
*****
Bos Galih segera membalut tangan Gendhis dengan kaos yang di gunakan. untung dia memakai jaket. Gendhis hanya bisa menangis dan pasrah di peluk Bos. Di papahnya Gendhis menaiki tangga sementara Pak Rudi digotong menggunakan tikar diangkat Firman dan Adit.
Debby segera berlari keluar ia tak perduli meskipun suara tembakan seperti petasan padahal kami yang di dalam sudah melarangnya untuk tetap di tempat. Tetapi Debby sudah sangat geram dan capek dengan semua ini.
"Berhenti....!!??". Suara tangis dan teriakan Debby berhasil menghentikan suara tembakan.
"Kalian mau lanjut si....ni bunuh aku sa...ja jangan beraninya bawa senjata sini layani aku..! kita duel dengan tangan kosong..!!??". Dengan suara terbata bata tetapi tiba tiba lantang Debby berkata kata.
"Ha....ha...ha...cantik mau nggak kamu melayani aku saja ..?..dari pada kamu mengajak duel berkelahi, lebih baik kita duel di kasur. Dengan semangatnya teman Pak Rudi menjawab dam memintanya lebih baik melayaninya.
"Oke aku layan kamu kalau itu maumu..! tetapi kamu lihat dua teman kamu di dalam nyawanya berada di tangan kalian bertiga, mereka banyak sekali kehilangan darah, bukan saatnya sekarang kalian bersenang senang cepat panggil ambulans kalau tidak dapat menelfon paling tidak kalian bawa dengan mobil kalian ke klinik terdekat, sebelum kalian menyesal kehilangan teman kalian...!!??". Terang Gendhis dengan suara parau dan menahan getir di dada.
"Apa katamu...!!??". Ketiganya berlari dan setelah melihat kenyataan bahwa yang dikatakan Debby benar, air mata mereka sempat menetes melihat keadaan yang sangat memprihatinkan....Mereka pun memasukkan pistol kecelananya masing masing.
Segera ketiganya membopong Pak Rudi dan Temanya ke dalam mobil. Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk menggurus temanya terlebih dahulu.
Bos Galih menyuruh 10 orang anak buahnya untuk ikut di dalam mobil mereka. komplotan Pak Rudi pasrah dengan apa yang di perintahkan Bos Galih dan menyerahkan senjatanya. Mereka menyesal dan tertunduk lesu melihat kedua temanya yang tidak tau bisa hidup atau enggak.
Rombongan Bos Galih pun segera masuk ke dalam mobilnya. kali ini Gendis tak mau lepas dari pelukan Bos Galih demikian juga Bos Galih tak mau juga melepaskannya. Semau tak ada yang membahas kedekatan mereka kali ini mungkin karena semua trauma sepanjang perjalanan mereka terdiam.
Debby berpelukan dengan Rera sedangkan Firman memeluk Vanya yang dari tadi tak berhenti menangis dan berusaha menenangkan, Sedangkan Fitri dipeluk Adit sembari sesegukan airmatanya juga tak berhenti mengalir.
Setelah melewati jalanan yang sepi mulai terlihat jalan besar. Sinyalpun mulai penuh Bos Galih benar benar memberi tahukan kejadian ini kepada keponakanya dan mengadukan semua kejadian ini..! tak lupa mengirim video yang Gendhis kirim tentang maksud Pak Rudi mengajak mereka semua ke markasnya.
__ADS_1
Tentu saja kakaknya heran kenapa ada oknum kepolisian yang memalukan. Ia pun langsung menggerakkan anak buahnya mencari dan menangkapnya. Untung saja Bos Galih cerdik sempat memfoto ke lima polisi tersebut.
Tak lupa ketika melewati warung Bu Warsih Bos Galih sempat menyuruh sopir untuk berhenti sebentar.
"Pak berhenti sebentar..!". Perintah Bos Galih.
"Baik Bos..".
Kaca mobil segera di buka dan Bos Galih pun segera membuka cendela kacanya. Bu Warsih segera berlari mendekat.
Dengan mengedipkan mata Bu Warsih memberi kode kepada Bos Galih untuk diam. Karena di dalam ada teman judi Pak Rudi takut kalau kalau Bos Galih mengatakan sesuatu yang ada hubunganya dengan Pak Rudi.
"Mau pesan apa pak nanti saya antar ke villa..!!??". Tanya Bu Warsih yang berpura-pura menanyai Bos Galih padahal memang Bos mau memesankan makanan untuk semua anak buahnya karena sadar Pak Rudi sudah tidak ada sedangkan mereka sudah kelihatan kelaparan semua.
