Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 52 Obat Bius


__ADS_3

Mon...,mona...bangun semua sasaran termasuk Koko Juna,dan ketiga gadis itu keluar dari resto..!!Salah satu anak buah Mona membangunkan dan memberi tau bahwa mereka sudah selesai makan malam.


Ok....


Mona mengucek kedua matanya,dan menggeliat mengendurkan otot otot yang sempat kaku,maklumlah tidur seenaknya di mobil van.


Dengan suara agak serak,Mona mengajak teman temanya mengikuti mobil koko Juna dari belakang.


Semua kompak mengambil minuman dan menyatukan botol botolnya,sehingga terdengar suara dentingan kaca, mobilpun melaju di belakang dengan santai.


Ting.....,suara dentingan botol kaca.


*****


Mobil berhenti tepat di depan rumah sakit,karena mobil Debby di parkir di halaman tempat bang Sardan dirawat.


Makasih Bos juna atas jamuanya, sampai besok kita meeting di kantor. Gendhis berterima kasih mewakili Debby dan Fitri.


"Iya sama sama,oh iya Ndis,aku masih menunggu jawaban kamu loh...!!".dengan wajah sumringah Bos Juna berbicara sambil memberi kode di tunjuk wajah Gendhis.


ketiganya segera turun dari mobil mewah ,sang bos merasa senang.Sementara Gendhis hanya tersenyum tipis,tanpa menjawabnya.


"Koko Juna udah pergi... saatnya beraksi..!!,ucap Mona ke teman temanya.


Hai ....cewek kita mau tanya alamat boleh nggak??.tanya Reno salah satu teman Mona.


Tanya saja bang selagi kita tau kita siap jawab ya nggak teman teman .Dengan sigap Debby menjawab dengan menyenggol Gendhis dan Fitri.


"kalian yang namanya Gendhis,Fitri,dan Debby??".sembari keluar dari mobil van Reno dan kedua temanya tertawa kecil.


"Bagaimana kalian tau nama kami ??"Fitri langsung menjawab pertanyaan,sementara Debby dan Gendhis melonggo dan membulatkan mata.


Tak lama ketiga wanita anak buah Bos Galih,sudah terkepung dan ketiga pria suruhan Mona sudah bersiap siap membawa sapu tangan yang sudah di beri obat bius,dan mengusapnya di bagian muka tepat di hidung mereka.


Tak lama Gendhis,Debby,Fitri langsung terkulai di tangan ketiga pria itu.Malang nasibnya setelah bersenang senang kini harus menelan pil pahit akibat ulah Mona yang licik.


"Cepat masukkan mereka !!".Perintah mona yang duduk di depan,dan teman yang satunya ,setelah meletakkan Debby segera duduk di kemudi, Teguh namanya.


kini mereka ber tujuh, Mona,Debby, Fitri,Gendhis Reno,Teguh,Ali.Keringat mengucur dari ketiga temanya,mereka sedikit ketakutan mengikuti langkah Mona.


"Mon.....kita apakan 3 Wanita ini?!".Tanya Ali?

__ADS_1


mona tampak berfikir matanya kebingungan.


Di bunuh!!...


Di buang!!....


"Mon jangan di bunuh,buang saja aku tak berani kalau sampai membunuh!"pinta Reno, temanya yang lain pun kebingungan.


Kita ikat di pohon saja biar di makan binatang buas.


"Ayo arahkan mobil ke arah hutan!!"dengan sigap teman Mona yang menjadi supir memutar ke arah hutan.


Tiba tiba kendaraan oleng di tengah jalan menuju hutan, belum sampai hutan ,di depanya ada truk yang tiba tiba muncul,karena jalannya berkelok kelok sang supir juga kurang mahir melewati medan yang di serta hujan gerimis.


"Bruk...bruk....chit....chit....!!".


Suara mobil terdengar ngerem mendadak,terdengar suara mobil bertabrakan keras sekali,tabrakan pun terjadi mobil rombongan Mona sempat terbalik, berulang ulang,untung jurangnya tidak terlalu dalam,semua pengguna jalan berhenti,melihat kejadian naas ini.


Gendis,Debby,Fitri,tubuh mereka jadi satu di bangku belakang.Keadaan mobil sekarang berbalik,sementara truk menabrak pohon mobil depan ringsek.


"Auw... sakit,apa apaan ini!!".


Debby menggerang kesakitan,disusul Gendhis dan Fitri.


Debby menangis histeris,disusul kedua sahabatnya mereka hanya menunggu keajaiban ketiganya alhamdulillah selamat,namun siapakah yang akan nekat memecahkan kaca mobil yang terbalik dan menyeret kami keluar dari musibah ini.


