
****
Segera berita tersebar di seluruh perusahaan dari luar negri dan dalam negri. Semua orang menyalahkan PT Gemilang dan mencoret dari daftar perusahaan. Padahal Bosnya yang bernama pak widodo tidak mengetahui misi dan rencana tersebut.
Karena berita tersebut Pak Widodo langsung jatuh sakit dan langsung drop. Maklumlah Bos PT Gemilang ini punya riwayat penyakit jantung. Semua keluarganya marah terutama istri dan anaknya.
Tak lama berada di rumah sakit terdengar kabar bahwa Pak Widodo telah meninggal dunia. Semuapun tak menyangka kepergianya secepat itu meskipun ini takdir tetapi keluarga Pak widodo tetap mengutuk semua ini gara gara Pak Herlambang.
*******
Penentuan terakhir tender telah dimulai lagi setelah permintaan Bos Galih untuk di hentikan selama dua hari dikabulkan. Keempat perusahaan yang saat ini sedang berjuang memenangkan tender bersiap siap. Yang tadinya Lima perusahaan kini menjadi empat dikarenakan perusahaan yang di pimpin Pak Herlambang terkena kasus yang ia buat sendiri kemarin.
Gendhispun ikut dalam penentuan kali ini badanya telah sehat dan pulih hanya perban masih melekat di lukanya. Bos menyuruhnya untuk istirahat saja di kamar hotel tetapi semangatnya untuk mengikuti presentase terakhir membuatnya lebih semangat dari sebelumnya.
"Ndis kamu memangnya nggak apa apa ...!!??". Tanya Debby keheranan.
"Alhamdulillah sudah sehat walafiat berkat doa kalian aku cepat sembuh jadinya...!!". Timpal Gendhis dengan wajah ceria.
Merekapun segera beranjak ke tempat meeting. Hotel bersebrangan dengan tempat meeting. Mereka tidur di hotel sesuai yang di janjikan Bos Galih. Dua hari membuat mereka cukup beristirahat setelah melalui kejadian yang mengerikan kemarin.
Semua mata tertuju pada team Bos Galih namun kali ini tak banyak peserta seperti kemarin. karena semua yang tidak ikut kedalama 5 besar perusahaan terpilih telah kembali ke rumahnya masing masing.
Pemilik tenderpun segera berdiri mengucapkan salam dengan kagetnya semua berdiri bersorak karena berita yang disampaikan membuat mereka saling berjabat tangan. Ternyata ke empat empatnya dipilih.
__ADS_1
Semoga ke empat perusahaan ini bisa menjadi team yang solid dan tidak ada konflik di kemudian hari.
******
Keesokan harinya mereka bersiap siap untuk pulang. Tetapi ada hal yang mengejutkan karena Adit dan Bos Galih mengungkapkan sesuatu yang membuat mereka terkejut.
"Hari ini adalah hari berbahagia dan aku mau menyampaikan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku....!?". Perkataan Adit sempat terhenti karena Bos juga mau menyampaikan pesan penting hari ini.
"Tunggu dulu Dit aku juga ingin menyampaika hal sangat penting dari apapun. Maaf ya aku menyela ditengah kebahagiaan yang ingin kamu sampaikan....!!". Timpal Bos Galih membuat semua tak sabar mendengar pengumuman apa sebenarnya yang lebih penting dari apapun.
"Bos aku juga menyela, aku bukan membela Adit, tetapi aku lebih ingin keadilan dari pada kalian berdua berdebat siapa duluan lebih baik kalian beradu jari. Siapa yang menang dan siapa yang kalah bisa menentukan dari jari mengerti nggak yang aku maksud..!!??". Terang Debby yang juga menyela ditengah perdebatan mereka.
"Iya iya aku mengerti Debb bagaimana dengan si Bos pernah nggak main seperti itu ...!!??". Tanya Adit sembari menutup mulutnya karena malu kepada Bos besarnya....!!".
"Baiklah segeralah di mulai aku juga sudah tidak sabar mendengar berita apa yang membuat dua orang ini ingin segera menyampaikan kabar bahagia itu...!!??". Gendhis ikut menimpali dan tidak sabar sembari tersenyum melihat tingkah mereka semua.
Sorak terdengar ketika mereka memulai dengan mata tertutup semua cara itu atas permintaan Debby yang ceplas ceplos....Ternyata yang duluan adalah Bos Galih...Tak di sangka mereka baru melihat kegirangan Bos hari ini karena berhasil memberitahukan pengumuman duluan.
