Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 42 Nenek Sartijah meminta maaf


__ADS_3

********


Sore hari ketika Gendhis bercengkrama dengan keluarga besarnya,ada Om Raka dan juga tante Siska dan anak anaknya.


Nenek Sartijah,kakek Danu,Nawang,Ken sudah berada di teras rumah Gendhis


kelurga Gendhis memang tidak di ruang tamu,wajar saja ketika rombongan nenek datang tidak mendengar.


Semua berkumpul di halaman belakang rumah,di sana ada sebuah gazebo bambu cukup besar dan perapian,beberapa meja kursi terbuat dari bambu di bawah pohon rindang.


Bel pintu di tekan Ken, Gendis beranjak dari perapian,pintu segera di buka betapa kaget kemudian lari terbirit birit Gendhis ke belakang rumah.


Bang....a...ada rombongan Nenek Sartijah di depan...!!.


"Bagaimana ini..?".


Semua terbelalak kaget,segera Ayah,om Raka,Bang Sardan berjalan cepat ke teras depan,mereka semua merinding,dengan kedatangan rombongan Kakek Danu.


Wajarlah Sardan banyak bercerita tentang kehebatan kanuragan padebokan kakek Danu.


Dengan menyatukan kedua telapak tangan kakek Danu memberi salam,ayahpun menjawab salam dengan menyatukan kedua telapak tangan.


Gendis menangis,dan memeluk Almayra,trauma dengan apa yang terjadi beberapa bulan lalu,Mama,Gadhis, tante Siska berusaha menenangkan di belakang.


"Maaf kami lancang datang ke sini..,setelah apa yang di perbuat nenek Sartijah kepada keluarga Bapak".


Nenek Sartijah datang ke sini juga mau meminta maaf,tidak ada maksud jahat sedikitpun,saya Danu telah menasehati Nenek Sartijah untuk meminta maaf dan insyaf.


Jadi saya harap kita bisa menjalin silaturahmi,dengan Gendhis dan Sardan,dan semua keluargaku Bapak.


Baiklah kalau itu tujuan kalian,Gendhis masih trauma dengan perlakuan nenek Sartijah,nanti saya sampaikan,kalau Sardan silahkan ngomong sendiri.


Nenek Sartijah segera memeluk Sardan,seperti tidak percaya,apa yang telah terjadi benar benar di luar dugaan.


Sudah nek,jadikan ini pelajaran berharga,aku juga ingat nenek yang sudah membesarkan aku,sekarang semuanya sudah berjalan baik,"mudah mudahan ini selamanya ya nek".


"Semuanya silahkan masuk,biar aku beri penjelasan kepada orang orang yang ada di belakang,termasuk Genhis", Ayah Rangga mempersilahkan masuk,rombongan kakek Danu.


Semuanya masuk dan duduk di ruang tamu,tetapi sebagian di bangku teras depan.


Ayah Rangga berjalan menuju halaman belakang rumah,berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Gendhis....,syukurlah semua sudah sadar,rombongan kakek Danu ke sini bukan mau berkelahi,tetapi mau meminta maaf.


Tetapi Ayah aku masih gemetar,mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu,rasanya tidak menginginkan ketemu dengan mereka yang telah menyakiti aku.


Gendhis semua orang punya masa lalu dan kesalahan,kita bukan manusia sempurna, berilah kesempatan di usia Nenek Sartijah untuk meminta maaf,dan insyaf,beliau sudah tua berapa lama lagi usianya.


"Baiklah Ayah aku akan mencoba menata hati dulu".


Aku akan sampaikan apa yang kamu inginkan nak,Ayah tidak memaksa,wajarlah setelah apa uang kamu alami Ayah ,paham!!.


Beri aku waktu,nanti kalau hatiku sudah sembuh aku akan menemui nenek Sartijah.


"Ya sudah aku ke ruang tamu dulu,menjelaskan ke rombongan mereka".


Ayah segera beranjak dan menyampaikan keinginan Gendhis.


Mohon maaf Gendhis masih,berusaha menata hatinya,nanti dia akan menemui nenek Sartijah,kalau traumanya sudah hilang,biar nanti Sardan yang antar.


Baiklah supaya Gendhis tenang kami permisi dulu,Kakek danu pamit dan mewakili kita semua.


Tunggu mumpung kita berkumpul di sini aku ingin mengabarkan kabar yang gembira ke kalian.


Maaf nek,bukan aku mempermainkan perasaan Nenek,tetapi aku sadar cinta tidak bisa di paksakan,aku akan melepaskan Bang Sardan,terserah Bang Sardan mau menikah dengan Gendhis,karena sekarang aku telah menetapkan,pasanganku adalah Bang Ken.


