Titik Lelah Seorang Wanita

Titik Lelah Seorang Wanita
Part 8 Pengagum rahasia.


__ADS_3

"Hatiku tenang,beberapa hari Bang Dewa tidak mengganggu ku,dengan begitu aku sangat bahagia,Almayra aman di rumah Keluargaku".


"Di kantor seperti biasa ,si Bos jadwalnya padat,


sedikit mengurangi kesedihan ku,melupakan peristiwa yang telah terjadi untuk sesaat"


"Jam makan siang, aku Segera mempersiapkan berkas-berkas,untuk mengajukan gugatan cerai"Kaget sekali aku,Seseorang berdiri di belakangku,ketika badanku berbalik,ternyata Bos Galih sudah mengamatiku dari tadi .


"Hai....Ndis",iya Bos...sapaku ramah, supaya tidak ada yang curiga ,kalau aku mempersiapkan berkas perceraian."Oh iya Bos....aku mau minta ijin keluar sebentar,ada berkas-berkas yang harus aku serahkan untuk sekolah Almayra...,kalau telat misalnya satu jam nggak apa-apa ya Bos..?".


"Okelah nggak apa-apa,perlu aku antar supaya kamu nggak telat balik kantor".


"Nggak ...usah Bos,aku juga ada janjian dengan temanku urusan wanita",sengaja aku berbohong supaya tidak ketauan ke mana aku melangkah.


"Kali ini aja...ya Bos".


"Ok ...,sepulang kamu dari urusanmu ke mejaku ya, ada yang mau aku bicarakan,ada proyek besar menanti,kita harus memenangkan tender kali ini,dan kamu harus ikut keluar Kota...kalau deal kamu dapat bonus lumayan",siap pak Bos!! jawabku Singkat".


"Bergegas aku ke pengadilan, kebetulan jaraknya nggak terlalu jauh,aku pesan taxi onlaine".


"sesampainya di pengadilan, tak lupa aku pakai masker,canggung sekali aku melangkah,ku tengok kanan dan kiri ,malu ada yang mengenaliku,ternyata di pengadilan banyak orang yang menggugat cerai,baru tau ....,segera aku bertanya ke informasi,dan mengikuti tahap penyerahan dan penjelasan petugas pengadilan".


"Selesai sudah semua persoalan ke pengadilan,aku bergegas jangan sampai telat kantor,meskipun tadi sudah meminta izin,alhamdulillah masih kurang seperempat menit,keluangkan makan sebentar ke kantin ,mengisi perutku yang keroncongan".


"Entah mengapa..?hatiku rasanya lega...,inilah bentuk rasa kecewa yang teramat perih...".

__ADS_1


"Segera aku ke kasir,dan beranjak naik lift ,menuju ke meja si Bos".


"Udah selesai Ndis,urusan kamu..?",sudah Bos.


"Ok kita langsung meeting dadakan, panggil team kita "biasanya untuk urusan tender,kita ada 5 orang.


"Segera ku telefon teman-teman,yang sudah biasa menangani proyek,Debby,fitri,Adit dan Firman,kebetulan kantor kami bergerak di bidang kontraktor ,sekaligus arsitek, dan sudah terkenal karena perusahaan keluarga si Bos perusahaan ternama".


"Meeting selesai, dan akhirnya sepakat, kita ke luar kota untuk meninjau tempat dan perjanjian bertemu dengan pemiliknya,tentu saja saingan Bos orang-orang ternama juga,kita diizinkan pulang untuk persiapan besok ke luar kota,tepatnya di Desa terpencil yang mau di bikin resort oleh pemiliknya,Desa Rindu namanya,bagus juga nama itu kalau di bikin resort".


"Aku segera bergegas pulang, memberi kabar Mama,dan menyiapkan keperluan untuk besok,tak lupa menyiapkan baju baju almayra supaya mama tidak repot,mungkin untuk 3 harian aku di luar Kota,


Semua persiapan sudah selesai,segera aku bergegas tidur,rencana Bos Galih berangkat pagi pagi sudah harus siap,mobil kantor yang akan menjemput seperti biasa kalau kita ke luar Kota.


