Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 30 Penginapan yang sama


__ADS_3

"Tenang saja Gendhis,percaya sama aku,akan ku jaga kamu dan Almayra".


"Dua jam Sudah kita menyusuri sungai dengan perahu sederhana,terbuat dari bambu,untung Sardan,bisa merakit sehingga menjadi perahu,alhamdulillah juga airnya tenang,sepertinya alam bersahabat dengan kita hari ini".


"Terlihat sebuah desa yang cukup ramai,dari tepi sungai ini,orang orang hilir mudik silih berganti,tanpa memperhatikan satu sama lain,banyak pendatang dari kota kota besar terpampang tulisan Desa Semilir".


"Ayo sayang kita sudah sampai Desa Semilir",Bang Sardan mohon maaf,boleh nggak jangan panggil aku sayang ..??.


"Maaf juga aku belom bisa terima abang sebagai kekasih,aku baru saja bercerai,dan belom mau memikirkan menjalin cinta dengan laki laki manapun dulu...!!,aku mau fokus mengurus Almayra saja sementara".


"Baiklah aku akan setia menunggu jawabanmu Gendhis...!!".


Ayo kita mampir ke warung itu,kamu dan Almayra pasti lapar"Makasih bang ya !!....abang sudah sangat baik sama aku dan anakku".


"Aku tanya tanya di mana penginapan terdekat di sini ya kita butuh tempat persembunyian sementara",Bang Sardan menjelaskan dengan detail.


"Bang aku ada satu permintaan kalau boleh".


"Sebutkan saja jangan segan segan kalau aku bisa aku akan menyanggupinya".


"Boleh nggak aku pinjam uang ,untuk beli ponsel yang bekas saja,asalkan bisa di pakai untuk komunikasi,aku akan mengabari keluargaku,dan meminta tolong supaya menjemput kita".


"Bang Sardan merogoh saku,mengeluarkan semua,uang tinggal beberapa lembar,itupun di kumpulkan dari menjual kayu bakar,kalaupun di buat beli ponsel,habislah sudah,karena itu persediaan untuk makan dan rencana membayar penginapan"


"Bang Sardan mulai memutar otak,akhirnya keingat punya lempeng emas,di beri hadiah oleh seorang bangsawan,beberapa tahun yang lalu,waktu itu ia mulai menginjak remaja kira kira umur 15 tahun,Bang Sardan berhasil menolong dari kawanan penjahat yang mau merampok,ketika melewati hutan,untung nenek Sartijah tidak mengetahui peristiwa tersebut,seandainya nenek Sartijah tau bakalan di jarah juga barang bawaanya".


"Gendhis aku ingat aku punya ini....!!Lempengan emas,kira kira laku nggak ya kalau dijual...??".


"Wah Bang,lumayan Bang itu uangnya kalau memang asli".


"Benar Ndis...??".


"Kita coba aja Bang cek di toko emas,kalau enggak di orang orang pingir toko biasanya mereka antusias membeli emas,pura pura saja tanya harga,mereka punya alat untuk mengecek keaslian mas tersebut ".


"Mudah mudahan Bang ya...".


"Berdoa saja kalau ini memang bisa di jual,kita segera beli apa yang kamu inginkan",Bang Sardan menasehati Gendhis.


"Amin aku doain semoga emasnya asli ya Bang".


"Sekarang kita pesan makanan dulu,kamu pilih aja apa kesukaan kamu".


"Aku terserah abang apa saja yang penting makan".

__ADS_1


"Baiklah...Bi minta nasi campur dua,nasi separo sama telor ceplok satu untuk Almayra".


"Tak beberapa lama 3 nasi sudah terhidang di meja,sementara satu piring nasi berisi separo di ambil Gendhis segera menyuapkan,ke mulut Almayra".


"Ayo makan sayangku Alma.....",Almayra mulai melahap dari tangan bundanya.


"Suapan terakhir Almayra bersamaan dengan selesainya Bang Ardan makan,giliran Gendhis yang belom makan".


"Sini Almayra..... Om Ardan gendong".


"Mata hati gendhis mulai melihat Bang Sardan ,yang tulus , Gendhis mulai luluh,melihat perlakuannya ke Almayra,dan ke dirinya,rasanya seperti keluar dari penjara,untung ada Bang Sardan yang menolongnya".


"Dalam hati bertanya...??apakah harus menerima cinta Bang Sardan??,ah...tidak jangan dulu..!!".


"Sudah selesai Gendhis..,nambah lagi biar kenyang!",enggak Bang ini aja susah ngabisin,porsinya banyak banget".


