Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 61 Hubungan gelap


__ADS_3

*****


Hari Sabtu telah tiba Gendhis mengundang sahabatnya sekaligus team kantornya tak lupa juga Bos Galih juga ikut di undang.


Suasana di kantor pagi ini terdengar hiruk pikuk alunan musik senam yang biasa dilakukan pada hari sabtu di halaman depan kantor Gendhis.


Bos Galih sengaja menerapkan kesehatan untuk semua karyawan-karyawan kesayanganya,setelah selesai senam pagi mereka langsung menuju kantin makanan bergizi gratis khusus hari sabtu.


"Pengumuman-pengumuman..! besok hari minggu aku mau undang kalian ada acara kecil kecilan,jadi ceritanya aku bikin surprise untuk nenek Sartijah kami mau menempati rumah peninggalan Almarhum Bang Sardan..!!".Gendhis berdiri ketika teman temanya selesai menyantap hidangan pembuka dan mengundang siapa saja yang mau datang.


"Eh...panitianya team kita ya,sekalian awal acara doa bersama"titah Gendhis. sembari menunjuk Debby, Fitri,Firman,Adit.


"Debb loh yang undang Bos kita kalau dia mau datang ...!!,"perintah Gendhis kepada Debby.


"Hai...kenapa enggak loh aja yang ngundang si Bos sendiri..?!",tanya Debby,sembari melirik ke arah Gendhis.


"Kamu saja sayang....nanti aku pijitin deh,kamu taukan pijitanku gimana rasanya,atau aku crembath..??..pilih yang mana..??"Sembari mencubit pipi sahabatnya Gendhis memberi pertanyaan.


"Bener ya ...awas kalau bohong kebetulan kepalaku pening,memang sudah waktunya crembath ..!!".sembari menunjuk Gendhis,Debby menyetujui usul Gendhis.


Dasar loh Ndis di idolakan Bos Galih kok nggak mau..??..bodoh sekali kamu,yang lain pada ngarepin sama si Bos,loh malah menjauh.Fitri menimpali dari sebelah tempat duduk Debby.


"Sudahlah...kita bertiga kan sudah sepakat menjmblo 10 tahun inget nggak..??",Gendhis mengungkit perjanjian mereka bertiga.


"Wow...ternyata ada perjanjian seperti itu diantara kalian..hi...hi...hi...!?".Firman dan Adit saling berpandangan karena Gendhis keceplosan berbicara tentang rahasia menjomblo.


Ketiga wanita hebat ini hanya menelan salivanya masin-masing,saling berpandangan dengan wajah merah merona menahan emosi dan juga malu.


"Sudah- sudah enggak perlu di bahas nggak penting,yang penting besok acaranya berjalan lancar...!!".Gendis menyudahi perkataannya.


"Ok sayang..!!".Timpal Fitri.


"Ndis nih si Bos mengiyakqn undangan kita dia bilang ada yang perlu di bantu",kata Debby yang barusan menerima balasan whatshap dari Bos Galih.


"Nggak perlu tinggal datang saja semua sudah ready bilang!!".Gendis meminum kopi yang sudah agak dingin dan tersenyum manis sembari menyuruh Debby membalas pesan si Bos.๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Kekompakan diantara mereka memang tidak ada duanya team yang sholit kesayangan Bos Galih.

__ADS_1


Semuanya telah dipersiapkan dengan matang kue,makanan pembuka makanan penutup semua sudah di pesan di langganan Gendhis dan teamnya.


***


Sementara nenek Sartijah berpamitan ke pasar,sedangkan nawang sedang tidak enak badan karena dia kemungkinan sedang hamil karena sudah dua bulan telad haid.


"Nek maaf ya..?..aku nggak bisa ngantar nenek ke pasar mual terus bawaannya,badan lemes,aku juga udah janjian sama bang Ken mau ketemu dokter..!"Nawang meminta maaf tapi bagi nenek sangat menyenangkan,karena dia mulai merencanakan aksinya.


Nenek mulai keluar dengan berpakaian rapi,menggenakan setealan elegan berbahan broklat,meskipun nenek usianya tidak muda lagi tetapi kulitnya kelihatan putih dan bersih sedikit keriput sih.


Tak di sangka nenek ternyata punya hubungan gelap dengan Pedro,segera setelah jauh dari pintu gerbang nenek menelfon Pedro, mobil van menunggu di tikungan jalan belakang rumah Nawang.


Jalanan masih terlihat sepi,karena masih pagi,lingkungan perumahan Nawang juga berpagar tinggi semua,jadi tidak mengenal tetangga satu sama lainya.


Terlihat Pedro merokok di depan mobil van yang terparkir di samping pohon rindang,Acong tiduran di belakang setia mobil.