Maaf nek selama ini aku baru menyadari,ternyata Bang Ken lah yang mencintai aku setulus hati dan akupun demikian,kami sama sama saling jatuh cinta bedanya aku terlambat menyadarinya.


"Terserah kalian lah ....kalau itu bisa membuat kalian bahagia",akhirnya nenek Sartijah menyadari kalau cinta memang tidak bisa dipaksakan.


"Bang Sardan datanglah sama Gendhis ke acara pertunanganku,minggu depan siapa tau Gendhis sudah mau memaafkan kami".


Iya Nawang nanti aku coba ngomong sama Gendhis,terima kasih ya undanganya syukurlah kita semua telah sadar.


"Ayo kita pamit kepada Ayahnya Gendhis,salam pak ya sama keluarga yang ada di belakang",kakek danu mengajak kami semua kembali ke rumah baru.


Ayah Rangga merasa lega,masalah terselesaikan,semua keluarga Gendhis kini berada di ruang tamu,membahas rombongan Kakek danu.


Sardan juga mengutarakan isi hatinya.


Maafkan rombongan saya tadi sudah merepotkan kalian semua,terutama Mama Artha dan Ayah Rangga.


Saya juga mau mencari rumah kecil kecilan dari sisa menjual emas kemarin,nggak enak di sini,apalagi kalian sangat baik.

__ADS_1


Sardan nanti biar di bantu Gendhis cari perumahan yang kamu inginkan,sebetulnya Ayah sangat senang kamu tinggal di sini,tetapi kalau itu yang terbaik buat kita semua atur saja.


***


Pagi hari seperti biasa semua telah siap di meja makan,sembari membahas rencana mencari rumah buat Bang Sardan.


Bang besok hari minggu aku antar cari rumah,sementara abang sembari cari di internet siapa tau ada yang cocok di hati abang.


Baik Ndis,nanti aku minta di ajarin Gadis cari di internet,sekalian aku mau cari pekerjaan,atau buka usaha,aku nggak punya ijazah, mungkin ya jadi pegawai restoran atau rumah makan biasa.


"Semangat Bang ya...,apapun yang abang lakukan aku akan selalu memberi dukungan".


Bang Sardan bergegas ke kamar mengambil ponsel dengan semangat,mumpung Gadhis belom masuk kuliah meminta diajarin Gadhis menggunakan handphone.


Sementara Gendhis sudah siap di depan setir mobilnya,Ayah Rangga mengajarinya menyetir mobil setiap pergi ke kantor.


Dengan sedikit tersendat sendat mobil dijalankan Gendhis, Ayah Rangga berusaha mengarahkan,dengan arahan arahan seperti les privat mobil.


Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kantor,segera Gendhis mencium punggung tangan Ayahnya dan berlari kecil menyusul Debby dan Fitri.


Bos Galih pun ngobrol bertiga beriringan dengan Firman dan Adit.


"Akhir tahun kita adakan tamasya kantor,siapa saja yang mau ikut tolong di atur semuanya , aku serahkan kepada kalian..",Bos Galih menyuruh team kami menyiapkan liburan tahunan.


Di samping itu juga sudah di bahas tender yang dulu telah rampung,Resort Asmara,pemiliknya Arjuna Brahmantya.


Kami sangat senang sekali satu pekerjaan selesai,gosipnya keuntungan perusahaan berlipat lipat pantas saja Bos Galih mengajak semua karyawan kantor tanpa kecuali.


Sebelum Bepergian bertamasya,juga ada undangan dari pak Arjuna,pembukaan Resort Asmara.


Debby sangat antusias,selalu menerima undangan sang ceo.


"Gimana teman teman,apakah kita akan datang memenuhi undangan Bos tampan Arjuna".


Semua terhenti seketika memandang Debby defaye yang super centil,dengan lagaknya bak pragawati yang berjalan di atas catwalk.


"Okelah kami semua akan datang".


Adit menimpali,"Siapa tau kita dapat adiknya Pak Arjuna ",tak kalah dengan Debby.


"Bagaimana dengan kamu Ndis....??,apakah kamu juga datang".Tanya Fitri.

__ADS_1


Aku akan datang,setelah sekian bulan apa yang aku alami membuatku sedikit tertekan,aku akan bersenang senang dengan kalian.


Nah...begitu,kita juga nggak enak kan menolak undangan Pak Arjuna yang sudah memilih kita untuk jadi patner nya,siapa tau nanti akan ada tender lagi buat perusahaan kita.


__ADS_2