"Ayo segera kita jual emas ini kalau memang asli,kita buktikan!".


"aku bayar dulu,makan nya, kamu gendong Almayra dulu".


"Segera Gendhis,Almayra dan Sardan berjalan menuju toko emas,namun tak berapa lama seorang pria muda sebaya dengan Sardan , menawari mereka untuk menjual emasnya".


"Jual emas pak..? buk ...?".


"Sembari duduk di belakang meja kecil,dan sebuah timbangan emas,dan alat pendeteksi keaslian ".


"Saya cek dulu ya pak.....,buk...!".


"Benar pak ....!,ini asli".


"Syukurlah..",Gendhis menghela nafas lega".


"Maaf saya berani bayar,50 juta karena tidak ada surat suratnya".


"Baiklah Bang..!".


"Akhirnya tanpa berfikir panjang,Bang Sardan mengiyakan,karena ia tidak pernah membayangkan ,barang yang selama ini di anggap sepele ternyata bernilai jutaan".


"Melompat kegirangan,dan tanpa sadar merangkul Gendhis,dan Almayra".


"Ups.....,maaf ...gak sengaja,saking girangnya aku sampai lupa siapa aku ini berani beraninya memeluk kamu".


"Gendhis hanya diam membeku,tanpa berkata apa apa".

__ADS_1


"Segera pembeli emas memberi uang di kantong coklat,berisi 50 juta".


"Ayo Gendhis kita langsung membeli ponsel,kamu pilih model yang paling baru, terserah kamu harganya,ini uang aku kasih pegang kamu saja".


"Tapi Bang...!".


"Syut....",seperti biasa jari telunjuk di letakkan di bibir tampanya,tampak senyum di kedua sudut bibir Bang Sardan".


"Gendis terharu,sampai meneteskan air mata".


"Segera menuju toko ponsel,dan memilih ponsel yang sederhana,Gendhis sengaja beli dua dengan model yang sama,tentu saja satunya untuk Bang Sardan".


"Aku nggak usah ndis,dari kecil nggak pernah mengenal ponsel..!!".


"Mulai sekarang aku akan ajari abang,biar nggak gaptek,selalu tau informasi terbaru artinya abang nggak ketinggalan jaman lagi ".


"Makasih ya...".


"Segera Gendis mengisi kartu keduanya, mengaktifkan dan segera menelfon Gadhis,yang diingat hanya no telefon Gadhis,tapi sayang telefon Gadhis juga di sita Suhu Ajimat ,waktu penculikan dan sudah di cincang sama gerombolan mereka ".


"Gimana ...Ndis...??".


"Percuma Bang,no nya sudah tidak aktif,aku lupa handphone adikku juga ikut di sita,sedangkan no telefon lainya aku nggak ingat".


"Oh begitu...".


"Kita cari penginapan saja Bang,aku cari penginapan keluarga sehingga kita aman dari hal hal yang tidak diinginkan".


"Tak di sangka yang terdekat dari situ penginapan yang pernah di sewa oleh rombongan yang mencari Gendhis ".


"Segera Gendhis telefon no penginapan tersebut,ternyata masih ada satu rumah,tentu saja kamarnya ada beberapa,dan masih kosong,Gendhis meminta sharelock ".


"Udah dapat Bang kita penginapan,selanjutnya kita pesan taxi onlaine,menuju ke penginapan tersebet,kita tekan aplikasi onlaine ini Bang".


"Aku binggung nggak pernah pegang handphone, seumur umur baru kali ini ndis...!.


"Ya udah bang pokoknya nanti aku yang ajarin, sampai abang Sardan bisa".


"Sampailah taxi onlain di depan sebuah pertokoan handphone, sejak tadi mereka berjalan ke depan ruko kosong berhadapan dengan mereka membeli ponsel ".


"Gendhis,Almayra dan Bang Sardan, segera menaiki mobil dan menuju penginapan".


"Tiga puluh menit kemudian sampailah mereka di penginapan,keduanya tak punya identitas apa apa,tetapi mereka yakin kalau,sudah berkeluarga karena adanya Almayra, Gendhis terpaksa berbohong kalau Sardan suaminya dan dia kecopetan,untung saja pihak penginapan percaya".

__ADS_1


"Gendhis mengurus administrasi,dan segera menerima kunci, dan diantar salah satu anak buah penginapan tersebut,mereka segera masuk ke kamarnya masing masing,dan menguncinya dari dalam".


"Mereka sangat kelelahan dengan aktifitas yang tak pernah Gendhis fikirkan,hal baru yang penuh tantangan".


__ADS_2