"Hai...merokok saja kerjamu Pedro..!".nenek berhasil membuyarkan lamunannya.


"Ayo cepat kita menuju markas..!kita atur strateginya !".Titah pedro kepada nenek dan menepuk bahu Acong.


Rupanya nenek sudah sangat kangen kepada Pedro,tangan yang keriput mulai nakal,begitupun Pedro nenek membisikkan sesuatu kepada Pedro entah apa yang ia bisikkan,Pedro langsung mengangguk dan tersenyum tipis.


"Wah...wah...kalian ada-ada saja..!!,urusan belum selesai mau mampir saja dasar kalian otak m*sum..!!",Acong merasa kesal dengan kedua orang yang sedang kasmaran.


Tibalah di salah satu hotel jelek,peninggalan Belanda,Acong sudah biasa dulu sebelum di penjara melihat nenek dan Pedro melakukan hubungan tersebut.


Setibanya di sana Pedro dan nenek langsung ke lobi menyelesaikan administrasi.


Acong parkir dan memejamkan mata,memang dia hobi sekali tidur,kalau tidak ada pekerjaan,dia termasuk orang aneh tidak suka perempuan lebih senang menjomblo.


Mungkin sifat romantis dan lainya sudah hilang karna diisi dengan kejahatan.


Nenek dan Pedro mulai melakukan aktivitas dewasa,bagi Pedro nenek adalah pelampiasan saja dan uangnya,Pedro senang bergonta ganti pasangan.


Satu jam berlalu Pedro dan nenek keluar dari kamar dan menuju parkiran,pintu di buka ternyata Acong masih ngorok.


Brak...brak...brak...

__ADS_1


Sontak Acong kaget dan tersentak.


"He..tidur saja ..!!.",nenek membentuk Acong.


Sialan setelah enak enakan malah membentakku dasar nenek peot,sudah tua masih saja doyan yang begituan.Batin Acong kesal.


Nenek memang kelainan mungkin karena ilmu ilmu sesat jadi setan sudah menguasai nafsunya sekalian.


"Ayo jalan..!.., nanti kamu tak belikan minuman kesukaan kamu,malam nanti kita minum sepuasnya sampai pagi..!".Pedro berusaha menghibur Acong yang cemberut karena bentakan nenek Sartijah.


"Ayo sekarang kita cari makan sembari menyusun rencana..!?...Titah nenek.


Acong juga merasakan kelaparan sejak pagi dia belum sarapan 5 menit Acong berada di restoran Jawa Sunda.


"Di sini bagaimana restoran Jasun..(Jawa-Sunda),ada makanan Jawa dan makanan Sunda kalian bisa memilih sendiri dan mengambil sesuai selera kalian!?".Dengan antusias Acong menjelaskan tentang rumah makan Jasun,karena perut semakin keroncongan melihat dari dekat makanan tersaji di etalase kaca yang panjang.


"Ayo masuk saja sudah nggak tahan ini perut!!".Setelah Pedro saling pandang dengan Nenek,akhirnya nenekpun menyetujuinya,dan Acong pun mengajak cepat masuk.


Mereka berjalan mendekati tempat makan meja no 1, meja bundar yang terbuat dari kayu jati,segera pegawai mengantar pesanan yang sudah di pilih melalui ruang depan tadi..!!.


**


Setelah selesai makan mereka segera menyusun rencana untuk mencelakai Gendhis dan anaknya Almayra pewaris almarhum bang Sardan.


Nenek menjelaskan rencana liciknya,sementara Pedro dan Acong mendengarkan sembari merokok dan berusaha memahami rencana liciknya.


"Nanti kalian siram bensin ketika Gendhis dan anaknya tidur aku kode,dan aku pura-pura keluar kalian standby saja..!!".Acong dan Pedro manggut-mangggut. mendengar perintah nenek.


Belum tau kalau Gendhis bikin kejutan untuk nenek Sartijah,mudah mudahan di sana banyak orang terutama sahabat-sahabat Gendhis dan team kantornya.


Sementara sore hari sepulang kantorGendhis dan 2 sahabatnya berbelanja kekurangan untuk persiapan besok.


Setelah selesai mereka bergegas membawa barang belanja ke rumah peninggalan Almarhum Bang Sardan.


30 menit sudah mereka berada di pelataran rumah dan menurunkan barang-barang bawaan.


"Haduh Ndis gerah capek,rasanya ingin mandi dan merebahkan badan ini..!!".Debby mengibas ngibaskan tanganya kegerahan di teras rumah.

__ADS_1


"Makanya tidur sini saja minta ijin sama orang rumah loh..!! kamu juga Fit...!!".titah Gendhis.


__ADS_2