
****
Sesuai permintaan Gendhis, Debby dan Fitri Nenek Sartijah diputuskan tinggal di tempat sosial rehabilitasi panti jompo. Peraturan mereka bertiga tidak boleh bebas, harus di sana sampai benar benar insyaf. Keuarga Nawang pun tidak diperkenankan menengok Nenek Sartijah dalam kurun waktu satu tahun.
Mereka sekarang bisa bernafas dengan lega berharap cobaan berakhir dan terakhir. Dengan di temukanya Nenek si pembuat onar.
Semua sudah siap Nenek yang tadinya di dalam tahanan sementara akhirnya di bebaskan dengan syarat satu tahun tidak boleh di jenguk.
Itupun karena kelegowoan hati ke tiga korban Gendhis, Debby dan Fitri. Kalau tidak sudah di penjara bertahan tahun.
Nawang, Ken dan kakek Danu menemui di kantor polisi di mana nenek di tahan sementara, mereka hanya di perbolehkan bertemu tidak di perkenankan ikut mengantar.
"Nek Nawang harap semoga nenek berubah. Untunglah kak Gendhis dan teman temanya masih berbesar hati memaafkan nenek dengan caranya...!?".Pinta Nawang yang tetap menyayangi nenek sartijah sembari menggengam tangan nenek Sartijah
Benar apa yang dikatakan Nawang mulailah bertobat kita sudah tua mau apalagi yang kita cari. kalau bukan amal kebaikan dan perilaku yang baik. Sebenarnya kalau soal harta kita sudah tidak butuh itu lagi, harta tidak di bawa mati ingat itu nek...!?". Kakek Danu juga ikut menasehati Nenek.
Ken berharap nenek tetap menjaga kesehatan supaya nanti bisa melihat cucu nenek lahir. Doakan anak kami lahir dengan selamat ya Nek. Mudah mudahan dengan nenek berada di sana lambat laun Gendhis dan teman temanya bisa mencabut tuntutan nya. Ken juga memberi dukungan terhadap nenek berharap nenek legowo menerima kenyataan dan resiko apa yang ia perbuat selama ini adalah hal yang salah.
Nenek hanya tertunduk dengan sorot mata yang kosong. Entah air mata penyesalan atau air mata yang di penuhi dendam. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya, hanya pelukan terhadap Nawang.Segera Ken mencium punggung tangan nenek dan nenek mencium punggung tangan kakek Danu. Aku pergi dulu jaga diri baik baik kalian semua.
Nenekpun dipersiapkan duduk di barisan belakang duduk dengan pak yono. Di barisan depan tampak dua polisi yang ikut mengantar nenek ke tempat rehabilitasi panti jompo. Mobil sedan yang biasa di pakai pak polisi segera berangkat.Mata Nawang sembab dan berembun tak tega melihat nenek Sartijah di bawa.
"Sudahlah nak doakan saja yang terbaik ini ulah nenek Sartijah sendiri yang membuat keadaan jadi seperti ini.Tetapi ini jalan terbaik supaya nenek jera dan bertaubat...!?".Tak henti hentinya kakek mengusap punggung Nawang.
__ADS_1
Nawang memang wanita yang kerap menangis kalau ada masalah jiwanya lemah tak bisa melihat orang yang dia sayangi menderita. Tetapi Nawang juga sadar Nenek memang salah dan harus di hukum.
"Iya kek aku mengerti..sudah banyak niat jahat nenek terhadap kak Gendis. Memang itu hukuman yang pantas..!?". Segera Nawang menyeka air mata yang jatuh begitu saja.Wajar sejahat apapun Nenek sudah di anggap seperti Nenek kandung.
****
Lihat tunggu saja pembalasanku, setelah polisi menaruh aku di sana akan aku buat seluruh penghuni panti tertidur. Sehingga aku leluasa bisa kabur kemanapun aku suka dan memikirkan balas dendam terhadap Gendhis dan teman temanya.
"Ingat nek jangan banyak tingkah, jangan berbuat macam macam. Untung nenek masih di taruh di sini kalau tidak nenek akan menua di penjara. Setelah keluar entah masih di beri umur atau enggak sama tuhan..!!??". Pak Yono juga tak henti hentinya menasehati sepanjang jalan sampai di panti tempat nenek Sartijah akan tinggal.
Dinas sosial dan panti Jompo HARAPAN KELUARGA BAHAGIA. Papan nama terpampang jelas di hadapan nenek Sartijah. Dengan senyum sinis nenek tak sedikitpun mau bertaubat.