"Aku memang mau memesan makanan untuk 19 orang tolong di antar ya...? jangan lupa makanan paling favorit dan juga paling enak di warung ibu..!!??". Perintah Bos Galih yang juga sangat lapar setelah mengalami kejadian tadi.
Yang cowok tolong semua matras dijadikan satu di tempat pertemuan yang di sediakan untuk meeting. Kursinya sementara dipinggirkan dulu. kita jaga ke lima wanita ini, mereka sekarang benar benar trauma. Aku tidak tega membiarkan mereka....Semua wanita benar benar linglung terutama Gendhis.
Bos Galih masih memeluk Gendhis, pak sopir dengan sigap langsung menggambil alat dikotak P3 yang di sediakan dalam keadaan darurat untuk luka luka yang wajib ada di dalam mobil apabila ada kecelakaan.
"Terima kasih pak... ". Tempat istirahat wanita pun sudah siap segera Bos Galih melepaskan pekukanya dan merawat luka ditangan Gendhis. Dengan telaten Bos Galih membalut luka Gendhis yang berada di telapak tangan dan lengan.
Sudah sekarang semua istirahat jangan takut kami di sini menjaga kalian, semua sudah berakhir aku harap ini yang terakhir kalian alami. Jangan ada lagi kejadian kejadian yang membuat kalian menjadi trauma.
"Bos ada Bu Warsih...dan anak buahnya mengantar makanan..!". Timpal Adit
__ADS_1
"Mari Bu silahkan letakkan di karpet bawah sini saja biar kami makan di bawah kali ini, sembari menemani mereka yang masih trauma dengan kejadian di sana...!!??". Terang Bos Galih.
"Baik Bos.....kalau boleh tau kejadian apa ya Bos dengar dengar mereka tadi keluar dengan Pak Rudi...melihat senja tenggelam...". Bu Warsih dengan apiknya bersandiwara pura pura tidak tahu. Tetapi memang Bu Warsih tahunnya pergi ke laut tak kembali. Ada yang jatuh ke jurang dan banyak lagi alasan Pak Rudi. Makanya Bu Warsih sangat penasaran dibuatnya.
"Panjang ceritanya Bu....Tanya ke mereka saya mau menyuapi Gendhis tanganya masih sakit terkena pecahan kaca...!!". Bos Galih menunjuk anak buahnya Pak sopir pun mulai menceritakan Yang lain pada makan secara bergantian. Gendhis dengan lahapnya menyantap makanan yang di suapin Bos Galih ke mulutnya.
Setelah semua keterangan yang diperoleh Bu Warsih jelas. Matanya terbelalak kaget dan membuat keringat dingin keluar dari tubuhnya.Tidak menyangka pekerjaan dan kelakuan Pak Rudi ternyata sangat mengerikan.
sampai sampai polisi bertekuk lutut di hadapanya. Hanya karena uang polisipun rela mempertaruhkan jabatannya.
Untunglah pihak yang berwajib sangat sigap menanganinya. Anak buah Bos Galih yang tadi sempat mengikuti Pak Rudi dan anak buahnya kini telah sampai di Villa. Semua telah selesai makan, tinggal mereka yang baru datang dan segera menyusul untuk makan.
Bos Galih segera berdiri dan mengajak Bu Warsih ke taman belakang yang ada gazebonya.
Bos galih menepati janjinya memberikan sisa uangnya tak tanggung tanggung uang yang di berikan kali ini sebesar 100 juta. Bu Warsih berteriak kaget.
"Syuttt....!!". Jari telunjuknya langsung secara reflek menutup mulut Bos Galih dan memberikan kode mata satu disipitkan, takut ketauan anak buahnya. Karena Bu Warsih takut kalau pak Rudi ada dendam nantinya.
"Iya...iya...Bos makasih ...!!". Semoga Bos usahanya makin maju. mimpi apa aku semalam.
"Ya sudah Bu tinggal itung makanya berapa semua...!!??". Terang Bos Galih.
"Nggak Bos untuk makan udah nggak usah bayar. Ini saja lebih...lebih....lebih....dari cukup...!!!". Jelas Bu Warsih sembari berterima kasih .
"Saya transfer saja ya Bu...? biar tidak ada kecurigaan, ibu tenang nggak ada yang tau..!".Bis Galih menasehati.
__ADS_1
"Baik pak catat no saya. Besok saya mengurus buku tabungan ke bank saya tidak punya tabungan selama ini...!!". Dengan mata berembun Bu Warsih mengusap dengan pucuk bajunya karena terharu