Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 45 Gendhis berubah jadi sopir yang pemberani


__ADS_3

*****


Semua rombongan bersiap siap bergegas pulang,dua buah mobil telah siap menanti tuanya,untuk perjalanan pulang.


"Ndis kamu aja yang nyetir mobil",Debby menyuruh Gendhis.


Aku belum berani Debb!!.


"kapan kamu beraninya,kalau nggak di paksa,ayolah Ndis..".


"Apa kamu aja Fit..".


"Enggak ah malah aku,belum berani juga !!".


Ya sudahlah karna aku yang bawa mobilnya,jangan marah kalau jalanya pelan.


Akhirnya Gendhis memilih yang membawanya.


ke enam orang bergegas menyeret kopernya ke bagasi mobil masing masing.


Bos Juna berjalan mendekati kami semua,Debby dan Fitri saling meremas bajunya,masing masing melihat ketampanan Bos Juna yang harus segera berakhir.


"Maaf ya atas ketidak nyamanan kalian di tempat kami,apabila ada kekurangan terhadap penginapan kami mohon di kasih ulasan nanti biar di benahi..!!".Bos Arjuna meminta pendapat tentang hotel dan resort nya.


Saya kira semua sudah sempurna untuk awal pembukaan ini,semoga semua pelayanan tetap berjalan seperti sekarang.


Bos Galih menimpali kata kata Bos Juna.


Syukurlah kalau kalian puas dengan pelayanan kami.


Bos juna menundukkan badanya seperti pengawal kerajaan belanda yang sedang memberi hormat.


Gendhis mewakili semua team mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya,atas jamuan yang di berikan Tuan kepada kami.


Gendhis juga menundukkan badanya seperti yang dilakukan Bos Arjuna.


Mereka pun saling berjabat tangan segera berpamitan dan jabat tangan yang terakhir agak lama,sengaja Bos Juna memilih Gendis untuk salam terakhirnya.


"Gendhis manis jangan bosan bosan ke sini!!".,aku tunggu kunjungan berikutnya,akupun ingin singgah ke rumah kamu boleh nggak??.


kalian semua jangan segan segan main ke sini lagi ya,kami tunggu selalu kedatangan kalian.


Kembali menyuruh team kami untuk berkunjung kembali lain waktu.


Bos Galih memicingkan mata dan alisnya,semua pun tertuju pada Bos Galih,benar saja warna merah muda di wajah putih sang bos tidak bisa di sembunyika.


cemburu!!.


Bos Galih benar benar Cemburu,melihat Bos Juna berjabat lama sekali,Gendis tak bisa menarik tanganya,karena erat sekali genggaman tanganya.


"Ba...baik pak!,silahkan saja berkunjung ke rumahku..!!".


Segera gendhis masuk kemobil diikuti Debby dan Fitri segera masuk ke mobil.


Dengan sangat lambat Gendhis menjalankan mobilnya.


"Bismillah...!!".


Bos Galih mengikuti dari belakang.


Fir jangan sampai mendahului mobil mereka,aku sangat khawatir,apalagi Gendhis yang bawa,dia kan baru bisa.

__ADS_1


Perintah Bos Galih yang khawatir dengan mobil Debby yang di bawa Gendhis.


Mereka semua sudah tidak tahan mengikuti di belakang mobil Gendhis yang jalanya perlahan sekali,seperti keong.


"Gendhis nggak bisa mobil ini dicepetin dikit..!!".


Debby sudah gatal saja tangan dan kakinya mau gantiin kemudi.


Oke kalian berpegangan ya,aku akan coba dengan kecepatan super...ha...ha...ha...ha....!!.


"Bismillah..".


Gas di tekan dengan kecepatan penuh,kebetulan ini di tol jadi kesempatan memperdalam keberanian dalam mengemudi.


Kecepatan di atas 100 km/jam ,Debby dan Fitri saling berpandangan,kaget dengan keberanian Gendhis.


Bos Galih,Firman dan Adit juga ikut berkeringat melihat mobil tiba tiba larinya seperti kesetanan.


"Eh...itu kenapa Debby,apa rem blong atau apa??!!".


Segera Bos Galih mengambil handphone di dasbor mobil,dan memencet no telefon Fitri.


Fitri dengan gemetar dan keringat sudah menjalar di wajah melewati pelipisnya membuka panggilan telepon.


"Ndis si Bos telefon pelanin mobilnya sedikit bisa nggak..".dengan suara halus Fitri menyampaikan keinginanya takut Gendhis kaget.


Nggak bisa ini jalan tol ,aku juga sudah terlanjur di sebelah kanan mau ke kiri sudah nggak berani.


Fitri dan Debby hanya bisa menelan ludah,tak berani beralih pandangan,mereka Fokus lurus ke depan dan melihat gendhis,terkadang kaki mereka berdua ikut ngerem seperti orang menyetir.


