
*****
"Nek ini saya bawa ke kos an paman saya di desa ya..!?". Tanya supir taxi lagi.
Nenek terdiam binggung mau ke mana. Setelah mutar mutar memang saran sopir taxi bagus juga biar polisi dan orang orang yang bersangkutan tidak mengenalku.
"Baik bawa saja aku ke sana nanti ongkosnya saya tambahin..!?". Pungkas Nenek Sartijah.
Mata memandang lurus kedepan sembari menatap jalanan kosong. dengan wajah sumringgah bibir menyungging. Mengerikan sekali sembari tertawa sendiri.
"Kenalkan nek nama saya Ardi saya asal dari desa Sidomakmur desa yang akan kita datangi.. kalau nenek namanya siapa..!?". Sopir berusaha menjelaskan identitasnya sembari berkenalan.
"Namaku nenek Sartijah, orang orang biasa memanggilku nek ijah...!". Sahut nenek singkat.
Oh iya nek sesampainya di desa Sidomakmur nenek pasti senang di sana aman, nyaman, tentram. Apa nggak sebaiknya nenek membeli tanah di sana dan didirikan rumah ...? Saran Ardi mengingat lumayan dia lagi butuh butuhnya uang siapa tau dapat komisi dari nek ijah.
"Memangnya berapa lama perjalanan ke arah desa kamu itu..!?". tanya nenek tak menggubris saran Ardi.
"Tiga jam lagi nek ....bagaimana saran saya tadi nek..!?". Tanya Ardi lagi sembari sesekali melihat dari kaca spion terlihat wajah nenek yang duduk di pojok kiri belakang Ardi.
"Kita lihat saja nanti..? kalau aku memang cocok di sana ya kenapa tidak, kalau nggak cocok buat apa beli, makanya nanti aku ngekos 1 bulan dulu di kos kata kamu itu....!?". Boleh juga usul anak ini aku nggak mungkin kembali ke kota no telefon ku akan aku ganti .Mencoba lagi hidup di desa yang katanya aman. Anak ini bisa aku peralat dia bisa nurut dengan ajian pengasihanku. gumam nenek dalam hati.
"Nek kalau boleh tahu anak nenek berapa ....? dan keluarga nenek dimana, kenapa nenek sendirian ...! maaf ya nek saya heran saja kenapa nenek sendirian..!?". Tanya Ardi keheranan
Ada keluargaku di kota tetapi mereka semua jahat, aku di taruh di panti jompo bayangkan bagaimana perasaanku "Makanya tolonglah aku untuk menetap tinggal di desa yang kamu bilang nyaman itu agar aku tidak ditemukan. Aku sudah muak dengan semua keluargaku..?!". Sengaja berbohong demi mengelabuhi Ardi
__ADS_1
"Ya tuhan nek kok bisa seperti itu ...! tega banget mereka memperlakukan nenek padahal nenek juga masih sehat, masih kuat...!?". Ardi merasa geram dengar cerita dari nenek Ijah kok bisa bisanya.
Coba aku yang jadi anak nenek akan aku rawat sampai ajal menjumputnya. Orang tua sendiri disia siakan apa mereka enggak takut kalau ya..? gumam Ardi dalam hati .
Begitulah singkat cerita hidupku, di sisa umurku aku hanya mencari sedikit kebahagiaan dan kenyamanan. omong kosong nenek ijah sungguh luar biasa.
"Aku janji nek akan aku jaga nenek ijah seperti nenek kandungan sendiri. Nenek tidak salah bertemu aku hari ini. Tuhanlah yang mempertemukan kita supaya aku menjaga nenek Ijah..!?". Titah Ardi.
"Terima kasih kamu telah berbaik hati menggangap aku seperti nenek kamu. Kamu tidak sia sia mengenalku. karena aku tidak akan membebanimu soal ekonomi. Soal uang jangan dipikirkan tabunganku banyak...!?". Nek ijah memang tak binggung soal keuangan uang yang di kasih Sardan saja masih cukup untuk hidup belum lagi dari Nawang kemarin. Nasibnya sangat baik tetapi kelakuanya yang kurang baik.
"Iya nek maaf kalau soal ekonomi aku memang pas pasan. Ini saja buat bayar bulanan anak sekolah masih harus nyari lebih giat lagi karena sudah nunggak 3 x...!?". Ardi menjelaskan juga tentang keluarganya yang sedang berjuang.
"Tenang saja kalau memang yang kamu omongkan benar Tentang kos yang nyaman itu Aku bayarkan uang sekolah anak kamu yang sempat nunggak itu ..!?". Nenek akan memberikan uang lebih untuk Ardi karena ia merasa cocok ngobrol dengan Ardi dan mau memperalat Ardi.