Ok karena memang ini sudah rejekiku dan tuhan hari ini lagi bahagia juga atas niatanku maka aku akan memulai memberitahukan ini dan semoga keinginanku ini juga dikabulkan olehnya. Semua beradu pandang binggung dengan sikap dan perkataan Bosnya.
"Hari ini kalau Gendhis berkenan aku ingin melamamarnya. Sebenarnya sudah lama ingin menyampaikan ini tetapi aku ragu apakah Gendhis mau menerimaku...??". Dengan perasaan was was Bos Galih menyampaikan unek uneknya.
Semuapun tertawa gembira mereka memang pasangan yang serasi satunya tampan satunya cantik. Dan mereka semua mendukung keinginan Bos Galih tak mau temanya yang satu ini selalu menderita sudah saatnya Gendhis berbahagia.
__ADS_1
Gendhis tak bisa berkata apa apa karena merasa terharu dengan lamaran Bos Galih. Matanya sembab dan berair Bos Galih seger mengusapnya dan mendekapnya meskipun belum ada jawaban dari mulutnya. Tetapi Bos dan teman temanya yakin Gendhis pasti menerimanya.
"Maaf sebenarnya saya masih enggan berhubungan dengan siapapun. Tetapi dengan kejadian kemarin aku juga sadar bahwa Bos Galih tidak boleh di sia siakan dia sudah berbuat baik sama aku dan teman teman. Diapun telah menyelamatkan nyawaku dan kehormatanku....!!". Jawab Gendhis dengan bijak sembari terharu berurain air mata. Sahabatnya Debby dan Fitri ikut menangis terharu. Ketiganya berpelukan dan Bos Galihpun merangkul mereka bertiga ikut terharu.
"Udah cepat aja Bos menikah nggak usah di tunda tunda lagi tinggal persetujuan keluarga jadi ..!". Firman juga ikut menasehati dan ikut senang.
Debby melepaskan pelukanya dan berbalik badan ingin tau sekarang kabar gembira dari sahabatnya satunya yang dari tadi juga sudah tidak sabar ingin menggungkapkanya .
"Sekarang gantian kamu Dit kami semua juga penasaran ...dengan kabar gembira kamu...!!". Debby bergelayut di lengan Adit dengan manja mereka berdua seperti Tom dan jerri tetapi ada saatnya akur.
"Baiklah karena kalian tak sabar mendengarnya aku langsung saja ya...? Keingginanku sama kami sudah semalaman membahasnya di lobby dengan Fitri. Kamipun berniat tunangan dan tak kalah dengan Bos Galih dan Gendhis. Ternyata sejak kejadian kemarin ada perasaan yang sama kami rasakan....!!". Adit dan Fitri saling berpandangan mereka juga tak menyangka yang selama ini juga sama seperti Tom dan jernih ternyata bisa akur dan memiliki perasaan suka sama suka.
"Ada lagi yang barengan kayak mereka biar sekalian ini pasangannya tinggal dua wanita lagi siapa yang mau....!!??". Candaan Debby membuat semua tertawa pecah tak bisa diam karena celotehnya.
Itulah jodoh tak ada yang tau seperti apa kapan datangnya, setelah semuanya menjalani lika liku yang tak mudah akhirnya mereka semua berbahagia.
Tinggal menunggu restu dari kedua orang tua masing masing mudah mudahan tidak ada konflik lagi. Semuanya bersiap siap meninggalkan hotel kembali ke rumah masing masing.
Tetapi ada satu yang harus di selesaikan menunggu Bu Warsih tidak ada kabar berita. Karena Bos Galih orangnya konsekuensi sebelum pulang beliau sengaja mampir ke warung Bu Warsih dan menitipkan kekurangan uang sewa Villa haji sholeh.
Telefon pun tidak aktif membuat Bos Galih cemas ada apa sebenarnya...! kenapa dia tidak mencarinya padahal uang yang Bos Galih janjikan bukan jumlah yang sedikit.Semuapun heran dengan sikap Bos galih yang masih saja mencari Bu Warsih.
"Bos kenapa kita ke warung dekat Villa itu lagi ..!!??". Tanya Gendhis
__ADS_1
"Uang sewa Villa belum diambil aku berniat menitipkanya pada ibu yang jualan nasi di warung itu Ndis...!!". Jawab Bos galih tak berani berterus terang karena sudah janji kepada Bu Warsih untuk merahasiakan tentang informasi kemarin.