
***
Masing masing pasien sudah di pindah ke kamar VVIP yang telah diminta oleh Bos Galih.Semua keluarga sudah di samping pasien.Tetapi wajah dan tangan mereka yang luka masih penuh perban.
Semua belum berani menanyakan bagaimana awal kejadian kebakaran tersebut.Meskipun rekaman sisi tv telah dirusak tetapi ada yang selamat di rumah salah satu tetangga.
menurut keterangan polisi ada mobil van jelek dan dua orang laki laki pelakunya.Benar saja ternyata ini murni kejahatan .Sayangnya kedua orang ini menggunakan masker yang hanya kelihatan matanya saja.
Sulit di kenali siapa sebenarnya para pelaku ini dan apa motif di balik kejahatan ini.
"Ayah...jangan sampai lengah harus ada yang jaga 24 jam.Aku takut ada yang jahat karena perbuatan mereka membakar anak kita tidak berhasil..!".Saran Mama Artha khawatir kejadian tak menggerakkan terulang lagi.
"Sudah Ma...! Bos Galih sudah menyuruh polisi kenalanya untuk menjaga setiap kamar Gendhis,Debby dan Fitri.Masing masing di jaga dua orang polisi..!".
Dalam hati kecil nawang tiba tiba teringat nenek Sartijah. Jangan-jangan nenek Sartijah yang melakukan semua kejadian ini.
Gadhis keluar dan menemui Nawang yang duduk melamun di ruang tunggu.
"Kak..., kak Nawang ..!".Panggil Gadhis.
"Iya....iya....!.". Sahut Nawang sembari bibirnya tersenyum tetapi senyum yang dipaksakan.
"kak maaf ya..?. Sepertinya kakak ada masalah,ceritakan ke aku siapa tau bisa sedikit meringankan beban kakak.Dari tadi kak Nawang melamun saja.Biar plong unek unek yang mengganjal di hati kakak..!?".Saran Gadhis.
"Aku hanya memikirkan siapa yang tega berbuat seperti itu sama kak Gendhis dan teman temanya..!".Nawang sengaja tidak mengutarakan sebenarnya dia mencurigai nenek Sartijah.
"Iya kak...!. Doakan ya supaya pelakunya cepat tertangkap .Aku juga nggak habis fikir masih saja ada orang yang iri atau dengki terhadap kak Gendis...!".Gadhis juga mengemukakan pendapatnya.
Aku nggak usah masuk ke dalam ya aku takut darah,dan nggak tega melihat kak Gendhis kalau masih luka luka .aku doakan saja dari sini semoga lekas sembuh.Imbuh Nawang yang sengaja mengalihkan kekahawatiranya.
"Iya kak terima kasih banyak kak Nawang sudah mau datang menjenguk kak Gendhis .Nanti aku sampaikan kalau kakak sudah repot repot menyempatkan mampir melihat keadaan kak Gendhis..!".Timpal Gadhis.
"Oh iya kak ngomong ngomong gimana kabar nenek..?, sudah lama aku nggak ketemu nenek Sartijah..?!".Tanya Gadhis.
Raut muka Nawang tampak kebingungan, namun Nawang berusaha tenang dengan wajah yang tegang.Takut kalau kalau firasatnya benar.Karna nawang sedikit curiga nenek Sartijah cemburu dengan Gendhis.
"Baik, alhamdulillah sehat. Nenek tidak ikut karena tidak mengetahui kalau Gendhis terkena musibah, pamitnya ke pasar tetapi aku telefon berkali-kali nggak aktif handphone nya..? mungkin batrenya Lowbad..!?".
__ADS_1
Nawang sengaja memberi jawaban setenang tenangnya agar Gadhis tidak curiga.Dan segera berpamitan pulang takut kalau dicerca pertanyaan lagi .
"Aku pamit pulang dulu ya..? ada janji dengan temanku mau periksa kandungan bareng..! berangkatnya dari rumah menuju rumah sakit ibu dan anak..!".Kata Nawang sengaja berbohong.
"Alhamdulillah kak...ternyata kakak menggandung ya..?Selamat ya kak...ikut senang dengarnya..belum kelihatan..!".Gadhis menggelus perut Nawang .
"Makasih doakan lancar sampai lahirnya ya...!?".Pinta Nawang dengan perasaan bahagia.
Dengan langkah kaki gemetar ingin segera bertemu nenek Sartijah dan menanyai apa ada hubunganya peristiwa kecelakaan kak Gendhis .
Setelah keluar dari rumah sakit Nawang langsung menggambil handphone dan menelfon suaminya Ken dan Kakek Danu.
Tring....
Tring....
Tring....
"Hallo ...! iya sayang ..!?".Jawab Ken.