Setelah beberapa jam terlihat gapura bertuliskan Desa Sidomakmur. Sesuai namanya desa yang Makmur, tenang setenang orang orangnya.
"Tidak aku tidak membawa identitas, tapi percayalah aku adalah orang baik baik ...!". Nenek langsung menjawab dengan singkat dan berfikir tidak mungkin memberikan identitasnya takut kalau kalau mereka curiga dan mencari tempat tinggalku dan aku ketauan seorang buronan.
"Nek....
nek....
nenek ....!!??". Panggil Ardi yang heran melihat nenek melamun ke samping jalanan.
"I....iya....maaf aku sedang mengingat ingat dimana dompet identitasku aku benar benar lupa di mana menaruhnya...!?". Sengaja nenek berbohong lagi dan lagi.
__ADS_1
"Ya udah nek nggak apa apa nanti akan aku jelaskan kepada paman dan menjamin bahwa nenek adalah orang baik...!?". Jelas Ardi menenangkan nenek Ijah.
Mobilpun berhenti di depan rumah yang terlihat sangat asri dan tampak paman Sholeh keluar dari rumah utama.
"Assalamualaikum ....!?". Ardi memeberi salam dan mencium punggung tangan paman soleh.
"Waalaikumsalam ...!?". Paman sholeh pemilik kos sekaligus ketua RT dilingkungan ini heran siapa sebenarnya nenek ini.
"Kenalkan paman ini nenek Ijah namanya beliau di bluang kelurganya di panti jompo dan kabur ketemu saya. Inginya tinggal di desa ini menjadi warga sini ingin ngekos di tempat paman apa ada kamar kosong...!?" Ardi berusaha menjelaskan.
Kebetulan ada satu kamar yang kemarin sebenarnya ada dua penghuni. Tetapi berhubung dia kerja di salah satu kebunku maka aku suruh sekalian tinggal di sana sekaligus menjaganya. Meski rumahnya sederhana, setelah beberapa hari aku tanya betah nggak katanya senang sekali.
******
Pov Acong dan Pedro.
Ternyata Desa yang mau ia tuju adalah desa dimana Pedro dan Acong berada. Ardi adalah keponakan pak Sholeh pemilik kos kosan di desa Sidomakmur. Sungguh suatu kebetulan, Tetapi sayangnya saat ini Acong dan Pedro berada di Desa sebelahnya karena dapat pekerjaan di sana. Rencana ngekos mereka berdua gagal karena di perkebunan tersebut ada mes nya.
"Cong untung ya..! kita cepat hijrah ke sini dan menemukan tempat yang adem banget. Ternyata bukan cuma uang yang bisa buat kita bahagia. lingkungan yang aman dan damai juga bisa buat kita nyaman.Walaupun kita makan seadanya tetapi baru kali ini merasakan kedamaian ..!?". Sembari membenarkan kayu bakar yang sudah mulai habis Pedro menambahkan lagi. Sekedar menghangatkan tubuhnya.
"Iya tuhan mengabulkan niat tulus kita menuju jalan kebaikan, dan seketika itu juga kita ditemukan orang yang tepat pak sholeh tidak hanya itu pekerjaan, tempat tinggal tidak menunggu lama Allah langsung kasih kemudahan kemudahan sungguh kekuatan tuhan memang luar biasa...!!". Timpal Acong dengan mata sembab dan berkaca kaca merasa dosa yang sudah ia perbuat.
Semoga kita tidak bertemu dengan orang seperti nenek Sartijah yang sangat sulit di kendalikan..
kalaupun kita bertemu semoga beliau sudah sama dengan kita bertaubat. dengan nada yang parau Pedro menatap api dan berbicara mengeluarkan unek uneknya yang sejak tadi di pendam.
__ADS_1
"Tumben kamu sadar dengan perlakuan nenek Sartijah yang selalu menghasut kita, sampai beberapa kali masuk penjara gara gara dia...!!!". Dengan memberikan singkong benam yang sudah matang Acong geram dengan kejadian yang sudah dialaminya.
"Kita doakan saja yang terbaik Cong ..! kita tidak usah menaruh dendam sama beliau. Sekarang ini kita tidak tau dia hidup di penjara atau masih aman berkeliaran seperti kita....! Aku juga belum siap umpama kata pak Ustadz nanti di suruh menyerahkan diri ke pihak yang berwajib atau meminta maaf kepada ketiga wanita yang kita mau bunuh itu...!!??". Timpal Pedro panjang lebar