"Tolong.....tolong....tolong.....".


"Hallo ada di bagian mana?ini kami datang menolong".Salah satu teriakan warga sekitar,di luar sudah ramai rupanya.


Gendhis segera bersuara!!....tolong pecahan kaca belakang,tetapi pelan pelan pak ya,kami ada di bagian belakang!.


"Baiklah kami akan mencari kayu untuk memecahkan kaca mobil ini"


Tak lama kemudian bapak itu berteriak.


Awas ya ?satu....dua....tiga!


"prak...prak....prak....",suara kaca perlahan retak dan berhamburan kemana mana di bersihkan bagian pojok dan sisa sisa yang masih menancap di sela sela pinggiran mobil.


Ke tiganya berhasil di selamatkan dengan penuh tantangan,mereka juga luka luka sedikit akibat pecahan kaca di bagian muka,kepala,tangan,kaki

__ADS_1


namun tidak parah


"Innaillahi wainailahi rajiun !!".


"Di depan lihat itu Mona...!!",darah mengucur hebat dari kedua lubang hidungnya,kamipun tak dapat berbuat apa apa bergerak rasanya sulit apa lagi menolongnya.


"Jadi ini perbuatan Mona",Fitri membulatkan mata dan tidak mengira mona sampai sedendam itu dengan kita,heranya kenapa setiap ada pertemuan dengan pak Arjuna,selalu dia jahatin kita.


Fitri merintih kesakitan ada luka agak dalam di tangannya.


"Pak terima kasih banyak,apa jadinya kita tanpa bantuan bapak dan semua warga yang menolong kita di sekitar sini...!",sudah kewajiban kami mbak sebagai sesama manusia harus tolong menolong.


Suara ambulan dan sirine polisi datang bersamaan,Mona dan kawanya yang menjadi supir di bawa ambulan duluan,karena lukanya sangat parah


Sementara teman temanya yang lain sudah berhamburan entah ke mana mereka,karena mobil yang bagian tengah pintu terbuka dan ringsek,sebelum ringsek mereka sudah terpental jauh,dan dalam pencarian.


Pak polisi segera menanyai kami satu persatu,tetapi kami tidak ingat apa apa,kecuali kami di tanya 3 orang lelaki,tetapi tau tau kami sudah di sini dalam keadaan mobil terbalik tadi,jadi kami hanya bisa memberi keterangan seperti itu.


"Baiklah sementara keterangan dari kalian bertiga dan warga sekitar cukup,kalian tunggu ambulan berikutnya akan segera datang...!!".


"Terima kasih pak polisi atas bantuanya!".


Oh iya pak tolong perempuan yang pingsan tadi kalau nyawanya masih tertolong jangan sampai lepas dialah penyebab kecelakaan ini,kalau kami sudah sembuh kami akan melaporkan dan memberitau siapa Mona ini,di mulai dari kami kenal sampai kejadian naas menimpa kita ini.


"Baik kami tunggu keteranganya dan kami siap dengan penjagaan tersangka sementara saudara Mona,kalau ada apa apa hubungi saya ini kartu nama saya",Hakiman,ini nama bapak ya?,kok bisa orang tua bapak ngasih nama ini,cocok dengan pekerjaan bapak meskipun bukan jadi hakim,tapi masih ada hubunganya!?.


Heh dasar Debby,kita ini lagi kesakitan kamu malah enjoi tanya pak Hakim seperti itu!!.Fitri meringis kesakitan sambil memarahi Debby.


Pak polisi menahan tawa mendengar pertanyaan Debby.


"Ya sudah saya akan menelefon keluarga kalian masing masing biar tidak cemas,dengan hilangnya kalian!!".Pak polisi menyudahi perdebatan Debby dan Fitri.


"Pak tolong....jangan ...kami saja yang menghubungi keluarga kami masing masing dan menjelaskan kejadian ini,bukan apa apa sih pak takut mereka kaget kalau pak Hakim yang telefon".Debby mengurungkan niat pak polisi.


"Baiklah kalau menurut kamu ini yang terbaik!!".


Untung saja handphone kami tersimpan di tas masing masing, dan kebetulan kami bertiga juga membawa tas yang ada talinya,jadi meskipun tadi kena goncangan hebat,tetap aman dalam tas,dantali terselempang di pundak masing masing.


Kami sulit sekali menggerakkan jari jari,dengan perlahan kami mengambil handphone dan memulai menelefon keluarga kami masing masing.


Bismillah ...semoga mereka tidak kaget dan khawatir.

__ADS_1


Dret....dret...dret...


"Assalamualaikum ...".


__ADS_2