Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 32 Dewa menemui Almayra


__ADS_3

"Sementara Dewa telah mengetahui kabar dari keluarga Gendhis,om Raka yang menelfon bahwa anaknya telah kembali dengan selamat,Bang Dewa juga masih syok dengan kabar orang tuanya dalang dari semua ini,setiap hari bolak balik ke penjara,".


"Belom lagi pernikahannya dengan Mawar yang baru saja di gelar,lantaran perut Mawar yang semakin hari semakin membesar,kehidupan Bang Dewa sekarang benar benar miris".


"Di pecat dari pekerjaannya ,anak dalam perut Mawar sebentar lagi mau lahiran".


"Aku belum berani menemui Almayra,uang pun juga tak punya,bagaimana ini,aku harus cari pekerjaan...!".


"kerja apa kira kira...??".


"Aku datang saja meskipun dengan tangan kosong,aku sangat kangen dengan Almayra".


"Tapi aku harus pamit sama Mawar,atau aku ajak saja si mawar,aku kan tau bagaimana sifat Gendhis,dia orangnya enggak suka balas dendam",gumam Bang Dewa.


"Tampak Mawar,dari arah dapur membawa nampan,berisi secangkir kopi,dan toples biskuit".


"Bang mikirin apa sih...?dari tadi aku perhatikan dari jauh kok gelisah sekali..?!".


"Begini Maw....,Almayra dan Gendhis sudah pulang,aku berniat mengajak kamu menjenguk anakku ke sana..!!".


"Aku nggak maulah..!!, abang ke sana sendiri aja,males....!!!,kalau ingat si Gendhis memarahi aku,doaku jangan pernah lagi bertemu dengan Gendhis!!".


"Terserah kamulah..!! yang penting aku sudah mengajak kamu,dan aku sudah minta izin sama kamu..!!".


"Tapi aku ingatkan kamu ya...!!,boleh kamu benci sama Gendhis,tapi kamu jangan sampai punya perasaan benci sama Almayra,camkan itu...!!".


"Kamu harusnya sadar..!!,bagaimana hubungan kita,seharusnya kamu meminta maaf sama Gendhis,bagaimanapun ini kesalahan kita..!!,aku juga mau minta tolong sama dia,pinjam uang untuk modal buat uang muka beli mobil,aku mau Credit mobil,mau daftar jadi supir taxi onlaine seperti Axel".


"Apa...?,memangnya nggak ada cara lain Bang yang tidak memalukan aku??..,dia pasti mengutuk kita ..!!".


"Maw....jangan punya pikiran buruk,Gendhis bukan orang seperti itu...!!".


"Tau gitu biar aku doa'in saja, dia hilang dan jangan kembali,biar dimakan harimau hutan,di buang penculikanya di hutan".


"Aku dukung mertuaku aja yang juga benci sama Gendhis".


Mawar segera beranjak dari duduknya,matanya juga melotot,dengan sewotnya,dia berjalan masuk ke dalam kamar dan di tutup pintu dengan suara keras sekali,"Jeder.......".

__ADS_1


"Hem....!!aku harus banyak banyak bersabar,maklumlah Mawar masih belom dewasa,pemikiranya masih seperti anak kecil".


"Segera Bang Dewa mencari kunci sepeda,bergegas menuju rumah keluarga Gendhis,menemui Almayra".


"Tak lama di perjalanan,hanya beberapa menit saja,sampailah di rumah keluarga Gendhis".


"Almayra,langsung berlari kecil melihat ayahnya datang,Bang Sardan,tersenyum tipis melihat Almayra memanggil Papanya...!".


"Papa..papa...!!".


"Anak cantiknya Papa....!!,maafin papa ya nak,nggak bisa berbuat lebih,ini semua gara gara papa gak bisa ngelindungi Almayra..!".


"Bang Dewa segera memeluk,dan mencium Almayra,matanya juga memerah,penyesalan yang tak terhingga,apa lagi ini perbuatan kedua orang tuanya..".


"Semua keluarga Gendhis berada di teras rumah,mereka bercengkrama,saling bercerita pengalaman yang mereka lalui kemarin".


"Semua menoleh dengan kedatangan Bang Dewa".


"Sini Bang gabung...",Ajak Gendhis dengan ramah,Gendhis orangnya baik kalau di baikin melebihi malaikat,tetapi kalau di jahatin,dia akan jahat juga melebihi setan,cuma kata katanya saja sih,bukan sifatnya".


"Bang Dewa segera menyeka kedua matanya,yang barusan meneteskan air mata,berjalan lemas ke arah keluarga Gendhis".


"Om Raka segera mengajaknya berdiri,dan duduk di samping Tante Siska,yang masih sisa satu kursi lagi".