"Baik pak ...siap..!!". Sepertinya nenek Sartijah sudah berhasil.membuat orang percaya dengan sikap manisnya yang penurut. Ternyata semua orang salah menilainya.
"Siap laksanakan ndan..!?". Dengan sigap anak buah pak Yono menyuruh membantu menurunkan tas nenek berisi semua pakain dan keperluan nya.
Pak Yono bergegas menuju ruangan kepala panti. Bu Fatimah adalah kepala panti ini beliau segera mempersilahkan duduk, mereka pun berbincang bincang membahas pesan keluarga nenek yakni Nawang dan tentu saja pesan Gendhis dan teman temanya.
pesan dari keluarganya titip nenek Sartijah. Ibu diminta menghubungi no keluarganya apabila terjadi sesuatu kepada nenek Sartijah. "Jadi itu bu ya..? yang dapat saya sampaikan !?". Pak yono pun memberikan no telefon sesuai pesan Nawang dan kakek Danu.
"Jadi ceritanya begitu ya pak...!?" tanya kepala panti
Saya kemarin waktu dengar ceritanya sempat takut juga dengan kelakuan yang di perbuat nenek Sartijah. Tetapi menurut pak polisi ada yang membantu 2 lelaki muda.
__ADS_1
Tetapi saya juga berfikir ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk membuat nenek Sartijah berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi."Doakan kami bisa merubahnya ya pak mengingat usianya sudah tua..!?". Pinta bu Fatimah kepala panti sedangkan asisten beliau cuma menyimak pembicaraan mereka.
"Amin semoga nenek Sartijah dapat berubah dan insyaf...!!". Pak yono mengamini perkataan ibu Fatimah.
"Ada lagi yang perlu di tanyakan ...? kalau sudah tidak ada lagi saya pamit ada tugas lagi yang harus saya kerjakan....!?". Tanya pak yono sembari mengambil secangkir kopi yang sudah di buatkan oleh asisten bu Fatimah.
"Sementara itu dulu pak...! nanti kalau ada pertanyaan lain saya akan menelfon bapak ..!?". Timpal ibu panti.
Pak yono berjabat tangan dan berjalan menuju kamar nenek Sartijah. Banyak sekali pemandangan mengharukan di sana. Dalam hati pak Yono merasa iba tiba tiba mata sembab dan berair melihat banyak orang tua yang sengaja dititipkan oleh anaknya entah dengan alasan apa...?. Semoga saja dirinya tidak sampai diperlakukan seperti itu oleh anaknya.
Tiba tiba ketika melewati salah satu kamar ada suara yang memanggilnya.
Nak kamu seperti anakku yang menjadi polisi. Kenal nggak nak sama anak aku..? Aku kangen sekali denganya Kalau ketemu tolong sampaikan aku ingin bertemu..! Coba sini aku perlihatkan fotonya.
"Baik bu nanti saya sampaikan kalau ketemu..! memangnya berapa lama ibu nggak ketemu atau nggak di jenguk anaknya...!!??". Tanya pak Yono dengan mata berkaca kaca.
Lima tahun ada maklumlah masih sibuk kata nak Fatimah nanti kalau sudah nggak sibuk pasti aku diajak jalan-jalan. Aku kangen cucuku mungkin sekarang sudah besar dulu ketemu pas kecil. Gara gara aku bertengkat dengan menantuku aku di taruh di sini, tetapi aku selalu mendoakan mereka supaya keluarganya bahagia, rejekinya dilancarkan, dan menantuku sadar akan kesalahannya. kata nenek yang tidak aku ketahui namanya.
Cerita nenek itu sangat menyentuh hati membuat tenggorokanku seperti tercekat.
"Nak aku ingin sekali pulang tapi nggak ada uang. Untung bu Fatimah baik jadi semua terpenuhi di sini...!!??". Keluhnya lagi.
Ia menggengam jemariku dan dan enggan melepaskanya. Aku tak bisa beranjak begitu saja takut melukai perasaanya. Ku roboh kantong celanaku aku keluarkan uang lembaran ratusan ribu tiga dan aku memberikan nya kepada beliau agar sedikit terhibur.
__ADS_1
"Bu ini ya bu nanti buat jajan sama teman temanya. Jangan sampai buat pulang diluar sana banyak sekali orang jahat. Ibu lebih nyaman tinggal di sini .... saya ke kamar teman ibu yang baru ya namanya nenek Sartijah...!!??". Pak Yono berusaha menasehati supaya tak ada niatan untuk pulang.