
*********
"keesokan harinya Dokter memeriksa hasil Lab, tetap saja tidak di temukan penyakitnya".
"Dokter segera keluar dari ruang Icu,dan memanggil salah satu dari kita untuk memberi penjelasan".
"Keluarga pasien saudara Sardan...!!".
"Ya saya dokter..",Gendis segera berdiri memasuki ruangan Dokter,sedari tadi semua duduk di ruang tunggu umum,kebetulan ruangan tersebut dekat dengan ruangan Dokter ".
"Segera Gendhis duduk di kursi depan Dokter,penjelasanpun di dengarkan dengan seksama".
"Kami tetap tidak tidak menemukan penyakit saudara Sardan,apa pihak keluarga mau menunggu hasil lab lagi,kita coba lab lagi....??".
"Maaf Dokter,kemarin saya sudah berunding dengan pasien,dan dengan pihak keluarga saya,kami memutuskan untuk mencari jalan lain,iktiyar ke pak kyai ....,dengan mengrukyah nya mungkin Dok!!".
"Baiklah kalau itu yang terbaik untuk saudara Sardan, mudah mudahan dapat segera mendapatkan pertolongan dari tuhan".
"Gendis segera keluar dari ruangan pak Dokter,berjalan menuju tempat duduk,keluarganya,tak disangka banyak orang, menanti penjelasan Gendis,ada Debby,Fitri,Firman,Aldi, dan Bos Galih".
"Sudah lama kalian datang....??".Tanya Gendhis..??.
"Kamu masuk ruangan, kami datang,bagaimana kabarnya abang cakep ndis...,tidak terjadi apa apa kan??....",Debby mulai mengedipkan kedua matanya ,dia paham ada yang sedang cemburu,siapa lagi kalau bukan Bos galih.
"Debby.....!!,jangan bergurau...!!",Fitri membulatkan mata,dan menunjuk Debby.
"Sudah sudah...dengarkan penjelasanku dulu",Dengan lemas Gendhis duduk dan menutup kedua mukanya,dengan kedua telapak tangan".
"Hingga hari ini kabarnya tetap buruk,nggak berubah,penyakitnya nggak ada...!,sebenarnya Bang Sardan sudah mengira,ini semua perbuatan Nenek Sartijah dan kakek danu,mereka ingin Bang Sardan kembali".
"Ayo Ndis,jangan menunda nunda waktu,kita segera ke pak kyai, sesuai saran Gadhis,Mama Artha memberi saran".
"Mereka segera bergegas,membagi tugas masing masing,Firman menyiapkan mobil di depan ruang icu,kebetulan mobil penjemputan
pasien akan pulang tepat di depanya ruang tersebut".
"Debby dan Fitri membantu Mama Artha mengambil barang barang yang akan di bawa pulang".
"Ayah dan Gadhis menunggui Bang Sardan di depan ruang icu,dua perawat sudah membuka alat alat seperti infus dan lainya".
"Sementara Gendhis dan Bos Galih,membayar administrasi".
"Bos Galih menenangkan Gendhis,dan menyodorkan ATM...,namun Gendhis menolak".
"Kamu pakai ini saja ATM ku ada kok isinya".Bos Galih menyodorkan kartunya.
"Percaya tetapi saya nggak mau merepotkan Bos,Bang Sardan ada cadangan uang kok...,untuk biaya berobat".
"Tiba tiba Debby si biang kerok datang, mencubit pantat Gendhis dari belakang,".
"Auw....sakit...!!".
__ADS_1
"Debby berbisik di telinga Gendhis ..!!"
"Udah terima aja sih....!!,kesempatan ini,...biar uang abang tampan bisa untuk peganggan ".
"Gendhis jangan menolak...!!,hanya ini yang bisa aku bantu...,Kamu juga telah banyak bantu aku,sehingga perusahaan maju dengan pesat,apa jadinya tanpa kamu!!".
"Benar tuh kata si Bos..!!,apa perlu masuk rekeningku saja",Sembari merangkul Gendhis,Debby mengedipkan mata satunya.
"Baiklah Bos kalau Bos memaksa,aku akan terima dengan senang hati".
*********
"Semuanya sudah selesai di urus ,mereka segera menaikkan Bang Sardan dengan pandu yang di buat Gendhis dan ghadis,ke mobil yang di bawa Ayah Rangga ".
"Team kantor menaiki mobil kantor mengikuti dari belakang ".
"Bos Galih tampak Gelisah,belom mengutarakan isi hatinya,tetapi sudah ada lelaki lain di dekat Gendhis,sepertinya niatan itu dibatalkan".
"Ahhch....biar aku pendam saja rasa ini,biarkan Gendhis bahagia,kelihatanya dia menyukai lelaki yang bernama Sardan itu,aku mengalah saja kalau memang jodohku pasti tuhan akan memberikan jalan terbaik untukku..!!".
"Tak beberapa lama sampailah di kediaman Ayah Rangga,semua segera bersiap turun setelah mobil berhenti,keliarlah dari mobil masing masing".