"Bang Anton segera melajukan kendaraan,semua bergurau,ledek-ledakan,si Bos hanya duduk sembari senyum -senyum terlihat dari spion kecil di depan,melihat tingkah kami,tentu saja team ku ini membuat aku melupakan sejenak sakit hati di dada,karena ulah suamiku",


"Setengah perjalanan,kami pun lelah bergurau,sembari memakan cemilan-cemilan yang teman teman bawa".


"Aku heran dengan si Bos dari tadi curi pandang senyum senyum ke wajahku, apa aku aja yang halu ya,padahal Debby,Fitri ,sangat menyukai pak Galih,mereka berangan-angan jika saja mampu menaklukkan Hati sang ceo,aku sempat mendukung sahabat-sahabatku".


Semua terlelap,kecuali Bang anton,aku dan Bos Galih,bunyi notifikasi di handphone,ku lihat si Bos whatshap "kenapa kamu nggak tidur Ndis..?",gak ngantuk Bos..,Mana mungkin Bos Galih tau perasaanku,yang sedang kalut,bercampur aduk dengan peristiw-peristiwa kemarin.


"Aku temenin dari sini ya..?".


"Apaan sih Bos ini gumamku dalam hati,tumben muka nggak datar,banyak senyum di bibir tampan sang Bos".

__ADS_1


"Boleh-boleh...,tapi mataku juga mulai mengantuk",pura-pura aku memejamkan mata sedang malas ngapa-ngapain, termasuk komunikasi sama si Bos,mending berusaha tidur,jangan sampai tau kalau aku akan menjadi janda,sebentar lagi.


"Dasar Gendhis,dalam hati sang ceo berkata,andai saja kamu tidak memiliki suami Ndis,pasti sudah ku berikan cincin di jari manismu,namun takdir tidak menjadohkan kita".


"Aku juga tidak tau,kenapa sejak bertemu dengan kamu,begitu mengagumi kamu,Dadaku berdetak kencang,andai saja waktu dapat di putar mundur ,aku akan berusaha menjadikanmu ibu dari anak-anakku kelak".


"hem.....Kenapa ..?kamu menarik sekali,dengan riasan polos,sedikit agak tomboi,meskipun memakai rok,tapi kenapa aku suka...,tuhan hilangkan rasa ini dari hatiku".


"Sebentar lagi sampai.., tak tega membangunkan Gendhis,tapi aku pura-pura seperti biasanya harus keras,tegas ke semua karyawan ku,jangan sampai Gendhis dan yang lainnya tau,kalau aku mengagumi Gendhis,cukup ku simpan sendiri rasa ini".


"Ayo bangun semua..,kita sudah sampai hotel,ambil kunci di resepsion wanita dengan wanita,pria dengan pria".kecuali aku ambil kamar sendiri,kebetulan satu kamar ada yang isi tiga bed.


"Semua telah membawa barangnya ke resepsion,tinggal aku sama Gendis,"Aku bawakan Ndis kopernya sekalian ",nggak usah bos bawaanku nggak banyak kok,cuma koper sedang sama laptop ku taruh di tas gendong ini,aku yang bawain punya Bos seharusnya".


"Kalau gitu bawain laptopku ya ke kamar..".


kesempatan ku melihat gendis sebelum istirahat ,kebetulan tempat laptopku tas jinjing jadi nggak enak bawanya".


"Ha...!!apa apaan si Bos ,pakai nyuruh aku yang bawain ke kamar...,dasar si Bos alasan aja,sebetulnya mau mengerjaiku apa ...".


"ku minta kunci di resepsion,teman teman sudah masuk kamar duluan tinggal aku sama si Bos,aku binggung mau ngantar barangnya si Bos apa ke kamarku dulu,nanti nggak enak sama teman- teman kalau aku ke kamar dulu baru ke kamar si Bos,mending ku titip barangku ngantar dulu ke Bos".


"Ini Bos...tasnya,..."


"Iya Ndis....,makasih ya,kamu sudah nganterin ke kamar",udah kewajiban anak buah Bos,sampai ketemu nanti sore ya,ok.

__ADS_1


__ADS_2