
"Dewa tak habis fikir,Siapa yang menculik Gendhis,gadhis,dan Almayra,polisi juga datang menginterograsi aku,bagaimana mungkin aku melakukan itu".
"Meskipun awalnya,aku hanya ingin mengambil Almayra,bukan berarti aku menculik Gendhis apalagi ghadis".
"Aku binggung sampai sekarang mereka bertiga belum di temukan,apa lagi senin ini panggilan sidang pertama,belom lagi Mawar minta aku Segera melamar karena hamil,Ibu dan Bapak sedang Umroh ke tanah suci".
"Awalnya aku tak mau menceraikan Gendhis,tapi Gendhis sudah mengajukan gugatan mau nggak mau aku harus terima,mungkin sudah takdirku sama Gendhis berakhir sampai di sini".
"Awalnya aku hanya bercanda dengan Mawar,hanya iseng,Mawar selalu menggoda,selalu menghubungiku,lelaki mana yang tak tergoda,selalu berpenampilan seksi,dan mengajak kencan".
"Bagaikan kucing di kasih ikan asin,kini aku terperangkap,dan Mawar sudah mengandung anakku,aku harus bertanggung jawab".
"Setelah kehamilan Mawar, aku sadar,aku tak akan bisa membahagiakan Gendhis dan Almayra".
"Biarlah Almayra ikut Bundanya,supaya terpenuhi kebutuhannya,aku tau Gendhis wanita mandiri,cantik,pintar,aku saja yang kecentilan mau saja di goda Mawar,menyesalpun sudah tiada guna".
"Aku cuma mau dia kembali ke keluarganya,bagaimanapun aku harus membantu mencari".
"akan aku hubungi Axel,sahabatku,"hallo kamu di mana Xel,biasa Dew....narik,tumben sing-siang kamu nelpon,aku ada masalah xel,Gendhis,Gadhis dan Almayra hilang ,sampai sekarang belom di ketemukan, sudah seminggu, aku binggung,barang kali kamu narik ketemu mereka ber tiga di suatu tempat ,tolong kabari aku ya ".
"Ha...benar Dew....?,apa yang kamu bilang,beneran masa hal begini di buat bercandaan,aku menyesal xel telah menyakiti Gendhis,namun aku tak bisa berbuat apa-apa,Mawar terlanjur hamil,nasi sudah menjadi bubur,".
"Syukurlah kalau kamu menyesal,polisi dan keluarga Gendhis mencurigai aku,memang Awalnya aku mau mengambil Almayra,".
"Ya sudah aku akan bantu kamu mencari Mereka..,jangan bersedih doakan saja mereka cepat ketemu ".
"Danti membuyarkan lamunan,ku adikku satu-satunya,udah ada kabar kak tentang Almayra dan kak Gendhis,belom Nti,...aku binggung mencari kemana lagi,tiap hari aku menyisiri jalanan di mana jejak terakhir di duga,polisi juga berusaha menyebar pencarian,Bos Gendhis dan teman-temanya,dan keluarga Gendhis tentunya".
__ADS_1
"Yang sabar kak,Danti juga akan mendoakan mereka cepat di temukan,mudah-mudahan mereka dalam keadaan baik-baik saja,tak kekurangan satu apa pun".
"Amin"
"Aku tidak tau mengapa aku menghianati Gendhis,padahal kalau di pikir-pikir,cantik Gendhis dari pada Mawar,tapi meskipun demikian aku sangat menyayangi mereka berdua, sudahlah semua sudah terjadi".
Aku menelfon Ayah Rangga dan Mama Artha,barangkali sudah ada titik temu,tring....
tring.....tring...."hallo Yah gimana udah ada kabar tentang mereka".
Belom ada..."kabari aku Ya ...Yah kalau sudah ada kabar".
"Sudah kak istirahat,dari kemarin aku lihat kakak,belom istirahat,makan dulu ,sudah aku siapin kalau Kakak mau makan".
"Aku tidur sebentar ,sepertinya kepala mau pecah,bergegas ke kamar merebahkan badan yang lemah ke atas kasur,ku pandangi langit-langit ,menyesal.....lagi lagi itu yang terlintas di fikiranku".