"Mama Artha membuka pagar dan membuka pintu rumah,menyiapkan kamar tamu,Firman dan Bos galih membawa Bang Sardan masuk".
"Sementara Ayah Rangga,menelfon pak kyai,kebetulan pak kyai menuju rumah,Ayah Rangga".
"Semua duduk tenang,menunggu Pak Kyai, tak beberapa lama terdengar orang mengucap salam dari luar pintu,kamipun membalas salam tersebut".
"Kami memberitahukan bahwa,hasil lab dari rumah sakit tidak menunjukkan adanya penyakit..!!".
"Segeralah pak kyai membaca ayat ayat alloh,di bantu dua orang muridnya".
"Bang Sardan berteriak dengan hebatnya...!".
"Agrh.......sakit,tolong hentikan.....!!".
"Kedua muridnya segera memegangi kedua tangan dan kaki bang Sardan,tiba tiba tangan dan kaki bergerak membuat ketiga orang ini kuwalahan ".
"pak kyai meminta pertolongan..".
"Tolong ....!!,yang laki laki ke sini bantu saya,semua bergegas berlari ikut memegangi tubuh Bang Sardan kecuali mereka yang wanita tetap di ruang tamu..".
"Rukyah pun berjalan sempurna,tak lama kemudian Bang Sardan muntah muntah ,menandakan semua penyakit,Jin,sihir,santet,telah luntur,".
"Perlahan lahan Bang Sardan memejamkan mata,setelah sekian lama melotot,sekarang Bang Sardan, pingsan ".
Pak kyai berucap!!..."semua tenang ini sudah aman insyaallah Sardan akan kembali normal".
"Semua menunggu Bang Sardan siuman...!!".
Gendhis menunggu di sebelah Bang Sardan,menyadari kenapa perasaanya menjadi kasihan,dan rasa sayang mulai ada,mungkinkah perasaan cinta mulai tumbuh,melihat pengorbanan lelaki yang sedang memejamkan mata di hadapanya,memandangi dengan lekat setiap inci tubuh orang yang tak tau dari mana sebenarnya asal usulnya".
__ADS_1
"Apakah dia akan menjadi baik selamanya...??
"Jemari bang Sardan mulai bergerak....,Gendhis segera memegang tangan bang Sardan ...!!".
"Alhamdulilah Bang....sudah siuman...!!".
"Bagaimana sekarang..?? coba semua di gerakkan seluruh badanmu,....!!".
"Alhamdulillah pak kyai....!!".
"Semua sudah tidak sakit dan normal kembali,terima kasih pak ustadz...",berulang kali Bang sardan tak lupa mengucap syukur,dan berterima kasih kepada Pak ustadz.
"Berterima kasihlah kamu sama tuhan,aku hanya membantumu berdoa saja,kalau doa kita terkabul,berarti kita harus segera memperbaiki diri".
"Meninggalkan yang salah menyempurnakan yang benar".Pak kyai memberi nasehat,kepada bang Sardan .
"Mata Bang Sardan kini telah basah,tak terasa air mata mengalir begitu saja".
"Tak menyangka banyak orang yang baik di dekatnya,dalam hatinya sangat menyesal pernah menjadi orang jahat".
"Tuhan beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri,dan seandainya Gendhis menerima cintaku, aku akan lebih menyayanginya daripada diriku sendiri".
"Bang sardan segera berdiri,tetapi tubuhnya masih lemas".
"Sardan kamu berbaring saja dulu,pulihkan tenagamu,biar gendis membuatkan jahe anget ",perintah Ayah Rangga.
"Iya Bang ,biasanya Ayah memang minta di buatkan jahe,biar tenaganya cepat pulih apalagi STMJ...!!,bentar ya aku buatkan dulu".
"Ndis kita juga mau....,bukan Abang tampan aja yang di buatin,ya nggak Fit...",timpal Debby,selalu ada keseruan kalau ada Debby defaye...ini.
"Semua Tersenyum,sumringah mendengar perkataan Debby...".
"Bos galih melirik ke arah Debby,dengan memicingkan mata ".
"Dia membusikkan ke telinga Fitri...!?".
"Ternyata ...!!!,anak ini cantik dan lucu kalau dilihat lihat...".
"Dan kenapa kalau ada dia selalu aja seru,..!! anak ini memang cocok jadi seorang pelawak..!!"
"Ah....si Bos ini...,!!ku kira mulai tertarik sama Debby...ternyata .....??bercanda....",
"Fitri mengernyitkan kening,keheranan melihat Bos nya yang juga mulai suka bercanda".
"Gendhis,memanggil Fitri dan Debby....dari kejauhan ....di area dapur".
"Ayo ayo sini... bantu aku....!!,kalian jangan bercanda aja kerjaanya,katanya mau STMJ".
Hem....si bawel mulai deh ...".Debby menoleh ke arah dapur.
Fitri segera menyeret Debby"oke kesayanganku kami datang.....!!".tampak tersenyum manis di bibir Fitri,sembari memperlihatkan gigi gingsulnya,dan segera mereka bertiga menarik STMJ untuk semua orang yang ada di rumah Mama Artha.
__ADS_1