
"Kamu mau aku perkosa sekarang,ha...,"Entah kekuatan apa,langsung ku tampar mukanya,ku tendang alat kelamin nya....,tak kusangka dia meringis kesakitan...mungkin ini titik kelemahannya,matanya berubah merah,kekuatan baru muncul".
"wajahnya berubah menyeramkan,kuku-kuku memanjang, dari tubuh si Jubah hitam,ternyata ada sosok menjijikkan,pucat pasi,darah....aku butuh darah...kenapa kau gagalkan ritualku,hingga aku gagal meminum darah golongan ..O...,".
"Aku tak kehabisan akal,ku ambil tempat lilin panjang di meja yang juga di buat memuja si jubah hitam sepertinya,berbentuk panjang ada tiga biji".
"Tolong ambilkan aku darah.....lagi...,kamu akan aku buat seperti Ratu,banyak harta,dan juga cantik,kamu bisa berkuasa membalas dendam,aku akan membimbing kamu jadi orang yang berjaya,berkekuatan besar".
"Jangan sampai lewat dari jam dua belas,aku tak mau menyiapkan-nyiakan waktu segera ku ayunkan tempat lilin ke arah,*********** lagi dan lagi,tanganya menakup ***********,aku Segera mendekat ku pukul belakang kepalanya dengan tempat lilin sekali saja,brukk....langsung tersungkur di hadapanku".
"Segera aku menapak perlahan, ku tinggalkan,si jubah hitam,di lantai,kelihatanya dia pingsan".
"Datang lagi sosok mengerikan kini ada perempuan tua seperti mak lampir,berkacak pinggang kulihat ke bawah,kakinya tidak kelihatan,aku harus tegar,menghadapi setan ini".
"Dia melotot,sampai mau copot,kalau saja Gadhis,atau siapa pun mungkin sudah pingsan".
"mungkin mau memasuki tubuhku,segera aku baca surat-surat al quran,aku memejamkan mata apapun aku baca yang di ajarkan guru agama dan guru mengajiku untuk mengusir,jin,setan".
"Badanku terasa dingin dan sepertinya ada yang mau masuk ,aku yakin dia ingin meminjam tubuhku,untuk mengambil darah di tempat pemujaan tadi,untuk di berikan ke jubah hitam"
"Tubuhku serasa ada yang mendorong kuat,tetapi rasanya seperti angin".
"Aku menangis sembari membaca ayat-ayat al quran, meminta tolong kepada yang kuasa memohon bantuan sang pencipta".
Terdengar, "panas....panas....panas....hentikan",jangan ganggu aku biarkan aku keluar dari rumah setan ini,mengerti..."aku masih mau dengan orang-orang yang memujaku,itu,...mereka sangat patuh kepadaku....".tapi tidak denganku,kembalilah ke asalmu.
"Tunggu pembalasanku ha...ha...ha...kamu akan menjadi pengikut ku juga,di atas sana,anak buahku sedang mengumpulkan tenaga untuk membalas orang yang menggagalkan ritualku".
"Mau ku bacakan ayat-ayat suci lagi".
__ADS_1
"Aku harus bergegas menolong orang-orang,tapi mereka banyak apa aku bisa menghadapi sendiri,aku putar balik menuruni tangga,nggak jadi ke lantai tiga,bergegas ke lantai satu,menuju kamar dimana Almayra tidur".
'Aku harus keluar dulu,ku gendong Almayra yang tertidur lelap,tak lupa boneka berbie,dan sekantong,susu dan keperluan almayra,tak ku bawa semua,yang penting-penting saja".
Mudah-mudahan pintu nggak di kunci,benar saja ku buka pintu keluar....,cekrek,aku Segera meninggalkan rumah setan demi menolong tawanan,termasuk adikku Gadhis,kalau aku tetap di sana nggak akan mungkin bisa,melarikan diri
"ku harap Gadhis,dan yang lainya bersabar menunggu aku dan orang-orang yang akan membantu nanti".
"Gelap sekali,aku hanya bisa berjalan cepat,nggak mungkin bisa berlari...lewat semak-semak tinggi,pantas saja nggak.ada warga yang curiga,...jalannya juga jelek sekali".
"Capek sekali,kakiku rasanya udah nggak kuat,tapi aku harus berusaha sampai di pemukiman warga yang ramai".