"ku lihat hanya album yang tertinggal di kamar,di atas ,lemari pakaian,mungkin Gendhis lupa membawanya,aku berdiri dan rasanya tubuhku meriang,ku raih album kenangan kami bertiga,Almayra dan Gendhis terlihat sangat ceria,dan sangat cantik".
"Di belakang album ini,Gendhis menuliskan Forefer,selamanya,kasian dia,begitu setia,meskipun aku tau di luar sana banyak pria menginginkan Gendhis,sedangkan aku menyia-nyiakanya".
"Bodohnya aku...".
"Handphone ku berdering....kulihat di layar nama Mawar yang muncul,segera ku angkat...,"Hallo ada apa...".kapan abang melamarku ke orang tuaku,sabar nunggu aku selesai cerai,aku pasti tanggung jawab atas semua perbuatanku".
"Bilang ke Ayah dan Ibu kamu,aku masih menyelesaikan masalahku,Anakku juga belom di temukan,mengertilah sayang".
"Iya Bang,aku mengerti tapi bagaimana dengan perutku,tidak bisa di sembunyikan".
__ADS_1
"Tunggu Ibu,Bapakku pulang ya,dia kan sedang umroh,nanti setelah beliau pulang segera aku lamar kamu,dan kita adakan pesta pernikahan".
"Bang bisa nggak malam ini abang temui aku,anak kamu dalam perutku kangen,tidak janji ya?.badanku meriang,tak karuan,aku istirahat bentar,kalau badanku sudah fres,aku Segera ke rumah kamu".
"Ya udah Bang istirahat dulu".
"Badanku benar-benar drop, aku minum obat dulu,lalu tidur sebentar saja,andai ada Gendhis pasti aku sudah di sediakan keperluan,apa lagi kalau tau aku sakit,bakalan setia menjaga,dan melayaniku".
"Maafkan abang Gendhis",gumamnya dalam hati".
"Baru terasa orang yang kita sia-siakan begitu berarti,saat kita jauh darinya dan kehilangan orang itu".
"Pengaruh obat sakit kepala,mataku berat,sudah mau terlelap,sekitar lima belas menit,aku bermimpi,Ibu,Bapak,Gendhis,Gadhis,Almayra,mengapa mimpiku semua minta tolong kepadaku".
"Ah....hanya bunga tidur saja ,orang tuaku kan lagi umroh,nggak mungkin mereka sama-sama ,Gendhis,Gadhis Almayra".
"Aku akan menelfon Bapak Seno dan Ibu Lasmi,penasaran sekali tentang mimpiku,apakah mereka baik-baik saja di sana,sampai manakah mereka saat ini".
"Tiga kali ku pencet panggilan,tidak aktif,mungkin tidak ada sinyal,atau batrenya habis,aku kirim pesan saja ,kalau handphone hidup,atau ada sinyal biar di baca sama orang tuaku".
"Aku akan hubungi teman kerja Gendhis,yang kebetulan temanku juga Firman,pernah satu kelas jurusan administrasi, kebetulan aku ada no telefon nya".
"Siapa tau Gendhis sudah ketemu dengan salah satu teman kantornya,mereka kan team paling kompak,kala Gendhis bercerita saat itu".
"Ku tekan no telefon Firman,panggilan satu kali langsung di terima,..hallo Dew,gimana Gendhis udah ditemukan belom,justru aku telefon kamu ,mau menanyakan dia,siapa tau salah satu dari team kalian sudah ada yang ketemu"
"Oh gitu...,kamis sampai minggu kita di tugasnya Bos untuk membantu mencari Gendhis,kebetulan kemarin team kami, kerja lembur supaya cepat selesai,kami juga sudah sepakat mau ikut mencari dimana keberadaan Gendis,Gadhis,Almayra".
__ADS_1
"Terima kasih atas partisipasi kalian terhadap mereka Fir".
"Sudah menjadi kewajiban kita,Gendis sudah seperti saudara kita,beberapa hari saja tidak ada dia kantor sepi,Debby dan Fitri ,tiap hari menangis sampai nggak konsentrasi di kantor".