Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 83 Panggilan sayang


__ADS_3

*****


Tak lama mereka sampai di depan warung makan bu Warsih. " Bos biar salah satu dari kami yang turun Bos duduk saja di sini terima beres...nggak pantas masa Bos sendiri yang menyelesaikan masalah sepele seperti ini...!!". Saran Debby si wanita pemberani.


"Nggak apa-apa aku saja, ada sedikit hal yang harus aku tanyakan ini masalah orang orang yang bersangkutan dengan kejadian kemarin. Kemungkinan Bu Warsih nggak mau semua orang dengar ceritanya jadi biar aku saja yang menyelidiki. Kalian tunggu di mobil ya....aku cuma sebentar...!!". Saran Bos galih meyakinkan takut kalau Bu Warsih tidak suka kehadiran orang lain selain dirinya.


"Assalamualaikum ...siang ibu...!!". Bos Galih memberi salam dan tersenyum ramah. Bu Warsih langsung berjalan cepat sembari mengedipkan mata keluar warung mengajaknya ngobrol di depan warung jauh dari anak buahnya.


"Gawat pak...! ternyata anak buahku pacar Pak Rudi dan kemarin tanpa sengaja mendengar percakapan kita. Tetapi sekarang ia mengetahui perbuatan pak Rudi dan sangat kecewa bertatap muka saja tidak tau.!!". Sembari melirik tajam ke arah pembantunya bu Warsih berbicara.


Sebelum ia tau kelakuan pak Rudi sempat mengadukan kepada Haji mukti akulah yang lancang memberitahu bapak di mana markas pak Rudi dan menjelek jelekkanya. Seketika handphoneku dirampas dan dibuang jauh ke sana.


Tetapi setelah mengetahuinya sifat kekasih gelapnya menyesal dan meminta maaf, sudah kuusir dia balik lagi nangis-nangis dan meminta maaf. Haji Mukti juga meminta minta maaf. Rencana hari ini mau menemui bapak alhamdulillah tuhan mendengar doaku.


Haji Mukti mau ganti handphone yang di buang. Aku sempat marah juga sama dia, bukan handphone nya yang penting tetapi nomer telefon di dalamnya. Makanya aku gak bisa menghubungi bapak.


"Maaf Bu aku ngak bisa lama lama ditunggu anak anak dan saat ini juga aku harus balik ke kotaku ibu jangan takut aku ingkar janji aku tinggali nomer telefonku simpan baik baik. Dan soal pembayaran kekurangan Villa aku titip Ibu saja salam sama haji Mukti...!!". Terang Bos Galih dengan tergesa gesa.


Sebenarnya Haji Mukti ingin bertemu dengan bapak dan meminta maaf, tetapi bapak keburu pulang. Timpal Bu Warsih.


"Maaf Bu lain kali saja...saya pamit ya Bu Assalamualaikum..!!".Bos Galih segera beranjak dengan tergesa gesa.


"Lama banget Bos....". Sapa Gendhis


"Cemburu ya....??. Tanya Bos Galih sembari tersenyum melihatkan giginya yang rapi.


"Enggaklah....ngapain cemburu....cuma heran Bos kok lama banget katanya sebentar...!!". Gendhis menyibak kan rambutnya yang indah ke belakang punggungnya.


"Eh...sayangku...! mulai hari ini jangan panggil aku Bos ya atau Pak aku kan calon suamimu masa begitu manggilnya....??


"Hem......ehem.....". Debby dan Fitri berdehem sembari menutup matanya yang tiba tiba mengantuk. Fitri tersenyum melihat tingkah Bos dan Sahabatnya.


"Baiklah kak ....aku panggil kak saja ya..!?". Timpal Gendhis tersipu malu, wajahnya tampak merah merona.


Tring.....

__ADS_1


Tring......


Bunyi telefon berdering Gadhis menelfon kakanya anak semata wayangnya Almayra menelfon Bundanya. Keluarga Gendhis merasa lega mendengar Gendhis dan teman-temanya kembali dengan selamat. Setelah mengetahui video yang dikirim waktu itu. Rasanya mustahil bisa selamat.


"Hallo sayangku....bentar lagi bunda sampai tunggu bunda ya...!!". Setelah sempat beberapa menit bercengkrama tiba-tiba dari depan ada yang menyapa Almayra.


"Ayah juga mau bicara nih nak....!!". Mata Gendhis terbelalak mendengar Bos Galih ikut menyahut ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


"Bunda Ayah siapa itu....??". Tanya Almayra dengan polosnya.


"Em...nanti deh bunda bawakan oleh-oleh seorang Ayah ya sayang.....". Canda Gendhis dengan senyuman dan mata mereka berdua beradu pandang antara Bos Galih dan Gendhis.


******


Setelah semuanya sampai di kediaman masing-masing kembali bercengkrama dengan keluarganya, menceritakan apa yang dialaminya.


