Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Draf 63 kebakaran.


__ADS_3

*****


Tring....tring....


Ah....berat banget kepalaku siapa sih yang telefon ganggu saja..!nenek terbangun karena dengar telefon berbunyi nggak ada berhentinya.


Hallo....


"Nek gimana udah mulai beraksi belom..!?".


Pedro menanyakan tentang rencana yang sudah di susun matang oleh mereka bertiga.


"Iya ...iya...! aku bangun..!. Segera laksanakan tetapi aku lihat dulu Gendhis dan teman temanya sudah pada tidur belom ?!.


Nenek segera beranjak dari tempat tidurnya,menuju kamar mandi di dalam ruangan kamar tidurnya.Kamar mandi mungil yang cantik di lengkapi dengan bathtub membuat nenek Sartijah ingin memanjakan diri.


Kalau saja aku tidak tergesa gesa ingin rasanya berendam memanjakan diri ini, yang sudah kelelahan melayani si Pedro.


Setelah membasuh tubuhnya dengan guyuran air hangat dari shower.Bergegaslah nenek menyudahinya dan menggambil handuk dan melilitkanya sedada keluar dari kamar mandi.


kemudian selesailah memakai baju dan bersolek bergegas mengendap endap keluar kamar tidurnya.melihat tiga orang perempuan cantik sedang tertidur pulas di depan televisi.


Emm....Debby menggeliat kakinya yang nakal mengenai Fitri.Seketika langkah kaki Nenek terhenti.Fitri kaget langsung terbangun tetapi matanya merem lanjut tidur membelakangi Debby.


Nenek bergegas sedikit melajukan langkah kakinya,meraih gangguan pintu dan berhasil keluar tanpa sepengatuan keluar rumah


"Sialan handphoneku pakai ketinggalan !!".


Ketika tanganya merogoh tas mencari handphone ternyata masih di atas nakas kamarnya,Seketika balik kanan mengendap-endap untuk yang kesekian kalinya.


Dag...dig...dug...takut ketahuan Gendis dan teman-temanya.berjalan perlahan-lahan sampailah kepada benda yang dituju segera di raihnya dan beranjak pergi.


Lagi lagi lolos ketiga wanita itu masih tertidur pulas sekali."huh.....untung mereka tidak bangun ha...ha...ha...teruslah tidur sampai misiku ini berhasil,kalian akan tidur selamanya.


Tring....


Tring....


Tring......


Nenek memencet no telefon Pedro tak lama kemudian diangkatlah telefon Nenek.


"Ya nek!!...sudah Amankah? apakah dilaksanakan sekarang rencana kita untuk membakar rumah itu..!?".


"Ya cepat kamu segera laksanakan mumpung semua tertidur lelap ha...ha...ha...ha...". Dasar nenek Sartijah hatinya masih saja dengan kedengkian .

__ADS_1


Pedro dan Acong segera beranjak dari kursi nyaman yang berada di penginapan mereka,segala macam persiapan sudah ready di dalam mobil van.


Segera kendaraan di lajukan dengan kecepatan sedang sambil membaca situasi kanan dan kiri.


sementara nenek Sartijah menunggu di bawah pohon rindang yang terdapat kursi panjang yang biasa di gunakan warga untuk bersantai.


Tak beberapa lama mobil van jelek tampak dari jauh dan segera menghampiri nenek yang duduk sembari menggunakan kipas yang sengaja di taruh di dalam tas dan di bawa kemana saja.


jeder.... pintu di tutup oleh Pedro dan Acong. Pedro duduk di sebelah nenek.


"Cepat kalian laksanakan siram sekeliling rumah mereka dengan bensin.Sekarang situasi lagi sepi semua orang tertidur terutama Gendhis dan teman temanya.jangan sampai meninggalkan barang bukti ingat itu..!!".


"Siap nek...!!".


"Mana dulu separo bayaranya, nanti sisanya setelah pekerjaan beres.Titah Acong sembari menggulurkan telapak tanganya ke arah nenek.


"Dasar kalian memang mata duitan..!!".


Nenek mengeluarkan uang segebok lembaran merah ratusan ribu "Awas kalau kalian gagal sisanya nggak bakalan aku kasih ..!!".


"Tenang saja nek..! mana pernah kita gagal nenek tau sendirikan bagaimana kinerja kita selama ini..!".Pedro mencolok dagu nenek dan menerima uang tersebut.


"Ayo jangan lelet segera laksanakan..!!".Acong sudah tidak sabar ingin segera melancarkan aksinya.


