
****
Aku mau lihat cintaku satunya "udah Debb cepet cepet aja di halalkan ya nggak Bos Juna...!?".Gendis beranjak keluar sembari berbicara meledek Debby dan Bos Juna.
"Debb cinta satunya siapa maksudnya...!?".Tanya Bos Arjuna .
"Siapa lagi kalau bukan teman kita Fitri...!?".Timpal Debby.
Seakrab itu kalian sudah seperti keluarga.Aku iri melihat kekompakan kalian yang saling melengkapi.
Sayangku jangan iri ya, nanti kalau kita sudah menikah kamu masih ijinin aku kan dengan mereka. Tanya Debby dengan manja.
"Ya bolehlah...!maksudnya aku senang sekali semoga pertemanan kalian bisa sampai maut memisahkan...!?".Bos juna mengelus lengan Debby dan menciumnya tanpa malu malu di depan Mak Umi.
Aku juga mau ke kamar Fitri Mak sudah seminggu lebih kita bertiga nggak ngobrol bareng. pinta Debby ke Mamaknya .
Biar saya saja Bu yang membantu Debby duduk di kursi roda dan mengantarnya ke ruangan Fitri.
"Terima kasih sayang ..!?". Mata Debby berbinar binar penuh kebahagiaan tidak disangka sangka cintanya disambut dengan gayung bersambut.
Bos Arjuna pun segera membopong Debby ke kursi roda yang di sediakan suster . Tangan Bos Juna sempat mengusap lengan Debby, hanya 5 menit mereka memasuki kamar Fitri.
Fitri di temani kakaknya saja karena saudaranya jauh jauh. Sengaja tidak ada keluarganya yang di beritahu tentang kejadian yang menimpa Fitri. Fitri memohon kepada kakaknya untuk merahasiakan kejadian ini.Tak mau merepotkan keluarga besarnya.
"Ndis mumpung kmau disini aku tinggal ke kantin dulu ya sarapan ..!?". Kakak Fitri meninggalkan keduanya.
Luka Fitri sama seperti Gendhis dan Debby sudah sembuh hanya tinggal beberapa luka kecil itupun juga sudah mengering di sekitar siku, dagu dan lutut. Mengenai di muka karena di perban dan ketiganya kemarin hanya terkena asap bukan luka bakar ternyata.
Wajah mereka bertiga malah bertambah bersih berseri, dan kinclong tetapi pak Dokter tetap menyarankan memakai salep luka bakar takut kalau dibiarkan akan menimbulkan bekas.Karena permintaan Bos Galih tidak tanggung tanggung .Dokterpun memberi perawatan yang terbaik.
__ADS_1
Ketika Fitri dan Gendhis sedang asiknya bercerita tiba tiba Debby datang dengan pujaan hatinya.
"Hayo....ghibah di belakangku ya...!?" . Mereka bertiga seperti biasanya bercanda saja kalau berkumpul . Tiada hari tanpa bercanda, Fitri juga sangat senang mendengar Debby jadian sama Bos Juna dari Gendhis.
"Kami memang ghibahin kamu, tapi ngomongin yang baik kok. Aku dan Gendhis ikut seneng loh..! dengarnya, begitulah kalau sudah jodoh takkan lari kemana ya nggak Debb..!?".Tanya Fitri.
"Iya aku percaya kalian sahabat terbaikku, pasti juga ikut senang mendengar berita ini . Sampai sampai calon suamiku ini iri melihat kedekatan kita.Makanya aku tadi sempat nanya ...? apakah aku di perbolehkan seperti ini setelah menikah..?alhamdulillah dia pengertian juga, akupun masih diperbolehkan kerja dengan kalian...!?".Debby berusaha menjelaskan sementara Bos Juna hanya tersenyum ramah.
Seandainya aku nggak boleh aku pilih nggak jadi nikah saja daripada persahabatan kita terpecah belah. Ya nggak sayang ...?. seloroh Debby dengan sorotan mata menggoda dan manja.
"Bagaimana Fit luka kamu ...? apa ada yang dirasa selain luka bakar kemarin..!?".Tanya Bos Juna.
"Enggak ada pak sudah sembuh. Tinggal capek banget badan serasa remuk semua, seminggu tiduran terus jarang bergerak kalian capek nggak ...!?". Tanya Fitri kepada kedua sahabatnya Debby dan Gendhis.
"Ya iyalah capek banget..!?".Spontan mereka berdua menjawab secara bersamaan.
Aku sampai lupa menyampaikan karena bahagia teman kita Debby sudah ada pendamping yang bakalan menjaga dia dan memberikan kasih sayangnya.
" Nenek Sartijahlah Fit dibalik kebakaran ini dia dalang semua kejadian yang menimpa kita.Nyesel aku nyuruh dia menempati rumah pemberian Almarhum bang Sardan..!?".Cerita Gendhis menyesalkan semua tindakannya.