Debby ...mulai berkeringat juga.


Ndis hati hati pelankan sedikit,Debby menepuk-nepuk pundak Gendhis.


"Hallo ...Bos,!!".


"Kenapa mobilnya kenceng amat bawanya??!!"tanya Bos Galih!.


Fitri menelan ludah kesekian kalinya dan meninggikan suaranya .


"Gendhis mencoba kecepatan Mobil Debby bos!!".


Padahal wajahku sudah pucat pasi melihat Gendhis membawa mobil,Fitri membatin.


******


Alhamdulillah kita selamat sampai di rumah walaupun irama jantungku sempat mau copot,orang yang pertama turun aku,Debby menggantikan posisi menyetir.


Ndis aku nggak turun capek banget,salam sama keluarga loh ya ..?!.


"Baiklah nanti tak sampaikan !!".


"makasih ya Debb,Fit".


"Assalamualaikum "Segera aku menyeret koper dan membuka pintu.


Seperti biasa,semua di belakang tak ada yang tau aku masuk,langsung aja aku ke belakang menemui keluargaku dan Bang Sardan,aku juga kangen banget sama Almayra.


Bocah kecil berlari memanggil bundanya,segera memeluk dan minta di gendong.


Aku menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir ,dan mereka heran, aku yang bawa mobil Debby pulang.

__ADS_1


******


Telefon berdering di pagi hari,kukira Debby atau Fitri ternyata Bos Arjuna.


Iya Tuan kami semua sampai dengan selamat.


Tuan akan berkunjung ke rumahku,minggu depan "Baiklah nanti kita berkabar saja".


Mama menanyakan siapa yang menelfon?kenapa aku memanggil nya Tuan?.


"Itu Bos Arjuna,ma yang mempunyai resort Asmara".


Dia mau berkunjung ke kantor kami.


Sengaja aku membohongi mereka,aku tak enak hati melihat bang Sardan melihatku terus.


Bos Juna mengajak diner minggu depan,sebenarnya dia khusus datang untukku,aku di ajaknya ke pesta temanya ke betulan ada di kota ini.


Bang Sardan mengingatkan aku kembali persoalan rumah sudah dipilih,tinggal menunggu persetujuanku.


Nanti sore Bang ya kita lihat calon rumah abang ada beberapa tempat bang yang kita kunjungi nanti...??.


Ada dua,itu saja sudah cukup,aku sengaja memilih rumah yang dekat dengan tempat beribadah.


Ya tuhan Bang sardan sungguh mulia hatinya memilih rumah dekat dengan tempat beribadah,suami seperti ini sebenarnya bisa jadi imam yang baik.


Satu poin untuk Bang Sardan,asal mau menungguku 10 tahun, aku pasti milih abang dalam lamunan Gendhis merasa bang Sardan pilihan yang tepat.


Tapi dia berhak bahagia mana mungkin dia mau menungguku selama 10 tahun.


"Hai Gendhis kamu melamun apa".


Ti...tidak bang..! aku lupa akan sesuatu sedang berusaha mengingat ingat tapi apa ya?.


mengalihkan perhatian bang Sardan, berusaha membuyarkan lamunanku.


Seandainya kamu membuka pintu hatimu untukku,meskipun aku tidak kaya seperti para Bos di luaran sana,tapi aku akan berusaha membahagiakan mu Ndis!,andai saja?,tapi aku ingin gendis bahagia,dia harus mendapat suami yang lebih segalanya dari aku,mimpi aku sepertinya!!.


"Bang....apa yang ada dalam lamunan abang..!!".


Gantian sekarang Bang Sardan yang melamun.


mereka sama sama memendam keinginan satu sama lain.


Enggak kok Ndis 3 hari lagi Nawang mengadakan tunangan kita di undang ke tempatnya.


"Kamu mau datang Ndis".


Baiklah Bang kita ajak keluargaku semua ya biar seru!!.


Oh iya Nawang juga telefon aku diajak kerja sama dia,sekarang dia punya pabrik garmen,Nawang ketemu salah seorang pengusaha garmen,kebetulan dia sangat butuh karyawan di sana .


Aku di jadikan mandor di sana,alhamdulillah gajinya lumayanlah kalau buat aku,kebutuhan juga gak banyak .


Benar bang alhamdulillah sekali kalu begitu.


Berkat ketemu kamu Ndis,kini orang orang jadi lebih baik hatinya,pemikiranya juga sudah mulai terbuka semua .


"Makasih ya Ndis..?!".


Jangan berterima kasih padaku bang berterima kasihlah sama tuhan,ini bukan karena aku ,karena hati kalian sudah dapat hidayah untuk bertaubat dari tuhan.

__ADS_1


Aku juga sama seperti kalian banyak khilaf,dan masih perlu berbenah lagi.


__ADS_2