Sementara di lantai tiga Ibu dan pak Seno,menyuruh Paijo,dan Paidi,mengikat tangan kami,"Ikat tangan mereka satu-satu,termasuk Gadhis dan Luna".
"Pak kenapa Suhu gak kembali ke sini sedang ngapain Suhu dengan Gendhis,lama sekali mereka,ini sudah jam satu lewat,batal ritual kita gara-gara Gendhis".
Jo....coba kamu ke lantai dua,sedang apa mereka,kok lama banget hampir satu jam,"ha..ha...ha...sedang memadu kasih kali nyonya".
"Baik nyonya".
"Paijo...segera bergegas, menuruni tangga menuju lantai dua,sesampainya di kamar Suhu,jubah hitam sontak terkejut tak terhingga".
"Melihatnya sudah tergeletak,di pegang pergelangan tangan masih,ada denyut nadinya,paijo sudah biasa melihat Suhu,jubah hitam nya pucat pasi wajah jelek dan tua,seperti umur ratusan tahun".
"Segera mengambil minyak kayu putih di taruh di hidung berulang-ulang,akhirnya terdengar tersengal-sengal".
" Jo ....tolong....ambilkan...darah ,tiga kantong di atas...aku sudah tidak kuat ...lagi..,dengan suara lirih jubah hitam,memandang wajah paijo".
"Kemana Gendhis Suhu...,tidak tau ....cepat setelah ambil darah cari sampai ketemu...,sudah berapa lama aku pingsan,kalau di hitung dari acara kita ritual sudah hampir satu jam an Suhu"
__ADS_1
"Cepat...jo....",sepertinya sudah sesak nafas,mau mati saja kelihatanya,mengerikan matanya merah.
"Bergegas,lari menuju tangga,lantai tiga,terengah-engah...,.Nyonya,Gendhis kabur,Paidi kamu lihat di kamar lantai satu".
"Iya tuan akan saya cek,di kamar lantai satu,paijo mengengam tiga kantong darah golongan O...".
'berlari menuruni tangga beriringan paijo dan paidi secara bersamaan".
"paijo berhenti di lantai dua,menyerahkan darah dan si jubah hitam langsung,Meninumnya,sementara paijo lari ke lantai satu,pintu sudah terbuka,kosong sudah nggak ada Gendhis dan Putrinya, aku harus segera lapor ke Nyonya".
"Jo....Gendis dan Putrinya lari, segera kabari nyonya dan adiknya
"Si jubah hitam menyuruh semua mencari Gendhis dan Putrinya,pasti dia tidak jauh,dia sama Putrinya nggak akan tau jalan keluar".
"Kelompok kami mencari menyusuri semua tempat,tetapi tidak di temui sama sekali, satu jam sudah,kami kembali ke markas memberi laporan ke nyonya dan Suhu".
Suhu kita tidak menemukan Gendhis dan Putrinya,"Goblok....kalian,cepat kita kemasi berang-barang jangan ada yang tertinggal".
Gadhis tersenyum sinis menatap lawan dan luna pun ikut lega ada yang berhasil lolos,"Rasakan kalian tunggu sebentar lagi kalian akan di tangkap pihak berwajib,kakakku akan menolong kami dan menjebloskan kalian ke penjara".
"Bu Lasmi datang menampar Gadhis,sampai berdarah,jangan mimpi kamu kita akan berpindah dari sini ha...ha...ha...kami punya banyak markas,dan satu orang pun nggak tau kecuali kelompok kejayaan kita, ha...ha...ha...ha..".
"Air mata Gadhis sudah kering,kini ia mulai jadi wanita kuat,beginilah hidup kuat karena terbentuk dari proses kehidupan".
"Luna obat Suhu,belakang badanya ada luka berdarah akibat di pukul Gendhis".
"Pak seno dan Bu Lasmi berbisik-bisik,aku tak habis fikir kenapa Suhu bisa kalah sama gendis,bogel menimpali tentu saja karena Suhu kehabisan darah,harusnya ritual menambah kekuatan,ini malah gagal kekuatan Suhu jadi melemah,untung darah masih belom kita habiskan sehingga kekuatanya akan berangsur-angsur pulih..!!".
"Aku bangga dengan kakakku,mudah- mudahan,bantuan segera datang,timpal Luna..aku amiin in kak ".
__ADS_1
.