Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
part 7 Dewa melabrak Gendhis.


__ADS_3

"Setelah satu jam berlalu, Bang Dewa datang bersama Mawar ,aku,mang Udin,dan Gadhis baru selesai ,maklumlah barang ku banyak termasuk barang Almayra"


Ternyata ibu Bang Dewa menelfon menyuruh pulang "Gendhis turunkan, kembalikan semua ke tempat semula".


"Aku kan sudah bilang talak aku", apa abang nggak dengar..?,aku mau cerai ,sudah cukup abang menyakiti aku dan Almaira.


Pak seno bapaknya mas Dewa tumben bijaksana kali ini,"Maafkan Dewa Gendhis" kalian bisa membicarakan baik baik bukan..?


"Tidak pak aku ingin cerai saja", apa kamu tidak kasihan Almayra,pasti butuh seorang Papa."Saya akan jadi mama sekalian Papanya pak"kasihan Almayra malahan kalau punya dua orang Bunda.


"Dewa apa apaan kamu",lepaskan perempuan itu,akhiri hubunganmu,perbaiki keluargamu.


"Aku akan bertanggung jawab sama kedua duanya pak" jawab Bang Dewa masih kekeh dengan pendirian nya yang sudah tidak bisa di ganggu gugat.


"Segera aku berpamitan ku cium tangan kedua mertuaku,mereka sudah kehabisan kata kata,mereka kemudian mematung melihatku bergegas menuju mobil mang Udin".


Aku sudah tidak memperdulikan Bang Dewa dengan Mawar.


"Ayo mang jalan",Gendis ....!!Bang Dewa berteriak,aku abaikan saja,udah capek dengan kelakuanya.


"kutatap jalanan kosong karena sudah malam sepi,sesepi hatiku saat ini,air mataku sudah kering,menahan perihnya perjalanan hidupku".


Beberapa menit akhirnya sampai di rumah Mama,orang tuaku menunggu di teras,"Ndis kamu sudah pikirkan benar benar berpisah", sudah tidak ada lagi yang di pertahankan Ma.


"Ayo mang bantuin turunkan sekalian ya..?"


iya bu beres.


Tak menyangka Bang Dewa di depanku,tak gentar aku hadapi apa maunya Bang Dewa.


"Mata melotot,memandangku,aku biasa aja,apalagi ini rumah orang tuaku,Mama dan Ayah,sedang di belakang ikut menata barang barang yang sudah di turunkan".

__ADS_1


"Dengan lantangnya Bang Dewa berteriak akan mengambil Almayra,segera Ayah dan Mama datang".


"Dewa biarkan Gendhis menenangkan hatinya dulu,beri waktu dia"Ayahku berucap dengan sangat bijak menyikapi masalah ini,mungkin pemikirannya ini hanya sementara,Ayahku memang gampang memaafkan orang.


Seketika Bang Dewa menunduk dengan wajah merah,malu,marah ,aku tidak tau apa yang ada dalam hati dan fikiranya.


"Saya cuma mau Gendis nurut sama saya,tidak membangkang,suami",enak saja Bang Dewa bicara seperti itu gumamku dalam hati.


"Hai....Bang ngaca dulu kalau ngomong udah difikir belom ,memangnya pantas Abang di turutin,jangan harap ya....!",aku tidak mungkin membangkang kalau Abang jadi teladan yang baik bagiku.


Mama,keluar dari dalam,mata Mama melirik tajam ke arah Bang Dewa,"kamu sudah salah malah melabrak Gendhis..?",beda dengan Mamaku yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Bang Dewa terhadapku.


"Bukan begitu Ma..,dalam agama kita,tidak melarang menikah lagi".


"Itu kalau kamu mampu menafkahi Gendhis, baik rohani maupun jasmani,satu istri aja Gendhis masih kerja bantu kamu..,sudah tambah lagi".


"Sudah -sudah... kamu pulang aja urusi calon istri kamu yang baru",aku langsung tersenyum sinis,aku tidak menyalahkan Mama, kalau ikut campur urusanku,Karna kita sama sama perempuan, mama sakit hati anaknya di khianati.


"Tidak akan aku ijinkan Bang...,langkahi dulu mayatku kalau kamu lakukan itu,bukankah sudah aku katakan,aku tidak akan mengganggu hubungan Abang,asalkan jangan ganggu Almayra.