Acong menarik tangan pedro dan langsung menaiki mobil van.Sang nenek mengikuti dari belakang dan duduk di kursi baris kedua. Mobil langsung di lajukan dengan kecepatan sedang.


"Ok nenek tunggu di sini aku dan Acong segera beraksi,keadaan mumpung lagi sepi sepinya!!".


Segera Acong dan Pedro membuka pintu mobil bagian belakang,membawa jerigen 5 literan berisi bensin.Di tangan masing masing 2 jerigen satu ditangan kiri dan satunya di tangan kanan, semua berjumlah 4 jerigen.


Tak segan segan Acong dan Pedro menyiramkan bensin di sekeliling rumah tanpa terkecuali. Beberapa menitpun semua telah selesai di sirami bensin.tr


Mereka berdua mengg eipalkan tanganya karena telah selesai menyirami bensin ๐Ÿคœ๐Ÿค›.Tinggal menyalakan korek.


"Ok sudah siap semua ayo kita rayakan dengan membakar mereka hidup-hidup!".


Korek pun segera dinyalakan dari ranting di halaman menjalar perlahan karena sengaja tidak di siram bensin.tak menunggu waktu lama api pun menyambar siraman bensin.


Lhap.....lhap....api melahab


****


Gendhis terbangun dan langsung kaget menghirup bau an Fitri segera di bangunkanya.


Debb....

__ADS_1


Fit....


"Apa sih..? masih ngantuk ini jam juga menunjukkan dini hari..! mana dingin sekali !".


Debby dan Fitri menggeliat menarik selimut lagi.


"Eh...kalian ini apa nggak nyium bau bensin apa..?!".Debby menarik selimut mereka lagi.


Debby dan Fitri mulai mengendus dan mereka tak hanya mencium bau bensin saja, tetapi panas juga sudah terasa.


Debby berlari menarik horden dan melihat apa yang sudah terjadi di luar.


What.....


"Fit.....,Ndis....kita sudah terkepung api bagaimana ini?!".Sambil berteriak Debby menarik horden sekuat kuatnya.


Huwa....huwa...kami bertigapun panik dan menangis histeris.


"Sudah sudah tak guna kita menangis terus!".Gendis mengusap air matanya yang sudah tak bisa berhenti tetapi semangatnya untuk keluar melalui kamar mandi sangat besar.


Coba cari handphone hubungi siapa saja aku sudah nggak bisa berfikir apa-apa.Api sudah semakin menjalar jangan sampai masuk ke dapur ada gas di sana.


Fitri berbicara sembari mencari handphonenya.


Ketiga handphone nggak ada,di cari kemana mana nggak ada mereka sampai tak kepikiran nenek Sartijah.


Fit bawa nenek kesini kasihan dia mungkin sudah kepanasan di dalam kamarnya.


Fitripun beranjak dan segera membuka kamar nenek Sartijah. Dengan kagetnya yang ada hanya bekas handuk mandi dan selimut yang masih menutupi seluruh tempat tidurnya.


"Teman teman nggak ada ternyata nenek".Fitri semakin panik dan memberitahukan bahwa nenek Sartijah sudah tidak ada lagi di kamarnya.


"Huwa...huwa...panas!". Rasanya asap hitam sudah mulai memasuki kamar mandi tamu yang berada di dekat ruang tamu.


"ayo ke kamar mandi kita pecahkan kaca buram yang khusus untuk kamar mandi.Debb ambil kursi untuk naik meraih cendela dan memecahkan kaca.Aku dan Fitri akan mencari ember untuk menyirami pinggiran kusen kaca ini.


Semua baju tidur mereka kini telah basah oleh air sekuat tenaga api padam muncul lagi.Debby,Fitri dan Gendhis bergantian memecahkan kaca menggunakan Palu yang ada gudang dan berusaha memadamkan api menggunakan ember.


Ayo kita nekat tenaga kita sudah mulai habis nggak bisa kita disini terus terusan.Kaca sudah bersih hanya ini satu satunya cara untuk selamat dari sini.


Untunglah bagian ini sudah agak reda tetapi di luar kamar mandi mulai terdengar berjatuhan.suara ledakanpun juga terdengar.


Sontak warga mulai terdengar berdatangan karena bunyi ledakan gas yang sangat keras.


"Hai....adakah orang di dalam..?!".Suara pak RT tak begitu asing di telinga.

__ADS_1


"Tolong pak kami sudah kehabisan tenaga ini kan air sengaja kami nyalakan supaya suhu di dalam sini tetap dingin sembari saya sirami dengan ember..!".Debby berteriak.Disusul Gendhis dan Debby bersahutan meminta tolong.


__ADS_2