"Kamu dimana udah di rumah belum. Nggak usah jemput aku, ini udah mau pulang pesan taxi onlaine.Bang nenek sudah ada dirumah belom..?!". Tanya Nawang dengan sangat khawatir.
"Bang gawat mudah mudahan nggak benar ya firasataku menggatkan nenek ada hubunganya dengan kebakaran ini.Biasanaya firasat ibu hamil sangat kuat..!?".Nawang langsung menceritakan kecurigaanya kepada suaminya Ken.
"Jangan berprasangaka buruk dulu..?firasat ibu hamil bisa saja mitos, kita cari dulu buktinya mudah mudahan nenek Sartijah benar benar berubah. Seperti pesan almarhum ..!?".Nasehat Ken kepada istrinya.
Ken pada dasarnya memang bijak apalagi sejak menikah dengan Nawang semakin hari semakin dewasa dalam bersikap dan bertutur.Maka dari itu Nawang semakin mencintai Ken.
"Iya bang maaf..! tapi entah firasat itu muncul secara tiba tiba.Pemikiranku langsung ke nenek Sartijah..!?" timpal Nawang.
Tin...
Tin...
Taxi onlaine sudah datang.
"Apa benar ini pemesanan atas nama Nawang..!?".Tanya supir yang dari tadi mencari penumpang yang memang Nawang yang di cari.
__ADS_1
"Benar pak ...!?".Jawab nawang sembari menunjukkan pesanan taxi atas namanya yang terpampang di handphone miliknya.
Saya muter muter keliling, tidak sesuai map gogle. Sedangkan ibu saya telefon sibuk terus.
"Maaf pak ...?saya benar benar minta maaf padahal saya pesannya di sini ngirim map gogle nya juga di area ini.Soal bapak telefon saya sibuk karena saya telefonan sama suami saya..!?".Nawang berusaha menjelaskan.
Tetapi tenang saja pak nanti saya tambahin deh sebagai ganti uang lelah.Yang penting sekarang bapak antarkan saya ke alamat rumah saya ini ya pak.!.
"Tidak usah Bu nggak apa apa sudah biasa seperti itu. jadi nggak usah ibu tambahin bayar saja sesuai aplikasi..!?". Pinta supir taxi onlaine yang baik hati.
"Nggak apa-apa pak..!. anggap saja rejeki nanti pasti saya tambahin tips..!?".Timpal Nawang
kendaraanpun melaju dengan perlahan mengikuti kemana arah petunjuk jalan bergerak .
Nawang dengan menyandarkan punggungnya di kursi barisan kedua di belakang pak supir.Sembari mendengarkan alunan musik melayu yang lagi ngehits.
Nawang memejamkan mata tiba tiba merasa mual, sejak menggandung memang hal semacan itu sering dirasakan.
Nak sabar ya jangan muntah dulu..! ini bukan mobil bunda, nanti saja ...sabar ya...! . Nawang mengelus elus perutnya dan mengajak janin di perutnya berbicara dalam hati supaya tidak muntah.
Tiga puluh menit sudah sampailah di depan rumah Nawang .Segera nawang mengambil uang di dalam tasnya, uang ratusan ribu tiga lembar .
"Ini pak ya sama tipsnya sekalian ..! terima kasih bapak sudah mengantarkan saya pulang dengan selamat ...!?".Nawang segera turun dari mobil dan bergegas memasuki halaman rumahnya.
Satpam langsung membukakan pagar, begitu mengetahui Tuanya turun dari Mobil. Belum sampai teras rumahnya Nawang langsung muntah muntah.
huek....huek...huek...
Ken langsung lari merangkul dan memijit punggung Nawang .Setelahnya Nawang di gendong masuk kedalam rumah mereka.
"Bi....tolong bikinin teh hangat buat non Nawang..!?".Ken langsung berteriak meminta tolong bibi untuk membuatkan istrinya teh hangat supaya mengurangi mual di perutnya.
"Baik tuan akan segera saya buatkan ..!?".Bibi yang sedang menjemur baju di halaman belakang langsung lari mendengar perintah tuanya.
"Aduh bang....kepalaku tiba tiba pusing,perut mual.Kalau sudah kumat begini nggak mau berhenti ..!".Nawang meringgis kesakitan mukanya langsung pucat.
"Sabar sayang kata dokter itu hormon, hampir semua ibu menggandung seperti itu, seandainya bisa berpindah aku saja yang mengalami semua itu.Nggak tega aku lihat kamu mual mual terus!?".Sembari memijit Ken merasakan kesedihanya juga.
__ADS_1
Sebagai gantinya aku akan mijitin kamu sampai tertidur.Aku akan menjaga kamu dan anak kita sampai lahir nanti.Sabar sayang ya...?.