"Sudahlah Dew...,yang penting sekarang Gendhis dan Almayra sudah selamat sampai dirumah,kami yakin kok ini bukan perbuatanmu,mungkin orang tuamu kemarin sedang khilaf,yang penting sekarang mereka sudah jera,dan sudah menerima hukuman dari apa yang mereka perbuat",Om Raka menasehati,dan menguatkan Bang Dewa.


"Gendis pun ikut menasehati Papanya Almayra".


"Iya Bang yang penting kita semua selamat,abang juga harus berubah,sebentar lagi jadi Papa lagi,tambah anak harus di sudahi sifat sifat yang nggak baik,jangan sampai di ulangi apa yang pernah Abang perbuat sama aku".


"Iya Ndis,makasih kamu telah berbesar hati memaafkan aku dan orang tuaku...".


"Bang bagaimana pun Abang dan orang tua abang tetap keluarga Almayra,jadi bagaimanapun aku harus selalu memaafkan kalian,aku juga menanamkan kepada Almayra sampai dia besar dan mengerti,jangan ada dendam terhadap orang orang yang pernah dekat denganya,dan selalu menghormati orang yang lebih tua,terutama abang Papanya",timpal Gendhis membesarkan hati Papanya Almayra.


"Bang Dewa tertunduk malu,mendengarkan perkataan Om Raka dan Gendis,dia kembali meneteskan air mata dan menjambak rambutnya untuk yang kesekian kali".


"Almayra rupanya kelelahan dia rewel,setelah seharian bermain dengan Om Sardan".

__ADS_1


"Mama Artha segera membuatkan susu dan mengajaknya ke kamar,sebelumnya Almayra di suruh bunda Gendhis untuk berpamitan kepada semuanya terutama Papanya".


"Selamat tidur ya sayang..,maaf papa belum bisa memberikan Almayra apa apa",Bang Dewa mencium Almayra untuk yang ke sekian kalinya.


"Bang ini aku kenalin sama orang yang sudah berjasa nyelametin aku dan Almayra,kalau nggak ada dia nggak tau nasib kami berdua seperti apa,Bang Sardan namanya".


"mereka saling berjabat tangan ,saling menyebutkan namanya masing masing".


"Sardan.....",sembari menyodorkan tangan.


"Dewa...Papanya Almayra,makasih banyak ya kamu telah menyelamatkan Mereka".


"Dewa terdiam tak bergeming,ada rasa cemburu,tetapi apalah daya Gendhis sudah bukan miliknya lagi,Kelihatan sekali dia menaruh hati dengan Gendhis,memang aku yang bodoh,tak tau di untung,sudah dapat istri cantik masih bisa tergoda,Gendhis pantas mendapatkan kebahagiaan kasihan dia,sudah banyak menderita ketika jadi istriku , penyesalanku tiada artinya".


"Gadhis memberi secangkir teh kepada mantan kakak iparnya".


"Bang di minum dulu teh,nya",perintah Gadhis..!


"Ndis aku ke sini juga mau ngomong sesuatu,tapi aku malu mengutarakan di sini,kalau bisa kita ngomong empat mata",dengan sedikit berbisik Bang Dewa mengutarakan maksud omongannya.


"Baiklah Bang kita duduk di ruang tamu,tapi biar Bang Sardan ikut ya,dia sudah aku anggap sebagai kakak,nggak enak sama orang orang kita kan baru sama sama nerima surat cerai..!!".


"Iya Ndis nggak apa apa,aku terserah kamu saja,bagaimana baiknya?!".


"Segera ketiganya berpindah dari ruang tengah keluarga,menuju ruang tamu,semua tak ada yang bertanya fokus dengan, omongan masing masing,kebetulan Tante siska menunjukkan tempat makan baru dengan viuw yang nenakjubkan,dan makanan yang kelihatanya sesuai dengan lidah".


"Ada apa Bang sampai abang mau ngomong aja ngajak ke sini...???".


"Begini Ndis aku boleh nggak pinjam uang untuk modal".


"Maaf ndis ya dalam situasi seperti ini bukanya aku ngasih,malah aku minta bantuan ke kamu".


"Abang mau usaha apa??,tanya Gendhis.


"Aku mau Credit mobil ,mau jadi supir onlaine,seperti axel rencana kalau kamu minjemi tak buat dp nya".


"Ya udah bang kirim no rekening nya nanti tak transfer,tapi abang harus bersungguh sungguh jangan sampai di buat yang aneh aneh".

__ADS_1


"Makasih ya Ndis,aku tidak akan lupa dengan kebaikanmu,semoga tuhan membalas kebaikanmu ...!!!".


"Iya bang sama sama,kalau sudah sukses jangan lupa sama Almayra,cuma itu pesanku Bang".


__ADS_2