"Hah...nenek Sartijah aku sudah curiga ketika dia menghilang . Ya sudahlah sudah terjadi yang penting dia sudah ditangani pihak yang berwajib.Aku tidak akan memaafkan dia lagi, gara gara kejadian ini rasa trauma masih belum hilang mengingat api yang begitu besar menggepung kita...!?".Dengan tatapan kesal Debby mengingat ingat kejadian yang membuat dirinya trauma.
Sudahlah Fit kita doakan semoga ini kejahatan nenek yang terakhir. Cukup kita korbannya jangan ada lagi kejadian kejadian yang menakutkan. Kita maafkan saja tetapi soal kelakuanya biar jera biarkan pihak yang berwajib yang bertindak.
Itulah contoh kalau manusia serakah tidak akan pernah ada habisnya .Padahal tuhan sudah memberi kesempatan untuk hidup lebih baik diusianya yang sudah tidak muda lagi . Gendhis berusaha menasehati Fitri sahabatnya untuk berbesar hati .
"Benar juga loh Ndis kita doakan saja yang terbaik. Meskipun hati kita sakit tetapi Nenek Sartijah sudah tua mau dibilang apa lagi..!?". Timpal Fitri.
"Ngomong ngomong kapan kita bisa pulang .Sudah tidak sabar ingin segera menghirup udara diluar sana ..! udah bosan di kamar terus terusan.Tadi aku lupa menanyakan kepada pak Dokter yang tampan itu...!?".Fitri mengalihkan rasa jengkel ke nenek Sartijah dengan mengingat ingat pak Dokternya.
__ADS_1
"Mulai deh Fit genit...loh..!?".Celetuk Gendhis.
" Sama deh kayaknya kita berdua untung loh ada Bos Arjuna jadi kegenitan kamu sudah terobati...!? Tak mau mengalah Fitri juga menggungkap kelakuan sahabatnya itu, tetapi mereka mengerti itu hanya sebuah candaan.
Debby hanya tersenyum lebar, ke arah calon suaminya sembari melibatkan gigi gingsulnya yang menambah ayu di wajahnya.
"Jangan marah ya sayang....! .Itu dulu sebelum kita jadian..!! .Bahkan kami berdua kadang kadang taruhan..!?".Bos Arjuna hanya memainkan satu jari sembari menunjuk hidung Debby dan tersenyum tipis semakin menambah kegantengnya.
Kalau sekarang aku janji tidak akan berpaling, aku akan setia mendampingimu biarpun suka maupun Duka kita lalui bersama. timpal Debby mengusap jari jemari Bos Juna dan mencium punggung tangan si Bos Juna.
Kalau sampai macam-macam serahkan saja pada Kami biar kita kasih hukuman Bos Debby. Tapi aku yakin kok Debby kalau sudah punya pasangan orangnya nggak neko neko. Gendhis menambahi penjelasan Debby dan ikut marah kalau Debby sampai macam macam.
Bos Arjuna senang sekali melihat tingkah ketiga wanita yang sedang berbicara sambil bersenda gurau di hadapanya. Iapun hanya tersenyum melihat ketiga korban kebakaran ternyata sudah sembuh dan bisa bercanda. Apalagi besok kemungkinan sudah di perbolehkan pulang .
Bersamaan dengan itu Bos Galih masuk dan semua mata tertuju padaku.
"Bagaimana kalian bertiga sudah sehat ...!?". kini Bos Galih yang bertanya .
"Sudah Bos...!?". Ketiganya serempak menjawab.
Urusan nenek Sartijah sudah beres. Nawang dan Ken sudah di bebaskan tidak ada bukti mereka ikut rencana nenek Sartijah.
Mereka berdua hanya melihat nenek dan baru saja datang .Polisi langsung mengrebek persembunyian nenek Sartijah. Tetapi kedua orang itu menurut keterangan pak Yono tidak kembali.
Nenek sudah berusaha menghubungi juga sudah tidak aktif no handphonenya.Sementara hanya nenek yang bakalan di penjara . Tetapi kalau Gendhis,Debby dan Fitri bisa di rundingkan secara kekeluargaan mungkin nenek akan di rehabilitasi saja.
"Semua terserah kalian bertiga itu hanya saran pak polisi . Tetapi kalau kalian benar benar sakit hati. Dipenjarakan tidak apa apa..!?". .Bos Galih cuma menyampaikan keterangan pak Yono karena memang dia yang mengurus semua perkara anak buah kesayangan.
"Kita pikirkan dulu Bos bagaimana baiknya jadi binggung .Gimana Ndis dan kamu Fit..??".Tanya Debby kebingungan.
__ADS_1