid murid tentang gerakan baru dalam persilatan ,dan rencana besar besaran temu silaturahmi antar padebokan.
"Ayo kira segera ke lantai tiga kalau begitu,kasian Ken..!!".Ajak kakek Danu yang kini berjalan dengan agak cepat.
Nawang mengandeng kakek kesayanganya dengan manja.
Sesampainya di lantai tiga,Sardan memandang jauh ke depan,entah apa yang dipikirkan,Nawang segera menutup mata dari belakang,tak perlu repot repot untung Ken duduk,kalau tidak kemungkinan Nawang tidak dapat menjangkau karena Ken tinggi orang nya.
"Hem....aku tau tangan siapa ini,dan parfum dengan wangi yang khas ini siap lagi kalau bukan say....".Segera Nawang melepaskan tangan dan segera menutup mulut Bang Ken,takut ketauan Kakek kalau sekarang mereka memanggil dengan panggilan sayang.
Sekarang ke tiganya sudah duduk,Gendhis memulai pembicaraan yang sedang di tunggu kakek Danu.
"Nah...kek....!!ada sesuatu rahasia yang akan Nawang sampaikan,tapi kakek jangan marah ya..??".
kakek Danu menggangguk,dan mengerutkan kedua alisnya,dan menarik narik jenggotnya dari dagu di tariknya ke bawah.
"Kek....ternyata...!!,perasaanku lebih mencintai da. memilih Bang Ken...,maafkan aku selama ini selalu tidak menuruti keinginan Kakek untuk menerima Bang Ken".
Hmmm....dengan menghela nafas panjang,Nawang berdiri dan menggandeng lengan Bang Ken..!!.
"Ini ternyata yang ingin kalian sembunyikan,dan ingin kalian sampaikan dari tadi...?!".
Kenapa aku harus marah,aku malah bahagia,kamu memilih pendamping yang tepat,aku tau dari kecil,Ken sudah kuanggap seperti anakku sendiri,syukurlah kalau kamu sudah sadar...!!.
"Tapi kek.....,bagaimana dengan nenek Sartijah?!".
Biar Nenek aku yang atasi,dia harus setuju dengan keputusanmu...!!.
Kek bukan cuma itu yang ingin aku sampaikan,aku dan Bang Ken ingin secepatnya menikah,kami ingin tinggal di kota,dan ingin menjadi orang baik kek.
Ingin membina rumah tangga yang bahagia,ingin mendidik anak anak kelak menjadi orang baik,tidak ingin mengikuti perintah dan hasutan Nenek Sartijah..!!.
"Baiklah kalau itu keinginan kalian,serahkan semuanya padaku..!!".
"Aku harap kakek juga mau tinggal di sini kita mulai hidup baru dikota indah ini kek ...!!".
Kalian jangan pikirkan aku,di padebokan adalah tempatku,semua kenangan ada di sana...,cuma satu pesanku,jangan lupa ke padebokan,soal aku banyak anak buahku di sana,kalian tau itu kan..!!.
__ADS_1
Aku akan menjadikan di sana tempat yatim piatu,dan tempat siapa saja yang butuh perlindungan, mengajari semua yang tinggal di sana tentang kebaikan!!.
Aku merasa tenang,damai melihat kalian bahagia,terutama Nawang cucuku,itu sudah cukup..!!.
"Terima kasih kek,atas semua kebaikan kakek,aku akan sering sering main ke sana...!!".
"Aku sangat bahagia....".dengan mata berkaca kaca Nawang meneteskan air mata bahagia,dan berlari memeluk Kakek".
Besok aku akan berbicara dengan Nenek Sartijah,semoga dia mau mengerti dengan keputisanmu itu Nawang!!.
Rencana kita dibatalkan untuk membawa Sardan kembali..??.
Tentu saja Kek,kita harus memulai hidup yang lebih baik,biarkan Bang Sardan memilih hidup yang dia inginkan,mungkin selama ini dia tertekan hidup dengan nenek Sartijah yang pemikiranya selalu berbuat jahat...!!.kata Ken dengan penuh bijaksana.
"Segera tentukan hari baiknya kek aku ingin segera menghalal kan hubunganku dengan bang Ken",pinta Nawang...kepada kakeknya,dengan bergelayut manja.
Baiklah siapkan semuanya secepatnya,tetapi alangkah baikny, kita mempertemukan Sardan dengan Nenek Sartijah dulu,biar Sardan juga merasa tidak di kejar kejar lagi oleh kita.
"Baik kek...,besok kita menemui Bang Sardan di rumah wanita itu..!!".Kata Bang Ken
Ya sudah kalian tidur sudah malam,besok tunggu kabar dariku,sebisa mungkin aku akan menasehati Nenek Sartijah!!.
Nawang segera memeluk Kakeknya dan mencium punggung tangan kakenya...dan bergegas menuju kamar duluan,sembari menatap Bang Ken dengan senyum yang mengembang.
"Aku duluan Bang ya ke kamar,udah ngantuk". berlari kecil menuju kamar nawang yang berada di lantai dua.
Setelah kepergian Nawang,kakek Danu menasehati Ken,untuk menjaga Nawang dan mendidik dia supaya menjadi orang yang baik,meninggalkan kebiasaan judes,dan manja,memang kakek terlalu memanjakan Nawang,kakek tidak tega karena Nawang ditinggal orang tuanya merantau,ibunya meninggal sehingga dia menjadi yatim.
"Baik kek...,aku akan merubah semua kebiasaan buruk Nawang...dan akan selalu menjaga Nawang seperti pesan kakek..!!".
Hari semakin larut Kakek menepuk pundak calon cucu menantu, dan menyuruh untuk tidur,segera keduanya bergegas kekamarnya masing masing.
Sesampainya di kamar,segera Ken merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk,semua perabotan di rumah ini baru,mimpi apa semalam sehingga Nawang berubah pikiran,aku sungguh tak menyangka.
Dalam hati Ken bertanya...???apakah Nawang benar benar mencintai ku selamanya,ataukah hanya cinta sesaat,padahal aku sudah mau melamar gadis sebrang,yang ketemu di apotik kemarin waktu aku beli obat.
Tetapi Nawang lebih spesial karena jujur saja dia cinta pertamaku.
Hem....mendengkus pelan,Ken memejamkan mata yang sulit di pejamkan,karena masih tidak menyangka takdir menyatukan cinta yang selama ini diidam idaman Ken.
__ADS_1
Dalam doaku sebelum aku tertidur,semoga saja hubunganku dengan Nawang bukan impian dan perasaan Nawang sesaat,aku ingin dia menjadi pendamping hidupku selamanya tuhan.