Ada cerita suka dan duka. Terutama Gendhis, Fitri dan Debby.


Semua keluarga mereka sangat senang mendengar kabar bahwa mereka telah memiliki pasangan masing-masing. Apalagi pasangan mereka adalah orang yang sudah di kenal dekat dan sudah lama tentunya sudah mengetahui karakter mereka satu sama lain membuat para orang tua bersyukur. Semoga hubungan mereka berlanjut dengan baik.


Tampak mereka menjadi perhatian dan perbincangan hangat. Gendhis wajahnya berseri seri saat ini pasangannya adalah orang yang bertanggung jawab.


Mudah mudahan ini pasangan terbaik yang tuhan siapkan untukku setelah banyak sekali lika -liku kehidupanku. Gumamnya dalam hati.


Jam menunjukkan waktunya pulang. Seharian ini tak terlihat Bos Galih di kantornya. Ternyata Ayah dan Mama Bos Galih berkunjung ke rumah anaknya. Orangtuanya lebih senang tinggal luar negri. Sementara Bos Galih lebih senang tinggal di indonesia.


Semua bertanya pada Gendhis mengapa dari tadi tak melihat batang hidung Bos Galih.


"Aku heran sama kalian semua, kenapa kok semua tanya ke aku, jadian aja baru kemarin...!!".Terang Gendhis dengan senyumnya yang menawan.


"Kamu itu sekarang belahan hati Bos, calon istrinya wajarlah kalau kita tanya kamu....? ya nggak teman teman...!!??". Jawab Debby sembari menjinjing tasnya dan bersiap siap akan pulang.


Tring....tring....tring.


Ini orang yang kalian bicarakan menelfon mau ngomong ayo siapa duluan...!!, Debby dulu apa...? yang dari tadi kepo dengan dia. Gendhis maasih canggung memanggil kak atau sayang.

__ADS_1


"Eh....Gendhis kenapa kau panggil kau....!!??". Dengan nada ketus Debby mendekati Gendhis dan kesal dengan panggilan itu.


"Aku jawab dulu telefon berdering terus..!!??". Jawab Gendhis mengakhiri perdebatan mereka.


"Assalamualaikum hallo sayang....". Sembari menutup handphone Gendhis berkata kata ke arah teman temanya. " Puas kalian dia aku panggil sayang....!!??". Terang Gendhis sembari tersenyum dan wajahnya berubah merah karena malu.


"Siipp itu baru sahabat kita... !?". Sembari bersorak tidak hanya Debby tetapi semua yang ada di dekatnya ikut bersorak sampai terdengar di telinga Bos Galih.


"Hey.....sayang ada apa kok teriak teriak kalian dimana memangnya....kayak lagi lihat permainan sepak bola yang menang aja. Dari sini suaranya sangat jelas...!!". Bos Galih keheranan kenapa seheboh itu suaranya.


"Ingin tahu nggak sayang....? itu karena mereka aku mau panggil kamu dengan sebutan sayang...!!??". Gendhis berbicara sembari memperhatikan teman temanya yang cengar cengir kegirangan di belakangnya.


"Kasih tau mereka gajinya ditambahin bonusbulan depan..!!". Tegas Bos Galih tertawa girang.


karena suara di loud speaker semua semakin kenceng berteriak kegirangan...!!


"Seneng kalian...!?". Tanya Gendhis


"Kayak loh nggak seneng aja Ndis....!?" Timpal Debby sembari menggulung rambutnya dengan jarinya dan berpose centil. Gendhis masih terus berbincang bincang kali ini loud speaker dimatikan.


"Kamu siap siap siap aku jemput sayang bentar lagi sampai. Aku kenalin sama calon mertua kamu. Sudah tidak sabar melihat keakraban kalian nanti...!?". Terang Bos Galih yang rencananya sepulang dari kantor langsung ke rumahnya ingin Gendhis segera berkenalan dengan Ayah dan Mamanya.


"Aku belum siap sayang...!!?". Jawab Gendhis dengan wajah yang binggung.


Pokoknya kamu siap siap, mereka orang baik kok, ini juga ada temanku sma waktu di rumah mama nanti aku kenalin.


"Baiklah....!!". Gendhis menghembuskan nafas kasar dan tubuhnya menjadi lemas karena ketidak siapnya menghadapi orang tua Bos Galih.


Debb, Fit...tau nggak..? habis ini aku di jemput mau dikenali orangtuanya dari luar negri.


Semua sudah di parkiran menuju kendaraannya masing masing..! tinggal mereka bertiga duduk di depan kantor di kursi taman.


'Wah seru Ndis ....ikutin saja senengnya yang mau ketemu calon mertua....?". Leadek Fitri yang juga ikut senang apa lagi Debby.


"Apakah mereka setuju dengan aku yang sudah janda anak satu...!!??". Tanya Gendhis dengan tertunduk lesu. Mereka bertiga saling beradu pandang

__ADS_1


__ADS_2