"Aku Ayahnya apa kamu lupa",aku tidak lupa biarkan Almayra bersamaku dulu saat ini...".


Ayah menimpali lagi,"Sudahlah Dewa,biarkan semua tenang dulu...".


"Aku Ayahnya Gendhis sebenarnya tidak mau ikut campur urusan keluarga mereka,aku hanya kasihan Almayra,siapa tau mereka saling memaafkan,Dewa bisa berubah".


"Oke yah,terima kasih pengertian nya...saya kasih waktu Gendhis untuk berfikir....,"akhirnya Bang Dewa balik pulang .


Gadhis ....melirik sinis pada Bang Dewa,"Amit-amit kak ....,jangan sampai aku punya suami seperti itu kak".


Mang Udin sudah selesai menurunkan barang-barangku,"makasih bang ya...."iya Bu saya pamit dulu.

__ADS_1


"Ayah dan mama segera menyuruhku istirahat,ayah juga berpesan,jangan banyak fikiran ...,pikirkan lagi dengan kepala dingin,kasihan Almayra,kali ini aku menolak saran Ayahku,cukup sudah...!! aku harus menentukan pilihanku,berpisah dengan Bang Dewa adalah pilihan terbaikku.


"Sudahlah yah biarkan Gendhis kali ini mengambil keputusan nya,aku juga kasihan Almayra,tetapi di sisi lain, aku juga sedih dengan keputusan Dewa yang tetap mempertahankan gadis itu ,malah kasihan Almayra melihat punya dua bunda.,benar tindakan Gendhis.


"Ya sudah terserah Gendhis...".


Segera aku masuk dalam kamar,kurebahkan badanku di atas ranjang.Kupandangi Almayra,air mataku keluar deras...,membanjiri pipiku,tak kuat melihat nasib anakku,mengalami nasib orang tuanya akan berpisah.


"kulihat malam semakin larut,namun mataku tak juga mau terpejam,ku buka ponsel,ku ketik syarat-syarat mengajukan gugatan cerai,tekadku sudah bulat,ingin segera mengurus perceraian ini".


"Huwa....hua...hua..."Almayra terbangun,jamnya minum susu,segera aku buka botol susu yang sudah di sediakan Mama satu jam yang lalu.


maafkan Bunda nak ...,harus memisahkan sementara waktu dengan papa Almayra.


"Mataku sudah mulai mengantuk semoga saja cepat tertidur,perih,panas,sembab,entah sudah berapa lama aku mengeluarkan air mata...semoga lukaku ikut terkubur bersama tidurku".m


"Baru kali ini tidurku tidak nyenyak, tiap satu jam terbangun,adzan telah berkumandang,bergegas aku bangun menyibakkan selimut,segera mandi dan beribadah ,menghilangkan suntuk dan memohon petunjuk kepada sang pencipta".


Semua sudah bangun,tumben Gadhis juga sudah selesai mandi,biasanya paling akhir dia beribadah kali ini sudah bersiap duluan.


"Aku tidak bisa tidur Kak...,memikirkan kakak,dan masa depanku,aku jadi takut menjalin hubungan dengan pria".


"Tidak semua Dhis,pria seperti itu,teman kakak juga banyak punya suami yang menjaga kesetiaanya".


Makanya kamu janga mau dijodoh-jodohkan seperti kakak,selami dulu seperti apa karakter pria tersebut,dan nasib manusia tidak sama".


"Ya udah kak sana segera beribadah,jangan sedih lagi,semangat baru".


"Gadhis memang benar, aku harus semangat demi Almayra,akan ku buka lembaran baru tanpa Bang Dewa,akan aku tunjukkan aku bukan wanita yang lemah ".


"Telefonku berbunyi, ku lihat ada nama Bang Dewa,malas aku mengangkatnya ujung-ujungnya pasti berdebat,ku matikan saja telefonku segera aku bergegas ke kamar mandi".

__ADS_1


"Pagi ini terlihat begitu cerah,setelah selesai mandi,dan beribadah, Almayra berlari menghampiriku ku cium wajah wangi bayi belom mandi,segera ku mandikan,satu jam lagi Aku siap-siap ke kantor dan mengantar Almayra ke sekolah".


__ADS_2